
Semua orang menatap dengan wajah senang meski banyak yang pura-pura senang dan bahagia. -Sepertinya mereka sama sekali tidak paham dengan kode yang kamu berikan itu- Bicara NAVI pada Anto mengingatkan kejadian di Dunia lain sebelumnya. Anto diam saja melihat ke mereka yang tanpak tersenyum paksa.
“Sepertinya begitu.” Respon Anto singkat. Setelha itu, Anto tersenyum meski masih banyak kebohongan yang belum di perlihatkan oleh semua BIDADARI nya. “Baiklah. Mari kita masuk, tapi sebelum itu…!” Anto membuat sesuatu dari di depannya sebelum mereka masuk. Setelah beberapa detik, Anto selesai membuat 2 buah cincin hitam gelap yang sama seperti pakainnya. “Ini!” Anto melayangkan lalu menyerahkan pada BIDADARI nya yang baru. “Ini cincin dari potongan pakaian yang ku kenakan. Dan untuk fungsi kalian berdua bisa tahu setelah memakainya.” Kedua BIDADARI nya langsung memakianya tanpa bertanya sambil mempertahankan portal. “Eh!” Anto merasak sesuatu di bawah kakinya. “Lingkaran sihir!” Dengan cepat Anto menyadari itu, tapi bukannya menghilangkannya, dia malah mempertahankan dan menunda pemanggilannya. “NAVI ini ambil alih.” Minta Anto yang merasa senang dan bahagia saat akan di panggil lagi ke Dunia lain. Tanpa merespon, NAVI langsung mengambil alih mempertahankan pemanggilannya itu. “Bailah mari lanjut semuanya, mari kita pergi.” Ajak Anto yang sudah siap dari tadi. Semua BIDADARI nya saling lihat kecuali yang baru.
Anto memimpin masuk menuju lubang portal yang sudah terbuka. Saat sudah di dalam, Anto bisa merasakan badai itu sangat berbahaya jika terkena sedikit saja. -Ini sangat berbahaya. Aku bisa merasakan berbagai zaman dan kehidupan yang berjalan di sini- NAVI memberi tahu Anto apa yang berhasil di dapatnya di dalam saat sudah lebih jelas dari sebelumnya.
“Sepertinya ini akan jadi masalah yang besar.” Respon Anto yang melihat betapa besarnya badai yang ada di dalam portal. Anto melihat ke belekangnya tempat dia masuk. Tapi sat Anto sedang dekat pintu masuk portal “Eh!” Anto jadi kaget saat melihat dirinya sudah jauh dari portal masuk. "Kenapa aku tiba di sini?" Tanya Anto saat melihat badai ruang waktu sudah di dekatnya. “NAVI apa yang mereka katakan?” Tanya Anto saat melihat dirinya yang sudah terlalu dekat denga badai.
NAVI bukannya langsung merespon, malah diam dulu -Kesempatan!- Jawab singkat NAVI setelah beberapa saat. Anto sediki mencerna dan langsung paham dengan rencana NAVI dan tidak jadi menggunakan seluruh kekuatannya untuk lari dari badai yang sudah dekat dengannya. Saat sudah hampir di telan badai ruang waktu, para BIDADARI nya menggunakan seluruh kekuatannya untuk membuat sebuah Barier yang melindunginya. -Barier ini terlalu kuat, tapi ini tidak bisa menghentikan waktu terus memakannya- Bicara NAVI dengan singkat.
“Sepertinya kita harus berpisah semuanya.” Anto tersenyum pada BIDADARI nya berusaha mempertahankan Bariernya. Anto yang melihat BIDADARI nya berusaha keras membantu, membuatnya merasa senang. Tapi dia tidak melakukan apa pun dan diam saja di dalam Barier. Anto yang tenang di dalam Barier membuat sesuatu di depannya sambil diam di tempatnya. Kurang dari sepuluh detik benda yang di buatnya jadi. “NAVI lepaskan panahan panggilan itu.” Minta Anto dengan jelas.
NAVI mencoba melepaskannya, tapi tidak bisa seperi ada yang mengganggu pemanggilan itu. -Mustahil. Saat ini tidak ada pemanggilan lagi, kita sendiri yang harus pergi sendiri ke sisi lain Dunia karena sudah tidak terhubung lagi. Tapi, kita bisa pergi dari sini dahulu ke Dunia luar, lalu menggunakan lingkaran sihir yang kita tunda ini, saat keluar dari badai. Dengan kata lain, kamu harus membiarkan dirimu terkena dengan badai ini- NAVI menjelaskan alasan tidak bisa pemanggilan itu di lakukan.
“TIDAKKK…!!’ Semua BIDADARI nya berteriak saat melihat Anto yang sudah di telan oleh badai waktu. Anto yang sudah lenyap di badai waktu, membuat BIDADARI nya hanya bisa melihat badai yang masih terus saling bentrok. Semua BIDADARI nya sedih sekali kecuali 2 orang yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada mereka. Saat semua orang sedih, tinggak mereka berdua yang masih bepikiran sehat dan tenang.
“Ria, Apa itu?” Tanya BIDADARI yang yang minta di ajari Anto dengan paksa sebelumnya. Ria tidak lasngsung merespon dan diam menunggus apa. Dia kemudian melihat apa yang di tangkapnya saat Anto melemparkannya. Saat melihat lihat, dia tidak sengaja menemukan sebuah tombol ‘BUSH!’ Ria itu menekan tombol yang tidak sengaja di temukannya itu. Setelah beberapa saat sebuah layar muncul dengan pesan suara. Ria menekan pesan itu dengan pelan.
“Semuanya dengar ya. Maaf!” Suara Anto terdengar jelas sekali dari bola itu. “Jujur saja, sebenarnya bukannya aku tidak ingin pulang, tapi aku masih ingin berpetualang lebih jauh lagi dari ini. Dan oleh sebab itu, aku minta kalian jemput BIDADARI yang lainya.” Dengan sangat jelas perkataannya. “Aku harus jelaskan sesuatu dulu. Aku ini masih muda dan ingin berpetualang lebih jauh lagi. Sebagai Petualang AntarBintang, aku tidak akan berhenti di sini saja. Aku masih ingin menikmati masa muda dan remajaku lebih lama dan juga ingin mempunyai Gadis baru lagi.” Anto diam sebentar. “Karena kita berbeda pikiran dan juga pengalaman. Jadi, aku tidak bisa bersama kalian untuk waktu yang lama.” Anto diam lagi. “Kalian tahu kan diriku yang dulu seperti apa. Jika ku berpetualang sebelum puas, meski kangen dengan semua orang di kampung, aku akan terus berpetualang sampai aku puas. Mungkin di masa depan yang kalian alami itu adalah masa lalu yang kelam dan membuat kalian terikat untuk membuatku tetap tinggal di dekat kalian, tapi itu sangat menyedihkan bagiku karena akan terikat dengan kebaikan kalian semua.” Anto terdiam dan belum bicara lagi. “Aku sangat suka di manja, tapi jika aku menikmatinya tanpa usaha, rasanya tidak nyaman dan kurang menyenangkan dalam hati." Di sini Anto diam cukup lama dan belum mulai bicara. "Jika kalian mengingat dengan jelas, speri apa aku di masa depan? seperti itu cara aku berusaha membahagiakan kalian? Dan bagaimana cara dan usahaku membuat kalian bisa saling percaya satu sama lain? Apa aku hanya diam di tempat dan tidak melakukan apa pun buat mengejar kalian? Tentu saja kalian sudah tahu jawabannya, bukan.” Dengan suara serius Anto menyampaikan pesannya pada semua BIDADARI nya. “Hanya itu saja yang ingin ku sampaikan, dan jangan lupa kasi tahu yang lain dengan membawa pesan ini biar mereka lebih percaya lagi dengan apa yang mereka dengan kalian sampaikan, dan tentunya kalian jangan khawatir, aku pasti akan kembali dengan selamat.” Setelah pesan Anto tersampaikan, semua BIDADARI nya terdiam dan memikirkan semua perkataan Anto yang tadi.
“Rina…!” Rina yang dari tadi mendengar itu terdiam di tempatnya hingga tidak sadari di lihati oleh Ria. Kedua BIDADARI Anto yang baru ini, baru pertama kali merasakan dan baru pertama kali mendengar sesuatu yang begitu serius dan juga terdengar sangat baik dan terasa tidak ada kebohongan sama sekali. “Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Ria pada Rina yang mulai baikan setelah beberapa saat melamun mencerna apa yang di sampaikan Anto.
Rina masih diam dan tidak merespon. “Aku tidak tahu.” Jawabnya singkat. “Kita tunggu mereka saja baikan.” Sambil melihat ke BIDADARI lain yang masih diam di tempat mereka dan masih memikirkan semua perkataan Anto.
Next Chapter