Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 314


Raja Iblis masih di tempatnay tidak bergerak sama sekali. -Sepertinya ada banyak orang yang kemari. Sebaiknya kamu paksa saja- minta NAVI saat merasa sesuatu sedang terbang ke arah mereka dengaan sangat cepat. Anto yang mendengar itu segera keluar dari semak-semak lalu tiba-tiba teleportasi kedekat Raja Iblis, dan dalam sekejap langsung memegang tangan Raja Iblis dan kemudian telepoetasi lagi dengan cepat ke dekat semak-semak yang masih diam saja. Raja Kaget saja sudah berada di dekat semak-semak yang sangat berbahaya dan ingin lari. tapi Anto segera memaksanya masuk ke dalam. Raja Iblis hanya menutup matanya dan tidak barin melakukan apa pun dengan membiarkan Anto membawanya masuk.


Saat sudah di dalam semak-semak, Anto segera melepasnya. “Buka matamu!” minta Anto pada Raja Iblis yang menutup rapat sekali matanya. Raja Iblis diam saja dan tidak meresponnya sama sekali.


“Aku ingin makan!” pegang Haruna pada Anto yang di dekatnya saat sudah di dalam lagi. Anto segera melihat ke Haruna yang matanya kosong itu sambil melepas tangannya dari Raja iblis. Setelah itu Anto kemudian duduk lalu meminta Haruna duduk di dekatnya dengan memberi kode tangan. Haruna yang mengerti langsung duduk saja lalu Anto memunculkan kotak makanan yang di beli sebelumnya. Anto kemudian menaruhnya di depan Haruna.


“Ambil saja yang kamu mau.” dengan tenang mengatakan itu pada Haruna kemudian mengusap kepala Haruna yang mengambil makanan itu tanpa Ragu. “Mau sampai kapan kamu berdiri!” kata Anto pada Raja Iblis yang sudah melihat dengan terpaku diam di tempatnya melihat bagian dalam semal-semak di sana cukup besar, dan tidak sesuai yang terlihat dari luarnya. Raja iblis masih diam saja lalu melihat ke Anto yang melihat padanya dengan tenang saja.


-Mereka sampai!- kata NAVI memberi tahu Anto tiba tiba. -Sepertinya semak semak ini hanya akan bertahan seharian melawan mereka- Tambah NAVi memberi tahu Anto.


“Tenang saja kalau masalah itu. Aku akan Tanya pada teman kita sampai kapan bisa bertahannya.” respon Anto denagn tenang sambil terus melihat ke Raja Iblis dan juga menemani terus Haruna yang makan. “Kalian sampai kapan bisa bertahan?” Tanya Anto pada semua tumbuhan di sana. Anto kemudian diam menunggu karena di respon oleh para tumbuhan. “Aku akan bantu menggunakan kekuatanku dan kalian jangan ragu menggunakan semuanya.” bicara Anto dengan tenang pada tumbuhan di sana.


Anto kemudan hanya tersenyum setelah merasa mendapat jawaban. “Aku ingin tidur.” minta Haruna pada Anto dengan tiba-tiba dengan menggoyangkan tubuhnya yang sedang di ajak bicara oleh para tumbuhan. Anto segera melihat ke Haruna yang meminta seperti itu. Anto hanya mengangguk saja lalu perlahan Haruna berbaring dan tidur di pangkuannya.


-Sepertinya ada orang dari Dunia lain juga di sini yang datang dari dunia yang beda dari mu. Anggap saja Hero- Kata NAVI yang lebih tahu siapa yang datang. -Dapat!- kata NAVI dengan santainya membari tahu.


Anto tidak langsung merespom karena melihat ke Hruna lagi yang sedang tidur seperti anak kecil di pangkuannya. “Apa yang kamu dapat?” Tanya Anto sambil melihat ke Haruna yang tidur di pangkuannya.


“Dunia apa ini?” Tanya Raja Iblis yang melihat ke layar yang di tamplikan NAVI dengan gtiba-tiba. Anto segera melihat ke Raja Iblis dengan tenang saja.


“Oh ini Dunia yang mau ku hancurnya jika ada Dunia yang ku lindungi tidak ada lagi orang yang ku sayangi.” jawab Anto dengan tenang pada Raja Iblis. Raja Iblis melihat ke Anto yang mengatakan itu dengan tenangnya dan juga terlihat tidak serius sekali mengatakannya.


“Kamu bercanda ya?" Tanya Raja Iblis yang tidak yakin dengan sedikit mengubah ekpresinya saat mengatakan itu. Anto kemudian tersenyum  lalu mengakat tangannya dan di depannya yang memunculkan satu layar lagi dan itu memperlihatkan mereka. “Apa ini?" Tanya Raja Iblis saat melihat layar itu yang menampilkan kegiatan mereka dan juga terdengar suara dari layar itu yang sama persis dengan yang di katakannya. Setelah itu Anto memunculkan dimensi di dekatnya yang terlihat kecil lalu dia menurunkan tangannya. Setelah layar dari di perkecil terus menerus hingga keluar dari planet Dunia lain itu.


Anto sedikit terdiam saat melihat isi planet yang di lihat di luar itu. “Wao… dunia ini sangat cantik." kata Anto dengan tenang saat melihat kehijauan Dunia yang lebih banyak sekali hutannya dari pada lautnya. “Coba lihat lubang besar di dekatnya itu!” minta Anto pada Raja Iblis yang masih melihat padanya. Raja Iblis melihat ke layar itu yang memperlihatkan sebuah dimensi yang sma persis dengan yang kecil di dalam itu. “Coba masukan  tanganmu ke dalam, tapi jangan pernah sentuh Planet ini, maksudku benda di dekatnya.” minta Anto dengan tenang sambil mendekatkan portal kecil yang di buatnya itu. Raja Iblis melihat ke portal kecil itu lalu melihat ke Anto lagi. Setelah dia perlahan memasukan tangannya ke portal itu dan tidak melakukan apa pun. “Coba lihat ini!” minta Anto pada Raja Iblis. Raja iblis melihat ke layar lalu melihat gerakan tangannya di dalam layar. Setelah itu Raja Iblis mengerakkan tangannya menyentuh planet dan seketika Anto segera menarik tangan Raja Iblis saat getaran tiba-tiba terjadi yang besar sekali. “Kenapa kamu menyentuhnya?” dengan tegas Tanya Anto pada raja Iblis. “Apa kamu mau buat semua orang mati di Dunia ini” Tanya Anto lagi dengan tegasnya.


Raja Iblis malah jadi kaget dengan Anto yang gemetar tangannya saat merasakan getaran itu jelas sekali. “Maaf!” dengan suara kecil mengatakan itu pada Anto. Anto masih terlohat sama setelah permintaan maaf dari raja iblis.


-Sudah cukup! Sekarang ini lebih baik selesaikan satu janji yang satunya- dengan tenang NAVI mengtingatkan itu pada Anto yang terlalu tegas dan gemetar sekali karena guncangan itu. Anto hanya diam tidak merespon lalu melepas tangannya dari raja Iblis yang masih kaget dengan reaksinya.


“Sudahlah… sebaiknya kamu beri aku keputusan cepat mengenai membawa semua Rasmu dan Beasrman lainnya. Aku harus menemui temanku dulu yang sangat berharga karena janji yang harus ku tepati.” kata Anto sambil melihat ke Haruna yang di layangkannya sebentar karena tiba-tiba menghentikan Raja Iblis yang main sentuh seenaknya pada Planet yang mereka tinggali. Setelah itu Anto mendekat ke Haruna yang melayang lalu di angkatnya kemudian menaruh Haruna di tempat tidur di dalam sana. “Raja Iblis… aku akan pergi sekarang. Pikirkanlah baik-baik yang ku tawarkan itu. kamu bisa melihat diriku melalui layar ini dan jagalah Haruna sampai dia bangun. Dan jangan khawatir soal keselamatan kalian. Di sini sudah aman, bahkan tidak satu pun mahluk hidup yang dapat mendekat.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada Raja Iblis. Setelah itu Anto berdiri. “Bisa bantu aku ke dekatnya langsung dari pada mencari sendiri?" Tanya Anto tiba-tiba sambil melihat ke atas. Setelah itu dia diam menunggu. “Terima kasih!” dengan tenang Anto mengatakan itu lalu berbalik kemudian jalan keluar dari semak-semak itu dengan tenang.