Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 91


“NAVI! Jika ada ribuan, kenapa sekarang di sini ada puluhan?” Tanya Anto yang belum tau maksud dari NAVI yang menjelaskan.


“Aku tanya, apa kamu bisa melayani ribuan gadis tiap hari?” Tanya NAVI dengan suara santai pada Anto.


Anto langsung terdiam saat mendengar pertanyaan NAVI. Anto mencerna maksud dari pertanyaan NAVI yang beigtu jelas sekali.


“Huh!” Anto langusng paham maksud NAVI.


Anto membayangkan dirinya di kelilingi oleh banyak gadis dan mulai merasa anehm, setiap kali memunculkan gadis yang berbeda setelah meleyani gadis lain dan datang lagi gadis lain yang minta di layani. Hingga membuat Anto kewalahan membayangkan dirinya di kelilingi begitu banyak gadis yang harus melani gadis setiap hari tanpa istirahat sama sekali.


"Mana mungkin kan." Jawab Anto yang sudah paham maksud dari NAVI.


“Kamu kenapa?” Tanya Nana yang ada di samping nya saat melihat Anto yang berwajah aneh.


“Tidak papa. Cuma sudah tidak tahan lapar saja.” Jawab Anto dengan suara biasa saja supaya tridak di curigai oelh Nana.


“Anto!” Panggil Lala yang di depan pintu dengan wajah terseyum dan tidak ada tanda sedih sambil melihat ke arah Anto yang sedang melihat ke arah Nana.


Anto tersenyum pada Lala yang memanggil nya dengan sangat lembut dan halus.


“Ada apa?” Tanya Anto dengan sopan pada Anto yang sedang berbaring dan di peluk Marya dan Siska.


Lala tidak merespon Anto melainkan berjalan pelan menuju arah Anto. Lala berhenti di dekat Momo dan berdiri di samping kasur Anto. Lala melihat ke arah Anto dengan tatapan aneh dan wajah sedikit mereha saat melihat Anto yang tersenyum padanya.


“Ne!” Lala yagn tiba-tiba bersikap aneh di depan Anto “itu…!” Lala yang tidak mau bicara dengan jelas.


“Ada apa?” Tanya Anto lagi dengan tersenyum dan peduli dengan Lala.


Lala masih terlihat bingung dari pandangan Anto, tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Lala. Lala yang masih tidak bicara, tiba-tiba empat maid sebelum nya yang keluar mencari makanan, telah kembali dengan membawa maid lainnya dan membawa banyak sekali makanan. Anto melihat dengan penuh kebingungan saat melihat tiga puluh maid nya membawa porsi makanan yang sangat banyak sekali di bawa para maid pribadinya. Dan Lala tidak sempat menyampaikan kata-katanya pada Anto yang masih terlihat bingung dengan maid pribadi nya yang tersenyum sangat cerah sekali pada Anto.


“Ini semua makanan yang kami sediakan.” Kata maid yang paling depan degan sopan pada Anto dan seolah-oleh mereka yang membuatnya sendiri.


“Makasi.” Dengan sopan Anto sambil tersenyum pada semua maid nya “Siska, Marya, mau sampai kapan kalian akan terus memelukku? Aku sudah lapar dan mau makan.” Ucap Anto pada Marya dan Siska yang masih memeluknya.


Siska yang mendengar perkataan Anto, bangun denga pelan sedangkan Marya masih memeluk Anto dengan cukup erat.


“Marya!” Panggil Anto dengan sopan dan dengan halus.


Marya dengan pelan melihat wajah senang saat meliaht Anto dengan terus memeluknya dan hanya melihat meggerakkan kepalanya. Anto Tersenyum pada Marya yang tidak ingin melepaskan pelukannya dengan senyum kecil. Marya yang melihat itu bangun dengan pelan saat Marya bangun dari posisi memeluknya. Siska dan Marya berdiri ke samping Kasur Anto tanpa berbicara satu kata apa pun. Kemudian maid paling depan maju mendekati Anto dengan membawakan makanan pada Anto, sementara yang lainnya menunggu giliran untuk memberikan makanan yang mereka bawa.


“Kalau gitu, selamat makan.” Ucap Anto dengan penuh senyum sambil mulai makan yang telah di sajikan di depan matanya "Huh!" Anto yang merasa aneh saat hendak makan makana di depannya.


Anto makan semua makana cukup cepat.


"Ini sangat enak sekali, tapi kenapa aku masih merasa sangat lapar?" Anto yang makan dengan sangat lahap sekali dan juga masih merasa lapar.


Anto kemudian melanjutkan makannya dengan cepat, supaya dapat nambah dengan cepat.


***


Setelah 5 menit, Anto selesai makan.


“Sudah habis. Tambah lagi.” Ucap Anto sambil menyerahkan piring yang kotor pada maid di depannya “Hm?” Anto sedikit bingung dengan semua orang yang melihat dengan tatapan kaget dan terlihat aneh "Apa ada sesuatu di wajahku?" Anto yang tidak mengerti dengan apa yang di lihat para maid dan gadisnya yang melihat diri nya dengan tatapan kaget sambbil mengusap wajahnya “Mana makanan yang lainnya?” Tanya Anto yang masih merasa lapar setelah selesai menusap wajahnya.


Maid yang tadi di dekat Anto, bingug sekali dengan Anto yang masih bersikap biasa saja.


“Mereka kenapa?” Tanya Anto pada diri nya sendiri yang tidak mengerti dengan ekpresi semua maid dan gadis nya yang beringkah aneh "NAVI!" Panggil Anto yang tau NAVI diam saja dan memperhatikan.


“Itu kerena kamu makan kurang dari sepuluh detik.” Jawabn NAVI dengan suara biasa sja.


“Apa?” Anto yang sedikit kaget dengan pernyaan NAVI.


Anto yang sedikit kaget dengan jawaban yang di berikan NAVI, melihat ke semua gadis yang lebih kaget dari nya.


"Kenapa? Bukannya aku makan lebih dari tiga menit tadi." Pikir Anto yang melihat ke setiap  gadis yang masih saja kaget dengan apa yang di lakukan Anto.


“Ehm! Bisa kalan berhenti melihat ku begitu. Aku masih lapar.” Ucap Anto lagi dengan suara santainya dan juga dengan pura-pura sedikit bingung dengan tatapan para gadis nya.


Maid yang tadi memberianya makanan, memgambil bekas maakanan dengan pelan dan lalu pergi ke ke samping maid lainnya dengan sedikit lesu. Setelah pergi, maid lainnya maju dengan sedkit pelan sambil berusaah tetap tesenyum pada Anto. Setelah sampai dia langusng menaruh di depan Anto dengan pelan. Lalu Anto mulai makan dengan cepat di depannya dan kurang dari Sepuluh detik saja.


“…..” Semua orang tidak bisa berkata apa-apa dengan apa yang di lihatnya saat Anto makan dengan sangat cepat sekali.


Maid yang di depannya. sedikit kaget dengan Anto yang makan dengan sangat lahap. Maid yang sedikit kaget, dengan pelan mengambil bekas makanan yang kotor di depan Anto dengan wajah lesu, lalu kembal ke barisan maid lainnya. Maid yang selanjut juga memberikan makanan yang di bawa nya lalu kurang dari sepuluh detik saja maknan itu langsung ludes habis di makanan oleh Anto. Begitu seterus, dengan amid yang membawa makana dengan waktu yang singkat dan tidak dapat melihat Anto makan dengan puas sekali.


***


Setelah kurang dari 3 menit, semua makanan yang di bawa oleh para maid habis di makan oleh Anto. Maid terakhir tidak bisa berbuat apa-apa dengan waktu yang singkat di habiskannya bersama Anto.


“Masih ada kah?” Tanya Anto dengan suara biasa saja yang sudah menghabis kan lebih dari 30 porsi makanan setelah gadis maid itu sampai di barisannya dengan wajah lesu sekali yang di sadari oleh Anto meski terus menjaga senyumnya pada Anto.


“Huh!” Secara bersamaan semua gadis tidak mengerti dengan Anto yang biasa saja saat sudah menghabiskan 30 porsi lebih makanan.


“Maaf!” Ucap Marya yang ada di dekatnya “Bisa nambahnya nanti. Sekarang lebih baik temeni aku saja.” Marya bicara dengan waja memelas pada Anto yang adai di dekatnya dengan penuh penghayatan.


Anto melihat ke arah Marya yang bicara sambil memelas dengan penuh penghayatan dan juga terlihat serius sekali. Anto yang melihat itu, merasa penuh dengan rasa ingin menerimanya.


“Sebaiknya jangan kamu terima.” Ucap NAVI memperingati Anto yang tersentuh dengan pelasan Marya.


“Hm! Apa masalahnya?” Tanya Anto yang sedikit bingung maksud dari NAVI dan juga hampir menjawab Marya yang sedang melihatnya.


“Lihat sekeliling.” Ucap NAVI singkat dan jelas.


Anto yang tadi melihat Marya memelas, langsung melihat  ke sekelilingnya. Saat melihat, Anto sedikit kaget dengan tatapan semua gadis padanya yang sedang mengebu tajam sekali. Anto yang melihat gadis sedang melihat ke arahnya, termasuk para pelayan yang terlihat marah dan kesal menatap dengan tajam sekali.


"Apa ini?" Anto yng merasa sangat takut sekali saat merasa diri nya sudah sangat tersudutkan sekali.


"lakukan saja sesutu, jangan sampai membuat mereka terlalu marah." NAVI memperingati Anto dengan sangta jelas sekali.


Anto tidak merespon Anto dan tidak berani menjawab ‘iya’ pada Marya yang terus melihat nya dengan memelas. Anto yang melihat itu, meliaht lagi ke arah Marya yang masih saja melihatanya dengan memelas.


"Lebih baik ambil aman saja." Anto yang terus menjaga ekpresinya pada Marya yang terus memels padanya “Ehm! Tidak. Aku masih lapar, nanti saja.” Jawab Anto dengan suara biasa saja dan bertingkah tidak ada yang di lihatnya tadi.


Marya langsung menjadi lesu Setelah mendengar itu. dan langsung menundukkan kepalanya. Anto yang melihat itu, menahan rasa bersalahnya pada Marya.


“NAVI, bagaiman nih?” Tanya Anto yang tidak tau harus berbuat apa.


“Marya hanya pura-pura. Lebih baik kamu diam saja dan perhatikan apa yang akan di lakukannya.” Jawab NAVI dengan suara malas sekali bicara.


Anto yang mendengar itu sedikit kaget dan hanya diam saja agar tidak ada yang melihat nya saat kaget sambil melihat ke arah Marya.


"Bagaiamana ini?" Anto yang masih tidak tau harus berbuat apa “Anu, bisa aku tambah?” Tanya Anto lagi dengan suara biasa saja pada maid nya yang masih berdiri dengan terlihat kecewa dan tajam sekali pada Anto dan dengan biasa saja saat bicara pada mereka juga dengan ekpresi sedikit senyum dan menhan rasa takutnya.


Semua maid merasa kecewa, tidak bisa berbuat apa-apa pada permintaan Anto. Mereka semua keluar dengan wajah menahan senyum mereka, saat Anto meminta tambahan makanan lagi.


“Apa aku melakukan sesuatu lagi?” Tanya diri sendiri yang merasa bersalah saat melihat para maid nya keluar dengan wajah yang menahan ekprsei mereka.


“Cih! Kenapa Anto mengalihkan pandangannnya, seharus dia menenagkan aku.” Suara Marya di kepala Anto yang terdengar sangat jelas sekali.


“Barusan itu.” Anto yang lagsung mleihat ke arah Marya yang masih menundukkan kepalanya saat mendengar suara Marya.


Anto sedikit merinding saat mendengar suara Marya yang terdengar aneh baginya.


“NAVI!” Panggil Anto yang merasa agak merndinding dengan terus melihat ke arah Marya yang mendunduk.


“Diamlah. Aku tadi sengaja menghubungkan kesadaranmu dengan Marya supaya kamu mengetahui apa yang sedang di pikirkannya.” NAVI yang merespon Anto dengan santai saja dan tidak berlebihan.


Anto yang sudah paham dengan sangat tenang dan terlihat iasa saja tidak memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh Marya yang menunduk.


Next Chapter