
Pagi hari di Planet Aqua
“Ini di mana?” Tanya Anto yang masih dalam posisi tidurnya.
Ano yang masih tidur melihat kiri kanannya dan hanya melihat bagian dalam yang tidak asing. Saat hendak menarik tangannya.
“Eh! Apa ini?” Anto merasa ada sesuatu di tangannya.
Anto yang merasa ada sesuatu di tangannya, melihat ke tangannya.
“Lala!” Anto yang sedikit kaget saat melihat Lala memegang tangannya.
“Andri…!”Pnggil suara di samping lain Anto.
“Siska!” Anto yang sedikit kaget meliaht Siska tidur di dekatnya yang mengigau memanggilnya “Apa ini?” Anto yang sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi saat melihat Lala dan Siska juga empat gadis pelayan yang tidur di dekatnya “Kenapa mereka di sini?” Anto yang tidak mengerti dengan situasi apa yang sedang terjadi.
“Kamu sudah bangun!” Panggil NAVI yang terdengar suara nya.
“NAVI!” Anto yang tidak terlalu kaget dan juga sudah mulai tebiasa dengan NAVI yang tiba-tiba bicara.
“Jangan kaget begitu. Aku saja baru juga sadar.” Kata NAVI pada Anto yang masih berbaring dengan tetap pada posisinya.
“Apa yang ku lakukan di sini?” Tanya Anto pada NAVI yang sedikit bingung.
“Tidak mungkin kamu lupa kan. Ingat lah, pati ada beberapa ingtan yang tidak ada pada dirimu.” NAVI mengingatkan Anto dengan apa yang sudah terjadi di luar angkasa.
Anto mulai berpikir merenungi apa maksud dari NAVI yang mengingatkannya. Anto beberapa lama berpikir dan sedikit kaget dengan ingatan yang sangat berbeda sekali dengan yang dia punya, saat sedikit mengingat kejadian di luar angkasa.
“Ya. Aku mulai mengingtanya. Ibu Ayah.” Ucap Anto dengan suara pelan saat mengingat Ayah dan Ibunya.
“Aku ingin pulang.” Kata NAVi pada Anto dengan suara tidak semangat.
“Ya. Kita pulang sebentar lagi.” Respon Anto yang setuju dengan pendapat NAVI padanya.
Anto termenung selama beberapa saat, setelah mendapat semua ingatannya termasuk ingatan yang hilang sebelumnya..
“Mm…!” Lala yang mulai bergerak tangannya hingga membuat Anto menydarinya.
Anto yang menyadari Lala bergereka dan akan bangun, Anto dengan segera mulai pura-pura masih dalam kondisi koma nya. Lala yang bangun membuka matanya dan melihat ke arah Anto yang masih tidur.
“Kapan kamu akan bangun?” Tanya Lala pada Anto sambil memegang wajahnya yang sedang tidur.
Lala melihat ke arah Anto denga penuh kasih sayang.
"Lala!" Anto yang memebiarkan Lala menyetuh dirinya yang pura-pura tidur.
“Semua nya bangun.” Lala dengan sediki membesarkan suaranya membangunkan yang lainnya.
Siska dan ke empat pelayan bangun saat Lala membangunkan mereka. Siska mengusap matanya dengan pelan supaya bisa melihat dengan sangat jelas pada Anto yang masih belum bangun juga.
“Sudah seminggu, kenapa belum bangun?” Tanya Siska sambil melihat ke arah Anto dengan khawatir.
Para maid yang sudah bangun juga terlihat sedih pada Anto yang masih belum bangun sama sekali.
“Sudahlah.” Kata Lala menenagkan Adiknnya yang terlihat sedih “Lebih baik kita keluar dan sarapan.” Ajak Lala pada Adiknya dan ke empat gadis maid dengan suara lembut.
Mereka semua mengangguk saja saat Lala mengajak mereka. Tanpa ada yang bicara lagi, Lala dan Siska duluan berdiri dan kemudian di ikuti oleh ke empat pelayan dari belakang. Dengan pelan, mereka berjalan keluar dari pintu tanpa menggunakan portal yang mereka bisa buat kapan pun mereka mau. Setelah semua orang pergi, kamar tempat Anto berbaring jadi hening tanpa ada suara sama sekali.
“NAVI, sudah seminggu?" Tanya Anto pada NAVI dengan telepati.
"Ya." Jawab NAVI singkat.
"Kenapa baru kasi tau?" Tanya Anto pada NAVI dengan sedikit kesal.
"Kamu baru tanya." Jawab NAVI dengan santai sekali.
Anto terdiam saat mendengar kata NAVI yang masuk akal sekali dan sangat jelas sekali.
"NAVI, apa aku bisa kembali ke Bumi seuska ku dan bisa datang ke sini sesuka ku juga?.” Tanya Anto yang berbicara dengan dengan santai pada NAVI.
Anto diam lagi saat NAVI sudah menjawab denga beitu formal menurutnya.
“Nah, NAVI! Dulu saat aku membuatmu bisa bocara, apa kamu secerewat ini?” Tanya Anto yang merasa aneh dengan NAVI yang bisa di ajak bicara lebih mudah dan juga merasa memiliki keperibadian aneh.
“Tidak juga.” Jawab NAVI singkat “Biar ku jelaskan singkat. Jika aku bilang ini akibat dari aliran waktu bisa membuat seseorang memiliki jiwa, menurut mu gimana?” NAVI yang menjelaskan sambil bertanya pada Anto yang berbaring saja.
“Mungkin saja bisa memiliki keperibadian jika hidup lama. Kamu buktinya sendiri, meski aku memang membuat mu bisa bicara dan tidak menambahan keperibadian, kamu bisa meiliki sifat mu sendiri setelah cukup lama kan!.” Kata Anto menjawab NAVI dengan mudah dan singkat.
“Tidak, sejak awal aku memang tidak bisa di pisahkan dari mu dan memang aku sudah punya keperibadian sama dengan mu.” Respon NAVI pada Anto dengan suara biasa saja “Lebih tepatnya, kita itu bukan dua jiwa tapi satu.” NAVI menambahkan dengan singkat.
“Apa maksudmu?” Tanya Anto yang tidak mengerti maksud dari NAVI.
“Bagiaman ya.” NAVI yang mulai bingung cara menjawab pertanyaan Anto “Begini, dulu saat masih di bumi, apa kamu ingat cermin yang kamu lihat, saat baru pertama kali berhasi membuat akses jiwa?” Tanya NAVI pada Anto yang masih mengingat kejadian itu.
“Ya, masih sampai sekarang.” Jawab Anto dengan santai.
“Anggap saja aku bayangan yang memiliki mata beda warna itu,” Jawab NAVI dengan singkat dan jelas.
“Jadi apa hubungannya?” Tanya Anto lagi pada NAVI yang merasa belum jelas sama sekali.
“Hubungannya itu tidak ada, hanya saja aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Kan sudah kita bahas ini sebelumnya. kita itu satu dan tida terpisahkan.” Jawab NAVI yang masih kebingungan dengan perkataannya sendiri.
“Maaf, aku lupa itu.” TimbalAnto dengan santai sambil meminta maaf pada NAVI yang sudah paham kasud dari NAVI.
“Jadi apa yang akan kamu lakuakn?” Tanya NAVI pada Anto yang masih berbaring dengan santainya.
“Saat ini aku mau tidur saja dan melupakan hal yang lalu dan menikmati masa kini saja.” Jawab Anto dengan santi, solah-olah tidak memikirkan dunia saja dan hanya memikirkan diri sendiri.
“Aku saran kan lebih baik kita segera pulang,” Kata NAVI menyarankan pada Anto yang berbaring dengan santainya.
“Belum saat nya. Masih tinggal dua tahun lagi baru kembali.” Timbal balikAnto dengan santai.
Setelah ANo menjawab itu, NAVI jadi diam dan tidak berusra sama sekali pada Anto.
“Sebentar lagi ulang tahun kita yang ke tiga belas.” kata NAVI pada Anto dengan suara santai yang muali perakapan lain lagi.
“Kapan?” Tanya Singkat Anto pada NAVI.
“Tinggal 10 hari lagi.” Jawab NAVI dengan santai dan juga merasa sangat rindu dengan rumah.
“Tinggal sebentar lagi, aku akan berusia tiga belas tahun.” Ucap Anto dengan suara kecil sekali.
Setelah berkata itu, Anto diam lagi dan tidak bertanya pada NAVI seperti sebelumnya.
“Oh ya, NAVI!” panggil Anto yang tiba-tiba “Apa kamu ingat kenapa aku bisa keluar dari portal angkasa ittu?” Tanya Anto pada NAVI dengan santai yang mengingat kejadian di dalam portal.
“Ya. Aku ingat sekali kejadian di angksa itu dan siapa yang menyelamatkan kita sekaligus memberikan data yang ada sekarang ini.” Jawab NAVI denga suara sedikti serius dan menambhakan perkataany yan tidak ada kaitannya dengan pkertanyaan Anto.
“Jika ku tebak, pasti dia diriku dari masa depan?” Tanya Anto dengan santai dan biasa saja.
“Ya. Dia dirimu dari masa depan.” Jawab NAVI dengan santi saja.
“Apa ada data kenapa dia kembali ke masa lalu?” Tanya Anto pada NAVI lagi.
“Tida ada. Tapi, ku rasa ada hubunganya dengan para BIDADARI yang ada di masa lalu dengan tubuh yang masih muda dan dengan ingatan dari masa depan mereka.” Jawab NAVI singkat yang tidak tau jawaban yang tepat atas masalah yang di tanya Anto padanya.
“Bagaiaman jika BIDADARI yang melihat kita dalam bahaya dan kembali ke masa lalu untuk menyelamtakan kita?” Tanya Anto dengan pemikirkannya yang simple sekaligus memberikan pendapatnya tentang kenapa dirnya dari masa depan kembali ke masa lalu.
NAVI tidak langsung menjawab seperti sebelumnya. kali ini, NAVI diam sedikit.
“Jika itu benar, pasti mereka akan berusaha memperbaiki masa depan mereka sendiri. Apa lagi sekarang aku sudah dapat teknik pembawa jiwa ke masal lalu yang di berikan oleh dirimu dari masa depan.” Jawab NAVI dengan data yang yang ada dalam dirinya sendiri dan sekaligus menambahakn sedikit pendapatnya.
Anto yang mendenagr jawab NAVI terdiam dan masih mecerna maksud dari ANVI.
Next Chpater