
NAVI diam saat Anto bertanya mengenai itu. Bebeapa lama NAVI masih diam saja dan tidak melanjutkan percakapan mereka.
“Saat ini kamu bisa mengahancurkan galaxy.” NAVI dengan singkat menjawab Anto dan tidak menambahkan lagi perkataanya.
Anto yang mendengar itu tidak berkata-apa-apa lagi. Anto membukan matanya secara pelan.
“Master!” Panggil salah satu pelayan yang terlihat kaget.
Saat pelayan itu memanggil, Nana dan Momo langsung kaget dan melihat langsung ke arah maid, lalu bebalik lagi melihat ke arah Anto yang membuka matanya.
“Antooo…!” Nana dan Momo secara bersamaan langusng memeluk Anto yang baru bangun dengan sangat senang sekali.
Bukan hanya Nana dan Momo saja yang sangat senag saat Anto bangun. Ke empat maid juga terlihat sangat senang sekali dan tidak berani bergerak dari tempat mereka dengan menydari Status mereka sabagai maid pribadi Anto. Anto tersenyum pada maid nya sebagai jawaban kalau dirinya sudah membaik. Maid merasa senang dan tidak mekata apa-apa, dengan kelakuan Nana dan Momo.
“Bisa kalian bangun?” Tanya Anto dengan suara halus dan lembut pada Nana dan Momo.
Nana dan momo tidak menjawab Anto, malah terus memeluknya dengan sangat erat sekali. Anto yang tidak mendapat respon dari Nana dan Momo, tidak bekata apa-apa lagi dangan Nana dan Momo dan hanya diam saja membiarkan mereka memeluknya.
“Saat ini, sudah cukup membahagiakan sekali.” Anto yang merasa senang dan juga bahagia sekali saat melihat semua gadis terlihat bahagia.
“Aku ingat!” NAVI tiba-tiba bicara pada Anto “Dulu kamu ingin melihat senyum dan bermalas-malasan sama semua istrimu. Mungkin.” Kata NAVI yang masih meragukan ingatannya .
“Hm!” Anto tidak tau harus menanggapi dengan capa apa pada NAVI yang masih meragukan dirinya sendiri.
“Maaf kan aku!” Suara Momo dengan sangat lesu dan juga senang di saat yang bersamaan pada Anto.
“Kenapa?” Tanya Anto langsung dengan suara lembut.
Meski Anto bertanya balik, Momo tidak bicara lagi, saat bertanya padanya. Cukup lama Nana dan Momo memelukan Anto, meski Anto tidak mengenal mereka berdua.
“Bisa bawakan aku makanan?” Tanya Anto pada maid nya yang sangat senang sekali saat malihat Anto dengan tersenyum pada mereka berempat.
Mereka berempat secara mengangguk pada Anto, lalu dengan pelan berjalan menuju pintu keluar.
“Ehm! Sebelum itu, bisa kalian kasi tau nama kalian berdua?” Tanya Anto dengan sopan pada Nana dan Momo yang masih memeluknya.
“Aku Nana.” Dengan suara kecil sambil bangkit dari pelukannya pada Anto dan juag cepat merespon Anto.
Anto melihat ke arah Nana yang terlihat sangat senang dan bahagia sekali. Nana tersenyum senang pada Anto yang melihatnya dan juga dengan tatapan yang aneh padanya hingga membuat dirinya bingung dengan tatapan Anto. Anto yang melihat ke arah Nana cukup lama sekali menatapanya.
“Ada apa?” Tanya Nana yang tidak mengerti dengan tatapan Anto yang tidak di mengertiny.
“Tidak, hanya saja kamu sangat cantik.” Jawab Anto dengan sangat biasa saja dan mengantaknya dengan sangat lembut dan penuh perasaan.
Nana yang mendengar itu tiba-tiba memerah wajahnya lalu angusng memaliknag wajahnya yang memerah ke arah lain supaya Anto tdak melihatnya.
“Ada apa?” Tanya Anto yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Nana.
Nana tidak menajwab dengan terus memlingkan wajah dan tidak meliaht ke arah Anto yang sedang berbaring dengan penuh kebingungan.
“Dia tidak papa.” Jawab Momo yang bangun dari Anto yang sedang di peluknya.
Anto meihat ke arah momo yang masih memluknya. Momo yang dari tadi memluk Anto, denga pelan bangun sambil melihat ke arah Anto yang melihat ke arahnya dengan senyum kecil.
“Saat ini, Nana merasa hal yang paling membahagiakan buatnya.” Tambah ucap Momo dengan wajah senang sambil melirik ke arah Nana yang masih sedikit mereha wajhnya dan juga meemlingkan wajahnya sekalisgu mengerti kenapa Nana memalingkan wajahnya.
Nana yang mendengar itu berbalik melihat Momo yang sedang menggodanya, Anto meliht Nana yang berbalik, senyum kecil pada Nana saat sudah berbalik dengan wajah yang sangat merah sekali sambil menahan nya.
“Aku baik-baik saja.” Jawab Nana dengan tetap wajah merah sekali dan menahan rasa malunya pada Anto.
‘BRAAK!!’ tiba-tiba pintu di banting dengan sangat kuat. Nana, Momo dan Anto sedikit kaget dengan pintu yang di buka dengan cukup kasar. Anto melihat ke arah pintu yang di buka, ternyata ada Marya dan Siska yang datang dengan begitu terlihat sangat senang saat melihatnya. Marya dan Siska melihat senang ke arah Anto yang sedang berbaring dengan membuka mata dan juag sedang tersenyum pada mereka. Marya dan Nana yang meliaht itu, dengan cepat bergegas berjalan ke Anto, kecuali Siska yang berlari dengan cepat.
“Antoo!!” Siska yang berlari dengan cepat, langung molompat saat sudah di dekat kasur Anto.
Nana dan Momo yang melihat itu, sediit kaget, kemudian langsung melompat ke arah Siska lalu menendang tubuh Siska hingga terpental kembali ke dekat pintu masuk dengan posisi masih berdiri. Anto yang melihat kejadain itu tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa dengan kaget saat melihat Nana dan Momo menendang Siska.
"Apa?" Anto merasa takut dengan sikap Nana dan Momo yang tiba-tiba menendang Siska tanpa sepengetahuannya.
Sementar itu Marya dengan yang berjalan dengan cepat, sampai di dekat Anto, lalu memeluk Anto yang sedang berbaring dan juga kaget.
“I… Ini apa yang terjadi?” Anto yang bingung dengan kejadian yang sedang di alaminya sendiri dan juga tidak memperdulikan Marya yang memeluknya.
“Untunglah sudah sardar.” Ucap Marya dengan sangat senang dan menetaskan air mata yang memeluk Anto dan tidak bergerak sama sekali.
“Kalian kejam sekali.” Ucap Siska yang berdiri tegak di dekat pintu dengan posisi menangkis tendangan dari Nana dan Momo.
Anto yang bingung dengan situasi dari kejadain tadi, hanya memperhatikan Siska yang menjadi orang yang sangat berbeda sekali dari sebelumnya dan membiarkan Marya terus memeluknya.
“Jangan bertingkah begitu, paham!” Kata Nana dengan sangat seram pada Siska yang sepertinya baik-baik saja.
“Apa?” Respon Siska dengan leibh tegas lagi “Hei, jangan begitu deh, aku cuma kangen saja kan.” Ucap Siska dengan berjalan pelan ke arah Nana dan Momo yang sangat siaga sekali.
Nana dan Momo tidak berkata apa-apa Setelah Siska berkata begitu pada mereka. Siska berjalan melewati Nana dan Momo begitu saja dan tidak berkata apa-apa.
“Anto!” Ucap Siska dengan suara lembut pada Anto saar di dekatnya, lalu kemudian memeluknya.
Nana dan Momo berbalik melihat ke arah Siska yang memeluk Anto dengan ekpresi sangat senang sekali. Sementara itu, Anto yang berbraing dengan penuh kebingungan dengan semua perbubahan yang di alami dan tidak di pahaminya masih diam membisu.
“Woi, sadar lah.” Ucap NAVI pada Anto yang sedang berbarig dengan sangat bingung.
“Ini apa yang terjadi?” Tanya Anto dengan sangat kebingungan .
“Sadarlah.” Kata NAVI dengan sangat tegas pada Anto yang masih dalm bingung.
“Huh!” Anto bangun dan menydarai suara NAVI “Astaga, ini… apa… kenapa aku jadi begini?” Anto yang tidak tau harsu berkata apa dengan kebingungannya sendiri yang sangat berlebihan menurutnya.
“Itu karena kamu terlalu kaget dengan kejadin yang kamu alami sekrnag ini.” Jawab NAVI dengan santai dan juga ikut merasa bingung.
“Bukan itu yang kutanyakan, tapi ini.” Ucap Anto yang melihat pada semua hadis di dekatnya.
NAVI yang bisa merasakan maksud dari Anto, paham maksudnya yang mengarah pada semua gadis di kama itu.
“Mereka berempat adalah BIDADARI yang ada sekarang ini.” Kata NAVI dengan suara biasa saja dan juga terdengar santai
“Tapi kenapa mereka ada banyak sekali?” Tanya Anto lagi yang masih tidak tau dengan apa yang sedang terjadi.
“bukan banyak, tapi memang banyak sekali. ada ribuan lebih BIDADARI yang sudah ada sekang ini.” Jawab NAVI dengan serius dan juga dengan santai.
Anto tida bisa berkata apa-apa lagi dan hanya diam saja melihat ke empat gadis di kamarnya yang sedang senang dan juga sedang saling mengawasi satu sama lain.
Next Chapter