Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 27


Setelah setengah jam kemudian Anto selesai makan, tapi Siska masih makan dengan menyisakan tinggal 2 porsi makanan. Meski Anto tahu nafsu makan Siska besar, dia tidak menyangka akan sebear itu hingga menyisakan sedikit saja. “Aku tidak menyangka Gadis sepertinya akan makan selahap ini.” senyum Anto pada Siska yang makan dengan lahap. Siska berhenti sejenak makan. Anto yang melihat Siska tidak melajutkan makannya sedikit membuat penasaran. Siska diam saja tidak merespon, Anto yang sadar dengan tingkah Siska hanya bisa diam dan mengerti kenapa dia tidak lajut makan. "Masih tersisa itu. Masih 2 porsi juga yang belum habis. Aku tidak akan memakannya." Dengan suara santai Anto bicara pada Siska. "Aku pergi dulu bawa semua ini." Anto bangun dari kursinya lalu meninggal Siska yang sepertinya malu padanya. Anto melayangkan ratusan piring yang kotor di atas mereka sabil jalan keluar. "NAVI, hilangkan semua ini saat di luar." Minta Anto dengan sopan sambil terus jalan.


NAVI diam tidak merespon. Saat sudah di luar ruang makan NAVI menghilangkan semua piring kotor itu seperti debu. Anto terus jalan keluar meninggalkan Siska yang mungkin tidak bisa makan kalau di temani. -Apa kamu akan meninggalkannya?- Tanya NAVI pada Anto yang terus jalan saja. Anto tidak langsung jawab malah diam saja. Saat sedang jalan, Anto sampai di dekat jalan masuk ke ruang keluarga dan terdiam sebentar.


"Hm... Apa ya?" Pikir Anto dengan serius. Tapi bukan memikirkan jawaban yang akan di berikan pada NAVI. "NAVI, bisa bantu mengurusnya. Aku mandi dulu. Sudah lama sejak aku mandi." minta Anto yang langsung jalan lagi ke kamar Mandi.


-Oke- Jawab NAVI singkat meski tidak mendapat jawaban dari Anto. Setelahnya Anto terus berjalan ke kamar mandi. Di sisi lain, NAVI yang bisa mengawasi apa pun dalam tenda itu dapat tahu apa yang di lakukan Siska dan juga tahu isi pikirannya. Ini sama seperti dalam wilayah kekuasaannya sendiri. NAVI kemudian dapat merasakan Siska masih di meja makan dengan wajah yang sangat kaget dengan tindakan yang di lakukannya.


"Apa yang ku lakukan ini?" Tanya Nina yang masih terus makan dengan sisa makanan yang di tinggalkan Anto pada dirinya.


-Fungsi pembaca pikiran ini ternyata bagus juga, tapi andaikan Anto tahu ini pasti dia akan marah. Tapi ku rasa dia tidak akan menggunakannya meski ada- dengan yakin NAVI yang mengetahui sifatnya sendiri. -Aku yang sebagai System tidak apa apa menggunakan ini karena aku membutuhkan mencari pengetahuan dari orang lain, meski terbatas dalam wilayah kekuasaan saja- dengan terus mengawasi Siska yang makan. -Sepertinya sudah saatnya menyapanya- NAVI yang akan memulai pengawasannya dengan caranya sendiri. -Ehm.. Ternyata mau habis- Kata NAVI dengan sangat jelas di ruang makan. Siska sangat kaget dengan suara yang tiba-tiba itu. -Jangan kaget, aku adalah NAVI pemilik rumah ini. Aku tidak punya bentuk fisik jadi aku tidak bisa melukaimu- NAVI menjelaskan secara singkat. Siska masih dengan posisinya yang siaga, tapi dia menenagkan dirinya dengan cepat.


NAVI dapat merasakan kalau Siska masih kaget dan juga takut. -Jika kamu pemilik rumah ini, pasti kamu tahu apa yang sudah ku lakukan dan sedang terjadi saat ini?- Tanya Siska yang sangat waspada dengan tindakannya sendiri. NAVI tidak langsung merespon malah diam saja menunggu Siska sedikit baikan.


Setelah NAVI merasakan Siska sedikit tenang dai mulai bicara. -Semuanya ku tahu apa yang kamu lakukan sejak masuk ke dalam sini. Tenang saja aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di luar dan hanya bisa dalam sini saja- tambah NAVI dengan suara biasa dan berusaha menenangkan Siska. -Tenang saja, Anto tidak akan tahu sama sekali pembicaraan kia ini. Karena aku di program tidak bisa membiarkan privasi orang lain bocor, jika tidak aku akan mati secara otomasti- denga serius mengatakan itu. -Sudah jangan bahasini, apa ada yang ingin kamu tanyakan? kamu bisa tanyakan apa pun padaku!- Kata NAVI dengan suara bikin tenang Siska.


NAVI dapat merasakan siska yang merasa aman dan nyaman dengan perkataannya tadi. Siska tidak langsung bertanya dia berpikir dulu mau menananyakan apa. "Siapa dia?" Tanya Siska langusng tanpa bertele-tele, setelah memikirkannya sejenak meski tahu apa yang di pikirkan oleh NAVI.


-Anto ya. Dari mana ku mulai cerrtakan- respon NAVI yang memikirkannya. Beberapa menit NAVI diam dan belum menjawab Siska. -Baiklah kita mulai- Suara NAVI dengan nada sedikit serius. -Ini bermula saat masih dia masih berumur lima tahun. Anto membaca sebuah buku tentang seorang yang berpetaualang ke belahan Dunia yang berbeda. Dia merasa sangat senang dengan buku itu dan ingin menjadi sepeti itu. Tapi, masalahnya dia tidak punya kekuatan seperti itu. Namun, bukan berati tidak bisa. Jadi Anto membuat rencana dengan petualangnya itu. Rencana itu berhasil di buat kurang dari 7 hari- NAVI menjawab Siska dengan sangat jelas sekali. -Dan satu hal lagi, dia itu hanya manusia biasa yang bisa di hancurkan tubuhnya, dan bukan seperti kalian yang keras dan sulit di hancurkan tubuhnya dengan senjata biasa- tambah NAVI menjawab pertanyaan Siska.


Siska tidak langsung percaya dengan apa yang di katakan NAVI, tapi mau bagaimana lagi dia hanya merasa harus terima saja. "Apa ini cuma perasaanku saja atau memang mereka berdua sengaja melakukan ini?" Tanya Siska dalam dirinya yang tidak percaya sama sekali dengan NAVI. Meski NAVI tahu dia tetap diam membiarkan Siska memikirkannya sendiri. "Bisa jawab aku dengan jujur?" Tanya Nina dengan sangat serius sekali.


-Ya. Akan ku jawab semua pertanyaanmu. Apa pun itu selama yang ku ketahui- Jawab NAVI dengan nada ramah pada Siska yang terlalu serius. -Tapi bisa kita bicara tidak di sini, coba pergi ke ruang keluarga. Di sana lebih nyaman dari pada di sini- Ajak NAVI dengan suara tulus. Siska tidak berkata apa-apa, dia berjalan keluar dari ruang makan dengan perasaan tegang menuruti permintaan NAVI. Namun dia berhenti saat di luar karena melihat sebuah tanda di bawah kakinya. -Ikuti itu dan kamu akan sampai di ruangan yang ku maksud- NAVI dengan cepat menjelaskan. Siska tidak merespon dan hanya mengikuti tanda hitam di lantai itu menuju ruangan yang di maksud NAVI. Saat ke ruang keluarga Siska hanya diam saja dan tida berkata apa-apa dengan terus keluar. Siska melihat sana sini di ruang keluarga dengan diam saja. -Duduk di salah sopa di sana, jangan berdiri saja- Minta NAVI pada Siska yang diam di tempatnya. Siska diam saja menuruti Siska yang cemas akan sesuatu. NAVI jadi tidak tahu harus dengan apa yang di rasakan Siska itu.


NAVI tahu kalau  sedang tidak fokus sekali dan pikirannya selalu ke mana mana. -Siska bisa kamu tenang, aku tahu  kemu cemas akan sesuatu meski kamu terlihat tenang seperti itu, tapi Anto dia tidak bermaksud buruk padamu. Dia Hanya saja dia ingin menjadikanmu bagian Haremnya saja- NAVI menjelaskan tujuannya sendiri dengan jelas. Meski Siska banyak pikiran saat ini. Siska yang mendengar itu pikirannya yang ke mana mana jadi kosong dan tidak mengerti maksud dari NAVI.


"Harem? Apa itu?" Tanya Siska yang terlihat lebih baik. NAVI yang mendengar dan merasa itu dari Siska, tidak menyangkan kalau dia tidak tahu apa itu Harem. Siska juga tidak menyadari kalau dirinya mengubah sikap dengan cepat sekali di depan NAVI. NAVI diam sedikit diam sambil merasakan suasana Siska yang sedikit membaik.


-Itu salah satu tujuan Anto jadi petualang di angkasa, karena ingin mencari Gadis untuk di jadikan sebagai Istri di Dunianya sendiri. Dia ingin membawanya pulang ke Bumi dan mengajaknya tingal di sana- Jawab NAVI  meski itu hanya sebagian saja dari jawaban yang di utarakan NAVI. Siska tetap tenang setelah mendengar itu dari NAVI dan tidak memikirkan apa pun. -Sementara menunggu Anto selesai mandi, akan ku ceritkan semua kisah perjalanan yang dia lakukan dan apa tujuannya ke sini. Bagiamana?- Tanya NAVI sambil membuat penawaran dengan Siska yang akan mendengar semua tentang Anto (Dirinya sendiri). Siska mengangguk tanpa bertanya balik dengan refleks. NAVI yang merasa Siska nyaman dengan apa yang di lakukannya tidak bisa berbuat dan hanya bisa merasa senang dengan apa yang di rasakan Siska. Sementara itu, Anto yang sudah selesai mandi melihat Siska yang sedang duduk sendiri di ruang keluarga saat lewat di sana.


Sesampainya di dapur, Anto yang masih bersemangat tidak memperdulikan hal lain selain mulai memasak. Anto mulai dengan penuh senyum memgmabil banyak bahan makanan dari kulkas lalu mulai memasak dengan cepat menggunkan Skilnya. Sementara itu, Siska yang di sopa tertidur akibat mendengar cerita dari NAVI. Namun perlahan bangun saat mendengar Anto yang tadi berlari kencang saat menuruni tangga. Saat Siska bangun di ruang keluarga dia merasa sangat nyaman sekali saat bangun meski belm menyadarinya sama sekali. Siska melihat sana sini dan tidak ada hal apa pun yang berubah di sekitarnya.


"Kenapa aku tidur?" tanya Siska yang merasa bingung dengan diri sendiri. Siska tidak mengetahui kapan dirinya tertidur merasa aneh, karena setelah jadi Kulitvator seharusnya tidak membuat ngantuk sama sekali. "Kenapa?" Tanya Siska yang masih tidak mengerti sama sekali dengan hal yang di alaminya itu. Dalam kebingungannya, Siska mencium bau sebuah masakan yang baru pertama kali di ciumnya. "Ini apa!" tanya Siska yang jadi tenang lagi dan merasa nyaman dengan bau masakan yang tidak di ketahuinya itu. Tanpa di sadari Siska berjalan ke sumber bau wangi dan enak itu. Di sisi lain Anto sibuk masak dengan cepat tidak menyadari Siska yang ke arahnya.


-Sepertinya dia akan ke sini- Kata NAVI dengan jelas pada Anto yang sedang memasak dengan cepat dan gesit. Anto tersenyum mendengar Siska yang akan melihatnya memasak. Anto terus memasak dengan menunggu Siska yang sedang berjalan ke arahnya. Setelah cukup lama menunggu, Siska sampai di dekat dapur tempat Anto sedang memasak. Saat di dekat dapur Siska mendengar suara yang begitu berisisk dari dapur. Siska jalan dengan pelan bjalan ke bagian dapur dan lalu mengintip dari jauh apa yang ada dalam saja.


Siska melihat Anto sedang memasakan dengan sernyum di sana dan tidak memperhatikannya. Lalu Siska melihat sana sini di sekitarnya yang baru sadar ternyata dirinya sudah sampai di dapur dan melihat Anto yang sedang memasak. "Mau bantu?" Tanya Anto pada Siska sambil terus mengendalikan alat mrmasaknya tanpa melihat ke Siska sama sekali. Siska reflesk kaget dengan perkataan Anto yang menyadarinya ada sana.


"Ji, jika boleh." Jawab Siska dengan tampak ragu. Anto tersenyum kecil sambil terus memasak dan tanpa melihat ke Siska.


"Kalau gitu, bawa semua ini ke meja makan." Minta Anto dengan ramah sambil melayangkan makanan yang sudah jadi ke depan Siska. Siska yng melihat itu terpaku dengan makanan yang datang dengan sendiri ke dia. "Jika sudah penuh mejanya katakan melayang nanti." Anto memberi arahan singkat dan dengan suara yang ramah sekali pada Siska. Siska tidak berkata apa-apa dan mulai melakukan apa yang di minta Anto padanya. Siska dengan cepat bolak baik mengambil makananan yang melayang di udara. Di sisi lain dia juga jadi kepikiran kenapa dia mau membantu Anto seperti itu.


***


30 menit berlalu, Anto selesai masak dan juga sudah merasa senang dengan perlakuan Siska padanya. Siska yang menyiapakan makanan di atas meja menunggu Anto di sana dengan wajah ceria yang terpancar dari wajahnya yang tidak di tutupinya. Saat Anto sampai di ruang makan, dia kaget dengan ruang makan yang sangat luas sekali dan juga makanan sudah di susun rapi di atas meja. "Apa ini?" tanya Anto yang bingung dengan desain meja yang sangat panjang dan juga makanan yang banyak sekali dan juga 2 kursi yang terlihat mewah.


-Ini desain Siska, bagaimana?- tanya NAVI merespon Anto dengan suara jelas sekali. -Aku mengajari semua pengetahuan dasar tentang semua materi- NAVI menambhkan dengan singkat. Anto hanya menganggu paham maksud NAVI dan tidak merespon pertanyaan sebelumnya.


"Ini sangat bagus dan rapi. Tapi, ada beberapa hal yang kurang." Jawab Anto sambil melihat ke arah Siska yang terlihat kecewa padanya. "Pakaian NAVI." Kata Anto dengan cepat. Setelah berkata itu, tiba-tiba Siska di kelilingi sebuah keggelapan yang pekat lalu baju berubah jadi gaun yang sangat mirip seperti di Bumi. Anto yang melihat itu, terdiam dengan pakaian yang di kenakan Siska sangat cocok dengannya. Setelahnya, Anto di ubah pakaiannya oleh NAVI dengan pakaian yang sama dengan Siska, yang membuat Siska sedikit terdiam saat melihat ke arah Anto. "Kak, pakaian saat ini tidak cocok sama sekali dengan situasi yang sekarang." Anto tersenyum pada Siska yang masih belum menunjukkan ekpresi apa pun padanya, sambil mengubah pakaiannya jadi seperti semula. "Bukannya aku tidak senang, hanya saja situasi saat ini sangat tidak cocok untuk pakaian ini." Anto terus menjelaskan dengan senyum yang tulus. "Dunia ini tidak cocok dengan gaya seperti ini. Kakak tahu sendiri kan, seperti apa Dunia ini!" Anto mengingatkan dengan senyum yang tidak berhenti. "Aku tidak tahu apa yang mempengaruhi Kakak, yang jelas saat ini sebaiknya kita makan lagi meski tadi sudah." Dengan tetap senyum Anto mentakan itu. "Jika Kakak mau perjamuan makan yang sesungguhnya, saat sudah selesai di sini... lebih tepatnya aku pulang ke Bumi, aka ku ajak kakak merasakan jamuan makan sesungguhnya nanti, bisa ikut aku ke Bumi setelah beberapa tajun." Dengan sangat jelas Anto mengatakan pendapatnya pada Siska.


Setelah berkata itu, Anto berjalan ke kursi yang di dekatnya. "Aku mengerti." Jawab Siska dengan ragu-ragu dan juga dengan suara sedikit kecil. Anto tersenyum dengan respon Siska padanya. Kemudian Siska duduk di kursi yang tersedia.


“Oh ya. maaf saja jika aku baik dan menyebalkan. Tapi... sudahlah, mari kita makan.” Ajak Anto sambil mulai makan dengan lahap dan tidak menyelesaikan kalimatnya. Siska yang mendengar perkataan Anto langsung diam dengan kecewa padanya. Siska tahu Anto itu tidak berbohog sama sekali atas perkataanya. Siska tersenyum kecil sambil menunduk setelah mendengar Anto berkata itu padanya. Siska mulai  ikut makan dengan pelan dan tidak seperti teralkir kali yang makan dengan lahap dan tidak memperhatikan sama sekali.


***