
No 2 langsung berusaha meraih Ram yang terdekat dengannya untuk meraih tangannya. Sahabatnya berbicara sesuatu saat sedang berusaha meraih tangan Ram, tapi dia tidak terdengar sama sekali. No 2 terus berusaha memegang tangan Ram yang paling dekat dengannya hingga berhasil. No 1 hanya meperhatikan dengan tenang tanpa komentar sama sekali. Setelah penyelamatan itu berhasil, sebuah lubang di dekat mereka terbuka pada waktunya. “Dunia bau.” ucap No 1 dengan tenang melihat sebuah padang rumput yang terlihat luas saat memasuki cahaya portal itu yang terbuka. Saat keduanya sampai di padang rumput, tidak ada apa pun di sana kecuali hamparan rumput yang luas sekali. No 2 dan Ram melihat sekitarnya yang sepi dan hening saat sampai.
“Sepertinya kita selamat, tapi Kakakmu dan kita berpisah untuk waktu yang tidak kita ketahui.” No 2 memberi tahu sambil melepas tangannya dari Ram. “Rapi tenang saja, teknologi yang kita gunakan itu sama dengan Kakakmu, jika dia masih menggunakan teknologi itu, pasti aku akan mudah melacak lokasinya dan dia juga akan mudah melacak lokasiku.” dengan tenang menjelaskan. Ram hanya diam saja tidak bicara sama sekali dengan melihat ke No 2 yang tenang saja. “Ada apa?” Tanya No 2 pada Ram yang diam terus padanya. Ram masih tidak bicara lalu No 2 tersenyum kecil. “Maaf membuatmu bingung dengan tingkah kami berdua. Tapi kami itu sudah lama berpisah dan tidak bertemu satu sama lain dan hanya berkomunikasi saat di waktu penting-penting saja. Misalnya saat rencana pertama selesai, kami bicara singkat lalu lanjut lagi menjalani kehidupan biasa kami dan tentunya kami berdua sangat ingin bertemu melakukan reuni singkat, tapi kami berpisah lagi setelah bertemu kurang dari 1 jam saja.” dengan tenang No 2 menjelaskan itu pada Ram yang terus melihat padanya.
Ram masih diam saja setelah mendengar itu semua. “Ano…” dengan ragu Ram mau bicara sesuatu pda No 2. No 2 diam saja tidak merespon sama sekali dengan terus diam saja memperhatikan apa yang akan di katakan Ram. “Aku tidak tahu mau Tanya apa.” kata Ram dengan terlihat masih banyak pkiran dan tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya pada No 2.
“Tidak masalah, kamu lihat saja aku dan lihat kami berdua. Semakin lama kamu bersama kami maka kamu akan mengenal kami dengan sangat baik, dan tentunya menemukan banyak hal baru dalam kehidupanmu. Bahkan yang tadi itu hasil kerja keras kami selama bertahun-tahun. Kamu tahu, kamu sering bertukar ide-ide, informasi, belajar bersama, lebih tepatnya itu kami bergantung satu sama lain meski berjauhan. Terkadang kami bicara akan melakukan apa setelah kita bertemu dengan satu sama lain…” dengan senyum mengatakan itu pada Ram di dekatnya. “Ada banyak sekali hal yang ingin kamu tahu, tapi saat ini lebih baik kita lihat dulu situasi kita.” dengan senyum mengatakan itu pada Ram. Setelah itu No 2 langsung memegang tangan Ram yang masih bingung lalu jalan mengajak Ram yang masih tidak tahu harus berkatata apa.
“Sahabat ya… ku rasa aku punya teman seperti itu, meski aku tidak tahu apa mereka itu menganggapku seperti itu.” ucap No 1 mengingat ketiga temannya yang sedang di sekolah. Setelah itu dia lanjut lagi melihat ke dirinya yang lain sedang jalan melewati hamparan padang rumput yang luas itu.
Setelah beberapa meter jalan padang rumput, No berhenti jalan lalu melihat ke belekangnya. “Aneh! kenapa tidak ada rumput yang terinjak?” Tanya No 2 yang tidak mendengar suara apa pun termauk angin meski ada goyangan dari rumputnya. Setelah itu No 2 melihat lagi sekitaranya, dan tidak ada apa pun selain hampatan rumput tanpa ada angin sama sekali. “Tidak ada bau, tidak ada rasa. ini rasanya kita terjebak dalam suatu dimensi. Mungkin aku akan menggunakan kekuatanku. Ram pegang tanganku kuat-kuat. Kalau tidak nanti kita akan dalam bahaya dan mungkin saja kamu akan sama seperti Kakakmu!” No 2 memperingatkan dengan tegas dan yakin. Ram hanya mengangguk saja pada No 2 yang meminta seperti itu. Setelah itu No 2 menutup matanya lalu diam saja. No 1 dan Ram hanya memperhatikan lalu sebuah retakan terjadi di mana-mana. Ram langsung memegang tangan No 2 semakin kuat saat retakan itu semakin melebar.
Setelah itu retakannya hancur dan No 2 langsung berdiri di depan seorang gadis dengan masih menutup matanya. Dari No 1 melihat keramian yang banyak lalu melihat lagi ke No 2 yang masih menutup matanya dengan seorang gadis yang menutup matanya mulai mengangkat tangannya kemudian memagang wajah No 2. Setelah itu kemudian mencuimnya di depan banyak orang. Bukan hanya itu saja, ada seorang laki-laki di belakang No 2 sepertinya kaget sekali. “Apa ini?” Tanya No 1 melihat dirinya yang lain di cium di depan umum seperti itu. No 2 dengan cepat membuka matanya dan betapa kagetnya melihat seorang gadis menciumnya. Gadis itu perlahan membuka matanya dan terlihat kaget juga lalu segera menjauh dari No 2.
“PANGERAN!” teriak seseorang dari bawah. “Kepung!” dengan tegas memerintahkan. Setelah itu banyak sekali orang dengan senjata rombakdatang lalu tiba-tiba gemuruh menyambar dan langit jadi gelap gulita. No 2 dan Ram hanya tenang saja dan tidak beranjak dari tempat.
“Siapa yang mengganggu?” Tanya suara yang menggema dan dapat di dengar semua orang. “Siapa?” Tanyanya dengan suara terus bergema di sana. Setelah itu semua orang memberi hormat, tapi No 2 dan Ram masih tetap berdiri saja.
“Yang Mulia! Mohon redakan amarahmu, ada seorang penyusup yang tiba-tiba muncul entah dari mana.” dengan sangat takut seorang prajurit menjawab pada suara yang tiba-tiba muncul itu. Setelah itu sebuah portal yang kemudian dari dalamnya keluar beberapa orang yang memakai pakaia mewah sekali. Dan salah satunya ialah sahabatnya sendiri yang terlihat dewasa.
No 2 melihat dngan tajam ke sahabatnya itu. “Ram jangan memanggilnya ada sesuatu yang salah!” No 2 memperingatkan dengan siara kecil sekali yang hanya bisa di dengar oleh Ram saja. Ram tidak merespon tapi dia tahu kalau itu bukan sembarangan peringatan.
“Siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?” Tanya seorang yang terlihat tua dan juga berkuasa yang berpakaian kuno. No 2 tidak menjawab sama sekali malah diam saja dengan terus melihat. Orang Tua itu menunggu saja jawaban dari No 2, tapi malah yang di lihatnya cuma tatapan saja dari dirinya. “Bunuh dia!" dengan suara jelas yang bisa di dengar oleh semua orang. Setelah itu sahabatnya perlahan turun dari tempat melayangnya.