Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 131


-Planet Bumi-


Dalam ruang waktu dan zaman, Anto yang membiarkan dirinya terseret badai dengan sengaja, masih menunggu dirinya terlempar secara alami dari badai dan tidak melakukan apa pun. -Sepertinya akan sedikit lama kita keluar dari sini. Entah Dunia macam apa yang menanti kita saat keluar dari sini- Bicara NAVI yang terdengar tidak sabar keluar dan menikmati Dunia baru yang akan mereka lihat di luar badai.


Anto juga sependapat dengan NAVI meski dia kebanyakan diam melihat pusaran badai yang semakin tenang. “Ku harap saja bukan tempat yang ada BIDADARI nya.” Respon Anto yang senang dan juga tidak berharap bertemu dengan pada BIDAARI nya. “Semoga saja mereka semua tidak kecewa dengan apa yang ku sampaikan di pesan itu.” Anto yang mengingat semua perkataannya yang di rekamnya dengan waktu singkat di dalam badai sebelumnya.


-Tenang saja. Mereka tidak akan marah sama sekali, malah mungkin mereka menunggu kita kembali- Respon NAVI yang masih terdengar semangat. Anto yang medengar oendapat NAVI, tidak meresponnya malah melihat ke badai yang semakin lemah. -Hm… Sepertinya saat kita keluar dari sini- Bicara NAVI yang terdengar tidak sabar saat mengetahui badai waktu zaman itu telah menghentikan mereka di dekat sebuah portal yang mengarah ke tempat kosong yang sepertonya tidak asing baginya. Sebelu masuk, Anto memerhatikan dulu daratan yang tidak seperti tanah, namun terasan tidak asing sekali.


Anto cukup lama memerphatikan dataran itu, tapi masih saja tidak ada bayangan satu pun tentang dataran itu. “Hm… Rasanya pernah ku lihat? Tapi apa ya?” Anto yang bertanya tanya dan masih berusaha mengingat apa yang di luar portal itu. NAVI tidak memindai dan malah membiarkan rasa penasaran itu menjadikan mereka nekat dalam mengambil tindakan. Anto yang berpikir terlalu lama merasa tidak nyaman dan langsung saja lompat ke portal. Saat masuk ke dalam portal, tidak butuh waktu lama utuk keluar dari sana dan setelah keluar, Anto langsung sesak napas dan jatuh, karena tempat dia mendarat adalah bulan. NAVI yang menyadari itu merespon dengan cepat dirinya hampor mati karena sesak napas.


NAVI membuat oksigan dari  partikel Dunia yang ada di sana dengan cepat. Setelah beberapa saat, Anto yang tadinya tidak bisa bernapas dan hampir mati, kini merasa lebih baik. -Pantas saja tidak asing! ternyata bulan- NAVI yang baru saja selesai membuat Anto bisa bernapas di angkasa dengan menggunakan partikel Dunia yang di ubah jadi oksigen tanpa batas. Anto melihat sekitarnya yang sudah merasa baikan.


“Uhuk! Sudahlah. Sekarang ini kita berada di bulan, yang berarti kita ada di Bumi atau sebuah planet asing yang mirip Bumi.” Anto mulai bicara saat dirinya merasa baikan sambil melihat kiri kanannya. NAVI tidak merespon malah sediki penasaran dengan Dunia atau Planet yang akan mereka temui. "Ini memang Bulan, tapi...!" Anto yang tidak mengerti dengan perasaannya yang sedikit barubah dan tidak jadi melajutkan perkataannya. Anto masih melihat kiri kanannya, laku mengambil butiran yang ada di bawahnya. Setelah cukup lama menyelidiki, Anto memulai Patualangannya. Saat dia dia terbang meyalang dengan cepat, Anto memakai topengnya terlebih dahulu supaya tidak ada yang mengetahui dirinya saat dia di temukan oleh orang asing. “Dunia atau Planet? Aku tidak sabar.” Anto yang sudah siap sambil mulai melesat berputar mencari jalan ke Planet yang akan di kujunginya.


Anto yang berputar mengelilingi Bulan tidak membutuhkan waktu lama melihat sebuah Planet yang di dekat Bulan yang tidak terlihat seperti Planet Bumi. Dari luar angkasa, Planet itu tanpak seperti sebuah Api di mana-mana dan juga sebuah asap yang hampir di seluruh tempat. Dan juga ada es di tiap kutubnya. Anto melihat betapa banyaknya api dan asap di mana-mana di luar angkasa -Anto! dengar baik-baik dengan apa yang ku katakan ini- Suara NAVI berubah jadi serius saat melihat itu. -Planet Ini adalah Planet Bumi yang kita tinggali yang 200 tahu lalu- NAVI memberi tahu Anto dengan suara sedih. Anto yang mendengar itu menjadi sedih dan tidak bisa merespon apa pun. -Ini adalah masa-masa di mana Manusia hampir di musnahkan- NAVI terus menambahkan sedikit dengan suara yang sedih.


Dengan cepat Anto hampir menembus atmosfir Bumia. -Anto jika…- Anto mematikan NAVI yang tiba-tiba mengajakanya bicara dengan perasaan yang masih sangat marah dan ingin membasmi Monter yang ada di Bumi. Setelah NAVI di matikan, kini hanya ada satu orang saja, yaitu Anto yang memliki satu Skil Srudy yang bisa mempelajari apa pun tanpa merasakan dampaknya. Saat kemarahan itu, terlintas dalam kepalanya sebuah Skil setelah mematikan NAVI. Skilnya itu, ialah Skil tingkat terendah di Bumi yang di berikan oerh suatu system yang datang ke Bumi di eranya. Setelah mengingat Skil yang di lupakannya, Anto masih tidak peduli dan masih ingin melindungi Bumi dengan sendiri.


“Study!” Anto menggunakan Skilnya untuk pertama kalinya setelah lama hilang ingatan. Dan saat menggunakan Skilnya, Anto bisa mengingat lagi semua pengalaman yang telah ia lupakan selama ini. Pengalaman melawan Kutivator aneh, hewan prasejarah, bahkan Inagtan mengenai kedua OrangTuanya jadi sangat jelas sekali seperi apa wajahnya. Anto tidak mereuni dulu, malah masih menjaga fokusnya ke arah lain. “Jangan harap kalian bisa kembali ke Dunia kalian kali ini.” Anto yang sudah bisa melihat sebesar kerusakan yang di sebabkan oleh Monster Monster yang tidak di ketahuinya saat sudah menembus atmosfir. Anto yang masih terjun dengan cepat, mengubah arahnya ke sebuah Gedung yang cukup tinggi dan dia mendarat di sana. Anto melihat banyak sekali monster di bawah gedung yang sudah tidak terawat lagi. “Di mataku, kalian hanyalah serngga." Anto yang sangat marah saat melihat betapa banyaknya Monster dan mayat yang sudah busuk di bawah gedung. "Cari semua Mosnter dan Manusia!” Anto yang dalam kemarahannya menggunaakan Skil Cari nya, mencari Manusia dan Monster secara bersamaan. Saat melepaskan Skilnya, bukan satu area yang Anto pindai, malah yang di pindainya itu seluruh Planet sekaligus. Dan juga, saat menggunakan Skilnya, Anto dapat membedakan yang mnusia dan Monster dan tentunya juga mahluk yang bukan monster Anto langsung temukan di seluruh Bumi, meski banyak sembunyi.


Anto terus fokus mencari semua Mosnter dan Manusia yang tersisa di bumi dengan sangat teliti. Dari hasil penlusurannya, Anto bisa merasakan Monster lebih banyak dari pada Manusia yang masih hidup. ‘RIIING...!’ saat masih memindai, sesuatu berdering di bawah kaki Anto. Anto yang mendengar itu langsung melihat ke sana sambil terus memindai. Demi menjaga focus, Anto berusaha hanya memikirkan Skil supaya tetap terjaga. Anto mengambil benda yang mirip ponselnya meski model lama, dia dapat mengetahui apa yang harus di tekan. Saat melihat ke ponsel, ternyata sebuah panggilan suara dari seorang Gadis (Ya lah cewek yang nelpon, kan namanya sudah tertera jelas di kontak). Nama kontak yang memanggilnya Putriku, yang tertera sangat jelas. Anto dengan cepat mengangkat telpon itu. “Papa!” Terdengar seorang Gadis dengan bahasa dari dari Negarra Z, Anto dengan ecpat sudah tahu Negara sendiri saat ini. “Papa dimana?” Tanya Gadis itu dengan sangat cepat dan juga terdengar khawatir.


Anto tidak merespon dan masih diam saja belum mereson karena masih menjaga Skilnya bekerja. Tapi, Skilnya mati di saat yang tepat karena sudah selesai memindai dan mecari apa yang maunya. “Bagaimana harus ku jawab?” Tanya Anto yang tidak tahu harus bilang apa. Anto memikirkan sebentar lalu mulai bersiap-siap. “Maap! Aku bukan Papa mu.” Jawab Anto dengan singkat. Setelah berkata itu, Gadis itu seperti menjatuhkan sesuatu karena kaget dengan perkataan Anto. “Sepertinya aku harus menjaga cara bicaraku.” Anto yang masih tidak tahu letak kesalahan yang di perbuatnya sendiri.


Selama beberapa saay, gadis itu tidak merespon Anto sama sekali dan malah diam dengan waktu yang cukup lama. “Di mana kamu menemukan ponsel Papaku?” Tanya Gadis itu dengan suara lesu dan juga terdengar menangis. Anto yang medengar itu harus bagaimana menjawab dan tidak bisa berkata apa-apa. Tapi, saat Anto dan gadis itu saling menelpon, Anto medapat sebuah ide yang tidak terpikir olehnya dengan waktu yang lama.


“Cari!” Anto langsung menggunakan Skilnya untuk mencari jejak sinyal dari Gadis itu itu dengan cepat dan setelah beberapa saat, Antolangsung mengetahui kondisi Gadis itu. Ternayta Gadis itu ada di sebuah selokan bawah tanah yang di dalamnya terdapat berbagai macam fasiltas medis yang di gunakan untuk merawatnya. Anto yang langsung mengetahui keondisi Gadis tu tidak tahu harus malai merespon apa dan dia jadi diam saja meski di Tanya begitu.


Next chapter