Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 62


“Ini kendaraan yang Anda minta.” Kata petugas itu sambil menyerahkan cinin  yang telah di ambilnya.


Tanpa ragu Lala mengambil cincin itu dari petugas. Lala kemudian memakain cincin itu dengan senang hati.


“Kami pergi dulu.” Kata Lala pada petugas itu.


Sambil menundukkan kepala dengan hormat, Petugas itu juga masih sedikit gugup dengan Lala yang bisa merubah ekpresinya.


“Wanita ini, Siapa sebenarnya?” Lala yang melirik dan juga penasaran sama wanita tersebut.


Lala dengan pelan menuntun Nenek keluar dari toko. Setelah sampai di luar, Lala mengajak Nenek ke tempat yang agak sedikit sepi. Dan di sana, Lala langsung menekan tombol yang cukup kecil pada cincin itu. Beberapa saat setelah menekan tombonya, sebuah bola terbentuk dari cincin itu, yang berbentuk seperti bola kecil melayang di udara di depan matanya.


“Bagaimana memakainya?” Lala memutar bola kecil itu setelah mengambilnya dengan santai sambil mencari cara menubahnya menjadi kendaraan.


Beberapa kali Lala mencari, tapi tidak menemukannya.


“Nek bisa bantu Aku?” Tanya Lala pada Nenek yang terus memperhatikan Lala yang tidak tau cara membukanya menjadi kendaraan.


Nenek itu tersenyum pada Lala dan mengangguk. Lala langsung tersenyum pada Nenek itu kemudian memberikan bola kecil itu. Setelah beberapa saat, Nenek itu hanya melemparnya ke tanah, kemudain berubah menjadi bola yang lebih besar. Lala sedikit kaget denagn perubahan itu.


“Mmm! Aku tidak menyakanya.” Pikir Lala yang kaget dengan Nenek di sampingnya yang tau cara mengubahnya menjadi kendaraan.


Nenek itu kemudian maju mendekati bola besar itu, kemudian menyentuhnya. Setelah menyentuh, tiba-tiba berubah bentuk. Beberapa kali Nenek itu menunjukkan bantuk yang berbeda pada Lala. Dan Lala paham maskud dari Nenek yang bisa mengubah kendaraan itu sesuka hatinya.


“Oh!” Ucap Lala dengan sopan dan mengerti kemudain tersenyum lembut pada Nenek.


Nenek membalas senyuman Lala dengan tulus juga. Setelah itu lala maju dan kemudian menyentuh kendaraan itu yang sudah berubah bantuk. Kemudian mulai mengubahnya menjadi bentuk kendaraan mobil di bumi dan juga lebih canggih yang bisa terbang serta pertahanan tingkat tinggi, Dan beberapa senjata modern. Nenek itu sangat kaget sekali dengan perubahan bentuk yang tidak pernah dia lihat sama sekali di depannya. Nenek memegang tangan Lala karena penasaran dengan kendaraan yang di ubahnya.


“Apa Nenek baru pertama kali melihat kendaraam seperti ini?” Tanya Lala yang sudah tau apa maksud dari Nenek


Nenek mengangguk agak ragu, sebagai jawaban dan terlihat kaget.


“Oh ini, Model Kendaraan dari Planet Bumi.” Jawab Lala dengan senyum di wajahnya.


Nenek itu kaget sekali debgan perkataan Lala. Lala yang melihat betapa kagetnya Nenek mulai bingung.


“Nek! Ada apa?” Tanya Lala dengan sopan dan juga meredakan rasa kaget Nenek.


Nenek itu mengoyangkan tangan Lala beberapa kali. Lala berusaha mencerna maksud Nenek itu. Lala beursaha sekali, tapi masih tidak paham maksud dari Nenek. Tapi Nenek tiba menunjuk mobil itu dan dirinya kemudian mempragakan lingkarang di udara.


“Apa maksdunya?” Lala yang masih bingung “Apa Nenek ini dari bumi. Saat ini cum itu yang menjelaskan kenapa Nenek ini terlihat greget sekali seperti ini.” Lala yang menatap Nenek itu seperti sangat ingin tau jawaban dari Lala.


Beberapa menit Lala menatap Nenek itu, Tapi masih saja dengan tatapan sama dan belum menaiki kendaraan itu.


“Coba saja!” Lala yang penasaran dan juag tidak tau harus bagaimana “Ehm…!! Apa Nenek dari Bumi?" Tanya Lala dengan suara lembut.


Nenek itu langsung terdiam beberapa saat dan kemudian mengangguk dan mulai meneteskan air mata. Setelah itu menarik lagi tangan Lala dan bebricara dengan isyarat.


Nenek menangis lag lebih lama dan juga terlihat sangat senang dan gembira sekali. Beberapa kali Lala melihat bahasa isyarat Nenek yang ingin di ajak ke Planet Bumi.


“Tidak bisa sekarang. Aku harus pulang bersama suamiku.” Ucap Lala pada Nenek itu yang sangat terburu-buru sekali.


Nenek menggunakan bahasa isyarat bertanya di mana suaminya.


“Saat ini, dia ada di panet Aqua. Planet aku berasal. jawab” Jawab Lala dengan sopan dan juga jujur.


Nenek itu berhenti menangis dan bingung dengan perkataan Lala sambil bertanya apa maksudnya.


“Suamiku itu dari Planet Bumi juga. Saat ini dia sedang berpetualang di alam semesta ini mencari BIDADARI.” Jawab Lala lagi dan juga melihat Nenek itu semakin menjadi bingung dengan perkataannya.


Nenek bertanya lagi, Siapa suamimu? dengan bahasa isyarat.


“Suamiku itu, seorang Petualang AntarBintang. Bisa di sebuat juga sebagai IBLIS terkuat yang pernah lahir, mungkin.” Jawab Lala dengan penjelasan yang dia tau dan juga sedikit ambigu di akhir kalimatnya.


Nenek sedikit meragukan perkataan Lala dan menjelaskan balik lagi menganai seorang mahluk bumi yang mustahil menjadi sehebat itu.


“Nek! Dengarkan ini.” Sambil sedikit mendesah “Semua mahluk hidup itu mempunyai melampui batasan mereka. Hanya saja, mereka menyerah di tengah jalan dan hanya berdiam diri di tempat yang sama.” Lala menatap Nenek itu yang terus penasaran “Selain itu, aku tau saat ini, bahwa Cuma suamiku saja yang bisa melakukan petualang di alam semesta.” Dengan senyum menjawab pada Nenek.


Aku iri. Kamu mempunyai suami yang hebat seperti itu. Dengan bahasa isyarat sambil tersenyum menggrakan tangannya pada Lala.


“Apa kamu mau mejadi bagian dari haremnya?" Tanya Lala pada Nenek itu dengan sopan.


Nenek itu kaget sekali dengan perkataany Lala dan bertnya balik. Apa maksudnya? mengerakkan tangannya.


“Ya tentu saja jadi istri dari suamiku.” Jawab Lala dengan sopan dan juga dengan penuh hormat pada Nenek.


Nenek kaget sekali dan juga tersenyum dan menahan tawanya pada Lala sambil mengerakakn tangannya mengatakan kalau dia sudah tua dan lemah begitu dan mana mungkin Suaminya mau.


“Sepertinya Nenek salah paham maksdunya! yang kumaksud ialah, Apa Nenek mau mencoba BIDADARI?” Lala mempertegas maksudnya sambil melihat Nenek yang masih menahan rasa senag dan tawanya.


Nenek sama sekali tidak mendengar perkataan Lala, hanya menahan tawanya pada Lala yang menurutnya sangat lucu sekali. Beberapa menit berlalu di sana dan masih saja berdiri dan juga Nenek yang mulai mereda menahan tawanya yang hampir terlepas beberapa kali.


“Aku lelah berdiri.” Lala yang masuk duluan ke dalam mobil “Hah! nenek itu masih saja bisa senyum seperti itu.” Lala yang melihat Nenek itu berjalan masuk ke dalam mobil “Nek, apa Nenek tertarik untuk jadi istri dari Petualang AntarBintang?” Tanya Lala dengan serius dan juga sambil melihat ke arah Nenek yang tersenyum melihat di dalam mobil dengan penuh penasaran dan sanat teliti.


Nenek sedikit kaget dengan pertanyaan Lala dan juag masih berpikir seperti meikirkan sesuatu.


“Sepertinya masih kurang jelas.” Pikir Lala yang melihat Nenek masik bimbang sekali di dekatnya “Biar ku perjelas maksudku Nek!” Kata Lala dengan menegaskan sekali lagi.


Nenek langsung terdiam dan juga menganguk sebagai pertimbangan untuk memperjelas perkataan Lala.


Next Chapter