Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 94


“Bagaiamana menurut Master?” Tanya Maid yang paling depan dengan suara yang begitu lembut namun dengan sedikit gaya yang Anto sedikit terpesona. Semua pelayan lagsung melihat ke arah Anto yang duduk rapi dengan sikap yang berbeda dan juga membuat posona mereka keluar begitu saja hingga ANto terdiam menatap mereka.


“Ini di luar dugaan.”  Ucap Anto yang sedikit kaget dengan perubahan semua Maid nya yang sikap sudah berubah pada nya. Anto melihat dengan jelas setiap perubahan yang di miliki oleh setiap Gadis Maid nya yang berbeda dari sebelumnya. “Jadi apa yang terjadi barusan di luar?” Tanya Anto dengan biasa saja sambil melihat perubahan sikap Maid nya dan juga yang masih sedikit terpesona.


Semua Maid tidak langusng menjawab, mereka diam sebentar sambil memikirkan sesuatu. “Gimana ya, tadi di luar, agak kurang nyaman saja.” Jawab Maid paling depan dengan santai dan biasa saja pada Anto. “Tadi saat Nonya keluar, seperti memikirkan sesuatu, juga matanya sangat menakutkan.” Maid tadi menambahkan dengan santainya.


“Oh ya, tadi juga, aku melihat Nonya bersikap aneh sekali saat aku  melihatnya.” Timbal Maid lainnya yang di barisan tengah.


Setelah berkata begitu, Anto diam saja dan tidak bertanya lagi dengan kejadian selanjutnya. "Mama!" Anto jadi kepikiran dengan apa yang sedang di alami Mama nya. “Sudah lah, sekarang saat nya makan.” Kata Anto dengan penuh percaya diri sambil melihat ke Maid nya yag terus berdiri sambil memegang Nampan makanan yang di bawa mereka. Anto melihat degan senyum pada maidnya. "Lebih aku menangkan Mama setelah aku selesai ini. Atau tidak." Anto yang terus senyum pada Maid nya yang sedang memperbaiki posisi Nampan makanan yang mereka bawa.


Semua Maid membalas tersenyum pada Anto setelah berkata begitu, merasa senang dengan sikap Anto pada mereka. Mereka mulai berbaris lalu maju membawa makanan yang telah di sediakan mereka untuk Anto. Anto yang di tepi kasur, dengan senang hati mengambil nampan yang sudah berisi makanan yang sangat banyak sekali.


***


Beberapa menit berlalu, Anto mengabiskan semua makanan yang di bawa semua Maid nya. Maid yang belum terbiasa dengan Anto yang makan sangat cepat merasa sedikit aneh saat melihatnya. “Nah, kenapa bisa master mengabiskannya dalam beberapa menit saja, semua makanan tadi?” Tanya Maid terakhir, yang sedikit penasaran setelah Anto memberikan Nampan makanannya.


Anto diam saja saat di Tanya, karena masih ada makanan terkahir di mulutnya. Tapi, dengan cepat Anto menghabiskan mengunyah makanan itu lalu diam sesaat. “Ehh… Tadi aku menghabiskan semua memakan itu dalan waktu 1 jam.” Respon Anto sambil menjilati tangannya yang kotor habis makan.


Semua Maid diam saja dan tidak kaget dengan perktaan Anto. Mereka hanya melihat Anto yang menjilati tangannya. “Permisi.” Ucap Madi tadi saat melihat tangan Anto yang baru di jilatinya. Anto langusng melihat ke Maid yang tiba-tiba memgang tangannya yang kotor. Tangan Anto yang begitu kotor oleh makanan dan air liur yang sedikit lengket di tangan Anto, tidak membuat nya jijik. Lalu duduk di tepi kasur tempat Anto duduk, kemudian Maid itu menurunkan keplanya.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Anto pada Maid yang menurunkan kepalanya dengan pelan. Anto tidak mendapt respon hanya melihat saja. “Eh!” Anto sedikit kaget saat Maidnya hendak menjulurkan bibir nya pada tangannya. “BERHETIII!” Dengan cepat Anto menarik tangannya, namun tidak sempat karena di tahan. “Hm?” Anto melihat Maid nya berhenti saat hendak sampai di tangannya. Maid itu langusng meniup tangan Anto dengan pelan. “Dingin!” Anto yang merasakan tangannya jelas sekali cukup dingin. Anto meliht ke tangannya yang di kelilingi oleh es, lalu keluar asap di tangannya yang di tutupi pleh es. Setelah itu tangannya bersih seperti semula dan tidak ada kotoran lagi.


Anto mencoba menarik tangannya yang sudah bersih, tapi Maid nya menahan tangannya dengan terang-terangan. “Ya, sangat hebat.” Jawab Anto dengan seikit grogi saat Maid itu melihat ke arah nya yang berusaha menarik tangannya.


“Hehe.” Maid itu tertawa pada Anto dengan sedikit menggodanya. Maid itu, melihat Anto  yang sedikit merah wajahnya yang entah karena apa. Setelah itu, Maid menarik tangan Anto, lalu menciumnya sedikit. Anto sedikit kaget saat Maid nya mencium tangan nya secara tiba-tiba.


“Kenapa tiba-tiba?” Anto yang tidak mengerti dengan pikiran Maid nya yang mencium tangannya yang sudah bersih. Maid itu bangun membawa nampan makanan yang sudah kosong lalu berjalan pelan ke barisan Maid lainnya. “Eh!” Anto yang bingung saat melihat ekpresi Maid yang lainnya melihat ke arah nya dengan tajam dan terlihat marah. “Ini…?” Anto yang tidak tau dengan apa yang sedang di alaminya.


“Sudah semuanya.” Ucap Maid tadi dengan suara sopan di depan Maid lainnya. “Kalian jangan bertengkar dengan hal seperle seperti ini. lebih baik kita kembali saja.” Ajak Maid tadi dengan suara biasa saja. Maid yang lain melihat ke teman nya itu, mereka dengan tetap tersenyum melihat denga tajam.


“Ini apa?” Andri yang tidak tau dirinya sedang terlibat dengan apa. Anto melihat Maid yang lainnya menatap dengan aneh pada Maid yang mengajak keluar. “Apa yang terjadi di antara mereka?” Anto yang bertanya-tanya dengan penuh keheranan.


“Kalau gitu kami permisis dulu.” Kata Maid tadi dengan sopan lalu berjalan duluan ke luar pintu kamar. Maid yang lain melihat temannya duluan pergi dengan penuh tatapan tajam pada nya ikut berjalan mengikuti dari belakng dengan pelan. Anto yang di sana, merasa sangat heran dengan apa yang sedang terjadi di antara Maid nya yang terlihat akan berantem saja. tapi, Anto tidak bisa berbuat aoa-apa dengan tingkah mereka yang terlihat sangat tajam dan juga lebih berani. Maid terakhir yang masih diam saja meliaht ke arah Anto yang masih duduk di tepi kasur nya dengan penuh rasa penasaran. “Kalau gitu kami permisi.” Ucap Maid yang terakhir lalu keluar mengikuti yang lain dengan senyum pada Anto dan terlihat biasa saja.


Anto mengangguk sebagai jawaban dengan buru-buru dari permintaan Maidnya yang terakhir. “Hm!” Anto tidak tau harus berkata apa saat melihat Maid terakhirnya bersikap sedikit aneh pada nya. “Dia tidak seperti yang lainnya, sesaat dia hanya terlihat senang dengan apa yang sedang terjadi dan tidak ada rasa iri atau cemburu yang terlihat, juga ada beberapa yang lainnya seperti itu juga. Apa mereka bukan Maid yang yang sesungguh nya?” Anto berusaha kerasa memikirkan yang sedang di alaminya itu dengan mencari tau dengan tebakannya sendiri.


“Hei! Keluar dari sini.” Suruh NAVI tiba-tiba pada Anto yang sedang duduk memperhatikan Maid nya keluar. Anto tidak menjawab NAVI, malah mengikuti arahan NAVI berjalan keluar kamarnya. Anto berjalan menujur pintu lalu berhenti sejenak saat sampai di dekat pintu keluar.


“Aku belum pernah menggunakan kekuatanku sejak aku mengingat semua ini, lebih baik aku coba saja sekarang.” Pikir Anto sambil diam di tempatnya. Anto lalu membuat sebuah portal di depan pintu kamarnya, cukup beberapa detik, portal yang kecil di buat di depannya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Anto langsung masuk ke dalam portal buatannya. Anto yang masuk portal, sampai di atap rumahnya dalam setelah masuk porla yang kurang dari lima detik. “Ini kekuatan yang hebat. Cukup dengan hanya membayangkan saja tujuan, bisa langusng sampai. Meski sudah lama tidak menggunakannya,  pasti akan berkaran semua Skinya." Anto yang meremas tangannya tidak terlalu keras saat merasakan diri nya belum bisa mengontrol kekuatannya dengan benar sepenuhnya. "Mungkin ada cara lebih mudah untuk mengingat nya dengan benar dan tepat.” Pikir Anto sambil melihat pemandanga kota tempat nya tinggal. “NAVI! Bantu aku mengingat kerja proses semua kekuatan yang kupunya dalam bentuk ingatan sekaligus simluasi.” Anto memint dengan sopan pada NAVI yang tadi menyuruhnya keluar.


Next Chapter