
No 1 lanjut melihat ke Anto No 3 dan Fuka yang jalan buru-buru sekali. Saat keduanya sampai di ruang makan, merela bedua tidak langsung duduk dan hanya melihat kepada orang tua Ika dan Andri yang sedang di meja makan sedang menunggu dengan menyiapkan makanan di piring-piring yang kosong. Di sisi lain Ika dan Andri juga sampai di belakang mereka yang ikut berdiri saja. “Semuanya ada yang ingin kami berdia bicarakan.” dengan tenang No 3 mengatakannya. Ika dan Andri lanjut lanjut jalan ke meja dan tidak peduli dengan No 3 yang bicara dengan berdiri di tempatnya.
“Apa maksudmu Anto?” Tanya Ibunya yang ingin tahu dengan senyum menyiapkan makanan di atas meja. No 3 tidak langsung merespon dia dan Fuka duduk jalan ke kursi dulu lalu duduk dekar kursi kedua kembarannya itu. Setelah semua duduk No 3 hanya tersenyum saja melihat ke semua keluarga itu yang ceria sekali dan juga cukup tenang.
“Kami berdua akan pergi malam ini.” Kata No 3 dengan tenang sekali pada semua orang. Semua yang di sana melihat ke No 3 kecuali Fuka. “Kami berdua sudah terlalu lama di masa ini, jadi kami tidak boleh berada di untuk selamanya. Kami akan bereinkarnasi menuju masa depan di masa kami hidup yang sebenarnya.” dengan tenang mengatakan dan juga membuat Fuka kaget dengan langsung melihat padanya. Tidak ada yang bicara sama sekali setelah mendengar itu dan hanya diam saja.
“Kakak apa maksudmu?” Tanya Fuka yang tidak tahu kalau No 3 akan berkata seperti itu. No 3 hanya tersenyum saja dan tidak langsung merespon, dan di saat yang sama No 1 melihat waktunya membeku seketika.
“Sepertinya lompatan waktu lagi, tapi biarlah aku juga tidak ingin lihat lebih jauh lagi.” dengan tenang No 1 menunggu akan tiba di mana kali ini. Setelah beberapa saat waktu di percepat, kini tiba pada malam hari di halaman rumah itu. “Lingkaran Sihir? Bukan, lingkaran sihir reinkarnasi!” dengan tenang No 1 menyimpulkan dan melihat dengan jelas sihir di halaman rumah itu. Setelah itu semuanya jadi gelap tiba-tiba, tanpa pemberitahuan apa pun di penglihatan No 1. Tapi perlahan cahaya terang muncul lalu sekitarnya buurbah lagi dengan sebuah ruang kamar baru. kamar yang di lihat No 1 terlihat bukan dari batu bata dan juga terlihat lebih ke sebuah kamar tertutup. “Kamar ini lebih mirip sebuah kamar di era maju… apa mungkin sekarang sudah semaju itu?” Tanya No 1 yang tidak tahu menahu sama sekali dengan lokasi ingatan itu.
Di sisi lain dirinya yang satunya perlahan bangun lalu melihat ke tubuhnya yang di masa remaja juga, yang masih utuh baik-baik saja. Setelah beberapa saat melihat No 3 di aliri oleh ingatan yang tidak di ketahunya, No 1 juga mendapatkan ingatan itu dan tahu perjalanannya sangat berbeda sekali dengan kehidupannya yang lain. “Sepertinya aku berhasil reinkarnasi!” ucap No 3 lalu turun dari ranjanngnya kemudian melihat sekitarnya. “Seperti aku dan diriku yang lainnya sudah melebur daalm jiwa dan satu tubuh ini.” ucapnya dengan jelas saat ada 3 ingatan yang berbeda sudah ada dalam dirinya. Setelah itu No 3 berjalan ke pintu yang tidak terlalu jauh. Pintu itu secara otomatis terbuka saat sudah berjarak satu meter (Nama No 3 author ubah jadi Nama No 2 karena sekarang cuma ada 2 Anto).
Saat pintu kamaranya terbuka, No 2 sudah tiba di ruang makan yang di sana sudah ada Ayah dan Ibunya. “Kakak, kenapa hari terlihat berubah banyak?” Tanya seorang remaja di belakangnya yang tiba-tiba muncul. No 2 pun berbalik melihat ke sana dengan tenang sekali.
“Rian, ada banyak yang terjadi dan membuatku berubah. Jadi ku rasa sudah saatnya berubah ke arah yang lebih baik.” Jawab No 2 dengan tenang. Setelah itu Rian yang di timbal jadi terlihat merinding mendengar perkataan No 2 yang seperti itu. “Kamu kenapa?” Tanya No 2 padanya saat melihat Rian itu. Bukannya menjawab malah dia terlihat tidak berani mendekat sama sekali.
“Ibu… apa Kakak tidak aneh hari ini?” Tanya Rian pada Ibunya. Bukannya langsung di jawab malah Ibu dan Ayahnya terus melihat ke No 2 yang masih di tempatnya berdiri. No 2 lanjut jalan ke meja makan yang di sana sudah ada Ayahnya yang sedang duduk membuka layar berita di depannya yang juga memperhatikan ke arahnya. Setelah sampai No 2 langsung duduk di kursinya tanpa ragu sama sekali.
“Ibu, Kakak sakitkan?” Tanya Rian pada Ibunya yang duduk perlahan di dekat Ibunya dengan melihat ke No 2 yang tenang saja. Kedua orang tuanya masih diam saja dan tidak bicara sama sekali dengan terus melihat ke No 2 yang duduk saja.
“Oh ya Ayah! Apa ayah pernah menemukan sebuah tabung di luar negeri yang berisikan manusia?” Tanya No 2 pada Ayahnya. Ayahnya langsung melihat ke No 2 dengan wajah serius sekali. “Gadis itu ada Maid dari salah satu
toko yang ada di kota itu. Waktu itu aku sempat marah padanya karena komen sendiri tentang apa yang kulakukan, tapi aku tidak menyangka kalau diriku akan melakukan perjalanan waktu ke berbagai era dan tiba pada era ini dengan.” dengan tenang menjelaskan. Keluarganya malah melihat dengan aneh pada No 2. Tentu saja No 2 tetap tenang dan sudah tahu reaksi akan di dapatnya.
“Ibu… bawa Kakak ke rumah sakit.” minta Rian dengan kasihan sekali melihat No 2 yang seperti itu. Ibunya tidak merespon sama sekali malah terus melihat ke No 2. Setelah mengatakan itu secara perlahan pakaian No 2 berubah jadi serba hitam yang dapat di lihat oleh semua orang di sana. Rian pun terdiam melihat perubahan Kakaknya yang tepat di depan matanya.
“Jika ingin penjelasan lebih lanjut, duduk saja biar ku ceritakan semuanya daria awal hingga akhir.” minta No 2 pada keluarganya yang sedang di ruang makan. Tidak ada yang merespon malah mereka diam saja. Setelah itu No 2 mulai bercerita dengan pelan, sementara No 1 hanya melihat dan mendengarkan dengan cukup membosankan dari sisi lain.
***
Setelah beberapa lama bercerita yang memobsankan, No 1 tidak kuat lagi mendengat No 2 yang cerita selama beberapa jam yang sekarang sudah pukul 11 siang. “Semuanya sudah ku ceritakan, jadi bagaimana?” Tanya No 2 pada keluarganya yang mendengar ceritanya kursi mereka. Keluarganya hanya diam saja melihat ke dirinya yang telah selesai bercerita dan masih kurang percaya dengan semua yang di ceritakannya meski sudah di tunjukan bukti dengan perubahan pakaian yang di lakukannya dengan terang-terangan. No 2 lalu berdiri kemudian membuka portal di dekatnya lalu menggunakan pakaian serba hitam termasuk topengnya. Setelah Anto memunculkan hologram di meja makan yang menampilkan dirinya sendiri. “Kalian bisa lihat dari sana dan tunggu aku di sini.” dengan pelan No 2 bangun dari kursinya lalu jalan masuk ke dalam portal di dekatnya, meninggalkan keluarganya di meja makan.
No 1 yang dapat langsung merasakan apa yang ingin di lakukan No 2 hanya diam saja tidak komentar sama sekali. No 2 yang masuk portal, tiba di sebuah kerumanan banyak orang yang terilihat sibuk. Tapi kedatangan No 2 ke sana membuat mereka semua melihat ke arahnya. No 2 yang di sana melihat sana sini mencari sesuatu yang di inginkannya. “Siapa kamu?” seseorang tiba-tiba muncul di depan No 2 dengan menggunakan pedang dan juga tegas. No 2 tidak merespon sama sekali dan hanya melihat sana sini. Lalu banyak sekali orang berkumpul dengan senjata lengkap mereka, dan di saat itulah No 2 melihat seorang Ibu yang familiar baginya. No 2 kemudian menghilankan topengnya tanpa ragu sama sekali dan di perlihat pada semua orang dengan tersenyum. Semua hanya terdiam melihat sosok remaja di depan mereka itu yang hanya tersenyum tenang sekali.