Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 53


“Tidak. hanya saja, aku bingung dengan yang kutakan.” Jawab Andri dengan sedikit senyum pada pelayan itu.


“Oh git.” Ucap pelayan it dengan senyum pada Andri dengan tulus.


“Kalau tidak ada hal lain, aku pergi dulu. Bye!” Andri meninggalkan semua orang dan berjalan keluar dari ruang keluarga.


“Tunggu!” Panggil Siska yang masih serius “Pergi ke tama sekarang, ada seseorang ingin bertemu!” Ucap Siska dengan sangat serius pada Andi yang melihat Siska.


“Siapa? Seingatku ak tidak pnya kenalan siapapun dunia. Kecuali kalian saja?” Tanya Andri balik pada Siska yang masih serius.


“Kakakku ingin bertemu denganmu.” jawab Siska yang masih serius.


“Hm!” Andri yang menatap Siska yang masih curiga padanya “Baiklah. Aku akan kesana.” Meski agak ragu Andri langsung menyetujui permintaan Siska


Andri sekarang langsung membuka portal dimensi menuju taman di rumahnya. Sesampainya di taman, Andri melihat sekitar. Andri melihat Bungan yang begitu rimbun dan juga di rawat dengan sangat baik. Taman itu berjaran 1 KM dari rumahnya dan Andri sering kesana selama satu tahun terakhir.


“Ini sangat luar biasa. Berapa kali pun Aku kesini, tempat ini selalu indah selama satu tahun terakhir.” Guman Andri yang tersenyum saat melihat pemandangan hamparan bunga “Mama bilang yang menanam bunng disiniadalah seorang Gadis.  Tapi, Aku tidak pernah melohat Gadis yang merawat bunga ini?.” Masih melihat pemandangan bunga dengan nikmatnya.


Andri yang masih menakmati pemandangan bunga , mulai berjalan mengikuti setapak jalan kecil yang ada di taman menuju sebuah kubah kecil di tengah taman bunga itu. Disaaat Andri hampir sampai di sana, Andi melihat sosok gadis cantik dan terlihat polos seusia 16 tahunan sedang menatap hamparan bunga dengan tersenyum. Andri sangat terpukau saat melihat gadis itu, langsung berhenti di jalan setapak, yang kemudian menatap gadis berpakain serba putih dan rambut hitamnya yang di yang tertiup angin membuat Anto semakin penasaran dengan gadis itu. Gadis itu melihat ke arah Andri yang sedang menatapnya. Selama beberapa saat, Andri merasa sudah mengenal lama gadsi di depannya yang sedang melihatnya.


“Apa yang akan ku katakana?” Andri jadi bingung dengan apa yang harus di katakana pada gadis di depannya itu.


“Sudah lama aku ingin bertemu Anto!” Ucap Gadis itu sambil menetskan air mata saat melihat Andri di depan mataya sendiri.


Setelah melihat Andri, Andri jadi bingung dengan perkataan gadis itu, yang menyebutnya Anto. Setelah lama saling tatap, Gadis itu menghampiri Andri yang sedang diam saja dengan berlari ke arahnya, kemudian memeluk Andri saat sampai.


“Heh!” Andri keget dengan Gadis yang tiba-tiba memeluknya “Siapa gadsi ini?” Tanya diri sendiri, seperti mengenal gadis itu sambil mematung dan hanya diam saja.


Setelah bebeapa lama gadis itu memeluk, dia melepas pelukan dari Andri dengan sangat santai.


“Maaf tiba-tiba memelukmu” Ucap Andri Gadis itu dengan tersenyum pada Andri yang tidak mengerti sama sekali dengan tindakan Gadis itu.


“Jadi! siapa kamu?” Tanya Andri dengan tersenyum dan sopan.


“Aku adalah salah satu bidadarimu yang kembali dari masa depan ke masa lalu.” Jawab Gadis itu dengan tenag dan lebih sopan lagi pada Andri.


“Bidadari?” Andri yang tidak mengerti dengan perkataan Gadsi itu “Namamu?” Tanya singkat Andri dengan memikirkan pekataan gadis itu.


“Namaku Lala.” Jawab Lala sambil menteskan air mata saat menjawab Andri.


“Kamu kenapa?” Tanya Andri sambil tersenyum dan reflex membersihkan air mata Lala dengan tangannya.


“Eh!” Lala terkejut dengan tindakan Andri padanya, yang membersihkan air matanya.


“Apa kamu tidak suka?” Tanya Andri pada Lala yang juga bingung dengan tindakan dirinya sendiri.


“Tidak. Hanya saja Kamu tidak pernah berubah sama sekali terhadapku.” Jawab Lala sambil memgang tangan Andri di wajahnya


“Apa maksudnya?” Andri yang tidak mengerti sama sekali arah pembicaraannya sendiri dengan Lala.


“Apa yang kualakukan?” Andri yang seidkit kaget dengan tindakannya yang tiba-tiba pada lala.


Lala yang mulutnya di tutup oleh Andri juga kaget dan menatap Anto yang menatapnya seperti melarangnya untuk bercerita. Setelah beberapa saat Andri melepas tangannya dari mulut Lala.


“Maaf! tapi Aku merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk di ceritakan.” Ucap Andri sambil ke kubah tempat Lala keluar “Tapi, pasti ada sesuatu yang kamu mau dariku kan?” Tanya Andri dengan tersenym dan mulai bersikap biasa aja pada Lala sambil berjalan kei salah satu kursi yang tersedia.


Lala menatap Andri seperti menatap sebuah harapan yang sangat di percayainya. Dengan berlari kecil, Lala tiba-tiba memeluk Andri lagi yang hendak duduk. Beberapa menit berlalu Lala melepaskan pelukannya dari Andri.


“Maaf, sudah 6 bulan sejak Aku mengingat semuanya, jadi agak terlalu berlebihan.” Ucap Lala sambil melepas pelukannya dari Andri.


“Yah, kagak papa. Tapi Aku merasa tidak terbisa saja. Jadi apa yang kamu inginkan?” Tanya Andri sambil duduk.


“Aku ingin kamu menyelamatkan dunia ku!” Ucap Lala dengan sangat tegas pada Andri yang sedang menatapnya.


Beberapa saat Andri tidak merespon Lala.


“Baiklah, permisi.” Ucap Andri meninggalkan Lala yang seperti bercanda saat mengucapkannya.


“Tungu…!!” Lala menarik baju Andri hingga robek


Andri termenung dengan sikap Lala yang kenakan-kanakan padanya.


“Bisakah melapasnya?” Tanya Andri yang sepertinya marah dan kesal pada Lala.


“Tidak mau.” Jawa Lala dengan sangat tegas pada Andri yang memanatapnya dengan tajam.


Lala membalas tatapan Andri dengan lebih tajam hingga membuat Andri mengalah dengannya.


“Hah!, baiklah. Aku menyerah. Jadi apa yang kamu mau minta tolong?” Tanya Adri merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan Lala yang begitu menyeramkan.


“Duduk!” Lala memberi perintah pada Andri dengan tegas.


Andri mau tidak mau, harus menruti perkataan Lala di dekatnya itu.


“Apa sebenarnya yang terjadi padaku?” Andri yang merasa sangat bingung dengan dunianya sendiri.


“2 tahun lagi dunia ini akan berubah karena sebuah system tiba-tiba memasaki dunia ini. Monster dimana-mana muncul hingga mebuat kehancuran. Teknologi saat ini, mustahil bisa melawannya. Tidak seperti di Bumi, monster di sini jauh lebih ganas dan men…!” Lala tidak melanjutkan perktaannya saat melihat Andri yang sangat kaget dengan sesuatu “Anto, kemu kenapa?” Tanya Lala yang sangat khawatir saat melihat Anto yang sedikit pucat.


“Aku tidak papa. Tapi Bumi itu apa?” Tanya Andri yang sepertinya tertarik dengan Bumi.


“Apa! Bukannya itu, planet asalmu.” Jawab Lala yang sepertinya bingung dengan keadaan Andri.


“Aku dari planet Bumi. Siapa gadis yang kamu kenal di bumi?” Tanya Andri dengan serius pada Lala yang masih khawatir padanya.


NEXT Chapter