Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 70


“Baiklah!” Kata Lala dengan tersenyum “Dulu, Aku pernah bertemu dengan seorang pemuda yang tampak biasa saja. Aku mengira dia itu hanya pembual yang banyak bicara. Kalian tau siapa maksud ku kan!” Kata lala menceritakan sesingkat mungkin tentang bertemunya dengan Anto.


Semua orang terdiam dan tidak mengerti maksud dari Lala yang hanya menceritakatan kejadian yang sangat sedikit sekali.


“Hah!” Lala yang mengeluh sedikit “Jadi gini, pada waktu itu di Planet, semua manusia di Planet ini hampir musnah di habisi oleh monster yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka melewati Gate yang di bentuk oleh energy dari dunia lain.” Lala menjelaskan secara rinci “Mungkin kalian bertanya-tanya? Kenapa aku bisa mengetahuinya!” Dengan ekpresi  senyum dingin “Mudah saja mengetahuinya. Aku dari masa depan dan juga kedua orang ini termauk dari masa depan sekaligus istri dari Anto yang kalian cemaskan.” Kata Lala dengan sangat tegas dan juag terdengar sangat meyakinkan.


Semua orang terdiam demngan penjelasan Lala yang terdengar tidak masuk akal sama sekali bagi mereka.


“Kak!” Sisika memanggilnya “Kenapa kakak tidak pernah cerita soal ini?” Tanya Siska dengan sangat tidak suka dengan sikap Kakaknya sendiri.


“Kenapa ya? Sudah jelaskan, Kalian tidak Tanya padaku.” Jawab Lala dengan singkat seklai dan juga dengan ekspresi alami.


“Jika kami menceritakan yang kejadian sesungguhnya, kalian tidak akan percaya dengan apa yang kami katakana.” Kata Nana menambahkan perkataan Lala.


“Kalian tau, sebenarnya tidak ada yang bisa mengalahakannya kecuali satu orang yang pernah kami tau.” Ucap Momo denga sedikit sedih di wajahnya “Saat itu kami para BIDADARI nya tidak punya kekuatan untuk membantunya, sehingga dia mati di tangannya.” Ucap Momo dengan tegas saat mengatakan itu.


“Tujuan kami kembali ke masa ini, cuam untuk bertemu dengannya.” Kata Lala menambahkan lagi “Tapi saat aku terbangun, aku menemukan dirinya sudah ada di Planet ini. Jadi Aku memutuskan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi!” Lala menjelaskan dengan sedetail mungkin “Dan akhirnya Aku mengetahui penyebab terjadinya perubahan masa depan yang seharusnya tidak terjadi sama sekali.” Lala menambahakan perkataannya.


“Jadi, apa kalaian sudah paham?” Tanya Nana pada semua orang yang ada di ruangan itu.


Semua orang terlihat tidak percaya sama sekali dengan perkataan Lala yang terdengar mereagukan.


“Sepertinya kalian tidak mempercayai kami!” Kata Momo yang melihat tatapan semua orang tidak percaya sama sekali dengan perkataan Lala “Lala! Kasi tau rahasia orang tuamu!” Momo memberi saran pada Lala dengan penuh percaya diri.


Mama nya sangat kaget dengan saran yang di berikan Momo pada Lala. Dengan wajah menyeramkan melihat ke arah Momo.


“Baiklah.” Jawab Lala dengan ekspresi dingin “Tapi, sebelum itu!” Lala melihat ke arah Siska dan Marya yang ada di ruangan itu yang masih sedih, juga para pelayan yang di berikan oleh Mama nya “Bisa kalian ke belakang Kami?” Tanya Lala dengan berusaha tetap tenang.


Siska melihat ke arah Mamanya dan juga Marya melihat ke arah Mamanya sendiri. Juga para pelayan yang bingung denagn kejadian yang terjadi di sekitar mereka. Beberapa pelayan berjalan pelan ke arah Lala dan berdiri di belakang Nana dan Momo. Sementara yang lain masih terlihat berpikir.


“Jika kalian memang menyukai Andri, sebaiknya kalian ke sini.” Kata Nana denagn senyum di wajahnya.


Mama Marya dan Mama Siska terlihat sangat menyeramkan sekali pada Lala yang terlihata sombong dan arogan sekali.


“Siska, Marya! Kalian tidak suka pada Andri?” Tanya Lala dengan tegas sekali lagi dan menatap lima pelayan yang masih berada di belakang Siska dan Marya.


Siska sangat  menunggu jawaban yang dia inginkan dan memutuskan berjalan menuju Kakaknya bersama


kelima pelayan yang ikut bergabung. Sedangkan Marya, dia masih saja bingung dan hanya diam saja sambil menundukkan kepala.


Marya tidak bisa berkata apa-apa dengan perkataan Lala dan hanya terdiam membisu. Meski begitu, Marya dengan wajah masih tertunduk berdiri kemudian berjala ke Lala dengan sangat ragu sekali.


“Kalian mengambil keputusan yang tepat.” Ucap Lala dengan suara lembut pada mereka semua “ Sekarang angkat lihat gelang di tangan kalian!” Lala memberi petunjuk pada mereka yang ada di belakangnya.


Sementara itu, Kedua Mama terlihat sangat tidak senang sekali dengan perlakuan Lala yang sangat egois sekali.


“Ma, Maafkan Lala.” Ucap Lala dengan tersenyum pada Mamanya yang menatapnya dengan tajam sekali.


Setelah berkata begitu, Gelang yang ada di tangan Mereka semua, hancur menjadi debu seketika dan hanya menyisakan gelang Di Mama Marya dan Mama Siska. Mama Siska dan Mama Marya kaget melihat gelang yang ada di tanga  Mereka semua hancur sekektika begitu.


“Dengarkan ini.” Kata Lala menenagkan semuanya “Sebentar lagi kita akan sampai di Planet Green.” Kata Lala dengan singkat.


Setelah Lala berkata begitu, semua orang terdiam dan ruangan  itu menjadi hening.


“Siska, kita sampai di Planet Green. Kalian tunggu di sana dan suruh Mamamu datang kesini.” Kata Papa Siska dengan suara tegas sekali pada mereka.


Semua orang terdiam dan bingung dengan perkataan lala yang menjadi kenyataan. Kecuali Nana dan Momo yang sangat tenag sekali. Mama Siska dan Mama Marya hanya diam saja pergi meninggalkan Lala dan lainnya di ruangan itu dengan membuka sebuah portal kecil di depan mereka. Setelah membuat portal kecil itu, Mereka berdua langsung masuk tanpa ragu-ragu.


“Kak! Kenapa Kakak nerkata begitu?” Tanya Siska pada kakaknya yang terlihat baik-baik saja setelah berkata begitu pada Mamanya.


Lala berbalik melihat ke arah Adiknya yang sedang berdiri dan juga terlohat khawatir.


“Sebentar lagi kalian akan tau apa maksud dari semua itu.” Jawab Lala sal beranjak berdiri dengan tenang “ sekarang mari kita tunggu perintah dulu dari Papa dan lainnya, biar kalai lebih memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini.” Lala menjelaskan dengan singkat dan padat.


Siska terdiam dengan perkataan Kakaknya sendiri yang sangat membingungkan baginya. Tida hanya Siska yang bingung, Marya dan para pelayan juga bingug dengan sikap Lala yang sangat tegas sekali.


“Sepetinya sudah di mulai!” Ucap Nana dengan suara yang bisa di dengar oleh semua orang di ruangan tersebut.


Siska dan lainnya melihat ke arah Nana yang berbicara dengan riang sekali


“Kalian semua perhatikan layar yang akan di perlihatkan!” Kata Lala dengan santainya “Momo!” Lala memanggil Momo dengan tegas.


Tanpa bertanya Momo langsung membuat sebuah layar yang sangat tipis sekali di depan mereka semua dan beberapa kursi di belakang mereka yang mua untuk semua orang.


Next Chapter