
Di saat mereka sedang bicara satu sama lain dan menceritakan kisah mereka punya masing-masing, semua orang sangat takut sekali di Dunia reflika dengan kekejaman Raja di sana membuat rakyatnya menderita. Bukan Raja saja yang gila, rakyat kerajaan ini bahkan ada yang di penggal dan di perkosa di tempat umum seperti anjing. Semua manusia yang lemah di sana sangat menderita sekali dan tidak bisa berbuat apa-apa, dan di sis lain juga, ada beberapa orang yang diam menangis saat melihat itu seperti menunggu akan sesuatu. Tapi, di saat yang bersamaan juga Suci bangun dari tidurnya. “Kakak.” Suci tersenyum saat mengatakannya lalu bangun dengan pelan. Suci melihat ke sekitarnya dan tidak menemukan apa pun. “Deteksi!” Suci menggunakan Skilnya dengan santai. Skilnya aktif sangat jauh sekali hingga bisa mencakup seluruh Kerajaan itu, tapi dalam deteksinya dia tidak menemukan satu pun mahluk hidup, bahkan Dungeon pun dia tidak menemukannya sama sekali.
Suci kemudian duduk di tepi kasur. Suci melihat kiri kana lagi mesi sudah menggunakan Skil deteksinya kemudin berdiri saat merasa ama dan berjalan ke sebuha lemarai yanga da di kamar itu. “Seharusnya ada di sekitar sini.” Suci yang berdiri di depan lemari itu kemudian membukanya yang di dalamnya ada banyak pakaian. Saat dia membukanya dia langsung mengobrak abrik isi lemari itu lalu menemukan sebuah kalung yang sama persis di berikannya sebelum Anto tertidur. “Untung saja yang di hancurkan itu reflika yang ku buat.” Suci tersenyum saat mengingat dirinya membuat reflika kalung itu pada saat setelah Anto tertidur. Dulu dia berpura-pura tidur dengan sangat baik hingga di berikan kalung itu, tapi karena kurang percaya sama Sherly, dia diam-diam membuat reflika kalung dan kemudian mengenakan yang palsu kemudian dia dengan kekuatan kinetiknya melayangkan yang asli tanpa di ketahui siapapun ke lemari itu. Suci mengingat semua keluatannya yang bangkit saat bersama Anto dan dia menyadari itu, tapi tidak berkata apa-apa. Setelah mengambil kalung iu, Suci langsung meneteskan darahnya pada kalung dan kemudian kalungnya bersinar sedikit dan memunculkan notifikasi dengan sebuah layar di depanya.
‘PENGENALAN DI TERIMA’ tulis notifikasi itu pada layar di depannya itu. ‘APA ANDA INGIN JADI LEBIH KUAT DAN CERDAS?’ tulis notifikasi itu dengan jawaban ya dan tidak sebegai pilihan. Sucil memilih ya. “Apa kamu mau jadi bagian dari Haremku?” Tanya suara Anto yang terdengar jelas sekali dari kalung itu dan juga sebuah pilihan ya dan tidak. Suci tersenyum dengan pertanyaan itu dan langsung memilih ya tanpa ada keraguan sama sekali. Setelah itu, kalungnya jadi bersinar terang kemudian dan hilang sepenuhya. ‘MEMUAT DATA!’ tertulis jelas di depannya itu. ‘MEMULAI UDPATE DENGAN VERSI TERBARU!’ tertera dengan jelas tulisan itu di layar.
Setelah itu sebuah persenanan muncul di depannya dengan cepat selesai. ‘BERBAGAI DATA DAN KESEMPURNAAN TELAH DI TAMBAHKAN. PERTANYAAN TERAKHIR, APA KAMU TIDAK KEBERATAN DENGAN ANTO YANG MEMILIKI BANYAK GADIS?’ Tanya System di depannya itu. Tertera dua jawaban antara keberatan dan tidak. Tapi Suci langsung memilih tidak tanpa ragu sama sekali ‘SYSTEM AKAN TERIKAT, MEMULAI PENYATUAN JIWA!’ setelah itu, layarnya menutup dan tubuh Suci sedikit bersinar dan di saat yang bersamaan juga muncul seorang peri kecil di depannya yang mirip sekali dengannya.
“Peri?” Suci melihat ke System yang sedang melayang dengan wajah senang.
-Salam kenal Master. Aku System BIDADARI langsung, dan yang akan membantu dalam semua kegiatan dalam hidup ini dan hidup di kemudian hari- Dengan senyum menjelaskan.
“System kah. Siapa namamu?” Tanya Suci pada System itu dengan santainya.
-Hm… Namaku tidak ada, soalnya aku adalah jiwamu, jadi namaku dan namamu itu sama- Jawab System itu dengan sopan.
“Jiwaku? Apaan itu?” Tanya Suci lagi yang sedikit penasaran dan tidak mengerti. System tidak langusng menjawab, dia malah berpikir sebentar seperti macari data di dalam dirinya. Setelah beberapa detik dia berhenti berpikir.
-Aku tidak tahu, hanya saja itu jawaban yang ada dalam data. Bisa di bilang aku adalah peri yang di ciptakan dari jiwa kamu dan mempunyai keperibadian sendiri. Selain itu, kamu bisa mematikan dan menghidupkan aku sesuka mu- System itu menjelaskan dengan singkat.
“Hm…” Suci malah menatap dengan tajam pada System itu. Cukup lama dia menatap System itu gingga Sysytem tidak berani lagi tersenyum padanya.
-Biar ku jelaskan fungsiku- Sambil memuculkan sebuah layar Status di depannya yang kosong. -Kamu sudah tahu apa ini, jadi aku tidak perlu menjelaskannya. Tapi, yamg bisa ku katakan adalah aku yang akan membatu dalam setiap masalah yang ada pada dirimu- System berusaha dengan keras untuk megalihkan perhatian Suci yang terus menatapnya. -Setiap BIDADARI mempunyai System peri ini. Dulu, System ini di namau Sytem BIDADARI saat pertama kali buat oleh Anto- Setelah itu System diam dan tidak bicara sama sekali. Suci kaget dengan System yang mengatakan itu. -Kamu jangan terlalu memikirkan itu, sekarang lebih baik kamu melakukan apa yang kamu inginkan. Untuk menanyakan lebih, kamu harus naik level dulu dalam hal tugas yang nanti ada- Suruh System itu yang masih merasa di tatap oleh Suci dengan cukup tajam denga sedikit takut padanya.
“Jadi apa fungsimu?” Tanya Suci pada System itu.
-Fungsi ku membantu belajar cepat, itu yang dulu. Tapi, karena kamu mengaktifkan aku saat ini, seharusnya aku tidak berlaku lagi mengajarmu karena kamu sudah belajar dalam waktu singkat dalam Dunia mimpi itu. Oleh karena itu, aku yang sekarang hanya akan jadi pelindungmu selamanya sekaligus sebagai tempatmu curhat selamanya- Jawab System dengan santai dan serius dengan semua yang di ucapkannya.
-Tidak, tidak, tidak, masih banyak fungsi lain yang tidak kamu ketahui dan bahkan mungkin masih banyak yang belum di tampilkan dan ada banyak fitur yang tidak ku tampilkan. Tapi, saat ini kurasa sudah cukup solanya kamu tidak mungkin bisa mencerna semuanya langsunf.- Jawab System dengan santai dan percaya diri.
“Aku paham.” Respon balik Suci sambil berhenti menatap System kecil itu. “Apa kamu tahu di mana Kakak?” Tanya Suci tentang Anto. System itu berpikir lagi sebentar.
-Kakak! Mungkin ada di dapur. Tadi aku mendengar mereka bertiga bicara masakan, mungkin sekarang mereka ada di dapur. Tapi aku kurang yakin apa mereka ada di mana, mung saja di Dunia ini atau di Dunia reflika- Jawab System dengan serius.
“Hm! Dunia reflika? Dunia apa itu?” Tanya Suci yang tidak mengerti sama sekali.
-Dari yang ku tahu, Dinia itu adalah reflika dari sebuah Planet yang bisa di huni dengan nyaman seperti Dunia aslinya. Contohnya Dunia ini, yang sekarang kamu tempati ini ada Dunia Asli, jadi ada kemungkinan Dia ada di Dunia reflika dan bukan di Dunia ini- Jawab System sambil melihat ke Suci.
“Ohhh... Apa aku bisa masuk ke Dunia reflika itu?” Tanya Suci dengan terus terang.
-Bentar- System itu mencari sesuatu di datanya. -Kamu bisa masuk, tapi kamu harus dengarkan apa yang akan ku katakan ini- Dengan sangat serius berkata itu. Suci diam dan tidak merepon dan hanya menunggu System menjelaskan apa yang di maksudnya. -Dunia yang kamu tinggali saat ini sudah sangat kacau sekali. Andaikan kamu masuk ke Dunia reflika, kamu akan langsung menghabisi semua penjahat di sana, oleh sebab itu aku menyarankanmu bersama Kakak jika kamu ingin pergi. Dan jawaban dari pertanyaanmu sebelumnya adalah ya. Kamu bisa masuk ke Dunia reflika, tapi aku sarankan peringatanku tadi- System menjelaskan singkat sambil memberikan pernjelasan sedikit supaya Suci tidak masuk ke Dunia reflika.
Suci diam sebentar merenungkan perkataan System yang sangat serius sekali. “Aku mengerti. Tapi, dimana Kakak berada sekarang?” Tanya Suci lagi yang masih mengingat itu.
-Cari saja di dapur, mungkin mereka ada di sana. Jika tidak ada di sana, mungkin ada di Dunia refilka- Jawab System dengan santainya.
“Aku paham.” Respon Singkat Suci sambil berbalik bada dari temptanya berdiri dari tadi setelah mencari kalung itu.
-Tunggu! Ini waktunya kamu memberiku nama- Bicara System pada Suci. Suci melihat ke System dengan santainya dan tidak peduli dengan hal itu.
“Aku tidak mau. Kamu tetap aka memakai nama Suci dan tidak boleh memakai nama yang lain, selain namaku sendiri bahak hingga kehidupan selanjutnya..” Jawab Suci dengan tegas sambil mulai berjalan keluar dari kamar itu dengan meningalkan System yang masih melayang di sana sendiri.
Next Chapter