Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 307


Sahabatnya itu langsung terjun masuk ke dalamnya meninggalkan No 2 yang masih memikirkan pria tadi yang sangat ingin sekali membunuhnya itu. Saat sampai di ujung lubang, sahabatnya itu langsung mengeluarkan pemuda itu dengan tenang dan tidak takut sama sekali. “Bantu aku sini!” panggil sahabatnya pada No 2 yang sedang melamun saja dengan memapah pemuda itu. No 2 yang mendengar panggilan itu langsung melihat ke sahabatnya yang sedang memapah pemuda yang pernah bertarung dengan pria itu. No 2 kemudian lansung lompat menuju lubang yang cukup dalam itu hingga sampai di tempat sahabatnya yang sedang memapah pemuda itu. “Sembuhkan dia. Bagaiamana pun juga dia telah menahan pria itu cukup lama supaya kamu dapat mengetahui semua kekuatan yang di milikinya.’"dengan tenang menyuruh No 2.


No 2 hanya mengangguk singkat lalu menyembuhkan pemuda itu. Setelah itu No 2 memegang pundak sahabatnya dan tiba-tiba telepotasi dan tiba di dekat pemuda satunya yang telah melawan pria itu juga yang masih terkpar di tanah. “Aku tidak apa yang di pikirkan pemuda ini. Tapi dia juga menyelamatkan kita.” Kata No 2 sambil mengangkatnya lalu memapah dan menyembuhkan pemuda itu. "Sebaiknya kita tunda saja kompetisi ini. Ku rasa lebih baik berhenti sementara saja.” kata No 2 sambil melihat ke langit yang mengeluarkan awan hitam secara tiba-tiba.


“Sepertinya ada hal lain yang kamu tidak ketahui lagi ya!” timbal sahabatnya yang ikut melihat ke langit yang semakin gelap. “Ke mana kita akan pergi?” Tanya sahabatnya dengan tenang saja sambil terus melihat ke awan hitam itu. No 2 tidak menjawab karena terus melihat petir yang menggeliat di awan hitam, yang ingin menyambar sesuatu, dan setelah terus melihat tiba-tiba ada 3 sambaran petir merah ke dekat mereka berdua dan sambaran itu ternyata membawa Ram, Arma, Armi dan Arina yang juga terlihat senang sekali yang terlihat dari wajah mereka. No 2 dan sahabatnya hanya terdiam melihat mereka yang terlihat senang dan juga kini mereka jadi bingung dengan tiba-tiba saat ketermu satu sama lain. Di sisi lain Guntur terdengar lagi dari langit lalu mereka semua di sambar dan seketika mereka tiba di tepi jurang tempat No 2 sebelumnya lompat, lalu awan hitam itu tidak terlihat lagi di langit. Semua terdiam melihat pemandangan yang berbeda lagi. “Kita kembali ke tempat ini!” kata sahabatnya yang melihat dengan jelas dan juga ingin tahu.


No 2 tidak langsung menjawab kerena melihat ke atas jurang yang perlahan ada sesuatu yang terbentuk, yang hanya di perhatikan oleh dirinya saja, karena yang lian sibuk dengan melihat sana sini. “Lihat baik-baik siapa yang datang.” kata No 1 sambil melihat sebuah portal berbeda di dekat mereka semua yang perlahan terbntuk. Semua orang yang mendengar itu langsung melihat ke No 2 dan ke atas jurang. “Apa sekarang ada layar di langit itu?” Tanya No 2 pada sahabatnya dengan terus melihat ke langit dan juga dengan masih memapah pemuda itu.


“Ya, masih dan kita semua telah di lihat." jawab sahabatnya dengancepat,  tenang dan masih ingin tahu kejadian itu. No 2 hanya diam saja setelah mendengar itu dan tetap tenang. Setelah beberapa saat menunggu dari layar No 1 menampilkan angka 9999 yang mucul dengan sendirinya dan No 1 langsung tahu apa yang akan datang itu. No 1 melihat terus ke portal lalu keluar seseorang dengan pakaian serba hitam dan juga dengan topengnya. No 2 masih tenang melihat sosok itu dan tidak berkta apa-apa. Sahabatnya langsung maju di depan No 2 dengan terlihat gemetar sekali dan juga ingin melindungi No 2. “Larilah kalian. Aku mungkin tidak akan kembali lagi.” dengan sangat takut dan gemetar melihat sosok itu yang masih melayang di dekat mereka.


“Tenang sayang!” tepuk Istrinya pada punda suaminya dengan sangat tenang sekali secara tiba-tiba. “Dia itu Kakek.” katanya dengan santai sekali dan dengan sangat ceria sekali. Semua hanya terdiam termasuk No 2 yang masih tenang dengan melihat sosok itu.


“Sudah waktunya kalian pulang dan tidak boleh hidup lagi di masa ini.” kata sosok itu dengan suara yang sangat menenangkan semua orang. Mereka semua hanya diam terpaku mendengar suara itu dan tidak bersuara sama sekali.


“Siapa kamu?" Tanya No 2 dengan tenang dan juga tidak terpengaruh oleh oleh suara dari sosok itu. Sosok itu diam dan tidak langsung menjawab dengan terus memeprhatikan selama beberapa saat.


“Arina!” panggil sahabat No 2 hingga No 2 melihat juga. “Apa yang terjadi?" Tanya sahabatnya dengan terlihat panic dan tidak sadar melepaskan papahan yang di lakukan pada pria itu. Arina tidak langsung menjawab dan hanya tersenyum pada suaminya dengan cukup lama sekali lalu dari matanya mengalir air mata.


“Maaf sayang. Kita harus berpisah dari sini. Kamu lah alasanku memilih tinggal dan juga memilih untuk membohongi selama belasan tahun ini. Aku juga yang meminta pada Kakakku untuk menghianatimu supaya kamu selalu menjadi teman dan sahabat dari Kakek. Setelah itu aku meminta pada Kakakku yang lain untuk mengorbankan nyawanya membantu kalian semua." jawabnya dengan meneteskan air mata dan juga senyum mengatakan tu pada suaminya sendiri.


Sahabatnya hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa mendengar itu sambil melihat tetesan air mata dari istrinya yang berkata jujur sekali padanya. Sementara itu No 2 yang mendengar itu tidak menduga itu sama sekali bahkan juga No 1 tidak tahu kalau ternyata itu adalah semua ekting saja. “Apa kamu benar-benar mencintaiku?" Tanya sahabatnya itu dengan terus melihat ke istrinya yang masih meneteskan air mata.


“Aku sangat mencintaimu dan ingin selalu bersamamu, makanya aku melakukan apa pun supaya kita tetap bersama selamanya.” jawab istrinya dengan tenang dan menetaskan air mata. Sahabatnya sama sekali tidak mengerti maksud dari istrinya yang terasa seperti teka-teki yang sulit di temukan jawabannya. Setelah itu Istrinya menghilang sepenuhnya termasuk kedua pemuda itu. Semuanya jadi hening dan juga sedih.


“Jika kamu ingin jawaban dari yang tadi. Tunggu diriku yang lain berusia 20 tahun dan kamu akan menemukan jawabannnya. Saat itu beberapa ingatannya akan di lepas.” kata sosok itu pada sahabat No 2 yang terlihat ingin sedih sekali. “Sekarag lebih baik kamu merawat anakmu saja karena sudah tiba di masa ini, karena mereka harus melakukan sesuartu juga saat di usian 20 tahun mereka.” kata sosok itu dengan tenang dan tidak beranjak dari tempatnya.


“Apa yang lakukan di sini?” Tanya No 2 pada sosok itu dengan tenang dan tidak terlihat takut sama sekali padanya dengan tiba-tiba.


“Menjemput seperti yang kamu minta. Kamu sendiri yang datang padaku untuk menjemput mereka dan itu yang ku lakukan ke masa ini.” jawab sosok itu dengan tenang sekali. “Aku tidak bisa memberikan gambaran masa depan kita, karena semua diri kita itu menjalani kehidupan yang berbeda-beda, bahan pria yang kamu kalahkan itu juga tidak tahu kalau dirinya itu berada di Dunia yang sama dengan kondisi berbeda yang membuatnya tidak bisa menebak lagi apa saja masa depannya. Jangan banyak tanya lagi. Tungu saja dengan sabar dan juga layar di langit ini akan tertutup sebentar lagi. dengan tenang mengatakan itu pada No 2dan semua orang yang ada di sana. "Satu hal lagi. Apa kamu ingin menghapus semua ingatan semua manusia tentang dirimu atau tidak?" tanya sosok itu pada no 2 yang masih tenang di tempatnya.