
Setelah Anto mengatakan itu, Nayla manatap Anto semakian tajam. “Aku serius. Minuman yang kamu minum juga itu dari sana!” Bicara Anto sambil mengingatkan dan juga sangat ketakutan dengan Nayla yang yang sangat marah padanya. Nayla yang masih marah tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Anto dengan tajam. “NAVI! Wanita cukup menyeramkan juga!” Sambil menatap Nayla yang melihatnya dengan tajam.
“Sudah lah, cepat ke kamar dulu!” Ajak NAVI yang terdengar serius. Anto yang telah bicara sama NAVI langusng memalingkan wajahnya dari Nayla yang masih jauh darinya.
“Ini!” Nayla memberikan Anto sebuah kunci sambil memalingkan wajah ke arah lain. Anto yang melihat Nayla memberikan kunci dari jauh, hanya bisa mendekat saja.
“Y… Ya!” Jawab Anto saat melihat Nayla yang meberikan kunci sambil memalingkan wajahnya. Setelah Anto menerima kunci itu, Nayla pergi ke pintu di dekat kamar ibunya. “Kenapa dengannya?” Tanya diri sendiri Anto saat melihat tingkah Nayla yang berubah drastis. Ant melihat Nayla yang sudah menutup pintu masuk ruangannya.“Terus seksrang dimana lamarku?” Tanya diri sendiri lagi. Anto yang masih berdiri dan bingung dimana kamarnya, mengingat kembali saat Nayla keluar dari pintu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
“Anto! Nayla melihatmu dari balik kamar itu!” NAVI mengingatkan Anto yang sedang berjalan ke pintu tepat di sapingnya kamar Nayla.
“Memangnya kenapa?” Tanya Anto yang bingung
“Ada yang aneh dengannya!?” Bicara NAVI dengan penuh rasa curiga “Dia seperti mengenal kita dan juga, dia tidak terkejut dengan profil Lala saat melihatnya!” Bicara NAVI dengan jelas sambil memperhatikan Lala yang masih melayang di udara.
“Bukan aneh NAVI! Nayla memang mengenal kita.” Respon Anto dengan santainya mengatakann itu sambil menarik Lala yang masih tidur.
“Hm!” NAVI yang sedikit kaget dengan perasaannya yang tiba-tiba berubah dengan perkataan Anto. “Hah... Baiklah, kali kamu menang.” Puji NAVI dengan suara yang senang juga. Setelah itu Anto jalan langsung membuka kunci pintu saat sampai di depan pintu tempat Nayla keluar sebelumnya. Setelah masuk Anto memperhatikan sekitar yang sangat bersih dengan dekorasi yang baru di pasang. Tapi, Anto bisa merasakan ada sesuatu di sekitanya yang sangat akrab sekali.
“Ini... Ini semua menggunakan partikel duia untuk membuatnya. Tapi, Cuma aku sekarang yang bisa membuatnya? bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Anto pada dirinya sendiri yang tidak kaget sama sekali sambil melihat-lihat peralatan kuno yang dibuat dengan sangat maju.
Anto yang senag, mulai menggunkan energinya untuk mlkaukan sesuatu. “Berhenti Anto!” NAVI memperingatkan Anto yang senakin tertarik dengan semua benda di sektarnya.
“Eh!” Anto tersadar karena di awasi di sekeliling oleh kamera yang tidak terlihat yang berukuran sangat kecil seperti kuman setelah NAVI mentransfer data yang di daptanya di ruangan tersebut. Karena sudah tau dirinya di awasi, Anto tetap bertinda seperti biasa lalu berjalan ke kasur. Setelah sampai Anto langsung memabaringkan Lala yang di gendongnya. “Kamar yang cukup bagus untuk seorang dari planet berbeda. Sekarang saat mencari makanan khas daerah sini” Bcap Anto dengan jelas sambil berjalan keluar kamarnya. Saat keluar kamar, semua kamera mengikuti Anto. Anto dengan sengaja bersemanagt berlari keluar dan mencari makanan. Anto berlari mengikuti peta yang sudah ada namanya dan tertera dengan sangat jelas di hologram yang hanya bisa di lihat dirinya. “NAVI! ada seseorang yang lain lagi?” Tanya Anto saat merasa kameranya semakin bertambah banyak sambil berlari ke tempat banyak makanan.
“Cuma ada 10 orang saja yang melihatmu dari jauh dan mereka menggunakan teknik maju bukan teknik kuno atau modern. Ini semua ilmu yang seharusnya cuma ada pada kita untuk saat ini!” NAVI yang juga kaget dengan dengan apa yang di temukannya. “Selain itu, semua ini adalah teknik sempurna dan tidak ada siapapun di dunia yang bisa mengetahuinya, termasuk para cultivator dan immortal di dunia ini. Satu-satunya yang kupercaya bisa menggunakan teknik ini adalah para KEKASIH dan IBLIS saja yang mendapat pengetahuan dari kita.” NAVI dengan sangat panjang menjawab pertanyaa Anto.
Anto terdiam dengan terus menjaga ekpresinya. “Hm! kamu tau dari mana mereka melihatku?” Tanya Anto yang mulai tidak nyaman dengan semua itu.
“Mereka dari 5 pulau, termasuk Nayla, Lala, Nina, dan juga Lia melihat kita. Aku sarankan sebaiknya kita pergi dari planet ini dan menunju planet lain sekarang juga. Mereka semua dari masa depan!” NAVI menjelasakan dengan tenang dan merasa sangat tidak nyaman dengan semua perhatian itu.
“Tinggal 10 menit lagi.” Jawab NAVI dengan santai. “Aku akan melakukan sesuatu dulu” Bicara NAVI sambil menampilkan sesuatu di langit yang menunjukkan hitungan mundur. Anto menatap langi tersebut. Setelah menunjukkan nol angka, sebuah layar memenuhi langit Dunia menunjukkan tampilannya dirinya yang sedang terbang ke langit.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Anto meski sudah tau. NAVI tidak merespon dan terus melanjutkan hingga Anto sampai di luar angkasa dan tidak melihat lagi layar angkasa itu.
“Bisakah kamu ke bulan!” Ajak NAVI pada Anto yang sudah tau apa maksudnya. Tanpa Anto merespon dia langsung ke bulang dengan keceptan sangat tinggi dan tiba dalam 10 detik.
“Apa ada kata perpisahan yang kamu ingin sampaikan?” Tanya NAVI pada Anto yang sudah sampai di bulan.
“Ada!” Jawab Anto sambil berdiri sambil membuat sebuah alat teleportasi sekali pakai sebanyak 10 buat yang seukuran telapak tangan. “NAVI masukkan ini ke dalam kapsul dan hanya bisa I buka oleh 10 orang tersebut!” Anto memberi perintah dengan tegas. Setelah itu NAVI membuat kapsul sekuran gedung berlantai 10 sebanyak sepuluh buah dan di punckanya NAVI menaruh satu persatu alat teleportasi tersebut.
“Sekarang kalian bisa ke bumi!” Bicara Anto sambil tersenyum pada kamera yang masih mengikutinya. “Oh ya! nama planet ini ku namakan Planet Icarus. Karena Planet pertama yang ku singgahi.” Anto mencatatnya dalam jiwanya sambil membuka peta angkasa yang sudah terhubung dengan planet Bumi yang di buatnya sendiri. Setelah itu, kamera yang mengikuti tersebut dirinya, dengan sengaja mematikan dengan kekuatannya.
NEXT Chapter
Status Anto:
STR --, AGI --, VIT --, INT --, DEX --, LUK --. Skil :uknown. Invetory : foto saat bersama ayah dan ibunya
kekasih Anto :
Hilmi, Nina, Lia, Lala, dan Nayla. Dan yang lainnya sebaiknya nantikan di chapter barikutnya
Planet yang di singgahi :
Icarus, yang lainnya Next chapter