Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 52


Andri yang sudah selesai mandi masih memikirkan semua yang terjadi pada pagi harinya.


“Mmm! Aku harus minta maaf sepertinya.” Guman Andri sambil mengingat kejadian di kamar itu “Lagian juga siapa yang memindahkan aku ke kamar ini?” Tanya diri sendiri sambil ganti baju di kamr itu.


Dengan sedikit penasaran Andri terus mengganti pakaiannya dengan sangat gesit.


“Bagaimana tidurmu?” Tanya seorang di belakangnya yang suaranya tidak terdengar asing baginya.


“Mama! Jadi itu semua ulah Mama?” Tanya Andri yang sedikit kesal pada mamanya sambil melihat Mamanya yang ada di depan pintu masuk.


“Tentu saja. Siapa lagi yang bisa mengubah sesuka hati rumahnya sendiri kalau bukan pemiliknya.” Jawab Mamanya dengan senyum pada Andri yang sedang kesal padanya.


Andri yang tidak bisa berkata apa-apa hanya diam saja, saat melihat Mamanya mendekat ke arahnya.


“Aku ada sesuatu buat kamu?” Mamanya menekan tombol di pergelangan tangan kirinya “Ini!” Menyerahakan kotak kecil pada Andri.


Andri menatap mamanya yang masih terlihat biasa saja padanya. Dengan agak enggan Andri mengambil kotak kecil yang di berikan Mamanya.


“Kalau begitu, Mama keluar dulu.” Kata Mamanya sambil menekan tombol lain di gelang kirinya, kemudian hilang di depan Andri.


Andri menatap kotak kecil itu, setelah mamanya berteleportasi di dalam kamar itu.


“Hah. Aku tidak bisa melawan Mama seumur hidupku!” Guman Andri sambil melangkah keluar dari kamarnya sa,bil membawa kotak itu.


Andri yang tidak tau harus kemana, hanya melihat sekeliling rumah saja, sambil menyapa penjaga yang ada di dalam rumah yang sedang berkeliling setiap hari dan menyapa pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri.


“Andri!” Pagnggil suara yang tidak asing dari belakang.


Andri yang di panggil langsung meliaht ke belakang. Saat melihat Andri melihat Maria yang sedang berlari kecil kearahnya.


“Ada apa?” Tanya Andri pada Mari yang sedikit kelelahan saat sampai di dekatnya.


Maria yang masih kelelahan mengatur napasnya supaya meraa lebih baik. Setelah merasa lebih baik,  Maria langsung menatap Andri dengan senyum. Andri yang bingung dengan tingkah Maria, meninggalkannya dengan sedikit bingung.


“Tunggu!!” Mari memghadang Andri yang hendak melanjutkan jalannya.


“Ada apa?” Tanya Andri dengan dingin pada Maria.


“Ikut aku!” Maria menarik tangan Andri yang masih terlihat sedang meikirkan sesuatu.


Andri yang penyabar, membiarkan Maria menarik tangannya ke mana yang dia mau. Andri yang menyadari kalau dia di tarik ke ruang keluarga hanya bisa diam saja ambil melihat pelaya yang hormat pada Maria dan pada dirinya.


“Apa yang Maria mau dariku kali ini?” Sambil melihat Maria yang sedang senyum sendoro dan juga sangat bersemangat.


Setelah sampai di ruang keluarga, Andri sedikit kaget dengan semua pelayan yang terlihat sedang menunggunya.


“Maria, ini apa maksudnya?” Tanya Andri saat Maria melepas tangannya saat sampai di ruang keluarga.


“Pilih beberapa dari kami untuk menemani mu tidur setiap malam!” Ucap Maria dengan sangat jelas pada Andri yang tiba-tiba kaget dengan perkataannya.


Andri yang masih belum menunjukkan respon, dengan sangat tenang melihat Maria yang masih tersenyum padanya.


Selama beberapa saat Andri mencerna maksud dari perkataan Maria dan mulai paham.


“Nah maria! Apa aku terlihat seperti bajiangan atau apalah yang sangat rendah di matamu?” Tanya Andri dengan wajah dingin pada Maria.


“Ya. Sangat sampah malah.” jawab Maria dengan sangat jelas pada Andri yang menatapnya dengan sangat dingin padanya.


“Apa maksudmu?” Tanya Andri yang masih dengan wajah dinginnya dan masih sangat tidak konsentrasi.


Maria menatap Andri tanpa senyum dan juga terlihat enggan mejawab pertanyaan Andri. Maria tidak tau harus berbuat apa pada Andri yang tidak marah dan tidak kesal. Dimata maria, Andri terlihat sangat bodoh sekali untuk sekarang.


“Aku Tanya, siapa yang kamu paling sayangi di antara kami?” Tanya Maria dengan wajah sangat serius sekali pada Andri.


Andri tidak bisa menjawab pertanyaan Maria yang bertanya dengan serius. Pelayan dan Maria menatap Andri yang sedang menungu jawaban dari Andri yang sedang diam dan tidak berkata apapun pada mereka.


“Kenap?” Tanya Maria yang karena Andri tidak menjawab Maria sama sekali.


“jika kamu bertanya begitu aku tidak tau harus jawab apa.” Jawab Andri dengan sangat bingung dengan memalingkan wajahnya dari Maria dan semua pelayan.


Mari dan semua Pelayan hanya cemberut saat Andri tidak menjawab mereka.


“Saat ini aku masih tidak tau harus jawab apa. Tapi ada satu hal yang bisa kukatakan, Aku tidak akan pernah mengecewakan kalian.” Kata Andri pada Maria dan Semua pelayan yang sedang cemberut.


Maria dan Pelayan yang mendengar perkataan Andri lamgsung ceria kembali, saat selesai mendengar perkataan Andri merski engan wajah dingin pada mereka.


“Boleh ku tau alas an kenapa tidak bisa menjawab?” Tanya Siska yang baru datang dan seperinya mendengar perkataan Andri.


“Siska!” Mari yang sedikit kaget dengan maria yang muncul dari belakangnya.


“Itu karena aku belum tau siapa dirku saat ini. Aku ingin tau siapa diriku yang sebenarnya dan juga siapa 70 gadis yang ada dalan diriku ini, selain kalian.” Jawab Andri dengan sangta tegas dan masih dingin pada Siska yang sangat serius.


“Satu lagi! Apa kamu akan tetap menyayangi kami selama hidupmu?” Tanya Siska yang masih bersikap serius pada Andri dan Ynag lainnya.


“Ya. Aku akan selalu berusaha menyayangi kalian dan tidak akan melibatkan kalian dalam urusan yang akan mengancam nyawa kalian.” Jawab Andri juga dengan serius dan sedikiit tersenyum.


Maria, Siska dan semua Pelayan sedikit kaget dengan perkataan Andri yang tidak masuk akal dan juuga aneh dengan perkataan Andri.


“Kenapa kalian seperti itu?” Tanya Andri pada Maria, Siska dan Para Pelayan yang agak bingung dengan perkataan Andri.


“Anu!” Panggil seorang pelayan pada Andri “Apa maksudmu dengan tidak melibatkan kami saat mengancam nyawa?” Tanya pelayan itu dengan sangat sopan pada Andri.


“Heh!” Andri kaget dengan pertanyaan Pelayan itu “Apa maksdunya tentu saja kan, itu…!!” Andri sendiri tidak tau harus menjawab apa pada pelayan itu.


Andri dan Semua orang di ruangan tersebut menjadi bingung karena Andri tidak melanjutkan perktaannya pada mereka semuaa.


“Kenapa aku berkata seperi itu. Apakah aku memang dalam bahaya? Atau sesuatau yang lain.” Andri yang tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya sendiri.


“Tuan muda! Apa Anda baik-baik saja?” Tanya pelayan tadi yang terlihat agak khawatir pada Andri yang sedang melamun di tempatnya.


NEXT Chapter