Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 160


-Benar. Semua data dan pengetahuan ini di buat oleh kamu saja yang sudah melakukan pengulangan sebanyak 10.000 kali. Semua ingatan kalian yang lama telah di segel dan bahkan tidak bisa di buka sampai waktu yang di tentukan. Kamu tahu sendiri kan, kita yang masih muda itu hanya ingin perjalanan baru dan juga pengalaman baru, dia tahu sendiri tentang dirinya yang masih muda. Oleh sebab itu, semua ingatannya mengenai dirinya sendiri di segel dan akan terbuka pada waktunya- NAVI menjelaskan dengan singkat asal muasal pengetahuan yang banyak itu.


“10.000 kah. Sebenarnya apa yang menyebabkan diriku itu berbuat hal seperti itu. Masalahnya tidak mungkin karena administrator yang jadi musuh saja kan." Anto yang jadi sedikit kepikiran dengan hal itu. Hah… Memikirkannya saja membuat pusing.” Anto yang merasa perjalanan yang di lakukannya itu jadi sia sia saja.


-Jangan berpikir seperti itu. Kalau kamu pasti akan melakukan hal itu juga. Apa menurutmu di masa depan, akan jadi buram atau jadi senang. Itu tergantung pada pilihan yang kamu pilih dan lakukan saja- NAVI dengan jelas dan serius berbicara seperti itu.


Anto terdiam sambil menenangkan pikiran. “Hah… Kamu memang tepat. Aku tetap akan melakukan hal seperti itu jika memang di perlukan.” Respon Anto yang tengah terpikirkan masalah itu.


-Makanya jangan pikirkan itu, lebih baik pikirkan yang sekarang. Masalahmu yang sekarang itu bukan masalah dirimu yang lain. Ini masalahmu sendiri yang sekarang, yang ada di depan matamu dan bukan di tempat yang lain- NAVI mengingatkan dengan jelas sekali. Anto pun jadi tersadar dan tersenyum kemudian berbaring di sopa.


“Ya. Aku mengerti.” Tersenyum Anto sambil memejamkan matanya. “Tapi, mumpung sendiri, kenapa aku rebahan gini. Lebih baik ku lihat keadaan Dunia itu.” Anto teringat dengan Dunia reflika yang di buatnya itu. Setelah itu Anto, berjalan keluar dengan pelan menuju jalan masuk ke dapur. Saat sudah dari rumah reflikanya, Anto langsung membuat dirinya tidak terlihat dengan Skilnya, lalu membuat sebuah portal bening seperti kaca dan kemudian masuk perlahan. Saat masuk, Anto melihat banyak pelayan yang sedang ketakutan  dan tetap memasak.


Anto melihat ruangan itu sangat sunyi sekali bahkan tidak ada percakapan sama sekali. -Ini sih bukan tempat manusia, ini kandang namanya. Anto, kenapa kita tidak buat onar saja- Saran NAVI yang terdengar marah di pundak Anto. Tanpa di suruh pun Anto langsung melepaskan Skil tak terlihatnya. Saat Anto melepas Skilnya, semua orang tanpal kaget dengan kemunculan Anto yang tiba tiba.


“HAHAHAHA… SEKARANG KALIAN SEMUA DIAM DI TEMPAT!” Dengan keras Anto berteriak setelah menutup portal tak terlihatnya. ‘AAAAHHHHH…!’ pelayan dan koko yang ada di sana berteriak kencang sekali . ‘BRAK!’ Anto langsung memukul dinding. “TERIAKLAH…!” Anto terus menghancurkan dapur hingga banyak dinding yang jebol. ‘BRAK! BRUK! PRANG! TRANG!’ Dinding banyak yang jebol, piring makan yang sudah siap semuanya jatuh dan berserakan. “TAKUTLAHHH…!” Dengan lantang Anto mengarakannya.


Tapi, para pelayang dan koki itu malah tidak takut dan berhenti berteriak karena sudah pasrah. Mereka semua hanya diam dan menutup matanya tidak peduli sama sekali dengan hal yang di lakukan Anto. -Kejam- BLUSH! Atap dapur itu langsung hancur berhamburan tanpa tersisa sama sekali. -Aku akan menganalisis sebenat dan lakukan apa pun yang kamu suka- NAVI memperingatkan dengan santai. Anto melompat melewati lubang kemudian melyang beberapa meter di atas lubang dapur. Para pelayan dan koki yang ada di bawah hanya melihat itu dan tidak mengerti dengan perbuatan Anto yang sesungguhnya.


“HAHAHAHAHA…!” Anto berteriak sangat kencang yang di bantu NAVI dengan pengeras suara yang di buatnya di udara. “HANCURKANNN…!” BOOM! “LAGIII…” DUARR! Di sana sini banyak sekali kegaduhan yang di sebabkan Anto, dia buat banyak lubang di tanah kosong yang tidak ada penghuninya. Berkat itu banyak penjaga yang berdatangan ke sumber tertawa itu. “Huh… Sepertinya kita harus pindah. NAVI kurung semua orang dengan tembok yang tinggi.” Suruh Anto dengan raut wajah serius. Setelah itu tiba-tiba dinding di tempat jauh yang sangat tinggi dan terbuat dari besi berdiri tegak dan tebal mengurung semua orang yang ada di negeri. “Sepertinya ada orang yang tersangkut NAVI.” Anto yang bisa merasakan beberapa orang beberapa orang di atas dinding tinggi yang dia buat.


-Tenang saja, mereka aman kok di sana- Jawab NAVI dengan santainya sambil membangun sesuatu di atasnya. Anto yang paham tersenyum dengan jahat sekali. Bukan pada yang di atas, tapi untuk beberapa orang yang akan datang. Anto melihat ke bawah dan melihat para prajurit dengan tombak dan pedang mereka mendekat.


“HAHAHAHA… AYO SIAPA PUN HENTIKAN AKUUUU…!” Teriak Anto dengan sangat lantang sekali lalu terbang beberapa meter dan mendara di sebuah atap Istana. “NAVI, hancurkan semua ilusi yang di buat itu.” Anto yang bisa melihat banyak sekali ilusi di semua tempat di dalam istana itu yang membuatnya jadi sangat megah.


“Hah!” Anto malah bingung. Tapi DUG DUG DUG DUG BUARR! DAAR. Anto yang merasakan getaran dari atap itu melayangkan diri lagi. Setelah itu, semu istana itu langsung runtuh jadi bebatuan saja dan tidak ada yang tersisa sama sekali. Anto medarat di dekat runtuhnya bangunan.


“APA YANG TERJADIIII…!” Teriak seseorang dengan sangat keras sekali sambil bangkit dari reruntuhan di belakang Anto. Orang itu terlihat seperti kesatria yang sangat perkasa sekali. Orang itu melihat ke Anto yang berwajah dingin sekali. “APA KAMU YANG MELAKUKAN INI?” Tanya orang itu dengan sangat marah sekali pada Anto. “AAAHHH!” Orang itu langsung menerjang ke Anto sambil mengangkat hammernya lalu menghantam Anto. Tapi, bukannya menghindar Anto malah menangkap hammer itu dengan satu tangan.


“Kamu terlalu berisik!” Anto langsung menghancurkan hammer itu kemudian langsung memukul wajah orang itu hingga pingsan. ‘WOAAHH…!’ Suara banyak sekali orang yang berteriak dan bukan dari dekatnya. “Hm!” Anto yang sedikit penasaran langsung nelayang terbang tinggi dari sebelumnya di antara reruntuhan. Anto melihat banyak sekali orang yang mengepung istana dan itu semua warga. “Sepertinya aku tidak perlu lagi ikut campur.” Anto merasa senang dengan hal itu.


-Masih Anto, raja yang sekarang kamu harus segera memilihnya- Respon balik NAVI yang masih serius sekali.


“Kamu yang pilih NAVI, aku tidak ahlinya kalau memilih. Tapi, kamu tunjukkan kandidat yang tepat dan jelaskan sedikit, maka aku akan memilihnya sendiri,” Respon balik Anto dengan serius. NAVI yang paham, langsung menutup matanya. “Sementara itu, lebih baik ku lihat apa yang akan mereka lakukan.” Anto membuat dirinya jadi tak terlihat kemudian terbang ke para warga yang sedang memberontak.


-Berhenti!- Suruh NAVI yang sudah selesai melakukan pencarian, yang bahan belum 5 detik. -Tidak ada kandidat yang sangat cocok sama sekali di seluruh negeri ini dan malah kebenyakan isinya sampah saja. Tapi, malah yang ku temukan kecocokan seorang remaja yang bisa jadi Petualang AntarBintang- NAVI menceritakan apa yang di dapatnya setelah melakukan percarian.


Anto yabg masih melayang masih dian sebentar sambil melihat ke para warga yang bertarung ke penjaga dari jauh. “Bukannya itu lebih cocok jadi Raja. Apa yang jadi masalahnya?” Tanya Anto pada NAVI yang mendengar itu dan tidak kaget sama sekali saat NAVI menemukan kandidat yang cocok jadi Petualng AntarBintang.


-Kamu lihat sendiri!- NAVI menampilkan layar seorang dengan statusnya. Nama Smarti Luis, Status STR 100, AGI 100, VIT 100, INT 100, DEX 100 dan LUK 100.


“Ini Status apaan coba? Kenapa sangat tinggi semua?” Tanya Anto yang melihat Statusnya dan tidak bisa melihat Skilnya.


-Menurutku dia dari Dunia lain yang terenkarnasi. Makanya ku pikir dia mungkin tidak mau. Tapi, keputusan ada padamu- NAVI yang telah mengatakan pendapatnya pada Anto dengan sangat serius sekali.


Next Chapter