Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 97


“Siapa?” Tanya Papa Lala tiba-tiba sambil melihat ke arah pintu sambil berdiri tegak. Anto yang mendengar suara Papa Lala tetap diam dan tidak bergerak dari dekat pintu. “Apa hanya perasaan ku saja?” Papa Lala yang hendak jalan tapi tidak jadi, saat Istrinya melihat dengan tatapan tajam. Lalu setelah itu dia duduk lagi, dan tidak berkata apa -apa saat di tatap Istrinya dengan tajam sekali. Istrinya melihat ke arah Suaminya melihat, saat tiba-tiba berteriak tidak jelas ke arah pintu.


Sementara itu, Anto yang ada di luar, hanya diam sambil menatap pintu yang masih sedikit terbuka. “Adeh… Akan butuh waktu.” Guman Anto dengan sangat kecil yang hendak meninggalkan pintu dengan santai. Namun saat hendak meninggalkan pintu, Anto terhenti saat melihat semua Lala, Momo, Nana, Siska, Marya dan semua Gadis  Maid nya yang sudah di belakangnya dan tidak di sadarinya sama sekali. “Kalian?” Anto yang tidak kaget saat melihat semua Gadisnya ada di dekatnya dengan santainya dan juga mendengar semua yang di katakan oleh orangtua mereka di ruang keluarga.


Anto diam saja dan tidak berkata apa-apa saat melihat semua Gadisnya terlihat sangat serius sekali. “Ayo.” Ajak Lala sambil menarik tangan Anto yang tidak jadi masuk ke raungan itu dengan sedikit pelan. Anto tidak bisa berkutik dengan apa yang di lakukan dengan semua Gadis padanya yang sangat melekat padanya  dan juga tidak terlihat marah sama sekali. Mereka semua langusung membuka pintu tanpa ada kergauan sama sekali yang di takuti oleh mereka.


Ketiga orangtua Lala dan Marya melaihat ke ara mereka, yang masuk dan datang dengan santainya. “Kalian!” Papa Lala sedikit bingung dengan apa yang sednag di lihatnya, saat sedang duduk dengan penuh perasaan yang masih belum di cernanya. Orangtua mereka memperhatikan semua Anaka mereka yang sedang jalan ke arah mere termasuk Anto yang di tarik oleh Lala. Saat mereka sudah di dalam, mereka tidak langusng bicara, mereka hanya diam saja dan melihat ke arah ketiga orang tua mereka. Mereka berhenti setelah mereka dekat dengan  meja dan di belakang mereka ada semua pelayang dengan penuh sopan dan  pada majikannya. “Ada apa kalin semua ke sini?” Tanya papa Lala dengan terus terang yang tidak tau apa maksud dari kedatangan semua Putri mereka. Mereka tetap di tempat mereka dan tidak ada yang duduk atau menekan tombol untuk memunculkan kursi.


Mereka tidak langsung menjawab. Marya melihat k arah Mamanya yang terlihat sedikit sedih. Marya yang melihat itu, medekati Mamanya dengan pelan. Setelah ada di belakang Mamanya, dia langsung memegang memegang bahu Mamanya kemudian  mengalirkan sebuah energy yang membuat Mamanya mulai tenang setelah beberapa detik mengalirkn energy yang membuat Mama nya tenang dan lebih baik. “Kami ke sini untuk minta izin pergi ke Planet lain untuk menjemput teman-teman kami.” Jawab Marya yang ada di belakang Mama nya dengan sopan dan tidak ada rasa beban sama sekali saat mengatakannya.


Ketiga orang tua mereka langusng terdiam dan sedikit kaget dengan perkataan Marya yang tiba-tiba. Bukan hanya ketiga orang tua mereka yang kaget, tapi Anto juga sedikit kaget dengan perkataan Marya yang terlihat biasa saja saat mengatakannya. “Mungkin agak lama kami akan pergi, jadi kai ke sini untuk berpamitan.” Lala menambahkan dengan sopan juga yang dari tadi di barisan hanya diam saja. Mama nya kaget saat Lala berkata begitu termasuk Papa nya yang tadi terlihat sedikit tegas, juga kaget dengan perkataan Anaknya yang ikut-ikutan.


“Apa maksud kalian ini?” Tanya Mama nya yang masih sedikit kaget dengan perkataan Anaknya.


“Kami ingin pergi membawa beberapa teman kami sekaligus Istrinya  dan tambahan menantu Papa dan mama.” Jawab Lala dengan santainya dan membuat Anto sedikt kaget yang bicara dengan terus terang sekali. Anto yang sedikit kaget tidak bisa berkata apa-apa dan semua kebenaran yang nyata itu. “Apa kalian mau oleh-oleh dari Planet lain?” Tanya Lala dengan biasa saja seperti hendka pergi ke luar kota sebentar saja. Kedua orang tuanya termasuk Mama Marya masih kaget dengan tingkah Anak mereka, tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan tekanan yang sudah di terima mereka lagi setelah mendnegr cerita pengalaman dari Anto, dan sekarang Anak mereka yang sangat berbeda sekali, meski mereka sudah menydarinya sejak dari Planet di tempat fasilitas yang tidak di ketahui oleh Anak-Anakan mereka.


“Mama, Papa?” Siska yang melihat kedua orang tuanya tanpak sedih sekali saat melihatnya. “Papa, Mama.” Panggil Siska dari tempatnya dengan suara lembut dan juga sikap yang berbeda. Anto yang melihat itu, kaget saat melihat perubahan pada Siska yang tidak seperti dirinya yang selalu akitif. “Kami cuma pergi beberapa minggu saja dan tidak akan lama kok.” Siska menambahkan lagi dengan sangat sopan sekali pada kedua orang tuanya. Kedua orang tuang melihat ke Anak mereka yang satunya yang juga sudah berubah sikapnya pada mereka yang bisa di lihat secara jelas sekali.


“Apa ini?” Anto yang tidak mengerti dengan yang sedang di alaminya dengan situasi yang begitu tegang sekali, saat suasana di dekatnya yang tiba-tiba berubah. Anto melihat kesemya Gadis yang dengan jelas sekali termauk para Maidnya yang terlihat berbeda dari biasanya. Marya, Siska dan Lala yang bicara dengan terang terangan pada orang tua mereka yang masih dalam kondisi tidak jelas sekali dan masih belum menerima kenyataan yang ada di depan mata mereka sendiri, masih diam saja menerima suara yang di keluarkan Anaka mereka.


“Izin kan kami pergi.” Secara bersamaan Maid di belakang Anto dengan sopan meminta izin pada majikan besar mereka. Anto yang di depan kaget dengan semua Maid nya yang berkata tiba-tiba dan sangat jelas sekali. Semua orang tua melihat ke semua Anaknya termasuk para Maid yang terlihat telah berubah dan menatap Anto yang terlihat tidak tau menau soal yang sedang di alaminya sendiri yang bisa di baca dari ekprsi yang terlihat jelas sekali di wajah Anto.


“Bagaiamana Papa?” Tanya Lala dengan sopan pada Papa nya yang masih diam dan tidak membuka mulutnya sama sekali dari tadi. Papanya masih saja diam dan belum memutuskan perkataannya.


'Huh…!' Papa Lala menarik napasnya dan mengeluarkan dengan sedikit terdengar jelas oleh semua orang. “ Aku sama sekali tidak tau apa yang kalia pikirkan hinngga membuat ku jadi seperti ini.” Bicara papa Lala yang terlihat tidak tau harus bilang apa pada semua orang di ruangan itu. “Anto!” Sambil melihat tajam ke arah Anto yang dari tadi tidak bicara sama sekali. “Apa maksud semua ini?” Tanya Papa Lala yang terlihat sangat serius sekali pada Anto yang dari diam saja.


“Aku tidak tau.” Jawab Anto dengan cepat sekali dan tidak ada  keraguan sama sekali saat mengataknnya. papa Lala menatap tajam lagi ke arah Anto yang terlihat sangat panic dan juga bisa di lihat di wajahnya. “Aku sudah berusaha keras tidak mebuat ekpresi yang bisa menimbulkan kecurigaan yang lebih dalam lagi.” Anto yang ternyata hanya ekting dengan sikapnya yang panik dan hanya mengikuti arus pembicaraan saja. “Aku tidak tau semua ini. Bagaiama mungkin aku tau jawabannya” Anto menambahkan pe dapatnya dalam otaknya, dengan sangat jujur sekali meski semua ucapannya tidak terdengar sangat sama sekali oleh orang lain selain dirinya sendiri. Papa yang melihat semua ini hanya bisa diam saja dan terus menatap Anto dengan wajah serius sekali.


Next Chapter