
Wooshh wooshh wooshh !!! serangan naga biru dibalikkan oleh sesuatu hingga nyaris mengenai para naga. Untungnya reflek para naga begitu cepat hingga sanggup menghindar dari serangan balik tersebut.
Tap tap tap!!! Pasukan ninja merah berpedang ganda muncul secara bersamaan di setiap punggung naga biru yang ditunggangi oleh dua orang prajurit.
Tring!!! Tring!!! dua orang prajurit beradu pedang dengan ninja merah berpedang ganda yang muncul di atas naga mereka.
" ... " seorang pria berpedang ganda, mengarahkan salah satu pedangnya ke leher Taiwu.
'Teleport!' Taiwu muncul seketika di belakang pria tersebut, memunculkan dua pedang yang dia simpan dalam cincin ruangnya. Lalu mengarahkan salah satunya ke leher pria tersebut.
"Teknik teleportasi ya?"
"Menarik." Ning Lian Zen tersenyum sembari melapisi tubuhnya dengan aura merah yang mencekam.
Sembari melapisi kedua pedangnya dengan aura yang kuat, Taiwu menebas leher pria tersebut tanpa ragu ragu. Namun pria itu menghindar dengan kecepatan tinggi, dan menjatuhkan serangan balasan ke arah Taiwu.
Demi melindungi dirinya, Taiwu pun mencoba menahan serangan balasan tersebut dengan kedua pedangnya.
Trang!!! Kretakk!!! pedang Taiwu yang berlapis aura pedang tingkat tinggi, perlahan menunjukkan tanda tanda keretakan.
"Aura pedang yang menakjubkan!"
"Kita lihat, seberapa lama kau sanggup menahan tekanan dari pedang sisik naga merahku!" Ning Lian Zen tersenyum sembari terus menambah tekanannya.
'Kultivasinya berada dibawahku, tapi apa apaan dengan tekanan dari pedang miliknya ini!' Taiwu nampak terpojok hingga meneteskan begitu hanyak keringat di dahinya.
.....
Sunlong dan pasukan roh iblis yang menunggangi naga hijau diserang oleh panah api yang diterbangkan oleh ratusan prajurit berjirah merah.
Woooshhh, Cleb cleb clebb !!! panah panah tersebut tak dapat dihentikan oleh ludah asam para naga hijau maupun array pelindung yang dimunculkan oleh para roh iblis.
Tap tap tap, para roh iblis melompat turun sembari melirik anak panah yang telah mengenai para naga hijau. 'Semua anak panah itu adalah relik!?'
Tap!!! Sunlong melompat turun dari naga hijaunya yang telah terluka. Berbeda dengan para roh iblis yang terfokus pada anak panah yang tak dapat mereka hentikan, Sunlong lebih terfokus pada pemimpin dari prajurit berjirah merah yang memakai empat cakar naga. 'Cakar naga merah?!'
Sunlong merasakan ikatan dengan cakar cakar itu, karena iblis naga merah merupakan keturunan langsungnya sebagai seorang Kaisar iblis.
"Beraninya kau menggunakan tubuh ras iblis naga merah sebagai senjata!" Sunlong memancarkan Aura iblis naga merah, sembari memunculkan sembilan ekor hitam di belakangnya.
"Aura iblis naga yang cukup murni, apakah kau salah satu dari keturunan naga merah yang telah lama musnah?" tanya Ning Chen sembari memancarkan aura naga di setiap cakarnya.
.....
"Shancai shancai, musuh kerajaan timur adalah musuh bagi Kekaisaran Ning. Atas nama sang Kaisar, tunduklah!"
"Great gravity area!" sebuah lingkaran sihir yang begitu besar dan luas membentang lebar tepat dibawah Xiao Tian dan para pasukan yang mengikutinya.
"Sihir apa itu?" ucap putri Jia Li dan yang duduk diatas punggung naga hitam bersama yang lainnya.
"Sihir ini ... !" Wu Kong terkejut saat melihat pria yang menjadi pusat dari lingkaran sihir tersebut.
'Wajah itu?'
"Guru?" ucap Wu Kong dengan terkejut.
"Guru?!" Xiao Tian terkejut saat mendengar ucapan Wu Kong.
"High Drop!" Pria misterius yang memiliki rupa biksu tong mulai mengaktifkan tarikan gravitasi yang sangat kuat.
"Kkkuuekk!!" Xiao Hong dan Xiao Zhaoye memuntahkan darah bersamaan dengan para pasukan lain yang ikut terjatuh karena dampak tarikan teknik gravitasi musuh.
Tak seperti naga naga yang lain, naga hitam dapat terbang dengan baik saat berada di atas udara. Melihat hal tersebut, guru besar kekaisaran Ning pun menatap naga hitam dan berkata, "Black Dragon,"
"Biar aku yang menghadapinya," Wu Kong bangkit dari tempat duduknya.
"Ta ... tapi dia ... ," ucap Xiao Tian hawatir.
"Pergilah dan serahkan saja padaku!" Wu Kong meninggikan suaranya sembari mengepal erat kedua tangannya.
Wooshh, Wu Kong memutar mutar tongkat saktinya, lalu menancapkan ujung tongkat tersebut ke tanah saat berhasil mendarat.
Kretakk!! "Referse Area!" seketika lingkaran sihir yang menahan semua orang lenyap tanpa sisa sehingga membuat semua orang dapat lolos dari dampak serangannya.
"Lama tak bertemu, Dewa Kera Sun Wu Kong!" ucap guru besar kekaisaran Ning sembari tersenyum dengan tubuh berlapis aura iblis.
"Siapa kau?" tanya Wu Kong dengan kesal.
"Aku gurumu," jawab pria itu sembari tersenyum jahat.
"Guruku tak mungkin memiliki aura seorang iblis, apa tujuanmu meniru rupa dari guruku!" ucap Wu Kong sembari mengeluarkan aura Dewa.
"Meniru?"
"Hahahhahah!"
"Nampaknya kau salah paham, Dewa kera!"
"Tubuh ini memang tubuh gurumu. Atau lebih tepatnya, salah satu reinkarnasi dari gurumu."
"Pria yang pernah melewati ranah para Dewa, dan hampir menjadi seorang makhluk suci."
"Meskipun ingatan dari kehidupan kehidupan sebelumnya tidak terlalu jelas dalam tubuh ini, pengetahuan itu cukup untuk berurusan denganmu!" ucap guru besar kekaisaran Ning dengan senyum di wajahnya.
"Berhenti berbicara omong kosong!" Wu Kong melesat maju untuk memukul musuhnya menggunakan tongkat sakti, namun sang guru besar tak menunjukkan tanda tanda perlawanan.
Dia hanya berdiam diri, sembari menggumamkan sesuatu. Anehnya, sejak pria itu bergumam, kepala Wu Kong mulai terasa begitu sakit hingga membuatnya kesulitan untuk mengendalikan diri.
"A .... a ... , ba ... bagaimana bisa kau mengetahui bacaan dari sutra ini!" Wu Kong berguling kesakitan saat pria itu terus bergumam.
'Ini buruk!' Xiao Tian menyentuh kepala naga hitam dan meminta persetujuannya untuk menyatukan kekuatan. Sadar akan kondisi yang mendesak, naga hitam menyetujui permintaan Xiao Tian, hingga membiarkan tubuh serta kesadarannya menyatu dengan Xiao Tian.
Sayap naga hitam, mata merah menyala, serta aura naga berlapis aura Dewa muncul menyelimuti tubuh Xiao Tian.
'Teleport!' Xiao Tian muncul dihadapan guru besar kekaisaran Ning dan langsung mendaratkan tinjunya dengan sekuat tenaga.
Wooshh!!! Tappp .. Krakkk. , pukulan Xiao Tian ditahan sang Guru besar hanya dengan satu tangan. Namun dampak serangan dari pukulan Xiao Tian tak sepenuhnya tertahankan hingga membuat sang Guru besar memuntahkan sedikit darah. "Ranah makhluk suci?"
"Kau telah melampaui alam para Dewa!?" Guru besar kekaisaran Ning terkejut bukan main saat menyadari bahwa Xiao Tian lebih mengancam dibandingkan Wu Kong.
Kaibo, Jingmi, putri Jia Li, Huanran, si Gendut, Su Yan, Huang Li serta Liang Su berteleportasi di sekitar naga hijau yang ditunggangi Xiao Zhaoye dan Xiao Hong.
"Haruskah kita membantu ayah Xiao Tian?" tanya Jingmi dewasa sembari menatap Xiao Tian dari kejauhan.
"Kita hanya akan menjadi beban jika ikut kesana," Su Yan nampak tak percaya diri setelah mengetahui jarak kultivasi mereka dengan Xiao Tian. 'Dengan kekuatan seperti itu, memangnya ada yang sanggup menahannya?'