
Saat sedang memikirkanya, Anto mendapat dorongan dari para tumbuhan untuk menerima tawaran itu. Anto masih diam saja dan tidak merespon karena sangat ragu. Tapi karena dorongan tumbuhan Anto merasa tidak bisa menolak. “Ya!” Anto menjawab dengan ragu dan juga memilih mempercayai para tumbuhan. Setelah menjawab itu hologramnya menghilang, lalu muncul lagi. ‘Sepertinya kamu memilih untuk mewarisi semuanya. Baiklah karena kamu memilih ini maka setelah pesan ini selesai di robotku akan melakukan pendaptaran pemilik baru kota ini. Ikuti saja arahannya maka kamu akan selesai daptar saja.’ Setelah pesan itu wajah remaja itu jadi terlihat tidak bahagia sekali. ‘Mungkin ini sebuah permintaan, ku harap kamu menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan dan bukan kejahatan. Ini mungkin egois tapi ku harap ini bisa di penuhi.’ Setelah hologramnya langsung mengilang lagi dan muncul lagi yang baru.
Kali ini remaja itu mucul di depan gerbang kota dengan penuh luka di tubuhnya lalu masuk ke kota dan duduk di tiang di dalam kota. ‘Ini pesan bagi mereka yang menjawab ya. Kamu tahu umur dari kotaku ini cuma 5 tahun saja sejak terbentuknya. Pada mulanya ini hanya sebuah tempat kumuh, sangat tidak terawat. Penyakit di mana-mana, tidak ada yang memperdulikan rakyat yang hidup atau mati di sini. Dan di kota ini hanya ada penderitaan saja. Kamu pasti heran bagaimana aku tahu tempat kumuh seperti ini, lebih baik ku ceritakan sedikit saja sebagai alasanmu untuk menerima semua warisan kota ini.’ Anto hanya diam melihat dia yang sangat terluka dan terus menjaga kesadarannya. ‘Dunia ini sudah sangat busuk sekali, banyak kejahatan di mana-mana. Dewa pun sama saja tidak memperdulikan semua kejdian di Dunia mereka sama sekali.’
‘Aku di panggil sebagai Hero, tapi karena Skilku mereka membuangku. Aku tidak sedih meski di buang karena mereka sama sekali tidak menyadari potensi dari Skil itu. Aku menaikkan level di hutan Iblis dengan sangat cepat dari pada Hero lainnya dan juga menjadi yang terkuat. Selama invasi Iblsi aku bergabung dengan para Iblis untuk melawan.’ remaja itu terdiam sebentar. ‘jangan salahkan aku kalau aku berpihak Iblis, yang Iblis itu para manusia dari kerajaan itu yang jadi Iblisnya karena mereka bahkan tidak menyelamatkan Manusia dan Ras lainnya. Mereka menganggap dirinya sebagai yang hebat dan Ras yang paling serba bisa, meski itu hanya di lingkup bangsawan saja. Sudah kita lupkan itu, lebih baik itu saja yang ku ceritakan. Ada hal lain lagi yang ingin ku katakan.'
‘Karena kamu manusia dari Dunia lain, selamtkan orang yang bisa kamu selamatkan. Ku mohon perlakukan semua Ras itu adil dan jangan membedakan mereka karena rupa dan bentuknya saja. Tidak semua Ras itu jahat.’ Setelah itu matanya tetap terbuka dan hologramnya mati. Anto merasakan kesedihan dari para tumbuhan dan Anto sama sekali tidak mengerti kenapa mereka menangis (Maklum masih kurang pengalaman si MC jadi nggak tahu apa yang terjadi). Anto diam saja tidak menegur semua itu. Setelah itu robotnya melayang di depan Anto lalu membelah diri lalu di depannya. Anto melihat sebuah gambar telapak tangan di robot itu, Anto kemudian menaeuhh tangan kanannya di sana sambil menjaga Gadis Elf dengan tangan kirinya supaya tidak jatuh.
Saat di letakkan Anto merasa di tusuk oleh sesuatu namun tidak sakit dan Anto tetap membiarkan tangannya. ‘Pemindahan Master Selesai. Selamat Datang Master!’ Anto di sambut dan tiba-tiba tanahnya bergetar hebat sekali. Getaran itu sangat kuat sekali hingga membuat Anto hampir goyang-goyang sambil mempertahankan diri supaya tidak jatuh. Setelah getaran itu behenti Anto merasa para tumbuhan senang sekali. Anto di suruh masuk ke dalan kota oleh para Tumbuhan. Anto pun masuk karena para Tumbuhan yang memintanya. Saat sekali masuk ke dalam Gerbang Anto merasa di tarik cepat dan tiba di dalam.
Namun saat di dalam Anto melihat sebuah tempat yang tidak di ketahuinya sama sekali. Banyak gedung tinggi dan kendaraan di mana-mana. Ini mirip dengan kota pada masa jayanya itu. Anto melihat sana sini yang sepi tidak ada penghuninya kecuali banyak tanaman dan Bunga di mana-mana. Anto terkagum-kagum melihat semua itu. “Tempat apa ini?” Tanya Anto denagn terang-terangan karena takjub sekali dengan hal yang di lihatnya. Saat sedang takjub Anto tidak menyadari sebauh robot sedan terbang ke arahnya. Para tumbuhan langsung mengingtkan kalau ada Sesutu yang terbang ke arahnya dan langsung melihat ke arah yang di maksud.
“Buku.” Anto melihat sana-sini yang banyak buku sekali bahkan hingga ratusan. Anto terdiam melihat betapa megah dan banyak sekali buku di raknya yang tersusun rapi dan bahkan ada juga rak yang meyang di atasnya. ‘Master Apa Buku Yang Anda Butuhkan?’ Tanya robot itu pada Anto yang mash melihat sana ini. “Apa aku bisa membaca semua ini?” Tanya Anto pada Robot itu dengan sangat penasarn dan juga ingin sekali membacanya. ‘Tentu Saja Master. Semua Yang Di Sini Boleh Di Baca Oleh Siapapun.’ Jawab robot itu dengan sopan dan formal.
Anto jadi sangat senang dan ingin segera membacanya. Tapi Anto tidak tahu harus mencaruh Gadis Elf yang di bawanya itu di mana. Anto melihat sana sini mencari tempat menidurkannya. Anto melihat banyak meja di sana. Anto kemudian jalan ke sana. Saat sampai di salah satu meja, Anto langsung menurukan Gadis Elf itu lalu membaringkannya di sana. ‘Pelanggaran Terjadi! Mininjau’ Sebuah Robot terbang dengan cepat ke Anto saat sudah membaringkan gadis Elf itu. ‘Mohon Maaf Master Karena Membiarkan Tamu Tidur Di Atas Meja Itu Di Larang’ Robot itu mengingatkan. “Terus di mana aku harus menidurkannya?” Tanya Anto pada robot itu dengan polosnya.
'Master Saya Sarankan Di Kamar Pribadi Supaya Lebih Tenang’ Jawab robot itu. “Di Mana kamanya?” Tanya Anto langsung pada robotnya. Setelah itu sebuah portal terbentuk di depannya. ‘Di Dalam Sini Master’ jawab Robot itu lalu masuk duluan. Anto kemudian mengangkat Elf itu dengan pelan dan tidak kesusuhan sama sekali, kemudian masuk ke dalam portal yang di depannya. Saat sudah di dalam Anto lansung jalan ke kasur tempat tidur yang sudah di desain dengan indah lalu membaringkan El itu. “Aku akan keluar dulu, kamu jaga dia sampai bangun.” Minta Anto dengan buru-buru. ‘Di Mengrrti’ jawab robot itu singkat. Anto sama sekali tidak mendengarkan karena sudah masuk ke dalam portal. Saat Anto di balik portal di dalam perpustakaan, Anto jadi sangat senang sekali. “Perjalananku ini akan di mulai dari sini.” Anto kemudian jalan ke rak buku terdekat untuk mulai belajar.
***