Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 83


Setelah mereka berkata begitu, Andri dan NAVI terdiam cukup lama di dalam kurungan. Dan NAVI yang terus membuat bahan makanan yang sangat banyak sekali di dalam kurungan Singa itu.


“Yah, Sudahlah. Kita cukupkan bahas ini.” Kata Andri dengan terus mengawasi sekitar dan mulai terbiasa dengan gerakan tubuhnya yang di pake oleh NAVI membuat bahan makanan yang sudah banyak sekali dengan tenang, dan sekarang, Andri tidak merasa khawatir dengan apa yang akan di lakukan oleh NAVI.


“Ya, paham.” Jawab NAVI dengan suara dan logat yang sama, seperti saat Andri yang berbicara.


Setelah mereka berdua saling bericara begitu, mereka diam dengan penuh rasa bahagia dan tidak ada kecemasan lain. Tapi, di sisi lain, mereka juga tidak menurunkan kewaspaannya.


"Mau sampai kapan kamu buat itu?" Tanya Andri pada NAVI yang masih saja membuat bahan makanan yang sudah sangta banyak sekali dan bahkan ukup untuk seratus orang makan.


"Ent... EH!" NAVI yang tiba-tiba merasakan sedkit getaran "Cuma perasaanku saja." Pikir NAVI yang mulai meraa kurang nyaman ‘DEG DEG DEG DEG DEG DEG…!’ Tiba-tiba getaran di dalam ruangan tempat NAVI sedang berada.


“Apa!” NAVI yang begitu tenang dengan situasi yang terlihat berbahayan "Kenapa getaran begitu kecil?" Tanya NAVI dengan suara biasa saja dan merasa getaran di ruangan itu masih kurang.


“Kenapa nanya, sih!” Kata Andi dengan santainya dan merasa tidak sabar dengan apa yang akan terjadi selanjutnya "Lebih baik tunggu saja, yang akan terjadi seanjutnya." Kata Andri dengan suara penuh semangat dan senang.


“Hm... Yah, tidak ada salahnya juga.” Ucap NAVI yang setuju dengab saran yang di usulkan oleh Andri “Tapi, getaran yang agak kuat ini, tidak mempengaruhi tempat ini. Hm... ruangan ini di buat dari apa ya, kira-kira?” NAVI yang masih tenang dan juga sedikit pensaran dengan bahan bangunan pa yang di guankan oleh riangan itu, hingga getaran yang begitu besar tidak terlalu memperngaruhu, tapi hanya membuat getaran saja “Eh!” NAVI kaget saat ada air yang tumpah di tubuhnya “Apa ini?” Tanya NAVI yang merasa air itu sangat lengkat sekali.


“Itu dah.” Kata Andri dengan biasa saja pada NAVI yang masih saja tenang.


NAVI melihat ke arah jatuhnya air yang sangat lengket itu. Saat melihat, ternyata itu adalah Singa yang akan di berinya makan. Saat melihat Singa itu, NAVI dengan pelan berjalan menjauhi Singa untuk menghindari nya dan dengan terlihat agak marah. Singa yang melihat NAVI berjalan dengan tenang saja, tidak menghiraukannya. Dia malah langsung memakan bahan makanan mentah yang di buat NAVI yangs udah ad adi depannya.


“Yang sabar ya!” Kata Andri pada NAVI yang sedikit menjauh dari Singa yang mulai makan dengan sangat lahap sekali dan juga Andri yang menahan tawanya, saat NAVI yang terlihat hendak marah sama Singa.


NAVI tidak merespon Andri sama sekali. Setelah itu. NAVI berjalan jeruji besi yang agak jauh dari Singa yang sedang makan. NAVI berdiri di jeruji itu, kemudian membersihkan dirinya dengan menggunakan partikel dunia. Kurang dari satu menit, NAVI sudah bersih dan tanpa ada kotoran yang tersisa.


“Sampai kapan menahan tawamu?" Tanya NAVI pada Andri yang bisa merasakan Andri yang sedang menahan tawanya dengan suara kesal pada Andri.


"Hahahaha...!" Andri yang mendengar itu, langsung lepas tawanya dan merasa sabta hagai sekali.


“Cukup, lah." Kata NAVI yang merasa kesal dengan Andri yang mentertawakannya bagitu jelas sekali "Cepat periksa penyebab terjadinya getaran ini!” NAVI menyuruh Andri dengan sangat tegas sekali dan juga masih merasa kesal pada Andri yang masih mendengar tawa Andri.


Selama beberapa saat, Andri masih ketawa dan juga NAVI masih menan kesalnya.


“Ehm!" Andri yang sudah selelsai ketawa "Caranya?” Tanya Andri dengan suara yang terdengar tidak mengerti.


“Hah...!" NAVI menghela napasnya yang juga sudah tidak merasa kesal pada Andri "Pake otakmu, apa susah nya sih!” NAVI yang sudah selesai kesalnya pada Andri.


“Ohh... Baiklah.” Jawab Andri dengan pelan.


Setelah itu, Andri dengan fokus mengguakan kekuatan yang di ada dalm dirinya. Andri Entah kenapa bisa paham, cara menggunakan kekuatannya secara tiba-tiba dan seolah-olah sudah terbiasa menggunakannya.


"Ini sungguh aneh sekali!" Andri yang merasa bingung sendiri denagn dirinya sendiri yang bisa menggunakan kekuatannya dengan normal.


Setelah berpikir aneh-aneh mengenai dirinya sendiri, Andri memfokuskan mencari penyebab getaran yang masih terasa dan juga semakin besar getarannya. Andri mencari menggunakan kesadarannya untuk mencari sumber getaran itu.  Andri mulai mencari dari bawah tanah, sealama beberapa saat dan tidak menemukan hal papaun malah semakin bawah, semakin normal dan tidak ada getaran sama sekali. Selanjutnya Andri mencoba ke atas 'DEG DEG DEG..!' Andri bisa merasakan getarannya makin jelas. Andri yang sudah tau sumbernya, menelusuri di ke arah getaran yang semakin kuat. Andri menggunakan kekuatan kurang dari satu menit ke atas dan menemukan seorang gadis yang sedang menggali tanah dengan kekuatan yang keluar dari tangannya.


“Seorang gadis!” Andri yang melihat gadis sedang mengebor dengan suatu kekuatan yang begitu kuat hingga dengan cepat menusuk ke dalam tanah "Entah kenapa rasanya familiar sekali? Apa ada sesuatu pada gadis itu!" Andri yang bisa merasakan sesuatu pada gadis yang sedang mengebor ke dalam tanah "Sudahlah." Andri yang berhenti memikirkan gadis itu sambil memutuskan koneksi kesadarannya pada tempat gadis itu berada.


Setelah memutuskan koneksinya, Andri diam selama sesaat setelah mencari tau penyebab terjadinya getaran.


“NAVI, ada seorang gadis yang mengebor tanah ini.” Andri memberi tau apa yang di lihatnya pada NAVI dengan santainya.


“Hm?" NAVI yang merasa aneh saat mendengar apa yang di temukan Andri "Kapan dia sampai di sini?” Tanya NAVI dengan tenang, sambil bersandar pada Jeruji kurungan yang tidak jauh dari Singa yang sedang makan.


“Sepuluh menit kurang, gadis itu akan sampai.” Jawab Andri dengan tenang juga.


"Heh!" Andri yang belum sempat merespon, sedikit kaget dengan perkataan NAVI yang selalu tiba-tiba.


Andri yang belum siap, merasa diri nya di tarik oleh sesuatu saat bertukar dengan NAVI. Setelah mendapt kendali tunuh, Andri langusng terjatuh saat sudha bertukar dengan NAVI


“Bisa aku jawab dulu kek, sebelum tukar- tukaran.” Andri yang merasa kesal pada NAVI yang selalu tiba-tiba melakukan hal yang di inginkannya sambil beranjak bangun.


“Maaf saja. Ayo keluar dari sini.” Ajak NAVI pada Andri yang masih sedikit kesal padanya dengan suara biasa-biasa saja..


“Tidak, kita tunggu gadis itu.” Jawab Andri yang bersandar lagi pada jeruji kurungan  yang sudah merasa baikan.


“Hah. Terserah kamu saja.” Jawab NAVI dengan suara yang terdengar biasa saja.


Selama dua menit, di dalam ruangan, tidak ada pembicaraan lebih lanjut dan hanya fokus pada gataran yang semakin besar saja. Tapi, Andri masih terlihat santai bersandar di jeruji. Sambil menunggu gadis itu, Andri melihat ke Singa yang belum menghabiskan makanan mentah yang di niatnya mau di masak.


“Andri!” Panggil NAVI dengan tiba-tiba “Sebaiknya, bebaskan semua hewan ini.” Kata NAVI yang terdengar sedikit serius.


Andri sedikit terdiam saat mendengar saran dari NAVI. Setelah itu, Andri berdiri tegak.


“Baiklah.” Jawab Andri dengan suara bosan dan juga tidak tau harsu melakukan apa di dalam ruangan itu.


Andri yang setuju dengan saran NAVI, berjalan mendekati Singa yang sedang makan dengan lahap itu. Saat masih di tengah jalan, Singa itu melihat ke arah Andri. Namu Singa itu hanya melihat saja dan tidak melakukan apapun. Setelah cukup dekat, Sinag itu masih saja melihat Andri yang sudah di depannya. Sinag menatap ke arah Andri yang ada di depab makanannya.


"...!" Singa sediki kaget saat Andri menatuh tangannya di daging yang ada di mulutnya.


Singa melohat ke arah Andri yang terlihat santainya dan juga terlihat sedang bosa. Andri yang sudah memgang makanan Sinag uyng ada di mulutnya, dengan berani menarik makanan yang ada dalam mulut Singa. Singa langsung melihat ke arah Andri yang terlihat tidak takut sama sekali dengannya. Singa itu menatap Andri dengan sangat tajam, tapi dia tidak melakukan hal lainnya.


“Singa yang aneh.” Ucap Andri pada Singa yang menatapnya dengan cukup tajam dan tidak terlihat mencurigakan “Ini!” Andri menyodorkan tangannya yang membawa makanan yang di ambil dari mulut si Singa dengan santainya menyodorkan pada Singa tanpa ada rasa takut kehilangan lengannya..


Singa yang melihat tindakan itu, tanpa ragu langsung membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian makan makanana yang di sodorkan Andri dengan tangannya sendiri. Andri sedikit kaget saat Singa tidak memakan tangannya. Tapi, Singa itu hanya memakan makanan yang di kasi Andri padanya.


“NAVI, Singa ini kenapa?” Tanya Andri pada NAVI yang tidaj mngeti dengan hewan di depannya yang tidak buas.


“Entahlah. Tapi, Sianga ini akan menjadi iblis yang menghacurkan Planet Aqua dengan sangat cepat sekali dan hawan lainnya yang ada dalam kurungan ini.” Jawab NAVI dengan suara biasa saja pada Andri yang terus mleiaht ke singa yang tidak ganas.


"HM... Singa yang sangat aneh." Andri yang merasa ada sestau pada Singa yang tidak memakan tangannya "Tapi, ini tidak bisa ku pahami." Guman Andri yang masih merasa aenh dengan Songa di depannya yang lanjut makan dan mengabaikan dirinya “Nah, bisa kamu ceritakan tenyang masa depan sedikit?” Tanya Andri pada NAVI yang ingi tau sambil mengalihkan isi pikirannya dari Singa yang tidak memakannya sedikit pun.


“Baiklah, sambil menunggu gadis itu, lebih baik ku ceritakan saja.” Jawab NAVI yang juga terdengar bosan “Di ma…!” NAVI tidak melanjutkan kata-katanya saat getaran yang satu ini lebih besar dan membuat ruangan itu bergetar hebat.


Tanpa di suruh, Andri dengan cepat langsung menghacurkan pintu kurungan yang menguncil Singa. Singa yang tadi sangat fokus makan, juga merasa sedikit takut merasa bahaya sangat besar terjadi. Dan dengan cepat Singa itu keluar. Setelah itu Andri dengan cepat ke kurungan lainnya dan menghancurkan pintu kurungan itu. Kurang dari satu menit Andri mengahcurkan semua pintu kurungan itu. Dari sepuluh kurungan yang di buka, cuma ada lima hewan yang keluar termasuk Singa itu. Andri dengan cepat masuk ke dalam kurungan yang tidak keluar bianatang. Tapi, itu sia-sia, karena cuma ada lima binatang yang dan tidak ada hal lainnya di dalam kuruangan lainnya.


“NAVI. apa sudah semuanya?” Tanya Andri yang masih santainya saja di dalam kurungan terakhir yang masih kosong.


“Ya, cuma ada lima saja hawan yang ada.” Jawab NAVI dengan santainya dan juga terdengar bersemangat.


Setelah itu, Andri melihat sekeliling, mencari di mana para binantang berada. Andri melihat para binatang ada di dekat lubang yang di buatya dan dengan cepat bergegas ke sana.


“Huh! Untung sampai.” Ucap Andri yang merasa lega saat berada di antara binatang “Eh!” Andri yang kaget saat getaran berhenti secara tiba-tiba dan tidak ada getaran lagi.


‘KREEKKK!’ langi-lnagit ruangan itu muali retak "Retak!" Andri yang sdikit kaget saat melihat retakan di langt-langit atasnya ‘BRUGG!!’ langit-langit ruangan itu pecah ke bawah membuat ruangan itu berdebu banyak sekali.


Next Chapter