
“Tuan Muda, ini sudah saat semua warga berkumpul di aula utama.” Luis bicara tentang sesuatu yang tidak di ketahui Anto sama sekali.
"Apa itu?" tanya Anto pada dirinya sendiri sambil memikirkannya. “Aku tidak tahu apa maksudmu, tapi apa yang kamu butuhkan?” Jawab Anto sambil Tanya baik pada Luis.
“Kedua Putri Tuan Muda. Saya ingin meminta bantuan mereka untuk memenangkan hati warga untuk saya dan juga menjelaskan semua yang terjadi supaya mereka bisa menerimaku sebagai Raja baru.” Jawab Luis sambil menjelaskan maksudnya. Anto jadi paham dari tujuannya Luis meminta itu.
“Jangan Tanya padaku kalau ini. Kamu tanyakan pada mereka berdua.” Anto langsung melihat ke Riana dan Sherly. Luis langsung melihat ke kedua Saudari yang ada di sana.
Sherly dan Riana melihat balik ke Anto. “Dengan senang hati kami akan membantu.” Jawab Sherly dengan senyum di wajahnya dengan senang. "Luis, aku akan bantu sebisaku jika itu yang kamu inginkan." Tambah lagi Sherly dengan senang hati membantu dia.
“Sebelum itu, Luis ubahlah semua bagian istana ini jadi gedung tinggi dan di luarnya banyakkan taman alami yang bisa di kunjungi semua orang.” Minta Anto dengan sopan. Luis tanpa berkata apa-apa hanya tersenyum saja mendengar permintaan Tuannya itu. Setelah itu Luis menutup matanya dan tidak lama, ruangan tempat mereka berdiri bergetar dengan hebat sekali. Lalu di sekelilingnya mulai mengalami perubahan dan semua di ganti dengan sebuah kaca bening sangat terlihat jelas sekali dan bahkan bisa melihat langsung pemandangan di luar jendela.
Semua orang di sana jadi sangat takjub dengan bagian dalam yang sudah berubah total jadi sebuah ruangan yang cocok untuk bersantai. Luis perlaha membuka matanya. “Biar saya jelaskan sedikit apa yang terjadi barusan. Mohon Tuan Muda meliha ini!” Luis langsung menampilkan sebuah empat layar di depan semua orang. “Ini adalah beberapa hal yang saya telah ubah di beberapa tempat di samping gedung secara bersamaan. Gedung ini di kelilingi oleh taman luas dan bisa di kunjungi kapan saja dan dengan tingkat keamanan tertinggi.” Luis menjelaskan dengan serius dan sopan. Anto yang sudah selesai mendengarkan berjalan mendekat ke tepi balkon yang ada di lantai sana.
Anto melihat luasnya taman di luar itu membuatnya menyadari kalau masih banyak sekali tempat kosong yang masih terkena matahari terik. “Buat beeberapa tempat santai dan juga tempat sampah dan pohon yang bisa di singgahi saat mereka ingin istirahat atau apa pun yang mereka inginkan selama itu bersanati.” Minta Anto yang melihat begitu luasnya taman yang di buat Luis.
“Ya Tuan Muda.” Setelah itu di luar banyak sekali pohon tumbuh dan juga tempat sampah, lampu, kursi, wc, dan banyak hal lagi di taman yang di buatnya. “Karena semuanya sudah beubah, tata letak aula utama berubah jadi di lantai 3 dan juga gedung ini bisa di tambkan sebanyak mungkin lantainya sesuka hari. Untuk sekarang ini cuam ada 10 lantai saja yang ada dan yang lainnya nani saya ubah setelah semua perubahan terjadi di kerajaan ini." Luis menjelaskan sedikit. "Maaf Tuan Muda, ini waktunya saya terlebih dahulu mengatur apa yang di perlukan di lantai 3 sana dan juga sekaligus menjelaskan tentang masa depan kerajaan ini.” Minta izin Luis pergi dengan sopan pada Anto.
“Ya pergilah. Nanti ku aturkan mereka untuk bersiap, kamu lanjutkan saja dulu yang lain.” Anto dengan sopan menimbal. Setelah itu Luis berjalan ke sebuh pintu yang mengarah ke luar dengan sopan pada Anto. Di sisi lain, semua Gadis di sana jadi lihat sana sini dengan ha baru yang di lihat mereka, kecuali 2 orang yang hanya kagum dan juga terlihat tidak menyangka dengan yang mereka lihat secara langsung itu.
“Tidak ku pikirkan dengan serius, kalau masalah ini. Yang jelas ku inginkan sekarang cuma satu hal saja. yaitu ketenangan dan banyak kenangan indah di sini selama satu tahun penuh ini.” Timbal Anto sambil melihat ke para gadis yang sedang asik melihat rumah dan pemandangan dari jendela. “Aku tahu ini menarik, tapi sudah saat untuk berhenti melakukan ini. Kalian berdua bersiaplah, Suci bantu merka berdua bersiap-siap. Aku akan ke bawah sana dulu.” Anto melayangkan diri di balkon, lalu terbang menuju taman.
Para Gadis di sana hanya mengangguk saja dan tidak berkata apa-apa hanya diam saja tidak melakukan apa pun. “Riana, Sherly!” Panggil Tiara dengan sangat tegas sekali. Semau orang di sana melihat ke arahnya. “Kenapa kalian mempercayainya?” Tanya Tiara yang sangat ingin tahu sekali. “Dia tidak terlihat istiwa sekali, bahkan mereka terlihat seperti manusia biasa yang cuma cari kesenangan saja dan tidak punya etika sama sekali.” Bicara Tiara dengan mengejek Anto yang sudah jauh di bawah sana.
Suci yang mendengar itu jadi sangat marah dengan menahan dan mengepalkan tangannya menunggu respon dari Riana dan Sherly. “Aku tahu itu, tapi memang seperti itulah dia. Aku baru mengenalnya beberapa jam saja dan juga sudah menyukainya. Kamu yagn sekarang tidak memeliki perasaan yang ku rasakan ini. Tapi, aku yakin jika kamu bersamanya selama beberapa jam saja kamu akan tahu apa yang akan terjadi.” Timbal Riana dengan senyum saat membicarakannya. Tiara jadi tidak bisa berkata apa-apa dan juga terlihat menahan rasa kesalnya itu.
“Akan ku buktikan sendiri, jika yang kamu katakan itu benar. Aku akan melakukan apa pun yang dia minta.” Timbal Tiara dengan sedikit kesa dengan perkataan Riana. Tiara berjalan ke balkon dan melihat sekitar lalu melompat tanpa berkata apa-apa. Suci yang di sana jadi tidak marah dan terlihat tenang dan melepas kepalan tangannya yang mau marah sama Tiara.
Di tempat lain, Anto yang memilih jalan-jalan di taman berhenti di dekat sebuah pohon yang sangat besar dan juga ada sebuah tempat minuman di sana. “Hm… mesin minuman ini terlihat berbeda dari yang pernah ku gunakan. Apa ini versi lamanya?” Tanya Anto yang menemukan mesin minum modern. Anto melihat jenis minuman yang ada di sana dan tidak pernah melihat jenisnya di Dunia yang pernah kunjungi.
-Kenapa kamu Tanya seperti itu. Bukannya sudah jelas karena kamu selalu singkat singgah di tiap Planet yang kita temukan dan juga hanya satu tempat saja kita bertahun-tahun tinggal di sana- NAVI mengingatkan kenapa Anto memiliki pengetahuan sediki tentang luar angkasa yang luas ini. Anto terdiam mengingat di tempatnya. Semua kejadian dan petualangan yang di alaminya itu selalu singkat dan bahkan tidak lebih dari beberapa tahunan dari Planet yang di singgahinya, yah… meski ada beberapa Planet yang di tinggalimya cukup lama.
Di saat Anto sedang melamun, Tiara yang menyusul tadi kini tiba di dekat Anto. “Hei, siapa kamu?” Tanya Tiara pada Anto yang sedang melamun. Karena masih dalam dunianya sendiri, Anto jadi tidak memperhatikan Tiara yang memanggilnya. Tiara menunggu Anto merespon namun langsung di respon, Anto sendiri bahkan tidak melihat atau meliriknya. Itu membuat Tiara jadi kesal saat di abaikan oleh Anto yang tenggelam dalam pikirannya. “HEI KAMU BUDEK YA?” Tanya Tiara berteriak pada Anto. Anto yang mendengar teriakan itu langsung melihat dengan wajah kosong padanya hingga membuat Tiara jadi sedikit kaget.
Next Chapter