
Anto yang berteleportasi ke tempat baru untuk menghabisi Monster di negaranya sendiri dengan cepat sampai dengan bantuan navigasi dari NAVI yang akurat. Saat sampai di tujuan, Anto melihat banyak manusia yang sudah mati dan terlihat seorang anak kecil yang selamat sambil menatap mayat seorang wanita yang telah mati terkena sebuah serangan cakar yang terlihat jelas meski dari jauh. Saat salah satu Monster hendak menyerang gadis kecil yang tengah diam di tempatnya itu, Anto yang melihat itu tiba di sana dengan teleportasi dan langsung menghancurkan Monster itu tanpa ada suara sama sekali. Semua Monster jadi hening saat Anto tiba tanpa di ketahui mereka sama sekali. ‘ROARRRR!’ Monster yang lebih besar menyerang sambil mengaum ke arahnya. -Kuat!- Tanpa sadar NAVI memuji dirinya sendiri meski memuji Anto.
Mosnter yang lain megikuti menyerang Anto saat sudah ada yang nyerang duluan dan mati duluan. Butuh beberapa dekti untuk menghabisi semua Monster yang ada di sana. Saat semua Monster telah di habisi, Anto mendekati Gadis kecil itu yang melihatnya dengan tatapan kosong. Anto merasa kasihan saat melihat gadis itu yang berpakaian lusuh dan terlihat sangat kurus karena kurang gizi dan makan. “Skil, penenang jiwa, kesabaran hati.” Gadis itu di kelilingi oleh cahaya saat Anto mengaktifkan Skilnya. Selama beberapa saat, Gadis itu mulai terlihat mempunayi emosi lagi dan mulai meneteskan air matanya meski tidak menangis denagn jelas dan juga masih terlihat lemas. “Hm… Kamu sangat kuat.” Dengan suara lembut Anto memegang kepala Gadis itu yang tadinya tertunduk kini menahan tangisnya dengan tabah. “Apa kamu mau ikut kakak untuk jadi kuat?” Tanya Anto dengan suara lembut pada Gadis keci iu yang masih tegar menghadapi apa yang di depan matanya.
Mata Gadis kecil itu langsung melihat ke Anto yang mengenakan topengnya. Dia mengangguk kecil lalu berdiri kemudian memegang tangan Anto dengan cepat tanpa berkata-kata pada Anto. Anto mengangkat Gadis kecil itu ke punggungnya untuk menggendongnya karena terlihat tidak berdaya sama sekali. -Apa yang akan kamu lakukan?- Tanya NAVI pada Anto yang sepertinya akan mengajak Gadis itu bertarung dengannya. Anto tidak merespon malah membuat portal yang mengarah ke Monster selanjutnya.
“Tentunya akan ku ajak gadis ini. Aku sangat tertarik padanya.” Respon Anto singkat dengan suara yang terdengar lembut dan juga tidak marah. Entah apa yang menyebabkan Anto berubah drastis dalam waktu yang singkat ini. Anto yang tidak marah setelah bertemu dengan gadis kecil itu karena menyadari dirinya tidak tahu seperti apa kehidupan yang di alami Gadis itu dan itu membuatnya melepas marah jadi rasa kasihan pada semua Manusia dan musuh bagi para Monster. Karena tidak tahu seperti apa kehidupan mereka yang di jalani, dengan hanya itu saja Anto bisa membantu. “Lihatlah apa yang akan ku lakukan di balik portal ini dengan jelas.” Dengan suara lembut Anto bicara pada Gadis di pundaknya itu. Gadis itu tidak merespon dan hanya memeluk Anto yang terasa hangat sekali dan membuatnya merasa nyaman dan aman. Setelah itu, mereka berdua masuk ke dalam portal yang telah di buat dengan aman. Butuh sekali lompatan untuk masuk ke gerbang dekat Monster yang sudah banyak menunggu di sana. Saat sampai di sana, Anto berdiam diri di tempatnya sambil menutup portal di belakangnya. “Perhatikan baik-baik.” Dengan suara lembut pada Gadis itu.
Setelah berkata itu, semua Mosnter di sana langsung mendekati mereka berdua dengan cepat, tapi semua Monster langsung hancur menjadi debu saat sudah 1 meter di dekat mereka berdua. Gadis itu terdiam dan merasa tidak takut sama sekali, dia memperhatikan semua Monster yang langsung mati di dekatnya tanpa berkedip sama sekali. -Gadis kecil yang aneh. Semua mentalnya tetap sama meski melihat ini- Bicara NAVI memberi tahu Anto. -Sebaiknya kamu ajak dia, jika tidak kemungkinan besar mentalnya akan rusak parah jika tidak di didik dengan benar- Suruh NAVI yang terdenagr serius sekali pada Anto yang menebas semua Monster yang mendekat dengan kecepatan yang tidak dapat di lihat oleh mata biasa.
“Hm… Jika seperti itu, mungkin lebih baik ku ajak saja. Tapi, kurasa anak ini akan seperti Gadis yang baik jika bersama kita.” Respon Anto dengan suara lembut. Saat mereka berdua bicara, Anto mulai berjalan pelan sambil terus menghabisi Monster yang mendekat dengan di bantu NAVI dengan navigasinya yang akurat. Gadis kecil yang ada di punggung Anto terus menatap saja dan tidak melakukan atau bertanya apa pun pada Anto yang menghabisi Monster dengan kecepatan yang tidak dapat di lihat. “Apa kamu tidak takut?” Tanya Anto pada Gadis kecil itu yang masih terus melihat Monster yang berdatangan entah dari mana.
“Mungkin ada sesuatu yang tidak kita ketahui sama sekali, atau memang di sengaja saja diam. Lebih baik kita tunggu dan menunggu lebih lama lagi supaya dia mau bicara sendiri.” Respon Anto yang dari tadi berjalan pelan menghabisi Monster. Setelah itu, tidak ada percakapan untuk sementara waktu, dan hanya ada suara Monster yang terus berdatangan ke arah mereka. Saat sudah cukup jauh dari tempatnya mereka berjalan, Anto berhenti lalu melihat ke Monster yang baru di lihatnya. Mosnter itu diam di tempaynya dan hanya memperhatikan saja. “Ne, mau coba bunuh Monster itu?” Tanya Anto dengan suara halus pada Gadis itu. “Tentu saja akan ku bantu dan ku lindungi dari belakang.” Tambahnya singkat. Gadis yang mendengar itu, meninta turun pada Anto dengan memukul punggungnya.
Anto yang paham maksud Gadis itu, langusng menurunkannya. Setelah di turunkan, gadis itu melihat ke Anto lalu menunjuk ke Monster itu. Meski menggunakan kode tubuh, Anto paham maksud dari gadis itu yang ingin mencoba membunuh Monster yang tidak berani mendekati mereka berdua. “Baiklah. Sebelum itu kamu harus kenyang dulu dan ganti pakaianmu dengan yang lebih baik.” Anto merespon dengan suara lebut pada Gadis itu yang berusaha bersikap dewasa dan berusaha tidak takut sama sekali. Anto terdiam sebentar sambil melihat Mosnter itu yang hanya diam saja. “Lebih baik dengar ini. Setelah aku menolong semua orang di sini, aku akan pindah lagi ke Dunia lain yang lebih baik dan jauh dari sini, jadi apa kamu mau ikut bersama ku ke Dunia lain yang lebih berbahaya?” Tanya Anto pada Gadis kecil di depannya itu yang tampak terlihat senang meski terdengar tidak masuk akan sama sekali dengan ucapan Anto.
Gadis itu langsung mengangguk tanpa ragu sama sekali dengan permintaan Anto yang menurutnya tidak masuk akal. Anto tersenyum lalu mengelus kepala Gadis kecil itu. Setelah itu, Anto membuat sebuah barrier berjarak 10 meter. “Sekarang kita aman di sini.” Dengan suara halus sambil melihat bariernya yang kokoh meski para Monster tidak ada yang berani mendekati Bariernya. “Sepertinya ada yang ku lupa.” Bicara Anto dengan jelas sambil mengingat. Setelah beberapa saat, Anto tersenyum lalu langsung mengangkat tangannya dan membuat sebuah ilusi pemandangan yang indah dalam Barier itu. Gadis itu jadi sangat kagum sekali dengan hal yang di lihatnya itu. “Cantikkan?” Tanya Anto pada Gadis kecil yang sangat kagum dengan pemandangan yang di lihatnya itu.
Gadis itu hanya mengangguk senang yang terpancar dari wajahnya. Dia seperrti baru pertama kali melihat pemandangan seperti itu. Tapi Ano hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa dan malah merasa senang dengan Gadis kecil yang ceria itu. -Semoga aku tetap bisa melihat senyum yang indah ini- Bicara NAVI dengan jelas sekali pada Anto dan juga merasa bersenykur dengan Gadis yang ceria di depannya itu. Anto yang mendengar itu merasa senang dan berpendapat yang sama dengan NAVI. Tapi perjalanan mereka masih jauh sekali dari hal di bayangkan mereka dan tentunya itu akan sulit dan berbahya.
Next chapter