Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 241


Setelah pertandingan di mulai, masih tidak ada yang maju duluan dari kedua belah pihak. Mereka terus saling mengamati dengan serius. Dari kelas F mulai menyerang dengan sihir api yang terlihat kecil dan di sisi lain dari kelas S membuat pertahan dengan kuat. Api dan perisau itu berbenturan hingga membuat asap lalu kelas S mulai menyerang maju dulan yang terlihat serasi satu sama lain menggunakan sihir. Kelas F membuat pelindung kecil yang menahan juga, namun mereka buat seara invidu dan membuat yang di belakang tidak terjaga dan kena oleh murid kelas S.


Dua orang dari kelas F terluka berat namun di saat yang bersamaan juga yang menyerang itu terluka berat kena oleh Skil dari kelas F yang nenyerangnya. Kelas S menggunkan kelompok untuk menekan kelas F sedangkan kelas F menggunkan kekuatan invidu untuk menekan kerja sama kelas S, karena mereka tidak pernah bekerja sama satu sama lain. Dalam pertempuran ini tergantung siapa yang bisa bertahan lama di atas arena yang akan jadi pemenangnya. Karena kedua belah pihak unggul dalam bidang masing-masing.


Pertempuran antar kelas ini membuat semua penonton hanya melihat tidak ada yang bersuara termasuk Hostnya yang melihat ke pertempuran yang sangat berbeda sekali dari biasa. Pertempuran di atas arena terjadi dengn sangat intens sekali. Banyak sekali yang terluka namun tidak ada yang mau menyerah, mereka semua berusaha mati-matian bertahan di atas arena. Mereka semua saling serang dan sembuhkan diri satu sama lain antar rekan mereka untuk membuat lebih lama bertahan dan suapya menang.


Anto sendiri yang menonton itu juga melihat pertempuran menikmati karena terlihat sangat menakjubkan dan tidak menduga akan melihat pertempuran semenarik yang ada di bawah sana. Sudah lama berlalu kedua belah pihak bertarung, masih belum ada yang selesai dan pertemupuran masih lanjut karena belum ada yang mau mengalah, meski sudah banyak yang tumbang di antara kedua belah pihak. “Kalau tidak salah jumlah kelas 2 F 25 sedangkan kelas 2 S kalau tidak salah itu sebanyak 30 orang.” Apa mreka akn menang?” Tanya Anto yang masih menikmati pertempuran itu dengan tenang dari kursinya.


Setelah beberapa lama bertarung, di arena tinggal beberapa orang saja yang bertahan di atas arena. Banyak yang sudah terluka dan tidak bisa bertarung lagi, bahkan ada yang tidak sadarkan diri di atas arena. Dari 25 peserta kelas F kini tinggal 2 orang saja yang bertahan yaitu Beastman naga dan serigala laki-laki pengguna angin itu. Di sisi lain di kelas S tinggal 5 orang saja yang masih tersisa. Yang di antaranya ada 2 Iblis Naga, 1 Iblis api, 1 Iblis air dan Beastman rubah. Kedua belah pihak sudah terlihat sangat lelah sekali bahkan mereka tidak ada yang bergerak dari tempat mereka karena terlalu sanga lelah sekali.


Dari kelas F, Beastman naga mulai mengeluarkan api dari tangannya lalu membantuk sebuah tombak yang membara. Dari kelas S juga, Iblis air dan api membuat tombak juga meski sangat berbeda dari milik Beastman kelas F dengan menghabiskan Mana terkahir mereka. Kelas S juga mulai melakukan combo dengan rekan lainnya dengan mehabiaskan Mana yang tersisa dari mereka. Mereka semua membentuk sihir masing-masing, 2 Iblis naga membuar bola api besar sedangkan Beastman rubah memberi dukungan pada rekannya mempesar tombak dan bola api mereka hingga dia pingsan duluan akibat menghabiskan Mananya. Sedangkan di kelas F Beast naga masih memadatkan semua Mana yang tersisa dari dirinya, lalu di susul oeh Beast Serigala yang membuat tombak mengelilingi tombak api milik Beast naga dengan sisa Mananya.


Gabungan sihir tombak api dan tombak angin membuat tombak api naga itu memiliki perisai angin dari sihir tombak angin yang di buat oleh Beastman serigala itu. Bukan hanya membuatnya menjadi perisai, tapi juga membuat semakin membara api yang di miliki oleh Beast naga itu. Sedangkan di sisi lawan, mereka tidak menyatukan sihir mereka, malah mereka membuat 4 sihir yang akan di gunakan meyerang. Kelas F menerbangkan tombak mereka duluan, lalu Iblis air dan api juga melemapr duluan. Kedua kekuatan itu bertabrakan membuat tombak Iblis api, air dan tombak angin milik hancur dan menyisakan tombak api milik kelas F Beast naga lolos. Namun itu di lempari lagi oleh dua bola api dari Iblis naga yang tersisa. Kali ini kedua kekuatan itu malah  saling berlawanan dengan sangat kuat sekali.


Saat semuanya sibuk melihat ke arena, sebuah layar muncul di arena yang menampilkan Anto dan lainnya yang duduk di kursi. Setelah itu Beastman kucing itu berdiri lagi, dengan diam di tempatnya. “Pemenang dari kelas ini adalah kelas F. Itu saja.” Setelah itu layarnya menghilang dan tidak ada apa pun lagi di arena. Anto kemudian melihat ke para Gadis di dekatnya, yang ternyata dari tadi mereka telah memperhatikan dirinya. Anto yang tidak memperhatikan kerena masih terlena dengan pertandingan tadi, kini hanya bisa diam saja kareja terus di tatap oleh mereka berlima. Anto yang di lihati mereka, kini perlahan mulai beranjak berdiri dari kursinya.


Namun, Anto malah merasa pusing lagi dan merasa ingin pingsan saat baru saja berdiri. Anto berusaha menahannya, tapi itu sia-sia, Anto melihat ke sana sini ternyata mataya melihat kalau sekelilngnya bergelombang sangat kuar sekali hingga Anto melihat Haruna berlari ke arahnya. Saat sampai Haruna langsung cepat menangkap dirinya saat hampir jatuh. Anto kemudan melepas topengnya melihat ke Haruna yang khawatir sekali dan juga sedang bicara sesuaru, namun tidak bisa di dengarnya sama sekali. “Tenang saja, ini cuma sebentar tidak akan lama. Sudah ku bilang bukan, kalau aku akan seperti ini lagi.” Anto mengingatkan Haruna yang terlihat sedih. Haruna mengangguk dengan cepat.


Haruna pun langsung membuat portal di dekatnya lalu memapah Anto jalan masuk ke dalam portal yang di buatnya. Raja Iblis dan lainnya mengikuti dari belakang. Anto pun tetap berusaha menjaga kesadarannya supaya tidak pingsan terlalu cepat. Saat sampai di balik portal, Anto tahu kalua dirinya akan di bawa ke kamar sebelumnya. Anto langsung di baringkan oleh Haruna di kasur. Haruna hendak pakaian Anto di lepas, tapi Anto mencegahnya saat Haruna akan melepas pakaian serba hitamnya. “Pakaian itu yang menyelamatku dari saat mati itu. Biar ku kenakan dan jangan pernah lepas saat aku tertidur nanti.” Anto memperingati Haruna.


Haruna mengangguk  sambil bicara sesuatu, tapi tidak bisa di dengat oleh Anto sama sekali. Anto hanya tersenyum Karena tidak mendengar pertanyaan dair Haruna, Anto hanya bisau mengangguk saja meski tidak tahu apa yang di katakan Haruna padanya. Anto merasa matanya semakin buram dan melihat juga sudah terasa semakin gelap, bahkan indra perabanya tidak bisa di rasaan meski Haruna menyentuhnya. Perlahan Anto matanya terasa berat dan tidak bisa di tahannya, bahkan semua tangan dan kakinya sudah lemas sekali dan tidak bisa di gerakkan. “Haruna… Sampai nanti…” Kata terakhir Anto yang di ucapkannya. Setelah itu Anto tertidur.


***