Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 271


No 2 melihat ke Ibu yang familiar baginya. “Sudah lama Ibu mertua.” sapa No 2 dengan biasa saja pada Ibu yang juga pernah di kuburkannya. Semua orang hanya heran saja mendengar itu dan juga jadi semakin waspada. “Nanti kita bicara lagi, saat ini aku mencari gadis yang cerewat itu.” tambah lalu melepas Mana dalam dirinya pada semua area di sana. “Ketemu!" ucapnya yang dapat di dengar semua orang. No 2 melihat ke semua orang yang sangat waspada sekali. "Ehm... apa kalian mau ikut ke kotaku?” Tanya No 2 pada semua orang yang di sana masih melihat dengan waspada. ‘Bunuh!’ kata dari Pria yang terdepan yang seperti pemimpinnya. No 2 hanya tersenyum. “Hancurlah!” ucap No 2 dengan dengan hingga dengan satu kata itu, semua senjata yang di bawa semua orang langsung jadi debu berhamburan. Semua orang kaget dan diam di tempat mereka setelah beberapa langkah hendak mau menyerang No 2. “Diam!” dengan tegas No 2 meminta sehingga tidak ada yang bisa bicara sama sekali kecuali dirinya yang masih tenang saja. “Kemari!” ucapnya lalu meja makan dan keluarganya tiba-tiba di depannya. Semua orang melihat ke meja makan yang di sana ada hologram dan juga ada beberapa orang yang duduk melihat dengan wajah serius sekali. “Gimana Yah! apa sekarang sudah percaya?” Tanya No 2 pada keluarganya yang sedang duduk saja di meja lalu tiba-tiba di pindahkan ke ruangan itu. Keluarganya tidak ada bicara sama sekali dan hanya melihat saja pada meja di depan mereka.


Di sisi lain No 1 yang melihat itu hanya diam melihat tindakan dirinya yang lain sangat gegabah dan berbeda sekali dengan dirinya. Tapi yang di herankan dirinya itu yang No 2, dia tidak di bangkit dengan kekuatan System Playernya di era yang satu ini, setelah mendapat ingatan darinya yang membuatnya bertanya-tnya kenapa itu bisa terjadi. “Dalam kehidpan yang ini, System tidak tertanam padaku, tapi tidak ada kekecewaan sama sekali dalam diriku itu. Malah dia biasa saja menikmati kehidupannya yang biasa saja. Sedangkan kedua orang tuaku dan adikku memiliki System Gold yang tingkat tinggi sedangkan dirinya hanya manusia biasa selama 16 tahun sebelum dirinya yang lain masuk dan bersatu dengan jiwanya yang lain. Sunggu takdir yang aneh.” pikr No 1 dengan tenang dengan melihat keluarganya yang kaget melihat No 2 di dekat mereka dan baru sadar kalau mereka sudah di pindahkan ke ruangan itu. “Aku punya adik!" ucap No 1 yang baru tersadar. "Apa di eraku aku punya adik atau tidak ya?” Tanya No 1 yang teringat dengan eranya sendiri.


Di saat yang juga, No 2 mulai jalan setelah menjelaskan pada semua orang apa yang di carinya termasuk pada keluarganya. Meski sudah di jelaskan dengan singkat, mereka semua masih diam saja tidak merespon sama sekali. Setelah beberapa meter jalan, No 2 berhenti saat melihat sebuah tabung serba hitam yang berisikan Maid dengan pakaiannya yang sama persis. Semua orang yang melihat hanya bisa diam dan membiarkan No 2 melakukan apa yang di inginkannya. No 2 kemudian mendekat ke tabung besar lalu menyentuhnya dan seketika tabung yang di liliti banyak benda dan kabel, perlahan terlepas karena semua tabung itu hilang dan hanya menyisakan Gadis Maid itu. Setelah keluar, Gadis Maid itu perlahan menghilang, tapi sebelum menghilang No 2 segera memasangkannya sebuah gelang putih seeperti susu lalu kemudian mengusap matanya dengan cepat.


Setelah Gadis Maidnya perlahan membuka matanya lalu melihat tepat siapa di depannya itu dan juga yang tadi perlahan menghilang kini perlahan terbentuk lagi dengan cepat. “Kamu!” Gadis itu tanpak bingung melihat No 2 yang tersenyum padanya.


“Tenang, ada sesuatu yang harus ku jelaskan padamu.” minta No 2 padanya dengan tenang saja. Gadis Maid itu langsung ngangguk saja setuju dengan perkataan No 2 . “Lihat sekitarmu!” minta No 2 padanya lalu Gadis Maidnya melihat dan menemukan dirinya berada di tempat yang baru lalu melihat ke beberapa orang yang sedang memperhatikan. No 2 kemudian menarik tangan gadis itu lalu mengajaknya mendekat ke beberapa orang itu. “Mereka adalah Ayah, Ibu dan Adikku.” No 2 memperkenalkanya ke beberapa keluarganya. “Lalu yang lainnya tentara yang mengawasi dirimu yang sedang dalam tabung.” dengan tenang menjelaskan. Gadis itu malah bingung dan tidak mengerti sama sekali maksud No 2.


“Kita ada di mana?” Tanya gadis Maid itu dengan suara kecil. No 2 yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja tanpa berkata apa pun. Gadis Maid it  terus melihat sana sini dengan semua orang yang melihat penuh penasaran dengan apa yang terjadi. Di sisi lain No 1 yang melihat itu tidak menyangka melihat sesuatu yang berbeda dari sini.


“Saat ini kita berada di era yang sama, tapi dengan peradaban yang berbeda juga. Saat ini kamu akan menghilang dan menuju dirimu yang lainnya di masa ini, karena 2 orang tidak boleh berada di Dunia yang sama, itulah aturan dari diriku yang telah tinggal di dalam kotaku. Tapi kamu akan tetap memiliki ingatanmu saat ini dan juga kamu akan mendapat ingatanmu yang lainnya nanti.” dengan tenang menjelaskan. “Apa kamu paham?” Tanya No 2 padanya lalu melihat padanya yang sedang terlihat memikirkannya saja. Gadis Maid itu langsung mengangguk dengan cepat dan sepertinya paham maksud darinya.


“Intinya aku akan ke diriku yang lian di masa ini! dengan mendapat dan membawa kedua pengalaman dari dua diriu yang berbeda.” timbalnya dengan cepat. No 2 tidak menyangkan kalau dirinya akan di balas dengan cepat.


“Ya seperti ituah, tapi sebelum itu kita harus memberi tahu yang lain di kota.” jawab No 2 dengan tenang. Gadis Maid itu mengangguk pada No 2. Setelah itu No 2 langsung membuat portal di dekatnya dengan sangat cepat sekali. “Mari masuk.” ajak No 2 dengan tenang saja lalu duluan masuk ke dalam. Saat sampai di balik portal di sana sudah ada militer banyak sekali yang mengepung di bagian luar. “Ini kota masih terlihat bagus luarnya.” ucapnya dengan jelas hingga beberapa terntara memperhikan lalu langsung mengarahkan pedang padanya. Tapi di saat itulah waktu terhenti lagi dan kali ini No 1 yang bisa melihatnya saja. No 1 satu yang tahu kelanjutan dari semua hal itu, tentunya merasa tidak perlu lagi tahu.


No 1 tenang saja dan tidak curiga dengan menunggu di mana dirinya akan tiba kali ini. Kali layar Status pribadinya muncul tiba-tiba lalu menampilkan layar yang beruliskan 99910. Lalu seketika sekelilingnya berubah lagi perlahan jadi sebuah istana. No 1 melihat seorang Raja di depannya dan itu berbeda lagi dari yang di kenalnya. “Kali ini Dunia lain ya…” ucap No 1 dengan tenang dengan sambil melihat 2 orang gadis lagi di sampingnya. “Tapi kepercayaan diri ini, apa ya?” tanya No 1 yang melihar No 2 mengenaka pakaian serba hitamnya.


“Raja… apa yang akan kami lawan?” Tanya No 2 langsung ke intinya. No 1 lanjut menonton saja dan ingin tahu apa yang terjadi di sini.


“Naga pembasmi dan pasukannya.” jawab seorang gadis cantik di samping Raja. No 2 melihat ke sana dengan tertarik pada gadis itu.


“Kenapa kamu tidak takut?” Tanya gadis itu padanya dengan sopan.


“Takut kenapa? naga itu gampang di basmi.” jawab No 2 dengan tenang saja. “Lagian, Raja kamu itu bukan orang sini melainkan Hero juga kan! Kenapa malah meminta kami membasmi?” Tanya No 2 ke Raja dengan sopan dan juga ingin tahu alasannya. Raja itu melihat ke No 2 yang bertanya padanya dengan nada sopan.


“Mustahil. Aku memang Hero tapi tidak sanggup karena tubuhku sudah melemah.” jawabnya dengan santai dan biasa saja. “Jadi ku putuskan untuk memanggil Hero saja dengan kekuatanku. Seharusnya pemanggilan itu membutuhkan waktu 100 tahun lagi untuk bisa di Gunakan pada alatnya, tapi aku memcepat pengisian alat pemanggilannya dengan kekuatanku supaya bisa lebih cepat di gunakan lagi dan memanggil kalian.” Raja itu menjelaskan dengan singkat.


“Gitu ya. Akan ku bantu asalkan ada imbalannya.” timbal Anto dengan yakin dan juga cepat.


“Tunggu!” minta seorang gadis yang ikut terpanggil dengannya. “Aku belum memutuskan, jangan seenaknya saja memutuaskan.” dengan serius mengatakan pada No 2.


No 2 hanya melihat saja ke arahnya. “Kalau aku sih akan membantu, tapi kalian putuskan mau bantu atau tidak.” timbal lagi No 2 hingga membuat semua orang terdiam. Selama beberapa saat tidak ada yang bicara sama sekali karena perbuatan No 2 yang merespon dengan tenang dan biasa saja.


“Ano… apa kami bisa kembali setelah ini?” Tanya seorang gadis yang terlihat lemah yang ikut terpanggil. Tapi dari penglihatan No 1 dan No 2 yang berpengalaman dia hanya ekting saja.


“Tentu saja bisa pulang, Raja itu saja punya rekan yang terpanggil ke sini.” jawab No 2 dengan tenang saja, meski tahu gadis itu hanya berpura-pura lemah.


“Tidak, aku sendiri saja yang terpanggil!” timbal Raja dengan tenang hingga membuat No 2 terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa setelah merespon dengan santainya. “Selain itu aku juga heran kenapa ada 3 Hero yang terpanggil. Jadi siapa Hero di antara kalian?” Tanya Raja pada ketiga orang yang di panggilnya.


“Status!” ucap Anto dengan tenang. “Bukan aku.” jawab No 2 dengan tenang. Lalu No 2 melihat ke pada dua gadis yang di panggil bersamanya. Keduanya langsung mengeleng bersamaan dan membuktikan kalau diri mereka bukan Hero. “Raja, sepertinya Hero bisa di panggil jika sudah 100 tahun lagi, tapi mungkin karena itu 3 Hero tanpa gelar pahlawan datang ke sini.” dengan jelas mengatakannya pada semua orang.