Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 267


No 2 dan Fuka hanya diam saja melihat sosok yang mirip sekali dengan Fuka itu. Anto perlahan memegang pipi gadis itu dengan lembut lalu merabanya. Di saat sedang meraba wajah Gadis itu, No 2 merasakan tatapan  yang sangat mengancam sekali lalu  langsung melepas tangannya dari gadis itu dengan cepat saat merasa bahaya. "Ada apa?' tanya No 2 dengan sedikit gugup karena tekananan yang di rasakannya itu. Gadis itu tidak langsung jawab malah melihat terus ke No 2.


“Kakak!” panggil gadis itu yang bingung dengan sikap No 2. “Kamu aneh…” tambah lagi gadis itu dengan menatap ke No 2 yang terlihat beda dari dirinya, lalu perlaha mengubah dirinya jadi senyum. “Mana eskrimku?” Tanya lagi gadis itu sambil meminta dengan senyum dan tidak marah soal tadi.


No 2 yang merasa hawa itu menghilang merasa aman dan kembali normal. “Bentar ku buatkan.” jawab refleks No 2. Gadis itu malah bingung dengan jawaban yang di terimanya.


“Kakak! kamu bilang apa tadi?” Tanya gadis itu yang terliat penasaran sekali. No 2 tidak merespon malah membuka barang belanjaan yang di bawanya tadi. Setelah menemukan yang di cari No 2 melihat ke Gadis yang mirip Fuka itu.


“Akan ku buatkan dengan buah ini!” No 2 menunjukkan beberapa buah yang beda di salah satu belanjaan. Gadis itu malah bingung saja dengan perkataan No 2 sambil melihat ke buah yang di pegang No 2. “Tunggu sebentar, tidak akan lama kok.” minta No 2 dengan senyum pada gadis yang mirip Fuka itu. Fuka tidak peduli dengan hal itu, tapi lebih penasaran dengan gadis yang mirip sekali dengannya itu. Setelah itu No 2 membawa semua buah itu lalu jalan ke dapur yang sudah di hapalnya. No 2 tahu seluk beluk ruangan itu dengan normal dan jalan ke sana dengan biasa saja.


Setelah sampai di dapur, No 2 menaruh buah di tempat pencucian. No 2 tidak asing dengan tempat itu karena dia selalu menginap di sana selama beberapa minggu di eranya. No 2 jalan ke meja masak dan menarih buah yang bawanya ke sana lalu melihat ke tempat pencucian bekas piring kotor. Saat sampai di sana, No 2 malah merasa aneh karena mendapat sesuaru yang tidak di duganya. “Hm… buahnya ku bersihkan dulu, lalu menghaluskannya... Tapi kenapa aku bisa tahu?” Tanya No 2 pada diriya sendiri, padahal dia sendiri tidak tahu cara membuatnya, tapi malah merasa sudah biasa membuat eskrim itu. Setelah beberapa saat merenungkannya, No 2 sadar itu mungkin bukan dari dirinya tapi melainkan pengalaman dirinya yang lain, meski hanya dugaan saja. Tanpa menunggu lebih lama lagi, No 2 menggunakan kekuatannya lalu melepas kulit dan menghaluskan buah supaya cepat jadi. No 2 menikmati semua hal yang di lakukannya pada semua buah itu.


Setelah itu No 2 mengeluarkan beberapa gelas dari lemari yang bukanya dengan kekuatannya lalu menuangkan semua buah yang di haluskannya itu ke dalam gelas yang sudah bejejer rapi. No 2 kemudian menambhakan bahan-bahan lain yang terasa tidak asing dalam perbuatan jus itu. Setelah berapa saat menambahkan bahan lainnya yang berkaitan dalam permbuatan eskrimnya, No 2 terus melanjutkan hingga semuanya selesai (Author sengaja nggak tambahin resepnya biar panjang ceritanya). Setelah semua bahanya jadi, No 2 kemudian membuat tusuk untuk menusuk eskrim yang masih meleleh dalam gelas. Setelah semua jadi, No 2 kemudian membekukannya jadi eskrim yang yang lebih berukuran kecil. Anto kemudian melihat ke eskrim di semua gelas yang jadi dalam beberapa menit saja. “Seharusnya butuh beberapa jam baru bisa di nikmati, tapi karena menggunakan kekuatanku ini hanya membutuhkan menit saja.” ucap Anto dengan tenang setelah semua jadi. Setelah itu No 2 meihat ke eskrimnya yang masih ada di dalam gelas yang banyak sekali.


“Apa aku perlu menaruh dalam cetakan?” Tanya No 2 yang merasa seperti itu. No 2 pun membuat cetakan eskrim tanpa pikir panjang lalu memasukkan semua ekrim yang sudah jadi itu ke dalamnya. “Eskrimnya ada 80 buah dengan rasa yang berbeda-beda, sebaiknya ku coba dulu. Mungkin rasanya kurang enak.” ucapnya sambil mengambil salah satu dari eskrim yang sudah jadi di cetakan. Setelah mengambil satu, No 2 kemudian memakannya dan merasa ada yang kurang. “Ini enak… tapi masih kurang. Sebaiknya ku tambah apa ya?” Tanya No 2 sambil memikirkan sesuaru yang kurang. Setelah memikirkannya, No 2 kemudian tersenyum lalu membuat sesuaru di udara, kemudian menambahkan sesuatu yang di buatnya itu ke dalam eskrimnya. No 2 kemudian mencicipinya lagi dan kali ini rasanya lebih enak dari yang barusan dan juga merasa ada efeknya. “Ku rasa ini cukup.” dengan senyum sambil lanjut makan eskrim itu. Setelah mengabiskan satu eskrim No 2 kemudian membuat sau lagi lalu menambahkan resep yang di buatnya barusan pada semua eskrimnya.


Setelah semua selesai, No 2 kemudian mengambil 3 cetakan eskrim lalu di masukkannya ke dalam lemari es yang di tahunya dari novel, lalu setelah menaruh di dalamnya No 2 kemudian mengambil satu cetakan yang berisikan 20 eskrim dan di bawa keluar dari dapur. No 2 membawa eskrim itu ke ruang makan yang di sana masih ada gadis yang mirip Fuka itu. “Kakak!” panggilnya saat melihat No 2 yang sedang jalan ke arahnya.


“Ika… kamu di sini.” panggil Ibu itu yang membuat gadis itu tidak jadi menjelati eskrimnya. “kamu ngapain?” Tanya Ibunya dengan tenang.


“Ini Bu, mau coba eskrim buatan Kakak.” jawab Ika dengan sopan padanya. Setelah mendengar itu, Ibu itu tanpak kaget lalu berjalan masuk ke ruang makan dan melihat ke meja makan yang di sana ada cetakan eskrim.


“Ini kamu dari apa?” Tanya ibu itu pada No 2. No 2 tidak langsung menjawab malah merasa ada sesuatu yang akan terjadi.


“Ohh… itu ku buat dari buah di belanjaan tadi!” jawab Anto dengan jujur dan juga canggung. Ibu itu langsung melihat sana sini mencari sesuatu. Ibu jalan ke belanjaan yang sudah di taruh di bawah lalu mencari sesuatu. Setelah beberapa melihat belanjaan dia berhenti.


“Di mana buah yang lainnya?” Tanya Ibu itu dengan masih melihat ke belanjaannya.


“Aku buat semuanya jadi eskrim.” jawab No 2 dengan biasa dan tidak tahu apa maksudnya. Ibu itu langsung berbalik melihat ke No 2 dengan tajam. No 2 pun jadi tidak mengerti dengan tatapan itu dan hanya diam saja. Ibu itu langsung mendekat ke No 2 lalu tiba-tiba menarik telinga No 2 denga kerasa sekali. No 2 langsung meringis kesakitan karena telinganya di tarik keras sekali. No 2 juga jadi tambah bingung dan tidak mengerti sama sekali dengan hal yang di alaminya itu.


“APA YANG KAMU LAKUKAN… ITU KAN BUAH BUAT TEMAN-TEMAN IBU YANG AKAN DATANG SORE INII… APA KAMU LUPAA HAH…!” dengan sangat marah sekali pada No 2 dengan terus menarik telinganya. No 2 yang tidak tahu sama sekali hanya bisa diam mendengaran kemarahan Ibu itu, sedang di sisi lain gadis yang mirip Fuka itu sedikit menjauh lalu mencoba eskrimnya. Saat sudah di jilati, dia langsung terdiam dan tidak berkata apa-aapa sama sekali. Dia kemudian menjilati untuk yang kedua kalinya dan matanya langsung terbuka lebar. Setelah merasakan itu, gadisnya langsung mendekat ke ibunya yang lagi ngomel dan memasukkan eskrim yang tadi di jilatinya ke dalam mulut Ibunya hingga jadi terdiam.