Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 154


Suci melihat ke semua arah dan tidak menemukan siapa pun di sana kecuali dirinya. -Kamu tidak akan menemukan siapa pun di sini. Kamu bahkan sudah merasakannya dengan Skil sebelumnya- System mengingat kan dengan jelas. Suci terdiam mengingat hal itu dan tidak berkata apa-apa untuk m,erespon. Setelah System menjawab, dia melayangkan diri dan mendarat di pundak Suci.


Suci tidak bereaski atau marah dengan tindakan itu, malah membiarkannya. “Apa ada hal lain yang kamu harus beritahu aku?” Tanya Suci yang masih tenang sambil berjalan ke arah dapur. System berpikir dan diam sebantar mencari tahu apa yang mau di sampaikannya.


-Oh! mungkin kamu harus harus bicara padaku dengan telepati saat bersama orang lain. Jika tidak kamu akan di anggap gila jika kamu tidak bicara seperti itu- System mengingatkan dengan serius.


“Aku paham.” Jawab singkat Suci sambil terus jalan. Setelah cukup jauh jalan kini dia tiba di persimpangan. Suci tanpa ragu langsung belok ke arah yang dapaur. Setelah beberapa meter, Suci berhenti saat di sebuah pohon yang ada di pintunya. “Apa itu? Seingatku tidak ada pohon seperti sejak dulu.” Suci yang mengingat dengan jelas, bahkan tahu bahwa tidak ada pintu di sana saat masih kena sama kendali Sherly dan Riana. Suci berjalan ke pintu itu dengan rasa ingin tahu. Setelah beberapa meter, dia sampai dan berdiri di dekatnya. “Apa kamu tahu apa ini?” Tanya Suci dengan terus terang.


-Hm… Tidak ku tahu- Jawab System dengan cepat. -Tapi, aku merasakan ada energy yang besar di baliknya yang tidak ku ketahuai- Tambah System dengan serius. -Coba tunggu sebentar, akan ku cari data terkait yang mungkin ada- System mulai mecari dengan menutup matanya dengan mengabaikan Suci. System memulai mecari dengan cukup lama. Sambil menunggu, Suci diam melihat sekitarnya yang tidak ada apa pun.


“Sepertinya tidak ada hal lain yang dapat di ihat di sini.” Suci yang tenang sekali sambil menunggu Systemnya memberi tahu apa yang di balik pintu


-Ketemu. Yang ada di balik pintu itu mungkin Dunia Dewa. Tapi aku tidak yakin, soalnya kemungkinan juga bisa masuk ke Dunia para Iblis juga- System menjelaskan dengan singkat. Suci terdiam sebentar.


“Hm... Apa ada cara membedekan kedua Dunia itu?” Tanya Suci lagi yang ingin tahu. System terdiam sebentar yang mencari data.


-Hm… Ada caranya. Coba kamu sentuh pintu itu- Suruh System. Suci tanpa ragu langsung menyentuh gagang pintu itu. Setelah itu, System mulai menutp matanya dan tidak melakukan apa pun. -Kamu masuklah- Suruh System setelah membuka matanya. Suci tidak berkemontar dan masuk ke dalam pintu dan dengan tenang dan saat membukanya ada cahaya sangat terang hingga membuatnya harus mata.


Mereka brdua tiba di sebuah tempat yang tidak pernah mereka kunjungi sama sekali dan terlihat indah. “Tempat apa ini?” Tanya Suci sambil melihat sana sini dengan sedikit menikmatinya.


-Diamlah, ada yang mendekat- Suruh System dengan suara yang sangat serius. Suci langsung bersiap dengan cepat. -Kamu jangan tegang seperti itu, lebih baik kamu pura-pura lengah. Aku saja yang melindungimu saat ini-System menegur Suci yang sangat serius sekali dengan orang yang akan datang itu,


Suci jadi tenang di tempatnya dan tidak melakukan apa pun selain menunggu. Setelah beberapa saat, sebuah pintu yang sama seperti sebelumnya muncul di depannya. Suci sedikit menjauh dari pintu dan kemudian, beberapa malaikat muncul dengan dengan senjata masing masing dan yang terakhir muncul dengan armor lengkap. “Apa aku akan di tangkap?” Tanya Suci pada System yang ada di dekatnya


-Menurutku tidak, lihat saja sendiri. Mereka berbaris rapi, sepertinya ingin melakukan sesuatu- Sysytem dengan santainya merespon tanpa ada rasa takut sama sekali dengan apa yang di depannya.


Malaikat yang memakai armor lengkap itu berjalan mndekat ke Sucim lalu berhi saat di depannya. “Kamu siapa?” Tanya Malaikat itu pada Suci. Suci masih tetap tenang dan tidak menjawab pertanyaan Malaikat itu.


“Kenapa kamu bertanya?” Tanya balik Suci dengan tegas pada malaikat itu. Para malaikat jadi sedikit kaget dengan jawaban Suci.


“Apa kamu memahami bahasa kami?” Tanya balik malaikat itu. Suci tidak langsung merespon malah diam saja sebentar.


“Tentu saja aku memahaminya.” Jawab Suci dengan sedikit sopan. Malaikat itu terdiam sebentar dan seperti sedang di hubungi. Malaikat itu cukup lama diam dan tidak merespon Suci sama sekali. Setelah beberapa lama, malaikat itu mengangguk dan terlihat berhti berkomunukasi.


“Apa kamu bisa ikut dengan kami. Dewa kami memanggil.” Dengan sopan malaikat itu mengajak Suci. Suci terdiam tidak mengerti dengan para malaikat ini yang sopan padanya. Seharusnya mereka itu sedikit arogan dan dengan nada sangat mudah tersinggung jika lawan balik, tapi malah yang di temukannya itu ramah padanya.


-Hm… Aku tidak tahu. Kamu sendiri yang harus memutuskan. Aku memang bisa membantu apa saja, bahkan untuk ini juga bisa, tapi untuk perkembanganmu sendiri kamu harus melakukannya sendiri- Jawab System dengan serius sekali dan tidak memberikan arahan pada Suci. -Bukannya aku tidak mau membantu, tapi mentalmu itu puluhan tahun hidup di Dunia yang berbeda dan bahkan cara berpikirmu itu aku tahu. Jadi ku serahkan hal sepele ini padamu dan biarkan aku menangani yang bagian sangat sulitnya- System menambahkan dengan jelas sekali.


Suci terdiam cukup lama dengan di tunggu oleh malaikat tadi. “Pilihanku ya. Aku akan memilih ikut saja.” Suci yang masih berpikir sebentar. “Baiklah.” Jawab Suci dengan santainya. Malaikat di depannya itu mengngguk lalu setelahnya, malaikat itu mengubah armornya dan melepasnya dengan pakaian yang berbeda. Ternyata malaikat itu adalah seorang Gadis yang tidak di sangkanya sama sekali.


“Mari ikut saya.” Ajak Malaikat dengan tersenyum padanya. Para malaikat yang lain hanya diam saja dan tidak berani berkata apa-apa dan malah dengan sopan membiarkan mereka berdua lewat ke pintu tadi. Suci tidak mengerti dengan apa yang akan erjadi, namun dia tahu bhawa pasti ada sesuatu yang di inginkan Dewa padanya, meski dia hanya menebak saja. Saat Suci melihat apa yang ada di balik pintu, tenyata ada sebuah gerbang istana yang sangat besar sekali yang di jaga oleh seorang malaikat. Kedua malaikat penjaga itu menunduk sopan pada mereka berdua dan tidak berkata apa-apa.


Saat Suci dan malaikat Gadis tadi masuk gerbang, pemandangannya berubah dalam sekejap. Tapi itu tidak membuat Suci takjub dengan hal itu. “Kita akan ke mana?” Tanya Suci dengan terus terang pada malaikat itu.


“Kita akan ke ruang tahta Dewa.Sepertinya dia memanggilmu ke sana." Jawab malaikat itu dengan terus terang. "Aku tidak tahu apa alasannya memanggilmu, tapi aku yakin itu bukan hal yang buruk. Dan katanya ada sesuatu yang ingin di sampaikan padamu.” Saat merespoj Gadis malaikat itu terlihat seperti manusia saat menjawabnya.


-Malaikat yang aneh. Dari yang ku lihat dari tadi, semua malaikat tanpaknya terlihat tidak suka sama kamu. Tapi mereka semua menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu padamu- System menjelaskan dengan singkat.


"Apa itu terlihat sangat jelas?" Tanya Suci pada System sambil terus mengikuti malaikat itu.


-Ya, sangat jelas malah. Tapi, ada sesuatu yang tidak terduga di sini yang mungkin kamu dapatkan- Respon System dengan santinya. Setelah itu mereka berdua tidak bicara lagi dan hanya jalan mengikuti malaikat itu.


Setelah beberapa meter dari jalan tadi, malaikat itu berhenti berjalan, kemudian berbalik melihat ke Suci. “Pegang tanganku!” Ajak malaikat itu pada Suci yang berjalan.


“Tidak mau. Tanganku hanya untuk orang yang ku kenal.” Jawab Suci dengan cepat dan tidak mengerti apa maksud permintaan malaikat itu sambil menatapnya dengan aneh.


“Aku mau mengajakmu terbang biar cepat sampai ke sana.” Menunjuk sebuah pintu yang sangat jauh sekali dari yang tidak mengerti dengan reaksi Suci yang berlebihan. Suci yang melihat ke pintu yang terletak sangat jauh mengerti dengan ajakan malaikat itu, tapi dia tidak mau.


“Itu masalah kecil.” Respon Suci sambil memunculkan saya di punggungnya. Malaikat di dekatnya itu kaget sekali dengan sayap yang muncul pada Suci. Dia tidak menduga sama sekali apa yang di lakukan seorang manusia mempunyai kemampuan tersebut. “Mari kita pergi.” Ajak Suci sambil terbang duluan ke tempat yang di tunjuk oleh malaikat itu dengan meninggalkannya.


-Hm… Jika aku jadi kamu, aku akan pelan sedikit- Bicara System tiba-tiba bahkan belum 10 detik Suci terbang.


“Apa maksdumu?” Tanya Suci yang tidak mengerti maksud System yang bekata seperti itu padanya.


-Lihat saja sendiri ke balakang- Suruh System melihat ke belakang. Suci yang terbang duluan melihat ke belakangnya denagn terus terbang. Dan saat melihat dia tidak melihat malaikat itu di belakangnya. Kemdian dengan cepat dia berhenti dan memperhatikan mencari Gadis malaikat itu dari jauh.


Next Chapter