
Di dalam barrier, api berkobar di mana-mana dengan sangat membara akibat meteor itu. Bahkan semua bangunan kini jadi debu yang berhamburan di tengah asap api yang membara. Di tengah-tengah itu, manusia yang di lindugi oleh barrier yang buat NAVI, tidak merasakan panasnya dan dampak dari meteor yang jatuh ke tempat mereka tertidur. Sedangkan di sisi lain, Anto yang tertidur masih dalam proses menerima pemulihan ingatan yang banyak sekali sedang meringis kesakitan. -Semua Monster telah lenyap di Dunia ini. Tapi masih banyak Monster yang akan datang dari portal apa yang tidak terlihat oleh mata ini di masa yang akan datang, yah meski itu hanya semenatara saja?- Tanya NAVI pada dirinya sendiri saat tidak menemukan berbagai portal dari seluruh Dunia setelah memindai. NAVI yang tidak menemukan berbagai macam portal di Bumi jadi tidak paham apa tujuan dari para Monster ini yang di tinggal begitu saja setelah lama menginpasi. -Fiuh… Tapi, untungny masa depan tidak ada yang berubah sama sekali mulai dari sini- NAVI yang lega saat mengingat di masa depan ada banyak sekali Player di Bumi yang bermunculan.
Setelah memindai dan mengamati portal atau di masa depan di sebut Dungeon, kini NAVI membuat sebuah awan hitam besar di langit dengan sangat luas sekali. Dengan pengetahuan tentang perubahan cuaca, NAVI membuat awan yang mengelilingi 5 km area yang terkena dampak jatuhnya meteor. Setelah itu, dari wana yang sudah menumpuk dia menurunkan hujan dengan lebat. Apa yang tadinya berkobar dengan hebat dan panjang kini perlahan terkena air dan mulai memadam dengan perlahan. Di dalam barier yang masih tertanam, kini banyak asap seperti kabut tebal yang mengelelilingi area seluas 5 km itu. -Meteor itu bisa jadi bahan senjata bagus di masa depan yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Tapi, keserakahan manusia juga tidak ada habisnya- Dengan perasaan was-was, NAVI yang mulai menghilangkan sebagian meteor yang besar dan meninggalkan meteor yang kecil saja yang sudah jadi pecaha seperti kaca. NAVI sengaja meninggalkan itu supaya manusia bisa bangkit dari masa krisis yang akan datang.
Tapi, saat sedang membersihkan meteor itu. -Eh!- NAVI yiba-tiba bisa merasakan ada sosok kuat datang ke Bumi yang datang dari Dunia lain dengan aura kekuatan yang kuat dan besar. Sosok itu terbang dengan cepat sekali menuju Bumi melewati sebuah portal. NAVI yang merasakan itu, merasa tidak percaya dengan kekuatannya sendiri yang sangat besar sekali karena bisa merasakan sesuatu yang sangat jauh itu. Tapi, bukan itu yang jadi masalahnya. Sekarang ini seperti ada sesuatu yang tidak di duga atau karena NAVI yang sudah melenyapkan semua Monster itu yang membuatnya datang ke Bumi. -Sepertinya dia akan tiba kurang dari 5 jam lagi- NAVI yang mulai cepat membersihkan semua api dengan hujan yang masih berjatuhan. Tapi, meski dengan hujan itu masih sangat lama untuk bisa padam. -Ini terlalu lama- NAVI yang merasa sedikit resah karena telalu lama apinya padam meski tidak akan melukai siapa pun. NAVI memikirkan cara lain supaya apinya lebih cepat padam.
“Adehh… Sakit kepalaku.” Bicara Anto dengan sangat jelas saat semuanya sudah selesai. Anto yang bangun langsung memgang kepalanya yang sakit akibat menerima memory dari semua Bunsinya yang telah melakukan banyak hal di berbagai Negara. “Untung hanya 30 menit, jika tidak mungkin aku akan berbaing sehatian.” Anto yang sedikit lega mulai turun dari atas kasurnya lalu menutup matanya. Kemudian dia menggunakan Skil deteksinya melihat sekitar yang sudah tidak ada apa pun kecuali lubang yang dalam sekali akibat benturan meteor yang jatuh. Setelah memerika semuanya, Anto membuka matanya sambil kembali memegang kepalanya yang masih terasa sakit. “Fyuh… Rasa masih sedikit sakit. Tapi benda apa yang ke sini?” Tanya Anto sambil merasakan sosok dengan kekuatan besar mendekat ke Bumi saat mendeteksi apa yang telah terjadi.
Anto berjalan ke kursi meja makan sambil melihat makanan yang masih sega lalu duduk di kursi. -Entahlah. Setidaknya dia tidak membawa pasukan ke sini. Jika dia membawa pasukan, mungkin aku akan mengahabisinya sebelum kamu sadar- Respon NAVI dengan senang dan suasana yang baik. -Eh!- NAVI tiba-iba kaget saat meraskan sesuatu yang lain juga. -Kamu merasakannya juga kan?- Tanya NAVI pada Anto yang sudah di meja makan dengan wajah yang kecewa sekali. Anto terdiam tidak merespon NAVI menatap ke depan dengan sangat lurus.
“Ini sangat tidak menyenangkan sama sekali.” Anto yang tidak berekpresi sama sekali saat memikirkan itu. Anto yang di beritahu NAVI dengan kedatangan sosok Jiwa yang tidak asing dengan membelah ruang dan waktu, kini berada di masanya itu dan membuatnya jadi tidak tertarik lagi dengan Bumi, meski itu kampung halamannya. “Ada berapa mereka?” Tanya Anto pada NAVI degan wajah tidak senang sama sekali.
“Hm… Bukannya itu lokasi Gadis yang sakit itu. Kenapa mereka berdua bisa ada di sana?” Tanya Anto saat menemukan tanda BIDADARI yang tidak jauh darinya. Lokasi tempat kedua BIDADARI itu berada sekitar 100 km meter darinya yang menuju ke utara. “Tidak ada gunanya berdiam diri seperti ini, aku harus cepat sebelum dia tiba.” Dengan perasaan kesal dan kecewa, Anto bangun dari tempat duduk lalu mendekati Gadis kecil yang masih tidur. Anto duduk di sebelahnya lalu membuka selimut Gadis itu. Setelah membukanya, Anto melihat tubuh Gadis itu yang sangat kurus sekali dengan masih ada kotor di tubuhnya. “Tubuh yang sangat tidak terawat sekali.” Anto menatuh tangannya di kening Gadis itu lalu menutup matanya. ‘WUSH WUSH WUSH!’ Gadis kecil itu di kelilingi oleh cahaya biru yang tenang, lalu cahaya itu memperbaiki tubuh Gadis kecil menjadi lebih berisi untuk anak seusia dirinya. Setelah selesai memperbaiki tubuh Gadis itu, Anto langsung jadi pucat.
-Kenapa kamu membagi nutrisi dari tubuhmu? bukannya bisa dengan makanan itu!- Tanya NAVI yang tidak mengerti dengan tindakan Anto yang membagi nutrisi dari tubuhnya sendiri. Anto tidak langsung menjawab, malah berdiri lalu berjalan dengan terhuyung-huyung. Anto berjalan menuju kursi makan yang sudah tesedia banyak sekali makanan di atas meja. Meski dengan pelan dan terhuyung-huyung, dia tetap berusaha menuju kursi yang ada di dekatnya. Setelah berusaha dengan sangat lelah, Anto sampai di dekat meja makan. Setelah itu, Anto mulai duduk lalu mengambil apa yang ada di atas meja dengan memakannya degan pelan.
Setelah beberapa kali telan makanan, Anto mulai terlihat segar lagi dan kemudian lanjut makan sendiri. “Sudah ku bilang bukan, aku tertarik dengannya dan ingin mengajaknya berpetualang ke Dunia lain yang lebih jauh.” Jawab Anto meski agak lama responnya. “Jika dia pergi dengan tubuh seperti tadi, dia tidak akan sanggup berada di lingkungan baru yang akan kita kunjungi.” Anto menambahkan dengan suara senang sambil lanjut makan sendiri. Setelah itu, mereka berdua tidak ada yang bicara lagi dan hanya menunggu waktu. Saat Anto sedang makan, Gadis itu bangun tanpa ia sadari sama sekali. Dia terus menatap ke arahnya yang sedang makan sendiri. Anto yang melihat itu tersenyum saat Gadis itu masih mengusap matanya beberapa kali. “Kemari, mari makan.” Panggil Anto dengn lembut. Gadis yang baru bangun itu turun dengan cepat, lalu berjalan langsung ke Anto yang memanggilnya.
Next Chapter