Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 220


Saat sudah sampai di dekat semak-semak Anto kemudian langsung masuk. Tapi saat di dalam semak-semak, ruangannya jadi tambah besar dan di atas bulu itu terdapat sebuah pakaian serba hitam dan juga sebuah topeng sepatu dan sebuah pisau yang terlihat tajam. Tapi tanpa pikir panjang Anto kemudian membaringkan  gadis yang di bawanya itu di tempat biasa dirinya tidur. Setelah membaringkannya, Anto melihat sekelilingnya yang tidak ada sama sekali pakaian bekas yang di bawanya beberapa saat yang lalu dan juga kenapa ada pakaian baru serta senjata di sana. “Rasanya tidak asing senjata pisau itu!” Anto yang jadi teringat dengan gambarnya yang sama persis dengan senjata pisau MC dalam komik yang di bacanya saat awal petualangannya.


Anto pun jadi heran siapa yang membuat semua itu. “Apa semak-semak ini hidup?” Tanya Anto dengan sangat jelas sekalo. “Eh!” Anto merasa dia di jawab namun dengan bahasa yang berbeda namun di mengertinya. “Apa aku sakit hingga merasa kalau semak-semak ini hidup?” Tanya Anto lagi dengan suara yang sangat jelas sekali. Anto merasa mendapat jawaban 'ya' yang entah bagaimana dirinya bisa paham. Setelah itu Anto juga mendapat penjelasan dari sesuatu yang bicara padanya namun tidak memakai bahasa melainkan bahasa yang tidak di ketahuinya, sesuatu itu menjelaskan bagaiamana dia membuat semua pakaian yang di atas bulu itu. Anto di jelaskan kalau itu di buat dari semua pakaian yang di pungutnya itu lalu dia membuat sesuai ukuran tubuh Anto dan juga bisa membuatnya menyesuaikan diri saat dirinya bertambah besar.


Anto yang masih tidak percaya kalau dirinya sedang berada di dalam sebuah semak-semak yang punya perasaan dan emosi masih sangat ragu. Tapi itu tidak berlangsung lama karena kecurigaan Anto hanya sebentar karena dirinya masih kecil dan tidak mengerti apa pun mengani bahaya kecuali yang pernah di alaminya sendiri. Di sisi lain, Anto juga merasa aman dan nyaman di dalam semak-semak itu, jadi dia mulai membiasakan diri dengan semua hal yang terjadi. “Kamu pakai bahasa ini?” Tanya Anto yang ingin tahu. Semak-semak itu malah bilang kalau itu bahasa Alam dan siapa pun yang bicara pasti mengerti bahasa itu, semua mahluk pasti akan mengerti. Anto yang mendengar itu jadi merasa ingin mempelajarinya. “Apa aku bisa belajar bahasa ini?” Tanya Anto yang ingin tahu. Anto tidak mendapat respon karena dia belum merasakn apa pun dari semak-semak.


Tapi setelah beberapa saat Anto di Tanya dengan tujuannya mempelajari bahasa itu. Anto termenung dengan hal itu dan belum tahu tujuannya sama sekali. “Aku tidak punya tujuan sama sekali, tapi ku rasa aku ingin belajar apa pun selagi bisa hidup.” jawab Anto dengan tenang dan juga tidak ada rasa takut sama sekali. Anto mendapat respon kalau dia akan di ajari bahasa itu. Anto tenang dan tidak girang karena dirinya itu masih kecil dan belum menyadari kalau yang di pelajarinya itu bukan hanya bahasa saja, tapi merupakan bahasa dari semua bahasa dari penjuru Dunia , bahkan Planet lain pun mengetahui bahasa ini.


“Bagaiamana cara belajarnya?” Tanya Anto yang ingin tahu. Semak-semak itu menjawab akan mentranfer bahasa dasarnya, Anto hanya minta diam dengan menutup matanya. Anto mengikuti instruksi itu dengan serius. Setelah itu Anto diam menutup matanya. Anto merasa melayang di udara dan juga ada suara dengan bahasa aneh terdengar di sekitanya terdengat sangat jelas, kemudian Anto di arahkan untuk memperkenalkan diri. Anto bingung maksud dari semak-semak yang menyuruhnya seperti itu. Anto jadi kepikiran sambil mendengar suara yang sama dengan di gunakan oleh semak-semak, mereka bicara saru sama lain dan sangat bersisik di luar. “Bagaimana cara…!” Saat Anto mengatakan itu, bahasanya yiba-tiba berubah dan juga membuat suara tadi yang berisik itu terdengar oleh yang lainnya hingga mereka berhenti bicara.


Anto diam sebentar dan ingin mleihat, tapi matanya rasanya berat dan tidak bisa di buka sama sekali. Anto tidak panik karena tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. “Apa aku salah bicara?” Tanya Anto dengan bahasa yang berbeda dari biasanya dan tidak seperti bahasa yang di gunakannya.


“Kenapa kamu diam?” Tanya suara yang tidak asing dan Anto mendengarnya sangat jelas sekali di kepalanya. Entah bagaiamana Anto dapat mengetahui kalau yang mengajaknya bicara otu adalah semak-semak. “Cepat perkenalkan dirimu!” Minta semak-semak dengan santai. Anto yang mendengar itu sangat jelas tidak langsung memperkenalkan dirinya. Anto jadi gugup namun tetap berusaha tenang.


“Ano… Namku ZERO.” Anto memperkenalkan dirinya dengan singkat sambil mengingat sebuah code nama dalam komik yang di perncah di bacanya yang berperan sebagai karakter pengumpul informasi terhebat. Setelah perkenalan itu, semuanya berisik lagi dan Anto tidak di Tanya apa pun lagi. “Apa cuma itu?” Tanya Anto pada semak-semak dengan polosnya karena tidak tahu sama sekali.


“Karena keren saja menurutku.” Jawab langsung Anto dengan polos sekali bahkan sama sekali tidak mengerti dengan pertanyaan nama itu. Semak-semak itu terdiam tidak berkomentar sama sekali dengan jawaban Anto yang seperti, malah dia merasa Anto akan baik-baik saja mengajarkan bahasa alam itu padanyya.


“Aku mengerti, karena sekarang sudah saat kamu membuka matamu!” Setelah semak-semak mengatakan itu Anto tiba-tiba membuka matanya dan menemukan dirinya masih diam di tempat. Anto yang sudah sadar meraskan suara semak-semak dengan bahasa yang berbeda sekali bertanya padanya apa sudah selesai. Anto langsung melihat sana sini dengan polosnya.


“Apa barusan yang terjadi?” Tanya Anto yang otaknya mengingat samar-samar dirinya pada suatu tempat yang ramai namun tidak bisa di ingatnya dan juga mendapat bahasa aneh. Anto berusaha mengingat namun sia-sia sekali. Saat berusaha mengingat, tiba-tiba Anto merasakan ada sesuatu yang berbeda sekali dan juga ada sebuah perkataan yang di mengertinya dan sebuah bahasa yang tidak bisa di tulis namun bisa di katakan dan di mengerti oleh siapa pun ada dalam dirinya.


Di saat yang bersamaan Anto memahami perkataan dari semak-semak yang bertanya barusan padanya dan dapat mengingat dengan jelas sekali. Anto menjawab dengan bahasa yang sama kalau dirinya baik-baik saja, meski agak telat meresponnya. Anto yang mengatakan itu tanpa suara dan bahasa yang berbeda merasa berbeda sekali. Semak-semak merasa lega dengan Anto yang juga mengatakan dengan itu. Setelah itu semak-semak menyuruhnya memakai perlengkapan yang telah di buatnya itu. Anto pun menjawab ya  lalu kemudian dia mengambil pakaian itu di dekat Gadis Elf yang sedang berbaring pingsan dengan biasa saja.


Anto melepas celana yang di miliki termasuk sandal yang beda sebelah lalu di buangnya tanpa ragu. Anto kemudian memakai pakaian yang serba hitam. Setelah selesai memakainya Anto merasa nyaman sekali. Anto kemudian bertanya pada semak-semak bagaimana mendesain ini sambil mengenakan topengnya yang juga serba hitam. Semak-semak itu langsung menjelaskan kalau dia membuatnya dari gambar buku yang di baca oleh Anto. Anto tidak merespon malah diam saja memakai sepatu lalu topengnya.


Setelah semuanya di pakai  Anto jadi terlihat berbeda sekali dengan sebelumnya. “Bagaimana kamu membuat ini?” Tanya Anto pada semak-semak dengan bahasanya sendiri. Semak-semak langsung mengatakan kalau itu di rangkai dari semua pakaian yang di ambilmya dari mayat dan senjata pisau itu dari armor yang di bawanya. Semak-semak juga mengatkan jika di bawakan semakin banyak bahan untuk mebuat senjata dia bisa membuatkan untuk dirinya.