
Haruna diam saja dan tidak merespon sama sekali dengan pertanyaan raja Iblis. Raja Iblis semakin mendesak dengan menatap tajam Haruna, tapi tidak sampai mengeluarkan auranya. “CUKUP...! AKU JUGA BELUM MELAKUKANNYA…!” Rimbal Haruna dengan teriak pada Raja Iblis yang mengancamnya. Saat mendengar jawaban itu, seketika ancaman Raja iblis itu memudar dengan cepat. Keduanya saling lihat dengan norlam, namun Haruna terlihat seperti sedang menahan Malunya sendiri. Anto yang jadi heran sendiri dengan apa yang di saksikannya itu
“Sebenarnya, apa yang ku lihat ini?” Tanya Anto yang melihat keduanya yang di sembunyikannya sesuatu dari dirinya. "Haruna, apa maksudnya in...!" Anto tidak lanjut tanya saat suaranya kembali, namun merasa seluruh badannya terasa lemas sekali dan ingin pingsan di tempat. Anto melihat ke mereka berdua yang tatapan, namun pandangannya semakin kabur dan juga tidak bisa di tahannya hingga pingsan di tempat.
***
Anto yang telah pingsan perlahan membuka matanya, lalu melihat sekitarnya yang berada di tempat ruangan serba putih itu lagi. Anto perlahan bangun lalu melihat sekelilingnya dengan tenang. “Tempat ini lagi! Sebenarnya ini di mana?” Tanya Anto sambil melihat sekelilingnya dengan cermat meski sudah pernah ke situ. Anto terus melihat dengan perlahan, setelah beberapa saat sebuah cahaya sama seperti saat kedua orang tua muncul. kini terlihat lagi di depannya. Setelah beberapa saat orang tuanya muncul dengan masih terbungkus dalamgelembung. “Ayah, Ibu.” Anto perlahan menyentuh gelembung milik Ayahnya namun tidak pecah sama sekali. Anto kemudian tersenyum pada Ayahnya sendiri. "Maaf Yah belum bisa membangunkanmu."
“Maaf Bu, aku tidak tahu harus bagaimana menolongmu.” Anto terdiam sambil menutup mata dan merasa tidak sanggup melihat kedua orang tuanya. Di saat itulah Anto merasa di tarik oleh sesuatu dan tidak melawan sama sekli. Anto mendengar suara tangisan di sampingnya yang sangat jelas. Anto pun perlahan membuka mata lalu melihat ke siapa yang menangis di sampingnya itu. Anto di lihati oleh semua orang di sana dengan ekspresi kaget pada dirinya yang batu bangun, sementaran Haruna sedng menangis di sampingnya dengan sangat sedih sekali. “Haruna…” Anto memegang kepala Haruna dengan pelan. Haruna langsung melihatke suara yang memanggilnya. “Kamu kenapa?” Tanya Anto dengan lembut.
Haruna malah langsung memeluknya dengan erat sambil menangis, sedangkan Anto malah bingung dengan apa yang terjadi. “Kenapa, kenapa kamu bisa bangun lagi?” Tanya Raja iblis pada Anto yang sudah bbangun dan juga pakaian serba hitmanya sudah pulih.
“Hah! Apa maksudmu?” Tanya Anto yang tidak mengerti maksud dari Raja Iblis yang heran padanya. Raja Iblis dan lainnya malah merasa heran dengan Anto.
“Kenapa kamu bisa hidup lagi, padahal kamu sudah mati tadi?” Tanya Raja Iblis dengan serius pada Anto. Anto pun terdiam mengetahui itu.
“Aku mati? Bukannya hanya pindah menemui kedua orang tua ku saja di tempat yang aneh.” Anto yang jadi bingung dengan apa yang terjadi. Anto kemudian melihat ke para Beastman yang sepertinya penasaran juga. “Sepertinya ada sesuaru dalam diriku yang aku tidak tahu, sebaiknya aku tidak memberi tahu mereka" Dengan yakin karena takut akan terjadi sesuatu pada mereka. “Mungkin karena sudah waktunya aku pulang menyelesaikan Dungeon ini. Lebih tepatnya mungkin pemaksaan keluar dari Dungeon ini.” Jawab Anto dengan penuh percaya diri meski semua itu hanya kebohongan belaka yang di katakannya. "Gimana ya... Oh saat di ruang makan itu, aku mendapat notifikasi akan di percepat waktu keluar dari Dungeon ini dengan menyelesaikan berbagai misi terntenu. Tenang saja, aku akan baik-baik saja." Anto menambhak dengan ekspresi yakin sekali.
“Gm... mungkin 1 bulan saja. Tinggal 1 bulan saja aku bisa tinggal di sini. Seharusnya tadi tinggal 1 tahun lagi, tapi karena perubahan misi, maka waktunya juga berubah jadi 1 bulan saja. Tapi terkadang waktunya juga bia berubah lagi jika ada kondisi yang aneh.” Jawab Anto dengan tenang sambil melihat ke Raja Iblis . “Misi ku saat ini cuma tinggal di kastil selama 1 bulan dan hadiah misinya itu kembali ke Bumi, mana mungkin aku diam saja dan tidak menerima misi ini.” Tambah lagi Anto dengan serius dan santai. Raja Iblis hanya tersenyum setelah mendengar itu dari Anto. Raja Iblis berbalik jalan menuju pintu keluar.
Raja Iblis di ikuti oleh ketiga Beastman kecuali Haruna yang masih ada di sana memeluk dengan sangat erat sekali. Saat sudah di luar pintu, Raja Ibllis tidak bertanya lagi dan hanya melihat Anto sambil tersenyum saat sudah berada di luar pintu. Anto tidak tahu apa maksud dari senyuman itu, tapi dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi padanya. “Haruna, aku lapar bisa lepaskan aku!” minta Anto pada Haruna yang memeluk dengan erat. Tapi Haruna malah diam saja tidak melepaskan sama sekali. “Sepertinya aku diam di sini sambil makan.” Ucap Anto yang mengalah, lalu membuka dimensi penyimpanan di dekatnya. ‘Segek Jiwa’ Anto mendengar suara di yang sangat jelas sekali dengan suara lembut di dekatnya.
Lalu tangan kanan Anto bercahaya lalu muncul tanda kuncup Bunga hitam di telapak tangannya muncul. Haruna pun melihat ke sumber cahaya itu dan juga mengetahui apa yang muncul di telapak tangan Anto. Anto kemudian melihat ke Haruna yang di rasa harus di tanamkan kuncup bunga itu padanya.Meski kurang tahu kenapa itu bisa terjadi. Anto tidak mendapat penjelasan lebih jauh dari itu lagi, mengenai segel jiwa yang hrus di tanam pada Haruna. “Jangan melhat tanganku seperti itu.” Minta Anto pada Haruna yang terus melihat tangannya. “Ini namanya Segel Jiwa. Ini yang akan ku tanamkan padamu dan yang akan menunjukkan lokasimu di Dunia ini meski terpisah dari berbagai Dunia.” Anto menjelaskan meski itu hanya sebagian saja dari fungsi segel jiwa itu.
Haruna hanya terdiam mendengar itu lalu memgang tangan Anto. “Tanam, tanamkan padaku.” minta Harun pada Anto sambil memegang tangan Anto yang punya segel jiwa. Anto tersenyum saat Haruna memintanya dengan sangat ingin sekali. Anto mengangguk lalu Anto menutup matanya. Anto yang paham cara kerjanya langsung menanamkankan segel itu dengan cepat.
“Selesai.” Timbal Anto setelah beberapa saat menutup matanya. “Setelah ini kamu bisa menungguku selama beberapa tahun. Tapi jika kamu mati kamu akan langsung di transfer ke dalam diriku.” Anto menjelaskan dengan singkat. “Tapi ku rasa Elf itu punya umur yang panjang pasti kamu bisa menungguku selama ratusan tahun.” Anto menambahkan lagi dengan yakin. Haruna hanya mengangguk saja tanda sepakat dengan perkataan Anto itu. “Baiklah, seperti sudah tenang, ku rasa sebaiknya aku makan saja.” Anto pun lanjut memasukan tangannya ke dalam dimensi penyimpanannya yang telah di buka. Anto lalu mengambil sebuah yang piring berisi makanan yang sudah siap di makan.
Tapi setelah di keluarkan Haruna langsung mengambilnya tanpa ragu kemudian memakannya sendiri. Anto tidak marah malah mengambil lagi di dimensi penyimpanannya. "Haruna, kita nimati waktu bersama yang singkat ini." Anto tersenyum sambil melihat ke Haruna yang makan. “Sepertinya juga dalam 1 bulan lagi… aku punya waktu yang cukup untuk bersantai mungkin.” Anto mulai makan bersama Haruna di kamar itu.
***
Setelah beberapa menit makan, keduanya selesai makan lalu menaruh kembali semua bekas piring mereka ke dalam dimensi penyimpanan. “Oh ya Haruna, mungkin aku akan sering seperti tadi kehilangan detak jantung jadi jangan terlalu cemas. Tunggu saja aku bangun.” Anto memperingatkan Haruna setelah memasukkan semua bekas pikirng kotornya. Haruna mengangguk kecil. “Lalu apa kamu bisa jelaskan tempat apa ini?” Tanya Anto pada Haruna mengenai kastil Iblis. Haruna terdiam tidak menjawab sama sekali. “Kalau kamu tidak ingin jawab kamu bisa diam saja. Nanti ku tanyakan pada Rja Iblis saja.” Anto menambahkan karena Haruna diam saja tidak merespon.