
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Lala dengan sangat marah sekali setelah bangun dan menatap Siska yang sangat kesal padanya.
Siska tidak merespon dan langsung melompat pada Lala yang beranjak bediri dan dengan sekali pukul lagi, Lala langsung terbaring. Lala yang tidak sempat mengindar dan langsung terbaring lagi. Siska langsung naik ke atas Lala yang masih berbaring menahan sakit di wajahnya. Tanpa menunggu Lala berkata satu kata pun. Siska langsung memukul Siska dengan sangat brutal tepat di wajahnya.
“Apa yang kamu lakukan.” Tiba-tiba suara Lala berubah menjadi laki-laki yang terdengar sangat jelas sekali.
Siska yang mendengar itu langsung meliha ke arah suara itu datang. Saat Lala melihat orang di depannya yang berpakaian serba hitam dan juga bertepong merasa familiar dengan orang itu.
“Hei, apa Kamu baik-baik saja?” Tanya Orang itu dengan suara lembut sekali.
Siska merasa sangat tidak asing sekali dengan suara itu.
“Siapa kamu?” Tanya Siska dengan suara penasaran dan juag masih melamun dan belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
“Aku!” Orang itu tampak kebingungan dengan tingkah Siska “Aku seorang Petualang AntarBintang.” Jawab orang itu dengan sopan sambil berjalan mendekat ke Siska.
Setelah sampai, orang itu mengulurkan tangannya pada Siska. Dengan reflex Siska memegang tangan itu dengan sopan. Orang itu membangunkan Siska dari tempat ia duduk sambil menghilangkan topengnya. Dengan wajah senyum dan juga terlihat biasa saja, Siska langsung mengenal orang itu.
“Andriii!!” Siska langsung memeluk erat prang itu tanpa ia sadari.
Orang itu dengan tampak bingung sekali dengan tingkah Siska hanya membiarkannya memeluknya.
“Ini benaran Andri.” Pikir Lala yang masih sama sekali tidak mengetaui kebenarannya yang sedang terjadi.
“Ehm!” Orang itu berdehem dengan suara kecil pada Siska yang tiba-tiba memeluknya.
Siska mengabaiakn dehemen orang itu dan juga terus memeluknya dengan sangat erat.
“Anu! Sepertinya kamu salah orang deh. Aku ini ZERO.” Kata Zero dengan suara pelan dan juga bingung dengan sikap Siska padanya.
“ZERO!” Siska teringat dan baru sadar dengan sekitarnya “Ini di mana?” Tanya Siska saat melihat sekitarnya yang sudah berubah dratis.
Dengan cepat Siska melepas pelukannya dari ZERO, kemudian melihat sekita dan tampak sangat kebingung dengan apa yang terjadi.
“Ehm!” ZERO berdehem lagi dengan suara pelan, dengan terus memperhatikan Siska yang terlihat linglung “Kamu kenapa?” Tanya ZERO dengan suara biasa saja.
“Ini dimana sebenaranya?” Siska yang melihat begitu banyak reruntuhan serta Air dimana-mana dan juga api di atas air yang menyala.
Siska dengan jelai memperhatikan sekitar. Begiu banyak mayat, tapi bukan mayat manusia melainkan mahluk lain.
“Hei, Kamu dengar tidak?” Tanya ZERO yang sangat bingung sekali dengan tingkah Siska.
Siska melihat ke arah ZERO orang yang di depannya sendiri yang terlihat sangat bingung sekali.
“Ini di mana?” Tanya Siska pada ZERO yang sangat bingung dengan situasinya saat ini.
ZERO kaget dengan perkataan Siska yang tidak biasa dan juga merasa ada sedikit aneh dengan tingkah Siska.
“Aku tida tau.” Jawab Zero dengan tetap tenang dan juga tidak mengerti dengan pertanyaan Siska.
“Kamu bohongkan?” Kata Siska pada ZERO yang sama sekali tidak mengerti dengan perkataannya dengan terus menatap tajam pada ZERO.
“Sepertinya ada kesalah pahamanan deh.” Kata ZERO dengan canggung pada Siska “Aku yang seharusnya bertanya! Ini Planet apa? Dan kenapa pula ini terdapat begitu banyak mosternya di sini?” Tanya ZERO pada Siska yang juga sepertinya masih sangat tidak mengerti dengan situasi yang di mengertinya.
Siska menjadi bingung dengan pertanyaan ZERO dan juga masih belum menyadari dimana dia sekarang.
Dengan cepat Siska melihat ke arah dia bangun. Saat melihat, Siska sangat kgaet dengan monster yang kepalanya sudah tidak ada dan juga banyak darah mengalir keluar dari kepala itu. Siska yang melihat pemandangan itu sangat kegat sekali dan langsung meuntah di depan ZERO.
“Kamu tidak papa?” Tanya ZERO yang semakin tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi di depannya.
Siska tidak menjawab pertanyaan ZERO dan hanya bingung sekali dengan kejadian yang sedang di alaminya.
“Sebenarnya Aku ada di mana?” Tanya Siska pada dirinya sendiri sambil muntah beberapa kali dan juga melihat ZERO yang khawatir padanya “Wajah yang tidak asing.Ahh… ZERO ada Andri!” Pikir Siska yang menydari maksud perkataan Kakaknya yang menyukai orang yang sama sambil pingsan di depan ZERO.
“Hei, hei, bangun…!” Siska yang mendengar suara ZERO dengan tatapn yang samakin memudar.
***
Malam hari yang geap di sebuah ruangan yang begitu bersih. Siska terbaring di sebuah sopa yang tampak biasa saja
“Mmm…!” Siska yang memringkan tubuhnya “Ahh…!” Siska tiba-tiba bangun dengan sangat kaget dan juga bingung “Ini di mana?” Siska yang melihat ruangan yang sangat berbeda sekali dari ruangannya.
“Kamu sudah sadar?” Tanya ZERO dengan suara lembut dan juga sopan sambil tersenyum pada Siska.
“Andri!!” Siska sedikit kaget dengan ZERO yang terlihat lebih dewasa dengan langsung ke posisi duduk.
“Kamu tadi tiba-tiba pingsang di dekatku, jadi aku membawa ke sini.” Kata ZERO pada Siska yang masih menatapnya dengan penuh penasaran.
Siska mengabaikan penjelasan ZERO dan terus menatapnya denagn rasa ingin tau sekali.
“Anu!” ZERO menyadarakan Siska yang terus menatapnya dengan penuh penasaran.
“Maaf!” Dengan reflex Siska meminta maaf pada ZERO.
“Tidak papa.” Jawab Singkat ZERO.
“Namaku Siska.” Kata Siska memberi tau namanya dengan terburu-buru.
“Oh, panggil Aku Anto.” Anto merespn Lala dengan sopan sekali
“Anto!!” Siska jadi kaget dan juga mengingat cerita Kakaknya mengainya.
“Kali ada apa?” Tanya Anto yang terlihat bingung dengan Siska.
Siska masih tidak menjawab pertanyaan Anto yang makin bingung sekali dengan tingkah Siska yang seperti tidak mengenal dirinya sendiri.
“Kakak bilang akan melakukan tumbal pada semua gadis termasuk Aku. Jadi tumbal Apa maksud kakak?” Tanya Siska dengan jelas pada Anto di depannya yang sedang duduk dengan tenang.
Anto yang tidak mengerti sama sekali dengan arah pembicaraan hanya bongung saja dan tidak berkata apa-apa pada pertanyaan Siska yang sepertinya tidak di mengertinya sama sekali.
“Ku mohon jawab.” Teriak Siska dengan tegas dan menatap dengan tajam pada Anto yang sepertinya semakin bingug dengan pertanyaannya.
“Bisa jelaskan apa masalahmu dulu!” Jawab Anto yang tidak mengerti sama sekali maksud dari pertanyaan Siska dan menjawab dengan pertanyaan.
Siska menatap Anto yang sepertinya sangat bingung sekali dan tidak tau harus berkata apa-apa padanya. Dengan berusaha bersikap tenang, Siska mulai memposisikan duduknya dengan benar dan juag dengan tatapan serius pada Anto di depannya yang terlihat sangat bingung sekali.
Next Chapter