Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 301


Sahabatnya masih curiga pada istrunya sendiri sedangkan No 2 malah melihat lagi ke pemuda itu yang terllihat kebingung dan pensaran sekali dengan pelindung yang di pukulnya beberapa kali malah tidak terjadi kerusakan apa pun. No 2 terus melihat ke pemuda itu yang tidak terlihat takut sama sekali, malah terlihat ingin tahu dengan pelindung yang kuat itu. “Nah Arina, menurutmu pemuda itu baik atau buruk?" Tanya No 2 dengan terus melihat ke pemuda itu yang hanya penasaran ke pelindung yang di buatnya.


Arina tidak langsung merespon karena masih terus di lihat oleh Suaminya sendiri dengan penasaran padanya. “Ano, kalau itu sih menurutku baik. Dia sepertinya juga punya orang yang di sukainya.” jawab Arina dengan tanpak ragu dengan masih terus di tatap oleh Suaminya sendiri. Suaminya yang mendengar itu langsung berubah tatapannya dan tidak terlihat penasaran.


Setelah itu dia melihat ke No 2 yang masih melihat terus ke atas. “Apa yang akan kita lakukan?” Tanya sahabatnya sambil melihat ke No 2 yang masih melihat ke atas.


“Kita diam saja dulu, sekarang ini ada ratusan orang di luar yang sedang melayang dan terlihat sangat kuat. Mereka memancarkan kekuatan yang begitu kuat.” jawab No 2 dengan tenang, cepat dan tidak takut sama sekali. Sahabatnya yang mendengar itu malah terlihat penasaran dengan perkaataan No 2 yang seperti itu.


“Apa senjata yang mereka bawa?” Tanya sahabatnya dengan tenang saja.


“Ada banyak yang mereka bawa. Seperti kapak, panah, pedang, tombak, bahkan ada yang tidak bawa apa pun sama sekali.” jawab No 2 dengan terus melihat ke pemuda itu yang serius sekali memeriksa pelindung yang buatnya itu. Sahabtanya langsung berpikir setelah mendengar jawaban itu dari No 2.


“Ku rasa mereka dari semua sekte yang ada di benua ini.” respon sahabatnya dengan memikirkannya. “Tapi kenapa mereka bersatu?” Tanya sahabatnya lagi yang terlihat memikirkannya. Setelah itu sahabatnya melihat sana sini tapi masih ada di dalam ilusi yang di buat No 2. “Bisa kamu hilangkan sebentar ilusi ini untukku, aku mau lihat apa yang di sekitarku.” minta sahabatnya pada No 2 yang terus melihat kle pemuda itu. No 2 langsung melihat ke sahabatnya yang terlihat serius. Tanpa merespon No 2 kemudian langsung membuat sahabatnya dapat melihat apa yang di luar ilusinya itu. Sahabatnya kemudian melihat dulu ke pemuda itu yang msih terliaht memeriksa, lalu melihat ke banyak orang yang sedang melayang, lalu melihat ke banyak sekali robot yang tidak di kenalnya terlihat bersiaga, lalu melihat juga ke bekas lubang di luar pelindung yang cukup dalam sekali. “Pelindung macam apa yang kamu buat?" Tanya sahabatnya itu yang terlihat tidak percaya sama sekali dengan yang di lihatnya itu.


No 2 yang mendengar itu malah melihat saja dan tidak menduga kalau dia akan di tanya seperti itu. “Jangan banyak Tanya, jadi apa yang kamu lihat?” Tanya No 2 pada sahabatnya yang lebih melihat bekas pertempuran yang terjadi dan bukannya memberi tahu kenapa dia meminta di perlihatkan bagian luar ilusi yang di buatnya itu.


“Tunggu!” respon sahabatnya dengan cepat lalu melihat lagi dan kali ini bukan melihat pada semua orang melainkan pada letak dan lokasi mereka sekarang. “Begitu ya, sekarang ini waktu di bukanya Dunia kecil itu.” kata sahabatnya setelah melihat sana sini dengan serius.


“Anggap saja Dungeon." jawab sahabatnya dengan tenang lalu tiba-tiba matanya berbinar dengan melihat ke No 2. "Apa mau coba masuk sebelum pulang?” tambah sahabatnya dengan mengajak langsung pada No 2. No 2 malah tersenyum senang lalu mengangguk singkat. Sahabatnya malah terlihat senang lalu melihat ke para gadis di dekat mereka. “Apa kalian mau ikut bersenang-senang?” Tanya sahabatnya itu dengan terlihat ceria sekali. Semua gadis di sana malah diam saja dan tidak langsung merespon sama sekali dengan terlihat keheranan.


“Bukannya kalian ingin lebih mengetahui apa yang kami lakukan saat berdua, sekarang ini waktu yang tepat untuk memulai mencoba mengenal kami berdua lebih jauh lagi.” tambah No 2 yang terlihat senang dan ceria mengatakan itu. Para gadis malah saling lihat lalu melihat ke No 2 dan sahabatnya yang terlihat senang. “Apa kalian tahu seperti apa rasanya bebas tanpa kekangan dari siapa pun dan bebas melakukan apa yang kamu inginkan?" Tanya No 2 pada mereka. Mereka malah diam saat di Tanya seperti itu terlihat tidak tahu jawabannya. “Kalian tahu, rasanya sangat menyenangkan, sampai-sampai bisa membuat kita melupakan segala hal yang buruk.” tambah No 2 yang menjawab diri sendiri.


“Mari bersenang-senang dulu dengan melepaskan segala kesusahan yang kita miliki mumpung banyak sekali waktu dan juga tempat yang bagus.” ajak sahabatnya dengan percaya diri sekali. Para gadis malah terus diam saja melihat ke mereka berdua yang terlihat bersemangat dan juga terlihat melupakan segala hal barusan. Setelah itu terdengar suara gemuruh di langit, No 2 dan sahabtanya langsung melihat yang banyak sekali Guntur terdengar lalu banyak petir dan awan mulai brrkumpul lalu di bawah mereka terdapat sesuatu yang menghisap mereka yang membuat sebagian tubuh mereka perlahan menghilang. “Sepertinya ini akan sangat menyenangkan.” kata sahabatnya dengan melihat ke No 2 yang juga terlihat tidak sabar. No 2 malah terlihat ceria saja sambil membuat sesuatu di depannya yang terlihat jelas sekali dan dapat di lihat oleh semua orang.


Setelah beberapa saat, empat buah gelang yang sama persis telah di buat. No 2 kemudian langsung melayangkannya ke para gadis lalu secara otomatis gelang itu langsung terpakai di tangan mereka berempat. “Coba kalian bersenang-senang tanpa merasa bahaya sama sekali dan cobalah melakukan apa yang kalian suka saat nanti sampai di lokasi tujuan bersenang-senangnya.” dengan tenang No 2 mengtakan itu pada semua gadis  dan tanpa menjelaskan sama sekali apa yang dapat di lakukan gelang di pakai mereka itu.


“Kalian harus menikmati apa pun yang kalian suka, tapi jangan berlebihan dan jangan membuat banyak orang kesusahan nanti.” tambah sahabatnya dengan tenang saja dan tidak terlihat sama sekali khawatir.


“Oh ya, nanti kalian tidak akan dapat menggunakan kekuatan kalian saat sudah di lokasi, dan cuma jadi manusia biasa saja. Tapi nikmati saja.” dengan tenang No 2 mengatakan itu lalu perlahan tubuh mereka menghilang. No 2 segera melihat ke para robotnya yang masih banyak lalu dia segera membuah sebuah dimensi di dekat masing-masing robotnya. Setelah itu para robot masuk perlahan ke dalam dimensi itu dan hanya menyisakan para manusia yang melayang yang terlihat kaget termasuk pemuda yang tadi memeriksa pelindungnya terus.


“Kita mulai!” kata sahabatnya yang perlahan hilang duluan lalu kemudian No 2 merasa di serap oleh sesuatu. No 2 hanya tenang saja lalu tiba-tiba dirinya menemukan dirinya berada di sebuah padang pasir yang sedang malam hari di sana. “Kamu di sini juga!” sapa sahabatnya yang ternyata sudah di belakangnya. No 2 segera berbalik saat mendengar suara itu dan tidak menduga kalau langssung bersama sahabatnya sendiri.