Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 281


Semuanya jadi hening dan tidak ada yang bicara sama sekali. “Kak Aria, sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan. Apa Kakak menyukai Kak Anto?” Tanya Gadis itu padanya. Aria di lihat semua gadis yang di sana termasuk gadis di yang bertanya padanya itu. Setelah itu tiba-tiba petir menyambar di mana-mana yang membuat mereka jadi sedikit kaget dan di saat yang sama tubuh mereka bersinar lalu tiba-tiba mereka melayang di atas laut yang berjarak sekitar 1 meter saja di awah mereka. Lalu di langit ada sebuah layar muncul yang bertuliskan ‘Area 1 Selesai’ yang membuat Aria dan lainnya melihat ke sana. Setelah itu dari sekeling mereka mucl dimensi lalu keluar ari dalamnya berbagai macam kapal, lalu layar di langit berubah menampilkan No 2 yang remaja lagi dengan sebuah sekolah dengan tenang saja. ‘Area 2 Taklukkan Aku!’ dengan jelas sekali tertulis. Setelah itu semuanya jadi gelap sekali lalu No 1 menemukan dirinya berada di sebuah ruangan yang tanpak maju, karena menemukan layar di depannya secara langsung. No 1melihat ke sekelilingnya dan menemukan dirinya yang lain sedang duduk di kursi melihat layar yang sedang mengetik dengan cepat.


“Kode ini hampir selesai…” dengan tenang No 2 mengatakn itu sambil terus melihat layar yang terus secrol dengan cepat ke bawah. Setela beberapa saat, No 2 selesai dengan menghilangkan semua layar di depannya dan merasa lega sekali. “Sudah saat berangkat sekolah.” No 2 bangung dari kursinya lalu jalan ke pintu yang dekat. Sementara No 1 jadi penasaran dengan apa yang terjadi dengan dirinya yang lain, termasuk Aria dan lainnya yang telah di tinggalnya.


“Kali ini era maju. Tapi diriku yang lain lebih terlihat normal dan layaknya remaja biasa saja. Mungkin ada sesuatu yang beda di sini.” pikir No 1 yang melihat banyak perbedaan dirinya yang lain itu, dengan beberapa dirinya yang sebelumnya yang terlihat lebih dewasa. Saat No 2 sudah di balik pintu yang di masukinya, dia langsung berada di luar rumah yang depannya ada halaman yang luas dengan rumah yang melayang. “ini namanya bukan kota maju, ini peradaban jauh yang tidak bisa ku bayangkan sama sekali.” ucap No 1 melihat semuanya itu sudah terlalu maju bahkan manusianya pun hampir terlihat tidak ada sama sekali yang jalan kaki. Setelah itu layarnya muncul tiba-tiba dan itu menunjukkan anggka 9998. “Sepertinya mereka di masukan ke era ini dan bukan era selanjutnya. Diriku yang lain, apa yang kamu renacakan sebenarnya?” Tanya No 1 yang ingin tahu sekali. No 1 lanjut lagi melihat ke No 2 yang terlihat serius sekali dengan terus mempertanya apa yang di inginkan dirinya yang lain pada dirinya sendiri.


Setelah itu No 2 menekan sesuatu di halaman rumah yang lansung memuncilkan layar di depan kemudian sebuah portal terbentuk di depannya dan tanpa ragu dia langsung masuk. Setelah No 1 mendapat ingatan mengenai lokasinya dirinya yang sekarang. Itu merupakan tahu yang sama dengan era dirinya tapi lebih maju lagi karena teknologi maju sudah 200 tahun lalu. Yang di mana kemudian di kembangkan hingga jadi kota yang saat ini. Di sisi lain, pelajaran yang sekarang itu tidak ada namanya Biologi, Matematika, Sejarah. yang ada cuma dalam empat kategori yaitu Prajurit, Pengetahuan, Teknik, dan Semesta. Semua pembelajarannya tergantung mau pilih yang mana bahkan bisa memilih semuanya. Saat No 2 sampai di balik portal dia sampai di sebuah gerbang sekolah yang jelas sekali tertera namanya di atasnya. “Pagi Anto!” sapa seseorang pada No 2 yang baru sampai dari portalnya.


No 2 berbalik melihat ke orang yang menyapanya. “Toy! Ada apa?’ Tanya No 2 yang melihat temannya itu bahagia dengan ekpresi tenang. Temannya itu malah langsung berlari lalu hendak memeluknya, tapi No 2 dengan cepat menghidarinya hingga dia jatuh ke lantai. “Sudah dulu, aku mau pergi antar tugas.” dengan pelan No 2 meninggalkan temannya yang jatuh itu. Dan di saat itulah teriakan terdengar dan membuat No 2 berhenti jalan lalu melihat ke kerumunan orang yang tidak terlalu jauh darinya. No 2 terus melihat kepara gadis di sana dan juga melihat seorang anak kecil yang berumur 6 tahun di antara para remaja itu.


“Sepertinya kamu tertarik dengan mereka, tapi mustahil mereka melirikmu. Tanpangmu saja biasa saja. Mereka dari keluarga terkenal semua.” Toy merangkul No 2 sambil menjelaskan. “Gadis kecil itu namanya Putri Nanda dari Planet Mars, lalu di dekatnya itu Arma, Aru, Ami, Hal dan Hime. Mereka adalah jenius yang tidak tertandingi.” dengan tenang menjelaskan itu pada No 2 yang di rangkulnya. No 2 hanya diam saja mendengarkan temannya menjelaskan semua itu.


“Lihat!” minta Toy pada No 2 sambil menunjuk ke sisi lain yang sana ada sebuah portal yang cukup besar. No 2 dan No 1 terus melihat ke portal itu lalu beberapa Gadis keluar dan No 1 tahu kalau itu ara BIDADARI yang tersisa. “Mereka dari Sekolah Tingkat 1!” tunjuknya pada beberapa gadis yang berumur sekitar 12 tahunan. ‘DUARRR…!!’ ledakan langsung terjadi di dekat No 2 dan Toy hingga mereka berdua terjatuh. ‘LARIIII…’ banyak sekali orang berlarian meninggalkan lokasi muncul Dungeon. No 2 perlahan bangun sedang Toy malah pingsan di dekatnya. Tapi No 2 tetap tenang lalu menekan tombol di tangannya. Setelah itu sebuah layar muncul di depannya, tapi belum sempat menekan layarnya, sebuah tangan menyerang dirinya hingga terlempar jauh. No 1  melihat No 2 ternyata sangat lemah sekali bahkan dia terlihat tidak berdaya sama sekali.


No 1 sedikit keget melihat No 2 terluka parah sekali. “Apa ini benar diriku?" Tanya No 1 yang melihat No 2 terluka berat sekali.


No 2 terus memperhatikan saja apa yang akan di lakukan oleh dirinya yang lain itu. -I… t… u... b… e… n… a… r!- jawab suara NAVI yang terdengar putus putus. No 1 yang mendengat itu tidak langsung merespon dan diam saja.


“Diam NAVI, aku tahu tapi aku hanya penasaran saja. Jangan paksakan dirimu bicara.” minta No 1 pada NAVI yang bicara padanya dengan berusaha membobol Systemnya sendiri. No 1 lanjut melihat lagi ke No 2 yang berusaha berdiri, sedang para BIDADARI nya itu malah menjauh dengan portal yang di buka di dekat mereka. “Apa mereka tidak mengenalku?” Tanya Mo 1 pada dirinya sendiri yang melihat para gadis itu perlahan masuk tanpa menoleh sama sekali ke dirinya yang lain. Di saat itulah No 1 melihat tangan monster itu mengambil Toy yang pingsan. No 2 langsung bangkit dan berlari ke Mosnter itu lalu menabrak tangannya hingga monster itu melepaskan Toy dari gengamannya. Mosnter itu melihat ke No 2 yang menabraknya hingga jatuh lalu mosnternya meraung dan untungnya cuma satu ekor saja yang membuat No 2 masih terlihat tenang, meski hatinya sangat takut sekali.


“Ternyata kamu lemah juga!” dengan senyum pada Mosnter itu mengatakannya. “HAHAHAHAHAHA…!!” No 2 langsung tertawa padanya dengan penuh rasa takut  sambil memberanikan diri. Mosnter itu langsung menyerang ke No 2 yang seperti mengejeknya. No 2 langsung lari dengan cepat, meninggalkan area itu supaya Toy temannyan tidak terluka oleh monster itu. No 2 berlari di area gerbang sekolah itu yang di mana banyak sekali para murid yang berlarian menjauh. No 2 melihat sana sini mencari lokasi yang aman dengan terus berlari menjauh dari banyak para pelajar. Di saat itulah No 2 melihat sebuah pembatas dari jarak jauh, dan di saat yang juga Monster langsung melompat yangd i lihat dari bayangannya, No 2 menadari itu dari bayangan yang melintas dan tahu kalau dia akan di terkam dari udara. No langsung meluncurkan  dirimya kemudian berguling menghiindari terkamana mosnter itu, setelah dia berhenti berguling dengan cepat No 2 lalu dengan cepat melihat ke mosnternya. Saat mosnternya masih kaget No 2 bangung lalu tersenyum padanya dengan tenang.