
-Hm… Tidak ada siapa pun di sini. Tapi, ada mata yang tak kasat mata di Dunia asli Anto- NAVI bangun dan langsung memperingatkan dengan santainya yang sudah mendeteksi pengawas di tempat itu. -Mendekatlah ke Gadis itu aku akan melakukan sesuatu dulu sebelum menyelamatkannya- Suruh NAVI yang juga ingin cepat selesai dari sana. Tanpa banyak bicara Anto langsung mencekati Gadis itu lalu berdiri di depannya. Saat sudah di dekatnya Anto berhenti lalu sebuah cahaya muncul di dekat Anto kemudian terbentuk sebuah pohon yang sama besar dan juga sebuah avatar Gadis itu yang terlihat sama persis.
Anto yang melihat itu langsung paham. “Aku paham sekarang.” Anto langsung tersenyum dengan rencana NAVI yang sangat simpel sekali. Tanpa menunda lebih banyak waktu, Anto langsung menutup matanya dan menggunkan Skil penukar tempat dalam sekali tarikan. Gadis dan avatarnya itu bertukar tempat dengan sangat cepat sekali tanpa di sadari oleh mata itu. Anto tersenyum melihat Gadis di depannya yang sudah memar dan banyak sekali luka di tubuhnya. Dengan cepat Anto menyembuhkan gadis itu lalu melepaskan talinya.
-Aku akan lanjut of, kamu coba cek tas atau apa kek di sana yang mungkin dia punya alamst tempat tinggalnya- Saran NAVI dengan langsung of lagi. Anto yang sudah menyelamatkan gadis itu langsung menganalisa tempat dia menyimpan tanda pengenalnya atau sesuatu yang bisa membuatnya menemukan identitas Gadis itu. Tanpa menunggu waktu lama, Anto menemukan sebuah kartu di sakunya di bagian dada.
“Maaf ya. Aku harus menyentuhmu.” Dengan sopan Anto mulai merogoh saku itu dengan rasa malu dan juga senang. Anto yang sudah mengambil kartu itu langsung melihat ke kart pelajar itu dan menemukan alamat rumahnya. "Sepertinya cukup jauh, biarlah.” Anto langsung menggendong Gadis itu di punggungnya lalu jalan sedikit dengan pelan. Saat sudah di gendongan Anto, Gadis itu ternyata pura-pura tidak sadarkan diri dan langsung malu saat tidak di lihat oleh Anto. “Sebaiknya aku pakai portal saja.” Bicara Anto dengan jelas sekali. Setelah itu Anto berhenti lalu membuat portal di dekatnya. Gadis di punggungnya itu tidak bicara hanya diam saja tidak merespon sama sekali sekaligus kagum dan juga jadi penasaean dengan siapa remaja yang mengelamatkannya.
Gadis itu melihat Anto yang seumuran dengannya merasa ingin yahi tentang dan tetap diam tidak melakukan pergerakan apa pun sama sekali. Anto langsung masuk dan ternyata portal itu tidak terlalu jauh bahkan Anto lewat dengan sekali jalan dan tiba di sebuah rumah yang cukup besar dan juga di dalamnya sangat luas sekali. “Wah… Gadis ini sangat kaya sekali. Tapi, aku juga tidak kalah kaya pengetahuan. Dalam beberapa minggu aku juga bisa dapat rumah seperti ini jika ku mau.” bicara Anto dengan sangat jelas sekali. gadis di belakangnya yang mendengar itu menahan tawanya yang mendengar Anto berbicara seperti itu.
“Baiklah saat menyusup masuk.” Anto melompat ke sebuah jendela yang tertutup kemudian masuk ‘KRANG!’ jendela itu hancur saat Anto dengan paksa. “Eh!” Anto langsung menemukan seorang Gadis dan juga seorang Remaja sedang senag-senang di kamar itu dan membuatanya langsung berbalik mengalihkan pandangannya (Kalian pahamlah maksudnya). “Ini bukan kamar Gadis ini!” Anto yang melihat ekspresi gadis itu dan tidak melihat seperti apa tanpang Remaja itu. Anto terdiam sebentar sambil mendengar suara mereka yang mulai melakukannya. "Aku harus segara keluar, untung saja ini Dunia reflika, jika tidak gimana responnya andaikan dia ketahuan seperti ini olehku." Bicara Anto sambil berbalik mencari pintu keluar. Saat sudah menemukannya Anto jalan dengan cepat ke pintu keluar supaya tidak mendengar suara mereka lagi.
Saat sudah di luar pintu, ternyata di sana ada juga seorang pelayan yang Gadis yang mendengarkan dengan sangat serius sekali dengan suara yang ada di dalam. “Oke, rumah ini memang aneh, semoga saja Gadis ini normal saja dan tidak memiliki kelakuan aneh.” Anto yang melihat gadis itu juga mulai bersenang-senag sendiri (Cari sendiri apa maksud author ini). Di sisi lain, Gadis yang di gendongnya sangat malu sekali dan juga bingung dengan semua orang yang tidak melihat mereka sama kali, tapi dia menahannya supaya tidak ketahuan sama orang yang menggendongnya.
Di sisi lain Anto yang masih diam di dekat Gadis yang sedang main sendiri masih memikirkan supaya lebih cepat ke kamar Gadis yang di bawanya itu. Anto tersenyum kerena terdingat sesuatu terinagt sesuatu yang lebih simpel caranya. Anto menutup matanya lalu sebuah cahaya keluar dari tubuh gadis di belakangnya dan ramburnya mulai terbang layaknya ombak. Kini rambut itu membentu sebuah panah dan menunjukan arah ke kamar gadis yang di gendongnya. “Nah… Skil ini mudah banget meski baru kepikiran.” Dengan senang Anto mengikuti arah yang tunjukannya itu. Di sisi lain, Gadis itu jadi sangat penasaran dengan Anto yang mengakan hal itu dan juga merasa sesuatu tentang diri Anto yang tidak di ketahuinya sama sekali.
Setelah beberapa meter, Anto sampai di sebuah pintu kamar Gadis itu dan tentunya rambutnya kembali normal. “Huh… jauh banget kamarmu.” Bicara Anto lalu masuk ke dalam tanpa berkata apa-apa. Saat sudah di dalam, Anto menemukan Pria tadi yang membawaseorang Gadis yang mirip sekali dengan Gadis yang di bawanya itu yang berdiri di dekat balkon kamar itu.
Gadis itu terlihat lesu dan juga dengan tatapn kosong sekali. Sedangkan Pria itu terlihat senang dan tersenyum. “Master, apa perintamu.” Tanya Gadis itu pada Pria yang pernah mebakar sampah dengan api hitam itu. Pria itu tersenyum terus entah karena apa.
“Tugasmua sederhana cuma menjadi Putri di sini sampai aku menjemputmu kembali.” Dengan serius menjawab. “Aku akan merawat adikmu sebagai gantinya dan jugaaku akan ku se,buhkan adikmu sebagai gantinya.” Pria itu dengan senyum kemenangan terliha puas di wajahnya. “Tapi, jika kamu melakukan kesalalahan sekecil apa pun, Adikmu langsung akan ku bunuh.” Dengan sangat tegas sekali mengatakannya. Gadis itu hnya terdiam dan tidak merespon sama sekali. Setelah itu Pria itu mengambil sesuatu dari sakunya. “Ambil dan telan itu. Semua ingatan Putri kediaman ini ada di dalamnya. Bertindaklah sesuai dengan keperibadiannya. Tahun depan aku akan kembali dengan semua informasi yang kamu dapat juga harus bagus.” Dengan nada serius dan mengancam gadis itu.
Setelah itu gadis itu langsung mengambil kelereng itu dan kemudian menelannya tanpa ragu sama sekali. Pria itu tersenyum puas, lalu menghilang tiba-tiba. Setelah itu Anto berjalan langsung ke dekat Gadis itu yang masih berdiri di tempatnya, kemudian muncul langsung di depannya hingga membuat Gadis itu kaget sekali dengan dirinya. “Selamat malam.” Sapa Anto dengan senyum sambil melihat ke Gadis yang sangat ketakutan itu. Anto langsung memegang Gadis itu kemudian membawanya ke Dunia reflika. Dan setelahnya Gadis itu memberontak dan behasil melepas tangannya dan sedikit menjauh dari Anto. Anto hanya tersenyum sat Gadis itu sedikit menjauh
“Tunggu! Apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Anto dengan senyum dan tidak merasa terancam sama sekali. Gadis itu hanya diam dan panic melihat Anto yang tenang dan juga dengan gadis yang di bawa itu pemilik asli dari rumah ini. “Nah, kali ini apa yang akan ku lakukan ya?” Tanya Anto pada dirinya sendiri. “Gadis ini dalam masalah besar. Tapi Gadis itu juga dalam masalh besar. Entah siapa yang pernah di singgung oleh kedua keluaga ini.” Anto yang berharap itu bukan hal yang besar.
“Perkenalkan namaku Anto. Seorang Petualang AntarBintang yang baru pulang dari Dunia lain. Aku bisa membantumu menyelamatkan adikmu asal kamu jelaskan dulu situasi yang kamu alami.” Ajak Anto bicara dengan serius sekali dan juga dengan wajah senyum, yah meski tidak tahu apa masalah yang sedang di hadapi Gadis itu. Gadis itu hanya diam saja sambil waspada sekali dengan Anto. Anto juga menyadari itu dan hanya bisa diam di tempatnya dengan berusaha akan meyakinkannya. “Mungkin kamu tidak akan percaya dengan omongan saja, perhatukan baik-baik ini!” Anto langsung mengangkat tangan kanannya sambil terus menggendong Gadis yang masih di anggapnya tertidur. Saat mengangkat tangannya, sebuah cahaya muncul dari tangannya lalu membuat rumah yang di tempati itu jadi debu dan membuat mereka berdua jadi melayang. Setelah itu Anto menembakkan beberapa kali kekuatannya hingga membuat kehancuran di luar area perumahan itu.