
‘WUSH!’ Salah satu Istri Anto tiba degan cepat tanpa di sadari Anto di dekat Gadis Suci. “Tidak baik bersimpati pada mereka yang seperti pecundang.” Bicara Istrinya itu dengan terus mengejek Para Hero di depan mata mereka sendiri. Tapi, itu sama sekali tidak mempan dan mereka tetap diam di tempat dengan tatapan kosong.
Saat Para Hero jadi mayat hidup, penjaga yang di abaikan tadi malah mengancungkan pedangnya pada kedua Istr Anto. “HEI! APA YANG KALIAN LAKUKAN?” Tanya penjaga itu dengan sangta marah sekali. “Beraninya, kalian tidak hormati Raja!” Penjaga itu mendekat ke kedua Istri Anto.
“Apa maksudmu, bukannya dia adalah Raja terburuk saat ini." Istri Anto yang kedua dengan terus terang tidak menjaga mulutnya dan membalas perkataan Penjaga itu. “Dia bahkan tidak pantas jadi Raja sama sekali karena selalu memanfaatkan orang di sekitarnya.” Bicaranya dengan jelas pada Penjaga.
Semua orang bingung dengan perkataan Istri Anto terdengar aneh. Anto yang di atas duduk-duduk hanya melihat itu sebagai pertunjukan yang dia tidak tahu sama sekali alurnya. “Hm… Ini panggilan ke Dunia lain yang aneh. Seharusnya aku dapat lihat Hero melawan Iblis. Tapi, kenapa malah melihat BIDADARI ku ribut?” Anto yang merasa tidak bisa berbuat apa.
“Sayang! kamu bilang mereka Return, bagaimana kamu bisa tahu?” Tanya Istrinya yang di dekatnya. Anto yag di panggil sayang masih tetap tenang. Tapi, sebenarnya dalam hati, dia tidak tahu harus bersikap apa dengan rasa bahagia yang tidak di tahannya itu.
“Mudah saja, tadi mereka tiba-tiba diam saja dan edkpresi mereka beruba drastis. Terutama dia.” Anto menunjuk ke arah orang yang tadi ngajaknya ribut. "Sepertinya mereka sudah mengalami hal yang menggerikan hingga membuat mental mereka rusak.” Bicara Anto dengan sangat serius sambil bangkit dari tempat duduknya. “Oh ya, siapa yang mencabut dan memakai pedang itu?” Tanya Anto pada Istrinya karena tidak tahu apa pun.
Semua Istrinya malah diam dan tidak berkata apa-apa. “Bukannya kamu sudah tahu?” Tanya Istri yang di dekatnya. Anto menggeleng dengan serius. Semua Istrinya masih diam lalu saling pandang. “Sebelum itu, apa kamu juga mengalami Return?” Tanya Istrinya karena ingin tahu. Anto menggeleng lalu diam dan tidak berkata apa-apa. Anto di tatap semua Istrinya karena bilang tidak.
“Aku serius, aku bukan seorang Return.” Anto menegaskan dirinya lagi. Tapi, semua Istrinya malah menatap Anto saja dan diam. "Sepertinya mereka benar-benar mengira aku Reuran atau semecamanya?" Anto yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
-Yah mungkin. Ku saran kamu ceritakan saja cara kamu mengethui mereka sambil mengingatkan mereka tentang apa yang telah mereka lakukan- Suruh NAVI yang ikut tidak bisa diam dengan BIDADARI nya yang mengira dirinya Return. Anto yang menerima saran dari NAVI, sambil berbalik arah melihat ke semua Istrinya.
“Jika kalian ingin tahu, kenapa bisa aku tahu kalian adalah Istri dari masa depan itu sangat mudah. Jawabannya ada tanda BIDADARI di dalam diri kalian dan tentunya, juga tahu 2 orang tambahan dari kalian yang bukan dari masa depan.” Anto menjelaskan bagaimana dirinya bisa tahu tentang mereka semua. “Selain itu, aku tidak tahu apa yang menyebabkan kalian kembali ke masa ini. Tapi, satu-satunnya yang mungkin dapat mengajarkan kalian teknik Return, atau kembali ke masa lalu, atau Pengubah Takdir, atau teknik Restar, atau Reinkarnasi, apa pun namanya, cuma aku saja yang mungkin dapat menemukan teori seperti itu dan berhasi membuatnya.” Anto tersenyum pada semua Istrinya bukan karena sombong saat menceritkan itu, tapi untuk memperjelas saja apa yang telah semua Istrinya lakukan.
-Apa kamu akan memberi tahu mereka tentang dirimu yang lain?- Tanya NAVI pada nya.
“Ya.” Jawab Anto singkat. “Oh ya, jika kalian mengira diriku mati yang di masa depan, kalian salah paham.” Anto memberitahu mereka dengan jelas meski mereka akan sedikit bingung. Semua Istrinya melihat ke Anto yang mulai berjalan meninggalkan mereka.
-Apa lebih baik di biarkan begini?- Tanya NAVI pada Anto yang mulai lompat ke tengah para Hero yang akan melakukan penilaian. Semua orang melihat apa yang akan di lakukan Anto.
Tapi, Anto tidak merespon NAVI dan malah melihat ke Hero yang tidak jadi melakukan penilaian. “Biasanya kegembiraan itu muncul jika ada bukti dan bukan omong kosong.” Anto mulai bicara saat masih tengah para Hero yang tidak jadi melakukan penilaian.
“Semuanya, akan ku perlihatkan sesuatu pada kalian.” Semua orang diam dan akan melihat apa yang akan di lakukan Anto. Anto berjalan menuju kedua pedang yang di tancap itu. Saat Anto di dekat pedang itu, Anto merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Sebelum ia menyentuhnya, Anto memeriksa kedua pedang itu. “Hm… Pedang ego. Ternata bukan pedang Suci biasa saja. Pantas saja bisa jatuh ke aliran negatif. Tapi ini perasaan sedih yang sangat mendalam yang kurasakan. Seperti, kedua pedang tidak pernah di ketahui oleh semua Hero kecuali yang ada di cerita itu dan Hero sebelumnya.” Anto yang dapat mengatahui kesedihan pedang itu merasa kasihan dan juga iba.
‘WUSH!’ Anto tiba-tiba di hadang oleh Raja yang berteleporasi ke depannya langsung. Tapi di saat yang bersamaan juga, ‘WUSH!’ Semua BIDADARI Anto juga berteleportasi ke dekatnya, mengelilingi Anto dan raja. “Yang mulia! Tidak. Ayah berhenti membohongi semua orang kumohon.” Semua orang terdiam dengan perkataan salah satu Istri Anto. Raja melihat ke sisi kiri nya yang ada Istri Anto yang bicara padanya.
Semua orang bericara tanpa henti dan juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Di saat semua BIDADARI mengelilingi Raja dan Anto, satu persatu mereka melepas Gaun pernikahan mereka dan berganti dengan pakaian biasa mereka dan mulai menampakkan wajahnya. Anto yang menydari kalau kelima Hero sebeblumnya juga ikut gabung dalam pernikahan, merasa biasa saja dan terus memperhatikan saja. Ke-13 BIDADARI Anto dapat di lihat banyak orang termasuk Raja dan pengawalnya. -Tidak terduga sama sekali- Bicara NAVI yang sepertinya kaget dengan tindakan para BIDADARI.
Bukan semua warga saja yang kaget, para Hero yang melihat itu juga sangat kaget. “Aku sangat membenci Ayah.” BIDADARI itu menatap Ayahnya dengan tatapan mengancam dan tidak peduli dengan hal sekitar dan juga 4 BIDADARI lainnya yang ikut menatap Raja dengan sangat tajam.
“Gawat, aku tidak bisa mencabut pedang itu jika terus berlanjut.” Anto yang di sana malah memikirkan hal lain dari pada takut dengan apa yang akan terjadi. Kedua Gadis tanpa tanda BIDADARI juga ikut menatap Raja dengan tajam. “Ternyata yang ku nikahi ini adalah anak Raja ini?” Anto yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
-Masalah ini semakin besar. Sepertinya akan menarik- Bicara NAVI yang terdengar senag dengan tersebut.
“NAVI, jangan bicara dan bantu aku keluar dari masalah ini!” Anto yang sudah lelah berpikir dan juga tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kenapa kalian ada di sini? Dan apa maksud kalian ini?” Tanya Raja pada Putrinya yang terlihat menatapnya dengan tajam sekali. Mereka malah saling tatap dan tidak melanjutkan penilaian para Hero. Semua warga yang ada di sana bingug dan hening menikmati pertujukan yang akan terjadi. Tapi, dengan keibukan itu, tidak ada yang menyadari salah satu BIDADARI Anto menyelinap ke pedang tersebut.
"Apa yang dia mau lakukan?" Tanya Anto yang melihat Maid sebelumnya yang menemaninya ganti pakaian sedang di depan kedua pedang tersebut.
“Yosh, tercabut.” Bicara BIDADARI Anto dengan jelas hingga di dengar semua orang. Semua orang melihat ke Istri Anto yang memgang kedua pedang tersebut dengan normal dan tidak ada kejadian apa pun sama sekali. “Hm… Pedang ini sangat buruk saat di buat. Apa para Dewa membuatnya hanya untuk melihat manusia saling bunuh.” Istri Anto itu tiba-tiba merubah dirinya jadi Iblis Succubus lalu merubah pedang putih jadi hitam.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Anto pada Istrinya yang sudah beruba sepenuhnya.
Semua orang yag melihat itu terdiam. “Iblis…. AHHHH…. AHHH…. AHHH…!!” Semua warga langsung panik dengan hal tersebut dan mulai berhamburan keluar dari acara tersebut. Tapi, semua Hero tetap tenang dan malah terlihat tidak peduli sama sekali dengan hal tersebut.
Next Chapter