Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 192


Anto diam di kelasnya dengan kepala sekolah yang mulai melihat ke arahnya. Anto jadi ingin tahu apa yang akan Kepala sekolah itu lakukan padanya. “Kepala sekolah. Apa yang dia lakukan kali ini?” Tanya Anto dalam hatinya sambil mengingat kepala sekolah yang dulunya selalu menampilkan hal yang tidak terduga saat dia tiba-tiba muncul dengan membawa pelajar bertopeng menampilkan Skil hebatnya. Dalam desas desus yang pernah di dengar oleh Anto di sekolahnya, kepala sekolah pernah membuat pertujukan hebat saat ada pelajar di sekolah dengan teman-teman yang membuat dirinya terkenal dengan julukan penemu orang berbakal.


Bulan kemarin, di katakan dari para pelajar tingkat Gold ada seorang siswa kelas 1 mempunyai ingatan dan pengetahuan tiada banding dengan orang lain. Dia seorang jenius dan juga murah hari pada temannya


termasuk para kelas Bronze sekali pun. Dia di minta untuk menampilkan Skilnya, namun dia tidak bisa menampikan Skilnya karena tidak ada lawan yang cocok unyuknya. Oleh sebab itu, sampai sekarang Pelajar itu jadi miterius di kelas 1 yang masih menunggu orang yang tepat untuk di ajak bersaing. Kepala sekolah mendekati Anto, lalu memegang kerah baju Anto dan di tarik ke jendela kelas dan terbang tanpa mengatkan sepata kata pun. “Kamu yang jadi bintang utama hari ini. Kamu harus tiba di sana secepat mungkin.” Kepala sekolah bicara dengan santai dan juga terlihat garang tanpa senyum pada Anto yang seperti barang bergelangtungan di udara.


Anto hanya terdiam dan tidak berkata sedikit pnu sama sekali bahkan tidak takut dengan ketinggian. “Rasanya akan ada sesuatu yang terjadi dan itu sesuatu yang tidak ku suka.” Anto jadi merasa tidak ingin pergi ke lapangan itu. “Kepala sekolah, apa ada hadiahku?” Tanya Anto tanpa ada rasa malu sama sekali dengan santai pada Kepala sekolah.


“Hadiahmu sangat besar sekali dan tidak bisa di bayangkan. Kamu sebaiknya mempersiapkan mentalmu saja. Hari ini semua di liburkan tapi tidak di izinkan pulang ke rumah sampai jam sekolah selesai.” Jawab Kepala sekolah dengan santai dan juga menambahkan penjelasannya. Saat mendengar itu, Anto merasa Kepala sekolah punya maksud lain di balik jadi bingat utama itu. Meski begitu Anto diam tidak menanykan sama sekali.


Saar Anto di bawa terbang, dia sudah tiba di di lapangan di sana semua Siswa-Siswinya sudah berkumpul dan juga sudah rsiap. “Kenapa waktunya terasa singkat?” Tanya Anto yang tidak mengerti dan juga terasa cepat baginya. Semua Murid di sana datang termasuk dari kelas Gold. Anto melihat semua pelajar itusudah duduk di kursi di bawah lapangan yang luas. Panggung itu di kelilingi oleh para pelajar sekolah itu hingga dia berada di tengah ribuan pelajar dari berbagai kelas.


“Kamu heran kenapa bisa terasa singkat kan! itu kemampuan unikku, perlambat waktu untuk diriku sendiri dan mempercepat waktu orang lain.” Kepala sekolah menjelaskan singkat dengan terus terbang mengarah ke panggung yang sudah di kelilingi semua murid. Anto yang mendenga penjelasan Kepala sekolah tadi, jadi tertarik mempelajari Skil waktu yang seperti itu. Dengan begitu dia bisa menghemat waktu di mana pun bahkan di Dunia lain tanpa khawatir akan jauh pergi lagi.


Di sela-sela terbangnya, Anto memejamkan matanya sambil mempelajari Skil Kepala sekolah. Setelah beberapa saat, Anto membuka matanya lalu melihat dirinya sudah berdiri di depan panggung bersama Kepala sekolah. “Kepala sekolah ini sengaja ya mempercepat waktunya!” Anto yang baru tahu dirinya sudah ada di depan ribuan pelajar dengan sedikit kesal pada kepala sekolahnya.


“Hari ini semua kelas di liburkan. Tugas kalian itu mencatat apa yang akan di putarkan oleh Siswa di samping saya ini.” Kepala sekolah menjelaskan tanpa mengucapkan salam sedikit pun. "Kalian harus menymak dan memperhatikan apa yang akan di putarkan oleh teman kalian ini." Dengan serius mengatakan itu pada semua orang.


“Kamu putarkan secara lengkap Vidio itu pada semua orang.” Minta Kepala sekolah dengan ekpresi yang sama pada Anto dengan suara kecil lalu meninggalkannya di tengah panggung. Anto terdim melihat ke semua orang dengan tenang dan juga tidak gugup sama sekali.


“Hai semuanya, namaku Anto. Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini dengan tiba-tiba. Yang jelas aku akan putarkan cuplikan yang kalian sangat kenal sekali. Mari saksiskan saja semua ini!” Anto memperkenalkan dirinya dengan singkat, lalu menampilkan holgramnya sendiri di atas panggung hingga bisa di lihat semua orang. “Aku harus menutupi wajahku nanti di beberapa tempat.” Anto yang mengingat dirinya saat melepas topengnya di Bumi di masa lalu itu.


Anto memperkecil dirinya hingga menampilkan gambar Bumi di masa kininya lalu memperbesarnya lagi dan Hologram itu menampilkan semua orang yang ada di sekolah itu. “Dengar dan lihat baik-baik!” Minta Anto dengan santai dan sopan. Setelah itu Anto memutar ulang perkataannya ‘Dengar dan lihat baik-baik’ itu di ulang sekali dari Hologram. “Tadi itu adalah rekaman ulang dari yang telah terjadi, tapi bagaimana dengan yang telah terjadi 200 tahu yang lalu?” Semua orang jadi memahami tujuan dari Anto berdiri di panggung itu dan ada juga yang mengabaikan.


“Kalian paham pasti orang yang akan ku putarkan cuplikan lengkap kemunculannya di Dunia dan juga kemana perginya dia  dari Dunia ini.” Anto dengan penu percaya diri mengatkannya sambil di lihati banyak orang dalam Hologramnya sendiri. “Baiklah tanpa basa basi lagi, semua lihat!” Minta Anto sambil membuat Hologramnya itu mundur dari cuplikannya. Semua orang terus melihat cuplikan yang mundur dengan semakin cepat dan tiba di sebuah kota dengan kerusakan parah dan juga terdapat tengkorak manusia.


Semua terdiam melihat ke cuplikan itu dan tidak ada yang bicara sama sekali. Anto kemdudian mulai memperkecil Bumi hingga terlihat dari angkasa, lalu Anto memindahkan Hologramnya ke Bulan. semua orang di sana tertuju melihat sebuah retakan portal yang kemudian keluar dari sana ialah Anto sendiri dengan pakaian serba hitamnya. Semua orang pun langsung tahu dan juga melihat dengan serius dan melototi orang itu. “Aku tidak menduga kalau aku akan memutarkan cuplikan diriku sendiri pada semua teman sekolahku.” Anto yang melihat ke teman sekolah yang terpaku dan terdiam mengamati kelanjutan dari cuplikan itu yang juga ada suaranya. “Ini akan memakan waktu yang lama sekali, jadi lebih baik ku lihat apa yang akan ku lakukan selanjurnya untuk diriku tidak ketahuan untuk sementara waktu.” Anto yang diam di tempat dan juga sama sekali tidak di perhatikan oleh semua teman sekolahnya.


Saat semua orang menyaksikan cuplikan itu, Anto memikirkan hal lain tentang kedua OrangTuanya. Dengan terus menjaga kesetabilan Hologramnya. Setelah itu Anto duduk, kemudian berbaring di ataspanggung dan memikirkan tentang rencana selanjutnya. Anto teringat dengan masa kecilnya saat Aya dan Ibunya yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa mengucapkan satu kata pun. Bahkan saat saat makan malam, mereka tidak mengatakan apa pun padanya meski bicara sampai larut malam. “Andaikan jika aku menggunakan Skil Hologram ini, pasti Ayah dan Ibu akan langsung ketemu dengan melihat…!” Anto terdiam lalu bangun dari berbaringnya dan baru menyadari kalau ada cara mudah seperti itu.


"Aku sudah tahu cara ini akan bisa." Anto jadi tenang dan merasa senang sekali dan lanjut berbaring dengan santai. Anto yang senang, [erlahan mulai merasa ngantuk di atas panggung. “Entah kenapa rasanya aku mulai lelah, ada sesuatu yang di terambil dari tubuhku!” Anto pun mulai menutup matanya yang berat dengan ide yang tidak bisa di lupakannya sampai dia bangun.


***