
Semua orang terdiam setelah melihat cuplikan sesungguhnya dari kejadian yang sebenarnya, meski ada beberapa orang yang terlihat hanya diam saja dan tidak mempercayai itu langsung. “Ayah Ibu… tenyata kalian tidak salah… aku senang… aku senang…” dengan menangis No 2 mengatakan itu setelah melihat kebenaran di depan matanya. Tapi di saat itulah tiba-tiba ruangan tempatnya berada di datangi oleh banyak sekali pria kekar dan juga pria yang telah memfitnah kedua orang tuanya. “PENJAHATTT..!” teriak No 2 dengan kerasa sekali pada Pria itu. Tapi dia langsung di hentikan oleh 2 pria itu dengan di tarik lidahnya.
“Potong!” dengan tatapan dingin pria menyuruh pada pengawalnya. Pengawalnya hanya menuruti dan No 2 hanya bisa menangis saja karena tidak berdaya sama sekali. Setelah itu lidahnya di potong, No 2 mengeliat kesakitan sekali setelah lidahnya di potong, lalu orang yang memotong lidahnya langsung melemparnya ke komputar yang di pakai melihat semua kejadian yang telah memfitah kedua orang tuanya itu. “HAHAHAHAHAHA… “ Pria itu ketawa keras sekali di depan No 2 yang kesakitan sekali karena lidah, badannya yang terkena serpihan komputer termasuk listrik yang mengalir di dalamnya. “KAMU SUNGGUH TIDAK BERGUNA SEPERTI ORANG TUAMU… HAHAHAHA…” dengan terang terangan sekali mengejek No 2 yang masih kesakitan tapi tidak bisa bicara sama sekali. “MARALAHHHHH PADAKU CEPATTT…!” teriak Pria itu pada No 2 yang menangis tidak berdaya sama sekali. “Coba lihat ini!” pria itu perlahan mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu memperlihatkan sebuah rekaman yang memperlihatkan dirinya mencari makanan di tempat sampah untuk bertahan hidup. “HAHAHAHAHAHAHA… BAGAIAMANA RASANYA SAMPAH ITU HAH?” Tanya Pria itu dengan sangat lantang sekali pada No 2 yang perlahan menatap dengan tajam sekali. “Pukul dia!” suruh Pria itu saat melihat No 2 yang menatap tajam padanya dengan wajah dingin. Kedua pengawal itu langsung saja memukul No 2 yang masih kesakitan. “HAHAHAHAHA… BOCAH JANGAN KIRA KAMU BISA MENANG… DI DUNIA INI SEKARANG MEREKA SEMUA PERCAYA PADAKU DAN TIDAK PADAMU BODOH… HAHAHAHAHA!” dengan sangat keras sekali mengatakan itu pada No 2 yang sedang di injak-injak oleh pengawalnya. “Sudah!” dengan tegas menyuruh para pengawalnya berhenti dengan terlihat puas sekali.
Setelah itu Pria itu meninggalkan No 2 tanpa berkata apa pun lagi. No 2 yang terluka sangat berat melihat ke lidahnya yang ada di lantai lalu mengambilnya, tapi di saat itulah Pria itu datang lagi dengan sebuah tongkat besbol lalu memukul No 2 yang sedang bersusah payah mendapatkan lidahnya kembali. No 1 jadi ingin menghabisi pria itu dengan sangat kejam sekali di bandingkan dengan hal yang di lakukan padanya itu. Sementara semua orang yang tadi hanya membicarakan keburukan No 2 hanya terdiam membisu melihat kebenaran yang sesungguh setelah sekian lama tersembuyi rapat sekali. Setelah cuplikan itu terus berlanjut ke masa sekolah No 2 di SMA yang masih di perlakukan sama saja yang selalu di perlakukan sebagai tempat pelampiasan dan No 2 tidak pernha bicara sama sekali kecuali saat dirinya yang lain telah merasukinya dan bicara di Dungeon. Setelah itu cuplikannya mulai dari gerbang sekolah yang di mana di sana adalah di mana datangnya Dungeon. Saat semua orang berlari panic, No 2 malah masuk ke Dungeon untuk menyelamatkan semua orang yang terjebak di sana (Author lompat di sini sampai selesai keluarnya dari Dungeon). Setelah semuanya di selamat oleh No 2 dan sudah keluar dari Dungeon, lagi-lagi No 2 di fitnah oleh murid yang kira membuatnya sial yang di dukung oleh siswa lainnya, meski cuma satu orang saja yang diam saja. Setelah itu beberapa orang kekar mendekat ke No 2 yang sudah di luar Dungeon yang kemudian memukuli lagi No 2 dengan keras sekali. No 2 tidak melawan sama sekali dan hanya diam saja membiarkan semua itu karena tidak ada yang membelanya juga. Setelah itu cuplikannya di lompat di mana No 2 yang di pukuli di depan rumah lalu di mana dia di kasi amplop pemberitahuan dirinya di keluarkan dari sekolah.
Setelah itu di skip lagi ke malam hari, yang di mana No 2 mendapat tamu tak di udang yang melempar karung berisakan anak kecil yang di rawat olehnya. Semua orang yang mendengar suara No 2 bicara di cuplikan itu terasa lembut sekali dan membuat mereka tidak bisa berkata apa-apa sama sekali. Setelah itu layar di langit menghilang, lalu muncul lagi dan memperlihatkan No 2 yang sedang rumahnya sendiri yang memperbaiki bagian luar rumahnya dengan semua bekas lukanya sudah hilang. No 2 yang terlihat sudah selesai memperbaiki rumahnya teleportasi masuk lagi ke dalam rumahnya yang dapat di lihat oleh semua orang yang dirinya tersenyum senang. No 1 merasa di tarik lagi dengan cepat sekali dan tiba melayang di dekat No 2 yang jalan ke sebuah ruangan. Saat sampai sana, No 1 melihat anak kecil itu melihat dengan tatapan kosong sekali pada No 2. “Kamu sudah baikan?” Tanya No 2 pada anak kecil itu yang melihat dengan tatapan kosong saja dan tidak merespon sama sekali. No 2 mendekat lalu mengusap kepalanya dengan lembut, setelah itu membuka dimensi di dekatnya lalu mengeluarkan bubur di depannya yang sudah siap makan. No 2 duduk di tepi ranjang sambil memegang bubur itu. No 2 kemudian hendak menyuapi anak kecil sambil tersenyum. Anak kecil itu membuka mulutnya tanpa ragu sama sekali dan terlihat tidak takut apa pun yang di beri oleh No 2. No 2 memberinya dengan pelan. Setelah sekali makan No 2 melihat mata anak itu terlihat normal dan tidak ada tatapan kosong dari matanya. Setelah itu kemudian No menyuruhnya mengambil bubur yang di pegangnya dengan memberi kode.
Anak kecil itu mengambil tanpa ragu lalu setelah itu No 2 mengeluarkan air minum dari dimensinya dan melayangkannya di depannya. Setelah no 2 bangun dari ranjang dan melihat dalam kamar itu yang berantakan sekali. No 2 menggunakan kekuatannya membuat semua yang berantakan di kamar itu memperbaiki semuanya. Mulai dari tembok yang terkelupas, jendala yang hancur dan juga semua benda yang telah rusak di perbaikinya jadi seperti semula.
***
No 2 tidak langsung jawab lalu berjalan mendekat hingga di dekat ranjang, setelahnya langsung duduk di tepi lalu melihat padanya. “Kalau gitu Kakak ingin kamu jadi Istri Kakak.” jawab No 2 dengan biasa saja. Anak kecil itu melihat dengan biasa saja dan tidak kaget.
“Aku masih anak kecil dan tidak bisa.” timbal anak itu dengan santainya pada No 2.
“Kakak akan tunggu kamu besar.” timbal No 2 dengan tenang sambil bertatapan dengan anak kecil itu yang tidak terlihat takut sama sekali dengan apa yang di lakukan No 2.
“Aku mengerti.” jawab anak itu tanpa senyum sama sekali dengan terus melihat No 2. No 2 hanya bisa tersenyum dan tidak bisa berkata apa-apa. Dan di saat itulah waktunya terhenti lagi, tapi kali ini No 1 mendapat kenangan indah saat bersama anak kecil di rumah yang di perbaiki itu selama melihat apa yang di lakukan dirinya yang lain. Setelah waktunya terhenti No 1, mendapat tranfer kenangan dirinya lain yang terus menghabiskan waktu bersama anak itu selama 10 tahun, yang di mana setelah anak itu berusia 16 tahun dia tidak mendapatkan ingatan apa pun mengenai gadis itu.