
Hana terdiam saja karena belum terbiasa dengan hal baru yang di tunjukkan Anto secara berlebihan padanya, seperti membuka dimensi besar tadi. Setelah beberapa saat melihat dimensi besar itu, Hana Kemudian masuk ke dalam dimensi yang di persiapkan Anto padanya. Setelah itu Anto menunggu di luar dengan tenang. “Bailkah, kurasa sudah tenang sebentar.” Anto menarik napasnya dalam-dalam. “Jadi aku kembali ke masa mudaku, lebih tepatnya ada sesuatu yang terjadi padaku hingga kembali ke titik ini. Pakaian ini juga, kenapa baru tiba sekarang? Statusku jadi tidak bisa di lihat! Tapi kekuatanku masih sama seperti sebelumnya… Tidak, malah ini sudah melebihi batas maksimal dari seluruh Status yang ku miliki…” Anto terus menjadi kepikiran dan terus menganalisa apa yang telah terkadi meski hanya kesimpulan yang tidak masuk akal di terimanya.
Setelah beberapa lama memikirkannya, Anto belum juga selesai menemukan kesimpulan yan pasti kenapa dirinya kembali ke masa mudanya, dengan bersamaan Dungeon tingkat neraka itu juga hilang di masa kini. Tapi di saat yang sama juga, Hana belum keluar dari dalam dimensi penyimpanannya. Di sisi lain Anto bahkan tidak menyadari itu karena keasikan mencari tahu apa yang terjdi pada dirinya. “Hah… Sepertinya mustahil memecahkan dengan informasi yang ada sekarang ini. Sebaiknya aku cari tahu dulu asalnya.” Anto pun jslan ke depan, namun terhenti saat bar beberapa langkah. “Hana!” Anto segera melihat ke dimensinya yang masih ke buka. “Hampir saja lupa… Tapi kenapa lama…?” Tanya Anto karena dia berpikir terlalu lama namun juga, Hana belum keluar dari balik dimensinya.
Anto jalan masuk ke dimensi penyimpanannya karena Hana tidak keluar sama sekali. Saat di dalam Anto tidak menemukan Hana dan hanya lapangan luas bersama para robotnya saja yang terlihat. Anto melihat sana sini dan tidak menemukan Hana, di saat itu lah ada robot yang datang kearahnya dengan terbang. ‘Salam Master!’ sambut robot itu dengan tenang. “Di mana Gadis tadi?” Tanya Anto pada robot itu. ‘Di depan Master!’ jawab singkat robot itu. setelah itu Anto melihat lurus ke depan dengan tenang. Tapi tidak menemukan apa pun. “Tampilkan di mana dia!” Minta Anto pada robotnya. Robotnya langsung mengeluarkan layar di depan Anto yang menampilkan Gadis itu yang sedang berada di mana.
“Ruang kendali! Apa yang di lakukannya?” tanya Anto yang melihat Hana di sana sedang memperhatikan sesuatu. Anto pun langsung berteleportasi di dalam dimesinya dengan cepat hingga sampai di belakang Hana. Hana masih tidak menyadari Anto di belakangnya, sementara Anto melihat ke mana Hana memperhatikan. Ternyata Hana melihat ke proses pembuatan robot tinggat tinggi yang sedang di kerjakan oleh bengkel otomatisnya yang sangat canggih. “Seperti kamu tertarik sama permbuatan robot ini!” Bicara Anto dengan jelas pada Hana yang belum sama sekali ganti pakaiannya.
Hana tersentak kaget saat mendengar Anto yang tiba-tiba di belakangnya. Anto hanya tersenyum menanggapi reaksi Hana. “tenang saja, aku tidak menyalakanmu." dengan tetap ternyum pada Hana yang masih kaget. Anto kemudian melihat ke proses pepmbuatan robotnya dengan wajah serius. "Robot Ini akan gunakan untuk menyelamatkan semua Manusia di Bumi ini. Supaya kita manusia bisa bertahan dengan apa yang ada, sekaligus membangun peradaban baru.” Anto menjelaskan dengan serius pada Hana yang tadi kaget. Hana tidak merespon dan hanya diam saja mendengarkan. Anto kemudian melihat ke Hana lau tersenyum padanya. “Apa kamu mau salah satu dari mereka?” Tanya Anto dengan tenang. Mata Hana langsung termenung. Anto yang melihat reaksi Hana yang seperti itu hanya tersenyum saja. Anto kemudian mengangkat tangannya lalu menjetikkannya.
Setelah itu berapa robot melayang terbang ke arahnya. Saat mereka sampai, robotnya diam saja dan akan menunggu perintah. “Kalian gantikan pakaiannya!” Suruh Anto pada 4 robot terbang di sekitar mereka berdua. ‘Baik Master!’ Setelah itu robbotnya langsung memindai Hana. Hana diam saja melihat apa yang terjadi padanya dan tidak bertanya sama sekali apa yang terjadi. Setelah itu sebuah cahaya silau keluar dari tubuh Hana dan dirinya langsung mengenakan pakaian yang di berikan Anto padanya. Hana terdiam saja melihat dirinya yang sudah mengenakan pakaian itu. Anto mendekati lalu memegang tangan Hana. Hana hanya diam saja tidak berkata apa-apa. “Teleport!”
Anto kemudian jalan ke kaki robot dengan pelan. Setelah sampai Anto menekan tombol di kakinya lalu sebuah tanda telapak muncul di depannya. “Kemari!” Panggil Anto pada Hana. Tapi Hana diam saja tidak jalan dari tempatnya sama sekali. Tapi setelah beberapa saat dia jalan dengan pelan ke arah Anto. Setelah sampai dia melihat ke Anto yang masih senyum saja. “Kemarikan tanganmu!” minta Anto sambil mengulurkan tangannya pada Hana. Hana dengan ragu mengulurkan tangannya lalu memberikannya pada Anto. Anto pun langsung menaruh tangan Hana pada tanda telapak tangan yang ada di bagian kaki robot itu dengan cepat sebelum tahu Hana akan menolak.
Setelah Hana menekan robot itu, Tataonya langsung menjadi kosong sekali. Setelah beberapa saat, robot besar itu perlahan mengecil lalu berubah jadi sebuah gelang di tangan kirinya. Hana pun langsung tersadar lalu melihat ke Anto. “Kamu sudah tahu cara mengaktifkannya kan?” Tanya Anto pada Hana,Hana mengangguk saja sebagai jawaban. “Kalau gitu mari keluar dan coba.” Anto langsung memunculkan pintu dimensinya di dekatnya. Anto menarik tangan Hana lalu jalan keluar dimensinya.
Saat di luar, ternyata sudah ada sekumpulan monster yang tiba-tiba melihat ke arah mereka berdua. “Sepertinya kita sudah di tunggu. Hana coba kamu pakai robot itu.” minta Anto pada Hana dengan tersenyum senang. Hana hanya mengangguk saja dan tidak merespon sama sekali. Hana menutup matanya, lalu perlahan gelang di tangannya menghilang, lalu melapisi Hana dengan sesuatu hitam hingga seluruh tubuhnya tertutup. Tidak berhenti sampai di situ, Hana masih terus di kelilingi oleh benda hitam yang semakin besar. Setelah beberapa saat, Hana berubah jadi robot besar di bandingkan Anto.
Anto langsung melompat ke pundak robot Hana. Hana melihat seluruh tubuhnya bergantian yang terasa seperti tubuhnya sendiri. “Nanti periksa lagi, kenapa kamu tidak coba senjata yang kamu miliki!” Anto memperingatkan Hana yang masih kagum saja. Hana kemudian melihat ke monster yang banyak sekali di sekitanya. Di udara sebuah dimensi terbentuk lalu mengeluarkan sebuah sebuah mesin penembak yang sudah mengarahkan pembidikan pada Monster.
“Tembak!” Dengan satu kata perintah, semua misil itu langsung menembak semua Monster yang ada di sana. Ledakan langsung terjadi di dekat mereka berdua hingga banyak menimbulkan debu dan keributan. Anto yang di atas pundah robot Hana, tidak menyangka ledakan dari misil itu sangat dahsyat sekali. Di sisi lain Hana menarik kembali misilnya karena semua mosnternya telah mati. Anto dan Hana melihat ke bekas misil yang di tembakan dan tidak ada satupun mayat yang ada di sana. Kebanyakan dari mereka hanya tersisa hanya debu saja.