
No 1 terus memperhatikan pertarungan yang terjadi dengan para manusia cultivator yang bertarung dengan robot yang terlihat tidak kelelahan sama sekali. Mereka bertarung cukup kesulitan karena mereka tidak mengetahui jurus dan teknik yang di gunakan para robot itu. No 1 melihat ke Pria yang tadi bertanya pada dirinya yang lain yang sedang melihat ke robot dan juga ke dirinya yang lain yang sedang santai di bawah. “Apa-apaan mahluk ini?” Tanya Pria itu dengan terlihat kesulitan melawan robot itu. “Mereka terlalu kuat, aku tidak sanggup.” kata orang itu dengan suara lembut. Sementara itu No 1 merasa ada yang aneh dengan Pria itu yang terlihat lembut saat melihat ke No 2 dan lainnya yang terlihat senyum gembira.
“Ku harap segera keluar dari ingatan ini. Aku sudah puluhan tahun dan merasa sudah terlalu banyak hal yang ku lewatkan. Ingatan ku mulai samar-samar dengan masa sekolah.” dengan tenang mengatakan itu sambil beralih melihat ke pertempuran yang sedang terjadi meski berat sebelah. Setelah itu gemuruh terjadi lagi dan banyak awan hitam berkumpul lalu peperangan terhenti sebentar. Para robot itu terlihat menganalisa lalu sebuah petir merah tiba-tiba menyambar ke setip robot. Tapi robotnya malah menangkap petirnya lalu terlihat menyerapnya. “Sudah ku duga, Aku ternyata memang membuat sesuatu yang tidak masuk akal sama sekali.” dengan tenang dan merasa aneh No 1 meliihat benda ciptaannya sendiri yang melakukan hal seperti itu. Setelah itu No 1 melihat lagi ke dirinya yang lain sedang menikmati bicara dengan sesekali melirik ke pertempuran.
***
Setelah cukup lama istirahat di tanah dan juga sambil menunggu pertempurannya selesai. No 2 masih tenang di tempatnya dan juga sahabatnya terlihat sudah baikan karana duduk seperti melakukan sesuatu bersama Arma, Armi dan Istrinya yang fokus sekali duduknya (kulivasi, smedi). No 2 dan Ram yang belum dapat penjelasan apa yang di lakukan sahabatnya itu hanya bisa melihat saja dan menunggu mereka selesai. “Ram, mau apa setelah kembali?” Tanya No 2 mengajaknya bicara karena mereka berdua saja yang tidak melakukan keiatan apa pun. Ram yang di tanya dengan lembut dan tenang tidak berani melihat ke No 2 dan hanya duduk tertunduk saja meski agak jauh dari no 2.
No 2 hanya menunggu saja respon dari ram yang masih lama belum bicara. “Aku tidak tahu mau melakukan apa.” jawab Ram dengan singkat meski agak lama meresponnya.
“Kalau gitu mau jalan-jalan denganku ke berbagai tempat di Dunia.” ajak No 2 dengan tenang dan ramah padanya. Ram hanya diam saja tidak merespon dengan masih menundukan kepalanya.
“Ya.” jawab singkat Ram dengan tidak bicra lagi. “Ba, bagaimana kamu kenal dengan Kakakku?’ Tanya Ram dengan suara kecil. No 2 sedikit kaget mendengar Eam bertanya seperti itu.
“Kalau itu di mulai saat masih sekolah teknik beberapa tahun yang lalu.” jawab No 2 dengan santai. “kalau tidak salah dulu aku merasa aneh di hindari banyak orang baik baik cewek maupun cowok tidak ada yang berani mendekat padaku. Bahkan orang tua ku saat makan tidak berani melihat ke wajahku. Mereka terus memanjakanku dan itu membuatku bingung. Tapi suatu hari ada anak sekolah pindahan datang dengan wajah ceria dan itu Kakakmu.” dengan senyum No 2 menceritakan itu dan juga terdengar senang. “Dia selalu ramah pada semua orang dan membuat orang banyak menyukainya, termasuk aku yang iri karena selalu sendiri di kursi melihat saja. Setelah itu dia mendekat padaku, tapi setelah beberapa meter dari dia berhenti lalu balik lagi ke teman kelas lainnya. Aku melihatnya kebingungan karena dia kembali lalu banyak teman-temannya yang berbisik padanya.” No 2 berhenti sebentar bercerita lalu melihat ke Ram yang ternyata mulai melihat padanya namun menunduk lagi saat di tahu dia dengan di perhatikan.
“Setelah di bisikkan seperti itu dia jalan lagi padaku, tapi berhent lagi lalu mundur beberapa langkah, maju lagi, mundur lagi, entah berapa kali dia melakukan itu hingga aku bosan dengan kelakuannya. Semua teman sekelas yang lain hanya memperhatikan saja dari jauh kelaukan yang di buatnya itu.” No 2 berhenti lagi lalu melihat ke sahabatnya yang masih berkultivasi. “Setelah itu dia mendekat padaku seperti memaksakan diri dan diam di dekat mejaku. Kamu tahu apa yang di katakannya saat itu, dia meminta diriku untuk menyukainya hingga diriku tanpaopikir panjang langsung menjauhinya.” No 2 melihat lagi ke Ram yang melihat padanya. “Tapi di saat itulah semua orang melihat padaku secara langsung dan mereka semua terdiam. Bahkan dia juga terdiam dan tidak berkata apa-apa dengan reaksi ku itu.” No 2 terus melihat ke Ram yang sepertinya masih melihat terus padanya.
Ram masih menunggu No 2 yang melihatnya padanya dengan ingin tahu lagi. “Kenapa berhenti?” Tanya Ram yang masih melihat pada No 2. No 2 hanya tersenyum saat mendengar itu dari Ram dengan masih melihat padanya.
“Tida ada apa-apa, hanya saja…” No 2 tidak lanjut bicara karena merasa tatapan akan pindah jika memberi tahunya. “Dengar saja apa yang akan ku ceritakan ini.” dengan senyum mengatakan itu pada Ram. “Saat itu aku tidak tahu kenapa mereka terdiam seperti dan hanya focus pada kakakmu yang mengatakan itu dengan sangat memaksakan diri. Ke esokan harinya saat sampai di kelas, aku malah langsung terus di lihatin sama semua orang dan mereka tanpak kembali jadi seperti biasanya. Aku pun duduk ke kursiku, tapi orang yang di dekatku malah menyingkir lalu mereka semua berkumpul di depan kelas. Setelah beberapa saat mereka semua berbisik dengan serius sekali, setelah berdiskusi cukup lama ada seorang gadis cantik yang terlihat percaya diri sekali mau mendekatiku, tapi setelah beberapa langkah dia mundur lagi dengan terlihat lesu. Setelah beberapa orang mencoba tapi tidak ada yang berhasil malah mereka terlihat lesu setelah mendekat beberapa meter saja padaku. Dan aku pun bangun dari kursi lalu melihat ke mereka semua lalu bertanya kenapa mereka melakukan hal itu. Tapi bukannya di jawab malah mereka semua langsung berbalik dan membuatku jadi merasa tidak enak sama sekali.” No 2j adi terhenti sebentar dengan melirik ke langit.
No 2 jadi melihat setelah melirik dan tidak melanjutkan ceritanya. “Ada apa?’ Tanya Ram yang masih melihatnya dengan tenang. No 2 hanya melihat ke Ram lalu tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, yang tandanya kalau tidak ada apa-apa. Tapi dari penglihatan No 1 itu merupakan pertempuran yang masih berlanjut dan juga hampir selesai dengan kekalahan pihak musuh dan dengan kemenangan dirinya yang lain. No 1 terus melihat ke robot yang masih melayang dan tidak melawan balik beberapa orang yang tersisa yang terlihat kelelah setelah bertarung.
“Pertempuran ini di menangkan oleh diriku ini, tapi dia terlihat tenang dan juga baik-baik saja. Tapi kenapa dia tidak terlihat bahagia saat tahu kalau dirinya punya kekuatan sebesar itu?" Tanya No 1 melihat No 2 yang masih lanjut bercerita sambil mengingat dirinya itu yang tidak senang sama sekali saat mengetahui kekuatannya sebesar itu. “Sebaiknya ku lihat saja dulu. Mungkin dia hanya coba pura-pura tenang saja.” dengan tenang mengatakan itu sambil lanjut lagi melihat ke dirinya yang lain sedang bercital pada Ram.
***