Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 95


NAVI diam saja saat Anto bertanya pada nya. “Bentar.” Jawab NAVI singkat. Lalu NAVI diam lagi dan tidak bicara lagi. NAVI diam selema 10 menit lebih.


“Hm… Lama, apa yang kamu lakukan sih?” Tanya Anto dengan sopan. Waktu lama berlalu, Anto menunggu NAVI menjawab, 20 menitan Anto menunggu, masih juga tidak ada respon dari NAVI. “Kenapa NAVI diam begini, biasanya dia selalu menjawab. Aneh.” Pikir Anto yang masih tidak dapat mendapat respon dari NAVI. “Tapi, sudahlah. Ini juga tidak buruk.” Guman sambil melihat pemandangan kota yang mulai terlihat cantik dan gedung-gedung yang melayang dan juga da yang di bawah, dengan di penuhi lautan di sekelilingnya yang tampak jelas sekali. Anto termenung memandangi lautan yang ada tepat di bawah kota yang tampak jelas sekali.


“Cepat masuk.” Ajak NAVI tiba-tiba pada saat Anto masih menikamti waktu santainya. Anto tidak menjawab, malah langsung duduk di atap dan mengabaikan NAVI yang bicara padanya. “Woi dengar nggak sih?” Tanya NAVI yang merasa kesal. Tapi, Anto masih diam saja dan tidak mendengarkan meski ia tau.


ANto diam sambil terus menikamti waktunya. “Nah NAVI. Buat apa kekuatan ini?” Tanya Anto tiba-ttiba yang baru kepikiran dengan pertanyaan itu. NAVI yang di Tanya langsung diam dan tidak bisa berkata apa-apa, seolah oleh dia baru tau juga. NAVI masih diam saja meski sudah 10 mnit diam dan tidak menjawab.


“Kalau itu, aku tidak tau.” Jawab NAVI yang tidak rau cara menjawab dengan benar. “Waktu kecil kita tidak kepikiran sampai itu. Kita hanya focus buat jadi raja harem dan melupakan itu.” Jawab NAVI yang seperti baru bicara dengan jelas dan berhenti melakukan sesuatu. Setelah NAVI menejawab dan menjelaskan itu, Anto dan NAVI tidak bicara lagi. Merek berdua saling diam saja dan tidak ada yang bicara. Anto yang tidak mendapat jawaban yang pasti tidak bisa berbuat apa-apa.


“Kekuatan ini, untuk apa?” Tanya diri sendiri sambil mulai merebahkan badannya pada lantai atap rumah. “Dalam ingatanku, aku cuma melakukan ini untuk berpetualang di Galaxy dan Semesta. Selain itu tidak ada lagi yang ku inginkan dari kekuatan ini.” Sambil menatap langit dan awan-awan dengan penuh kebingungan “Apa yang ingin lakukan dengan kekuatan ini?” Guman dengan sangat jelas sekali yang masih dalam renungannya. Anto yang masih merenungkan dirinya, mulai merasa tidak karuan dengan perasaan yang di timbulkan oleh pikiranya tadi, akibatanya dia mulai mengerjapkan matanya dengan pelan. Beberapa kali ANto mengerjapkan matanya, hingga Anto tanpa ia sadari tertidur dengan pelan di atap rumahnya.


***


Waktu berlalu, di atap rumah Anto. “Rasanya nyaman dan lembut.” Anto yang masih tidur dengan posisi miring. “Hm!” Anto yang  mulai sadar, tapi masih tetap memejamkan matnya dan mengingat kalau dirinya tidak tidur di kamarnya. “Rasa nyaman ini…?” Anto yang pelan-pelan membuka matanya. Saat Anto membuka matnya, yang di lihat sebuah pakaian di depannya. “Ini… pasti…!” Anto yang sudah tau apa di depannya. Anto dengan cepat bangun tanpa melihat pangkuan siapa sebenarnya tempat ia tidur.


“Kenapa bangun cepat sekali?” Tanya suara yang tida asing sekali. Anto melihat ke arah suara itu dan melihat Marya yang sedang berdiri dengan tatapan kesal pada Anto dan juga Momo, Nana, Siska dan termasuk semua


pelayannya ada di dekatnya. Anto cengar cengir yang tidak tau kenapa muali merasa bersalah pada semua orang yang di atap, dengan wajah aneh karena baru banguan dari tidurnya.


“Baik-Baik, tenang semuanya.” Kata Lala sambil yang bangun dari tempat duduknya “Ingat itu adalah pertandingan yang adil, jangan ada yang emosi.” Kata Lala dengan sopan pada semua orag di sana. Semua orang dengan wajah kesal menerima itu meski masih kesal dan terlihat jelas sekali, Anto yang di sana tidak mengetahui apa-apa hanya bisa melihat saja dengan apa yang sedang terjadi dan di alaminya.


“NAVI, ini apa?” Tanya Anto sambil melihat semua gadis yang sedang terlihat ada persaingan di antara mereka.


“Persaingan antar perembuan.” Jawab NAVI singkat dan jelas. Setelah itu NAVI diam dan tidak bicara lagi dan seperti melakukan sesuatu.


“Hemph!” Marya langsung memalingkan wajahnya dari Anto yang melihat padanya. Anto tidak mendapat jawaban yang di inginkan nya dan hanya bisa diam saja saat mengetahui itu.


Belum sempat mendapta jawaban Lala tiba-tiba menarik tangan Anto. “Sudah, sudah. Ne, bisa kita jala-jalan?” Tanya Lala samba memang tangan Anto dengan senyum di wajahnya yang terlihat jelas. Anto tidak langusng


menjawab, dia melihat ke arah Lala yang memegang tangannya dan sesekali melirik ke semua orang yang ada di sana.


“Bilang kamu ada janji.” Suruh NAVI tiba-tiba dan juga terdengar sangat sibuk dengan suaranya yang terdengar tegas. Anto tidak bertanya balik, malah melihat sutuasi terlibih dahulu yang belum kelar.


“Kenapa diam saja?” Tanya Lala lagi yang tidak mendapat respon dari Anto. Anto masih tidak langusng menjawab dan diam saja meski sudah di tanya.


“Bukan gitu, tadi aku janji akan menemui Mama Setelah merasa baikan.” Jawan Anto dengan biasa saja Setelah memperbaiki ekpresi mencurigakan dari wajahnya agar terlihat normal. “Selain itu, jika aku terima…” Anto langusng diam dan melihat ke semua gadis yang menatap dengan tajam ke arahnya. Lala yang melihat itu, ikut melihat ke skitarnya dengan ekpresi biasa saja dan tidak terganggu sama sekali dengan apa yang di lakukan semua temannya.


Lala melihat sekitarnya yang di penuhi tatapn lebih tajam ke arahnya. “Huh…!” Lala menghembuskan napas pelam, meski tidak merasa besalah sama sekali. “Bisakah kamu janji satu hal padaku?” Tanya Lala yang tiba-tiba serius dan juga merubah suasana di atap. Anto sedikit kaget dengan perubahan yang tiba-tiba di lakukan Lala.


“Kenapa Lala terlihat begitu sedih?” Anto yang tidak tau apa maksud dari perkataan Lala. “Hm… Baiklah selama itu Sesutu yang bisa ku tepati.” Jawab Atoo tanpa ada keraguan sama sekali. Lala yang mendengar itu masih belum merasa baikan dengan jawaban yang di teimanya.


Lala melihat Anto dengan sangat serius sekali termasuk Nana dan Momo yang ikut menatap dengan serius meski dari tadi hanya memperhatikan saja, sementara Marya, Siska dan semua Maid hanya bingung dengan apa maksud dari perkataan Lala yang bisa di pahami oleh Nana dan Momo. “Bisakah kamu berjanji tidak akan mati?” Tanya Lala lagi yang penuh dengan rasa takut dan juga terdengar ragu akan jawaban yang akan di terimanya.


Anto yang melihat Lala begitu terlihat aneh di matanya mencerna maksud dari perkataan Lala. “Hm… Jangan mati? Apa maksudnya coba?” Anto yang memikirkan maksud dari Lala dengan sabar. “Apa mungkin…!” Anto yang melihat ke arah Nana dan Momo yang menatapnya sama dengan Lala. “Tenang saja, aku tidak akan mati semudah itu.” Jawab Anto dengan tenang sambil berbalik lalu membuat portal kecil di depannya. “Diriku di masa depan itu tidak mati.” Anto menambahkan sambil meninggalkan semua gadisnya di atap. "Dan di masa depan pun, aku akan mati dengan penuh kebagiaan dan itu juga berlaku untuk dirku di masa depan yang sudah lalu." Anto menambhakn dengan sedikit teka-teki di kalimat akhirnya.


Next Chapter