
Setelah api putih membakar bagian bawah tungku, Xiao Tian memasukkan bahan lain seperti bunga kristal es. Bunga tersebut dia simpan begitu lama di dalam cincin ruang. Dan masalah dari mana Xiao Tian mendapatkan bunga langka tersebut tentu saja berasal dari Wu Kong.
Ketika bunga tersebut dimasukkan ke dalam tungku, bunga itu langsung membungkus buah persik abadi hingga mengeluarkan asap putih yang berbau menyengat.
"Uhuk uhuk, kenapa baunya menyengat sekali," ucap Jia Li sambil menutup hidungnya.
Ketika mendengar suara batuk Jia Li, Xiao Tian langsung memberikan sebuah pil penetral racun dari balik pakaiannya. Setelah memberikan pil tersebut dia pun berkata, "Telan pilnya. Asap putih itu cukup beracun bagi manusia,"
"Bagamana denganmu?" tanya Jia Li dengan heran.
"Tak perlu khawatirkan diriku, racun selemah ini tak akan bisa mempenyaruhiku," jawab Xiao Tian sambil mengaktifkan simbol ular suci di punggung tangannya.
"Begitu ya," sambung Jia Li dengan lega.
"Oh iya. Selagi simbol ular di punggung tanganku menyala, tolong jangan menyentuh tubuhku secara langsung. Simbol ini membuat tubuhku menjadi tubuh beracun yang dapat meracuni siapapun yang memegangku," ucap Xiao Tian sambil menoleh ke arah Jia Li.
"Ah, baiklah," jawab Jia Li sambil menjaga jaraknya. Sambil menjaga jarak aman, dia juga teringat hal mengenai alasan Xiao Tian mengusir semua orang.
"Jadi ini alasan utama mengapa kau mengusir semua orang?"
"Kau pasti takut mereka mati karena keracunan kan?" ucap Jia Li sambil menatap punggung Xiao Tian.
"Aku telah mengajarkan cara meracik pil anti racun. Tentu saja mereka dapat menghindari keracunan hanya dengan memakan pil di balik pakaian mereka," jawab Xiao Tian sambil menatap ke arah tungku.
"Begitu ya?" tanya Jia Li ragu.
"Percaya atau tidak, mereka memiliki pil anti racun tingkat tinggi di balik pakaian mereka. Dan alasan mengapa aku mengetahui hal tersebut karena akulah yang telah mengajarkan mereka untuk berjaga jaga," jelas Xiao Tian sambil menatap ke arah tungku.
Disaat asap putih mulai memenuhi ruangan, Xiao Tian langsung melemparkan api putih ke dalam tungku, lalu menutup bagian atasnya. Dia melayangkan tutup tungku tersebut hingga berhasil membuatnya menutupi bagian atas tungku dengan sempurna. Awalnya tutup tersebut tergeletak di samping tungku peracik obat.
Ketika bagian atas tungku tertutup dengan rapat, asap hitam yang tercium cukup wangi keluar dari lubang kecil di sekitar tutup tungku.
"Kenapa kali ini baunya cukup wangi?" tanya Jia Li.
"Bau wangi itu mengandung energi qi yang terlepas dari buah persik abadi. Asap hitam pertanda bahwa jumlah ekkuatan qinya masih cukup luar biasa. Ketika asapnya sudah memerah maka artinya persik abadi sudah siap untuk diremukkan," jelas Xiao Tian tanpa menoleh ke belakang.
"Begitu ya," ucap Jia Li sambil menganggukkan kepalanya.
Tak lama setelah Jia Li mengangguk, asapnya berubah memerah sesuai dengan apa yang Xiao Tian katakan.
Dia pun langsung mengendalikan panas api putih di dalam tungku tersebut dengan tangan kanan yang terbuka cukup lebar. Sambil mengepalkan tangan tersebut secara perlahan, Xiao Tian pun berkata, "Remukkan!"
Tak lama setelah itu, penutup atas tungku terdorong ke atas dan bola bola kecil berwarna merah pun keluar dari dalam tungku secara bergantian.
Terdapat seratus bola kecil berwarna merah yang keluar dari dalam tungku.
Disaat bola bola kecil berwarna merah itu melayang dan berputar putar di atas tungku, Xiao Tian langsung melemparkan dua buah bola api tingkat tinggi. Warna bola bola api tersebut yaitu hitam dan putih. Apinya berotasi membentuk lambang Yin dan Yang sambil membakar bola bola kecil berwarna merah tersebut.
Melihat Xiao Tian begitu fokus dan serius saat itu, Jia Li berhenti mengeluarkan suara karena tak ingin mengganggu konsentrasinya.
Sementara itu, Xiao Tian terus fokus dalam mempertahankan nyala api hitam dan putih yang terus berputar itu.
"Dengan menggunakan dua jenis api tingkat tinggi, tingkat efektifitas pemurnian pil akan menjadi semakin tinggi. Jika aku hanya menggunakan satu api suci saja, maka efektifitasnya menurun hingga lima puluh persen."
"Dan setiap pil hanya akan dapat menambah umur lima puluh tahun,"
"Beruntungnya aku memiliki dua jenis api suci tingkat tinggi. Tak hanya proses pemurniannya jadi berlangsung lebih cepat, pil yang aku murnikan juga dapat mencapai efektifitas seratus persen. Dengan kata lain, pil tersebut dapat menambah umur sebanyak seratus tahun per pilnya," pikir Xiao Tian dengan tampang semangat.
Setelah cangkang dari pil pil itu berubah menghitam, Xiao Tian langsung menghilangkan apinya lalu membiarkannya melayang dengan menggunakan teknik pengontrol kekuatan jiwanya.
Sejak pilnya menghitam, tekanan qi yang keluar dari pil tersebut benar benar menghilang. Jia Li pun berpikir bahwa Xiao Tian telah mengalami kegagalan pada saat meracik pil. Namun pikiran tersebut menghilang begitu saja, setelah dia menyadari bahwa ada hal aneh pada pil pil hitam tersebut.
Dia mendengar suara retakan dari salah satu pil tersebut. Dan suara retakannya pun terdengar semakin jelas Setelah semua pilnya mengalami keretakan. Dari celah retakan tersebut itulah, tekanan qi mulai terasa kembali.
Ketika bagian hitam pil terkelupas secara sempurna, sebuah gelombang kekuatan terpancar dari pil pil tersebut. Dan warna terakhir dari pil itu adalah merah menyala.
Ketika pilnya sudah berhasil dia murnikan, Xiao Tian langsung menghentikkan teknik pengontrol jiwanya.
Setelah Xiao Tian menghentikan teknik pengontrol jiwanya, tentu saja pil pil yang sebelumnya melayang karna dirinya pun mulai berjatuhan.
Jia Li yang paham betul bahwa pilnya telah jadi, langsung menelan masuk semua pil ke dalam cincin ruangnya. Dan tak lama setelah pil pilnya diamankan, Xiao Tian pun mulai kehilangan kesadarannya. Bersamaan dengan itu simbol ular suci miliknya pun ikut non aktif secara otomatis. Sadar bahwa tubuh beracun milik Xiao Tian telah menghilang, Jia Li langsung mengambil pil anti racun dari sela pakaian Xiao Tian. Dan memasukkannya ke mulut suaminya agar tak terkena efek asap beracun.
Tak lama setelah itu, Xianlun dan para muridnya memasuki ruangan dengan maksud untuk melihat pil macam apa yang sedang Xiao Tian racik. Mereka begitu penasaran karena tekanan yang terasa dari dalam ruangan terasa sangat luar biasa. Asap yang mengisi penuh seisi ruangan pun mulai menyebar keluar. Xianlun yang sadar bahwa asap yang keluar tersebut memiliki kandungan racun, menyuruh semua muridnya untuk menelan pil anti racun secepat mungkin. Lalu melangkah masuk dengan tampang khawatir.
Karena melihat Xiao Tian dalam kondisi yang tak sadarkan diri, Xianlun pun berkata, "Apakah semuanya baik baik saja?"
"Tentu," jawab Jia Li sambil memegang tubuh Xiao Tian. Dia berniat untuk membawa pergi suaminya dari ruangan tersebut dengan menggunakan teknik teleportasi.
"Pil macam apa yang telah dia racik hingga membuatnya tak sadarkan diri seperti itu?" pikir Xianlun dan murid muridnya dengan tampang heran.
"Maaf karena membuat tempatmu dipenuhi asap beracun. Dan maaf juga karena tak bisa memberi tahu kalian tentang apa yang diracik suamiku tadi," ucap Jia Li sambil mengaktifkan teleportasi.
"Ah tak apa, masalah kabut beracun ini bisa diselesaikan hanya dengan membuka semua jendela yang mengarah keluar gedung," jawab Xianlun dengan tampang santai.
"Kalau begitu, kami pamit undur diri," ucap Jia Li tepat sebelum tubuh Xiao Tian dan dirinya menghilang dari pandangan semua orang.
"Ah, tentu," ucap Xianlun sambil menatap ke arah Jia Li.