Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 287


Setelah itu sahabatnya diam saja dan berhenti bicara. No 2 yang mendengar itu tetap senyum mendengarkan cerita pengalaman singkat dari sahabat dekatnya. “Maaf melibatkanmu.” minta maaf No 2 pada  sahabatnya yang tidak bisa di temuinya itu. Sahabatnya berhenti jalan saat sampai di ruangan tertentu dan dia diam di sana.


“Tidak masalah, tapi sebaiknya kamu tahu apa yang akan di lakukan bukan?” Tanya sahabatnya yang ingin tahu apa yang akan di lakukannya sekarang ini.


“Ya, karena sekarang aku sudah tidak di awasi lagi, sekarang aku akan memulai rencanaku. Dan sudah saat kita mulai serius. Aku di bayangan sedangkan kamu di terang. Aku akan memandumu sebagai bayangan dan kamu hanya perlu menjalankannya dengan kecerdasanmu dan cara bergaulmu.” dengan tenang No 2 menjelaskan pada sahabatnya. Sahabatnya hanya tersenyum senang mendengar itu semua. “Dan satu lagi, aktivitas kita kan di mulai dari malam ini. Kamu harus pergi merekrut beberapa gelandangan yang seumuran denagn kita di daerahmu, tapi lakukan dengan diam-diam dan jangan sampai ada orang yang tahu.” dengan tenang mengatakan itu.


“Baiklah, setelah itu apa yang ku minta dari mereka?" Tanya sahabatnya dengan tenang saja. No 2 tidak langsung menjawab dia malah mengirim sebuah file.


“Utu rencanya dan juga apa yang akan kamu lakukan mulai dari sekarang. Ingat jangan buru-buru, ikuti saja petunjuk itu dan lakukan cara tepat dengan caramu. Setelah rencana satu jalan, hubungi aku. Kita tidak boleh berkomunikasi secara terbuka di depan umum kecuali kita bertemu secara pribadi.” dengan tenang mengatakan itu. “Selain itu jika kita terlalu sering komunikasi kita akan di curigai. Oh ya, mulai dari sekarang kamu akan terkenal, jadi bersiap-siaplah.” dengan senyu mengatakan itu pada sahabatnya.


Setelah itu kedua terdiam dan tidak ada yang bicara setelah tadi suasananya cukup serius sekali. “Bagaimana kabarmu?" Tanya sahabatnya dengan suara ceria sekali dan tidak terlihat tidak serius.


“Baik kok. Aku sehat-sehat saja.” jawabnya dengan tenang dan juga senag. Setelah itu cuplikannya terhenti lagi lalu di skip lagi ke No 2 yang sedang berada di ruangan tempat muncul No 1 pertama kali. Kali ini No 2 terlihat sedang mengubungi lagi.


“Jadi ini kejadiannya.” ucapnya dengan tenang saat baru tahu apa terjadi sebelum dirinya tiba pada dirinya yang lain. Setelah itu No 1 lanjut melihat lagi ke No 2 yang sedang menunggu layarnya. Setelah beberapa saat menunggu, layarnya menampilkan seorang remaja.


“Sudah saatnya aku mulai bertindak.” ucap No 2 pada temannya yang ada di layar. “Aku akan merancang teknologi penutupan Dungeon, tapi hasil penelitian ini pasti akan di ambil seseorang. Dan di saat itulah aku akan membuatnya jadi 0,1 persen saja yang di kerjakan oleh orang yang mencurinya.” dengan tenang mengatakan itu.


“Jadi apa yang harus ku lakukan?” Tanya sahabatnya dengan tenang saja.


“Mudah saja, beberapa orang besar pasti akan mulai mencariku dan di saat itulah kamu menyusupkan seseorang di antara mereka, lalu setelahnya kamu tunggu kabar dariku. Mungkin saja mereka akan mencariku untuk di mintai membuat seutuhnya dari teori yang ku berikan itu.” dengan tenang menjawab.


“Apa yang terjadi jika item yang kamu buat itu hanya setengah jadi? Bukan, hanya memberikan kurang dari 1 persen seperti?” Tanya sahabatnya dengan tenang lagi.


“Para monster akan di kuatkan sementara, lalu Dungeonnya akan di naikkan tingkat. Dengan cara seperti ini pasti orang yang di balik kejadian orang tuaku akan menampakkan dirinya.” dengan tenang mengatakan itu pada sahabatnya. “Selain itu bersiaplah, suruh keluargamu untuk pergi jauh dengan cara apa pun. Jika suruh mereka ke Planet Mars yang di mana di sana cukup aman untuk mereka. Karena tidak, kita akan memasuki zona paling membahayakan nyawa kita.” dengan serius sekali mengatakan itu pada sahabatnya.


“Jangan masalahkan itu, malah aku harap kamu membawa dia supaya ikut terlibat juga. Dia lebih cerdas dari dan juga bisa dengan cepat menyelesaikan masalah katamu kan!" dengan tenang mengatakan itu pada sahabatnya. Tapi sahahatnya malah diam saja tidak langsung merespon sama sekali.


“Aku mengerti, tapi jujur saja dia itu suka sama kamu sejak dia melihat fotomu yang masih kecil masih ada di rumahku. Jadi kamu harus menjaganya juga.” timbalnya dengan santai dan serius. No 2 hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


“Maaf sudah melibatkanmu terlalu jauh.” dengan suara lesu mengatakan itu pada sahabatnya. Sahabatnya yang medengar itu terdiam dengan melihat ke No 2 yang mengatkan itu.


“Kamu kamu ngomong apa sih! Bukannya ini sangat menarik, bahkan sangat seru sekali. Mungkin… jika tidak menjalani kehidupan ini aku pasti sudah hidup biasa saja tanpa ada banyak pikiran yang mengganggu yang begitu menegangkan dan sangat menyenangkan sekali.” dengan tenang membalas No 2. No 2 yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan tidak langsung merespon dengan terus melihat ke sahabatnya.’KAKAK, SARAPANNN…!’ panggil seseorang dari sahabatnya dengan cukup keras sekali. “Sepertinya sampai di sini dulu. Akan ku beri tahu dia sekarang mumpung mau berangkar sekolah.” minta sahabatnya dengan tenang.


“Ya, semoga berhasil.” jawab No 2 dengan tenang, setelah itu layarnya langsung mati. Kemudian No 2 membuka layarnya dan mulai membuat kode yang di gunakannya untuk menutup Dungeon itu. Setelah itu layar di langit terhenti kemudian di skip di saat No 2 sedang membuat armor robotnya yang masih setengah jalan.


"Sepertinya ini lanjutan tadi!" ucap No 1 yang melihat No 2 masih lanjut saja diam di melihat ada yang berbeda dengan dirinya yang lain.


“Sebaiknya kubuat senjata ringan dulu.” ucap No 2 dengan jelas di layar selagi menunggung armor robotnya. Kali ini yang di tampilkan ialah No 2 yang sedang live secara langsung.


“Sepertinya diriku ini tidak mengetahui kalua dirinya sedang di lihat oleh Dunia.” ucap No 1 yang melihat layar di langit yang menampilkan dirinya yang lain sedang merakit sebuah senjata api. Di saat merakit No 2 di layar melirik sekitarnya dengan tenang lalu memegang senjata apinya dengan tidak terlihat takut sama sekali. Setelah itu No 2 mulai menembak ke salah satu batu dan memperlihatkan di sana ada sosok armor robot dengan senjata lengkap mereka. “Wao… ini pertama kalinya aku melihat dari layar seperti ini. Rasanya beda sekali kalau mengalami secara langsung.” ucap No 1 melihat No 2 yang masih tenang saja dengan mengarahkan senjatanya ke para armor itu tanpa rasa tkut sekali. Para armor itu mengeluarkan pedang mereka tanpa ragu sama sekali. No 2 melirik armornya yang belum jadi lalu melihat lagi  ke para armor itu kemudian langsung menembak ke tanah hingga banyak sekali debu.


Tapi di saat itulah No 2 langsung di lewati beberapa orang hingga langsung menuju tempat perakitan robotnya. Saat mereka sampai mereka langsung menghancurkan tanpa menyisakan satupun dari rakitan No 2. No 2 langsung berbalik menyerang pada orang yang menghancurkan  rakitannya hingga mereka sedikit terdiam lalu dengan cepat berlari ke sana dan mengambil gelang yang terjatuh. Setelah mengambilnya No 2 langsung mengenakannya lalu berlari dengan cepat meninggalkan mereka semua. Setelah memakai gelangnya No 2 langsung di hubungi dan tanpa ragu No 2 mengangkatnya. “Untung kamu selamat!” ucap sahabatnya dengan terlihat lega sekali. “Rencana kita gagal total semua karena Dunia telah mengetahuinya, tapi tenang saja kita masih bisa melanjutkan.” dengan tenang mengatakan itu pada No 2 yang sedang berlari menjauh.


No 2 berhenti lari dan diam di tempatnya. “Apa maksudnya?” Tanya No 2 yang tidak mengerti sambil waspada di tempatnya.


“Kamu tidak bisa melihatnya dari jurang itu, tapi jika kamu lihat dari luar jurang ada layar di langit yang sangat besar sekali dengan menampilkan apa pun yang kamu lakukan. Bahkan saat ini aku tahu kamu sedang berhenti lari dan wasapada dengan musuhmu.” jawabnya dengan tenang dan menjelaskan semua yang di lihatnya. No 2 yang mendengar itu terdiam mendengar semua itu dan dengan terus waspada.