Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 254


Setelah meminta itu, Anto diam menunggu respon dari suara itu. ‘Permintaan Di Terima!’ Setelah itu suaranya tidak ada lagi dan juga Anto tidak merasakan apa pun lagi. “Sepertinya sudah selesai.” Anto yang yakin entah bagaimana. Anto kemudian merasakan sesuatu itu akan milih tidur selamanya dan tidak mengganggu lagi. Anto tidak mengerti maksud darinya, dan tidak merespon lagi. Setelah itu Anto merasa di tarik sesuatu setelah perasaan itu pamit darinya. Setelah merasa berhenti Anto membuka matanya lalu melihat sebuah atap di depannya. “Sepertinya aku sudah kembali.” ucap Ano dengan suara kecil lalu bangun perlahan. Anto melihat sekelilingnya yang berada dalam sebuah ruang kamar tertentu lalu melihat ke jam dinding yang besar. “Jam 13 ya… Sepertinya sudah banyak perubahan yang terjadi selama aku tertidur.” Ucap anto dengan jelas.


“Kira-kira berapa bulan aku tertidur?” Tanya lagi Anto yang melihat tangannya. Anto melihat tangannya jadi agak besar dan mirip saat dirinya sudah remaja. “Mm… Tidak mungkin kan!” Anto yang masih meragukan dirinya sendiri. Anto pun langsung bangun lalu duduk di tepi kasur. Anto kemudian menggunakan Skil Creationnya membuat cermin di depannya. Dan ternyata itu benar kalau dirinya sudah kembali ke wujud remajanya. “Astaga… Ini sudah terlalu lama aku tidur. Tidak, aku ingat hanya beberapa jam saja…” Anto yang sama sekaiu tidak menduga dirinya akan kembali ke masa remaja dengan masih memakai pakaian yang sama. Anto kemudian melihat ke jendela di dekatnya, lalu Anto jalan ke sana.


Saat sampai Anto melihat pemandangan kota yang belum pernah di lihatnya. Anto melihat banyak sekali mobil terbang, kapal terbang dan juga banyak sekali orang lalu lalang yang hidup dengan damai. “Hm… Sepertinya Hana dan remaja itu berhasil membangun kota. Kira-kira bagaimana kota yang di bangun mereka?” Tanya dan puji Anto dengar tersenyum mengingat mereka berdua. Setelah itu Anto membuka jendela itu dan tiba-tiba angin masuk ke dalam dengan sangat kuat sekali. Anto terdiam merasakan angin yang sejuk sekali. “Ini lantai berapa coba?” Tanya Anto dari ketinggian gedung. Anto pun langsung lompat lalu mengaktifkan Skil tidak terlihatnya. Anto terjun bebas dari udara sambil melihat ke tempat dirinya akan mendarat.


Saat sampai beberapa meter dari darat Anto langsung melayangkan diri dan perlahan mendarat. Saar sudah mendarat Anto melihat kota maju yang banyak sekali teknologi dan juga kendaraan. ‘WAHHHH…!’ Suara teriakan itu membuat Anto tertarik karena di dekatnya ada orang yang sedang berkumpul. Anto lihat ke sana lalu jalan ke sana melihat apa yang mereka lihat. Saat sampai ternyata ada banyak robot yang lewat di jalan umum. Anto melihat 1 robot yang tidak asing baginya yaitu milik Hana. “Apa aku sapa ya…?” Tanya Anto lalu melayangkan diri ke arah Hana. Saat sampai di robot Hana, Anto langsung mendarat di pundak Hana dan duduk. Anto melihat kerumuan dari sana yang sangat ramai sekali. "Ini dunia yang damai dan bahaya... tapi aku suka..." Dengan senyum sambil melihat banyak yang melihat para robot itu. ‘Ahh…!’ Anto melihat seseorang jatuh di tepi jalan lalu terbang ke sana tanpa menunggu robotnya berhenti.


Saat sampai Anto langsung menghilangkan Skil tak terlihatnya lalu mengulurkan tangannyna. “Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Anto padanya. Gadis itu megangguk lalu mengambil tangan Anto tanpa melihat sama sekali. Setelah itu Anto membantunya berdiri.


“Terima kasih…!” Dengan sopan Gadis itu berterima kasih pada Anto dan tanpa melihat dulu ke Anto.


“Sama-sama.” Jawab Anto sambil tersenyum lalu minggir dari jalan robot. Di sisi lain semua robot yang tadi jalan terhenti dan membuat semua orang melihat ke Anto yang tiba-tiba muncul. Anto kemudian melihat ke Hana yang melihat padanya. Anto hanya tersenyum saja melihat ke sana. “Sudah lama ya… Hana.” Sapa Anto sambil tersenyum padanya. Di sisi lain beberapa robot langsung mengancungkan senjata pada Anto.


“Tembak…” Suruh seorang robot. ‘HENTIKANNN…!!’ teriak Hana tapi sudah telat karena Anto sudah tertembak. Meski di tembak, pelurunya terhenti saat sudah di depan Anto. Semua orang yang melihat itu terdiam sama sekali melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Hana juga terdiam melihat semua itu. Setelah beberapa kali tembakan di luncurkan ke arah Anto yang tidak di hentikan, semuanya pelurunya malah terhenti.


“HENTIKANNN…!” Teriak Hana lagi dengan lantang sekali hingga semua robot yang menyerang tadi berhenti. Hana kemudian langsung mengubah dirinya jadi Manusia. Anto melihat ke Hana yang tanpak masih sama saja seperti terakhir kali yang masih remaja seperti dirinya. Hana kemudian langsung berlari  ke arah Anto kemudian memeluknya dengan sangat erat sekali. “Kenapa… Kenapa… Kenapa kamu lama sekali…?” Tanya Hana dengan suara sedih sekali. Anto hanya membalas tangisan Hana dengan senyuman padanya.


“Sudah lama sekali bocah kuat!” Sapa Anto padanya. Pemuda itu langsung meneteskan air mata saat mendengar perkataan Anto yang seperti itu padanya. “Kota ini sangat bagus sekali…!” Puji Anto dengan tenang sekali. Pemuda itu malah semakin mengeluarkan air mata dan tidak merespon sama sekali. Anto tetap tenang dan juga tidak bisa berbuat apa-apa. Anto kemudian melihat gelang di tangan pemuda itu berkedip tanpa henti yang menandakan ada panggilan. “Sebaiknya kamu angkat saja itu dulu!” Anto memperingatkan. Pemuda itu mengangguk lalu perlahan menekan tombol panggilan itu.


“Kapten… tolong ada bahaya di sek…!” panggilannya terputus saat melihat rombongan monster sedang melawan beberapa robot. Semua terdiam saja dan tidak ada yang menanggapi.


“Kapten…!” Panggil seorang yang memberi hormat padanya sambil berdiri dan juga di susul dengan robot lainnya. Pemuda itu berdiri dengan gagah sambil melihat ke Anto.


Anto diam saja saat di lihat seperti itu. “Sudah, sudah, sudah, biar ku urus yang satu ini…!” Tersenyum  Anto pada pemuda itu.


“Kamu siapa beraninya menentang kapten keamanana nasiol hah…?” Tanya robot yang paling depan dengan suara lantang. Anto melihat ke robot yang bertanya padanya dengan santai saja.


“Aku Anto… Aku yang membentuk pasukan robot ini dan juga pemilik dari robot yang kalian pakai itu.” jawab Anto dengan tenang. “Sudah jangan bahas ini lagi.” Anto memperingatkan. Anto kemudian memrgang pundak Hana


lalu mencoba melepasnya. “Hana… bisa lepaskan aku!” Minta Anto padanya. Hana diam saja dan memeluk semakin erat saja. Anto tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa terdiam saja di tempatnya. “Sudahlah!” Anto pun mengangkat tangannya lalu sebuah layar di depannya muncul yang cukup besar sekali dan bisa di lihat semua orang. “Apa kamu bisa tunjukan di mana lokasi tadi!” Minta Anto pada pemuda itu dengan sopan.


“Ya.” Jawabnya dengan sopan. Lalu Anto menggerakan satu layar padanya. Pemuda itu langsung mengeser lalu memperlihatkan seluruh kota dari atas. Anto dapat melihat besar seluruh kota yang ada dan ternyata cukup luas sekali. Tempat mereka berada sekarang berada di sebuah pulau yang sangat besar sekali dan juga banyak sekali kejadian di tempat di serangnya Mosnter. Setelah melihat lokasi kasarnya, pemuda itu mempebesar suatu area lalu memperlihatkan apa yang sedang terjadi.