Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 45


-Planet Aqua-


Planet Aqua sebiha Plnet yang di mana semunya terdapat ari saja di bawahnya dan sebuah kota melayang di udara. Dengan teknologi yang maju kehidupan di sana bisa di anggap normal oleh semua orang di sana. Sebuah rumah di bagian tepi dan idak terlalu jauh dari kota. “Bangunlah!! cepat kerja!” Suara Gadis yang penuh semangat.


“10 menit lagi” Jawab anak laki-laki yang tidur dengan santainya dan tidak memperdulikan gadis itu.


Gadis itu merasa kesal dengan tingkah Anto. “Kalau kamu tidak bangun aku akan mengadu ke mama kalau kamu tidak bekerja!” gadis mengancam dengan suara serius.


“Ngadu sana, nyonya juga tidak ada disini.” Jawab laki itu dengan tidur. Gaids itu semakin keal dengan balasan Anak laki-laki itu.


“Ohh… Jadi ini yang kamu lakukan Andri!” Dengan tatapan mengancam pada anak laki-laki itu. Anto yang mendengar suara tidak asing langusng kaget dan bangun dengan cepat.


“Nyonya! Tidak... Mama… Bukan begitu!?” Anak laki-laki jawab dengan gagap sambil melihat ke Mamanya yang sudah meliaht dengan tajam.


“Hehe!!” Gadis di sebelah mamanya tertawa saat melihat laki-laki itu di marahi dan ndi tatap dengan tajam.


“Andri! ini sudah 1 tahun sejak kami menemukanmu di antara bebatuan moteor. Apa kamu sudah ingat siapa dirimu dan dari mana asalmu?” Tanya Mamanya yang mulai serius dan juga terdengar penasaran sama sekali.


Andri terdiam melihat Mamanya yang serius seperti itu. “Aku blum ingat sama sekali ma!” Jawab Andri yang tidak mengingat dirinya sendiri. Mamanya menatap Andri yang masih dengan wajah biasa saja.


“Ya sudah, cepat kerja sana. Nanti akan ku cari tahu siapa dirimu.” Bicara mama Andri sambil meninggalkan kamarnya.


“Maria, ikut Mama ke ruang makan, dan kamu cepat turun.” Ajak Mamanya sambil menarik Maria dan menryuh Andri siap-siap.


“Dadah Andri,” Maria melambaikan tangan pada Andri yang masih duduk di kasurnya. Setelah mereka berdua keluar Andri mulai berbaring lagi dan melihat ke apa yang di depannya. Anto terus meliah dan todak tahu dengan apa yang terjadi dengannya sendiri.


“Sudah satu tahun sejak aku tingga disini dan di rawat oleh mereka. Aku tidak bisa mengingat siapa diriku, dan apa


yang kulakukan selama ini.” Pikir Andri yang tidak mengingat siapa dirinya sendiri. “Saat, aku sadar untuk pertama kalinya, aku tidak mengerti apa yang mereka katakan dan pada saat itu, keadaaanku sangat buruk sekali. Pakaian ku tidak ada, aku melayang di Antara bebatuan meteor dan secara tidak sengaja di temukan oleh mereka saat sedang pergi ke Planet lain untuk bekerja.” Mengingat apa yang di ceritakan oleh pelayan rumah itu. “Sudahlah ak…!” Tiba-tiba Andri sedikit sakit kepala. “Umurku 12 tahun!! kenapa aku bisa mengatahuinya dan hari ini juga tepatnya!!” Andri yang sangat bingung kemudian berlari ke luar kamarnya.


Setelah itu Andri berlari ke ruang makan dengan sangat cepat. Setelah sampai di sana dengan keadaan lelah. “ Mama! aku ingat umurku, umurku 12 tahun dan sekarang hari ulang tahunku.” Andri bicara dengan sangat lancar sambil menahah lelahnya. Mereka yang ada di ruang makan kaget dengan perkataan Andri.


“Apa kamu sudah mengingat siapa dirimu?” Tanya seorang pelayan laki-laki.


“Tidak, aku cuma mengingat umurku saja.” Jawab Andri sambil jalan ke kursi dan mengambil air di depannya yang tiba-tiba muncul di atas meja makan. Setelah mengatakan itu semua orang yang ada di dapur terlihat cemas dan juga senang di saat yang bersamaan. “Kenapa dengan suasana ini?” Tanya Andri pada dirinya sendiri saat melihat semua orang tiba-tiba berubah lesu.


“Apa yang akan kamu lakukan jika kamu sudah mengingat?” Tanya Maria yang terlihat sedih.


“Apa? tidak ada yang akan ku lakukan. Palingan aku akan pergi melihat kedua orang tuaku jika mereka masih hidup jika aku sudah mengigat dan mencari teman-temanku jika aku punya.” Jawab Andri dengan sangat riang. Setelah Andri menjawab, Maria dengan wajah sedih berlari pergi meninggalkan ruang makan. “Eh!” Andri melihat Maria meneteskan air mata menjadi bingung sambil melihat Maria yang keluar dari pintu otomatis.


“Andri!” panggill mamanya “Apa kamu tidak senang tinggal disini?” Tanya mamanya yang terlihat sedih juga. Andri


“Tentu saja senang!” Jawab Andri dengan serius dan senyum “Sangat menyenangkan disni dan nyaman. Aku sangat betah tinggal disini, tapi di saat yang bersamaan aku juga ingin tau siapa diriku ini.” Jawab Andri dengan sangat ceria dan dengan tulus mengucapkan perkataannya.


“...” Setiap orang di ruangan itu menatap Andri yang yang tersenym dan menjadi lega dan tidak bia berkata apa-apa.


“Andri aku punya satu permintaan!” Bicara Mamaya sambil menatap Andri dengan serius.


“Apa Aa?" Tanya Andri yang terliaht sangat senang .


“Aku kamu mau menikahi Maria?” Tanya Mamanya sambil menatap Andri dengan serius.


“Apa!” Andri sangat kaget dengan pertanyaan Mamanya. “Mama! Tunggu? Apa maksunya?” Tanya Andri yang masih bingung dengan pertanyaan mamanya. Semua orang tersenyum di ruang makan sambil menatap Andri yang masih bingung dan menunggu jawaban. “Kenapa mama tidak Jawab?” Tanya Andri lagi yang masih bingung. Semua orang masih saja menatap Andri yang tidak menjawab pertanyaan mamanya dahulu. Andri yang sudah mengerti dengan situasinya hanya bisa melihat dan tidak banyak tanya. “Apa aku harus jawab?” Tanya Andri pada mamanya. Mamanya manatap dengan sangat tajam yang sungguh-sungguh dan mengharapkan jawaban Andri. “Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Andri  yang masih bingung dengan tatapan yang penuh penasaran di ruangan tersebut. “Eh!” Saat Andri dalam keadaan bingung dan juga harus melakukan sesuatu, dia mengingat sesuatu. “Ehm! Ma aku mengingat sesuatu!” Bicra Andri dengan ragu-ragu.


“Hm… Apa itu?” Tanya Mamnya sambil menatap Andri dengan sangat tajam dan juga penasaran.


“Sepertinya aku sudah mempunyai banyak gadis, tidak, aku suah punya banyak Istri tepatnya. Aku sudah punya keinginan untuk jadi raja harem.” Jawab Andri dengan ragu dan serius. Semua orang menatap Andri dengan lebih tajam lagi. “Apa Mama akan marah!!” Andri yang menutup matanya sambil menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mamanya. “Apa aku seharusnya tidak mengatakannya saja!” Pikirnya dengan sangat ketakutan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Andri!!” Mamanya memanggil. “Bisa kamu lihat Mama?” Tanya Mamanya karena Andri menundukkan wajahnya sambil menutup matanya. Andri mengangkat wajahnya sambil menutup matanya. “Bisakah kamu membuka matamu?” Tanya mamanya pada Andri yang menutup matanya dengan sangat rapat. Dengan ragu-ragu Andri membuka matanya.


“Apa yang akan terjadi?” Tanya Andri  pada dirinya sendiri yang masih ragu-ragu membuka matanya. Andri  hanya bisa menyerah dan membuka matanya. Saat membuka matanya, Andri tidak ada yang berubah pada dirinya dan bingung dengan reaksi yang di tunjukkan Mamanya dan semua orang di ruang makan. “Ada apa ini!?” Andri yang bingung dengan semua orang yang tersenyum padanya dan sedikit kaget.


“Kalau begitu, Mama ubah pertanyaannya. Apa kmau mau menammbhakan Maria dalam haremmu?” Tanya Mamanya dengan sangat serius. “Mama juga akan mencarikanmu beberapa pelayan biar kamu di temani setiap hari.” Mamanya menambahkan lagi perkatannya. “Kemari!” Mamanya memangil pelayan di dekatnya. “Carilah beberapa gadis sebanyak 10 samapi 15 orang, umurnya mulai dari 13 sampai 14 tahun” Perintah Mamanya pada pelayan itu dengan tegas.


“Baik!” Jawab pelayan itu dengan sopan pada majikannya. Tanpa menunggu jawaban dari Andri, Mamanya sudah memberikan pelayan untuk Andri. Setelah itu pelayan itu keluar dari ruang makan. Andri sangat bingung sekali. Tatapan Andri kosong dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri yang secara tiba-tiba berubah drastis.


“Andri, bagaimana? apa kamu sudah puas dengan semua ini!, jadi apa kamu mau mempertimbang Maria di  tambahkan dalam haremmu?” Tanya Mamanya dengan sangat serius. Andri tidak menjawab pertnyaan Mamanya Karena tatapan kosong dan sangat bingung. “Andri!?” Mamanya memanggil “Andri, Andri, Andri…!!” Mamanya berkali-kali memanggil. Karena tidak ada respon dari Andri, Mamanya mendekatinya. “Andri!” Mamanya menggoyangkan tubuh Andri. “Eh!” Mamanya bingung karena Andri tidak sadarkan diri. Andri yang sangat bingung dengan apa yang terjadi pingsan dengan semua yang terjadi.


***


NEXT Chapter


Anto kehilangan ingtannya dan tiba


di planet Aqua. Planet Aqua adalah planet yang semuanya terdapat air saja dan


semua kotanya melayang di udara dan ada yang berlabuh di air. teknolgi sangat


maju dan tidak bisa di bandingkan dengan plant Bumi