
“Ya. Sudah lama juga diriku.” Sapa balik Anto dengan senyum. Keduanya saling tatap dengan tenang dan penuh reuni. Anto sangat senang dengan pertemuan itu dan juga tidak menyangka Kloningnya juga terlihat sangat baik dan sehat sekali. Anto melompat lalu mendekat ke Kloningnya lalu berdiri di sampingnya lalu melihat ke langit. “Berapa lama lagi pagi?” Tanya Anto yang senang dan juag sepertinya ngrlantur bertanya.
“Tinggal 3 jam lagi.” Jawab Kloningnya sanati sambil melihat juga ke langit. “Lagi pula, kenapa kamu terlambat satu bulan?” Tanya Kloningnya yang mulai beranjak duduk. Anto terdiam sambil ikut duduk juga. Anto melihat ke sekelilingnya yang gelap dan sunyi sekali di area perumahan itu.
“Kalau itu aku juga tidak tahu bagaimana. Hanya saja aku tinggal di masa lalu dan di Dunia lain yang beberda.” jawab Anto sambil melihat langit malam yang berbintang. Setelah itu mereka berdua diam saja untuk waktu yang kama setelah bicara sebentar.
“Apa aku akan menghilang dari Dunia ini?” Tanya Kloningnya dengan tenang sekali. Anto yang mendengar itu terdiam sebentar.
“Tidak sama sekali. Malah kita akan menyatu sama seperti di masa lalu sebelum kamu di bentuk. Ingatanmu dan ingatanku akan di gabung setelah itu akan melahirkan keperibadian baru. Tapi, ku rasa kita tidak akan melahirkan keperibadian baru, mengingat semua keperibadian kita yang sepertinya sama.” Jawab Anto dengan tenang mengingat Kloningnya sangat tenang sekali seperti menduga kalau dirinya tidak akan menghilang sama sekali.
Mereka berdua jadi tenang dan tidak ada yang bicara sama sekali. “Lebih baik sekarang saja aku kembali, besok mulai musim panas dan kembali ke sekolah. Kita ada di kelas Bronze yang rata-rata para muridnya tidak masuk Dungeon sama sekali. Bisa di bilang kelas tanpa perang atau kelas sekolah biasa. Satu lagi, aku punya orang yang ku sukai. Tidak, kita punya orang yang ingin kita lindungi.” Minta Kloningnya dengan tenang. Anto hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa sama sekali.
“Sebaiknya kita lakukan di dalam saja, mugkin akan memakan waktu beberapa jam untuk dapat mengabungkan kedua pengalaman kita.” Ajak Anto meski tidak tahu seperti apa di dalam kamar Kloningnya. Kloningnya langsung berdiri lalu melompat ke balkon lalu membuka pintu di dekatnya. Setelah itu Anto menyusul masuk. Sesampainya di dalam, semua barang di sana terlihat sama persis dengan kamarnya waktu kecil, tapi kali ini ada perbedaannya yaitu, terlihat lebih luas dan juga lebih berkelas.
Setelah di dalam kamar, mereka berdua saling berhadapan kemudian dari sekeliling tubuh mereka berdua keluar cahaya putih menyilaukan ruangan itu saja. Setelah itu mereka berdua saling mengenggam tangan satu sama lain dan kemudian tangan mereka yang bersetuhan dan cahaya di tangan yang bersentuhan perlahan berubah jadi gelap sekali lalu membentuk pakaian yang Anto kenakan dan juga tembus. Selain itu, mereka berdua perlahan memudar dan redup di telan oleh cahaya yang gelap itu hingga pakaian mereka pun hilang juga.
Mereka berdua langsung tutup mata dan setelahnya mereka berdua hilang dan meninggalkan cahaya gelap dengan pakaian serba hitamnya. Cahaya gelap gulita itu perlahan membentuk tubuh Anto jadi seperti semula. Saat sudah terbentuk, tatapan tubuh itu sangat kosong sekali dan tidak memiliki emosi yang terlihat. Anto yang seperti itu perlahan beranjak ke kasurnya lalu berbaring kemudian menutup matanya. Anto yang berbaring masih dalam posisinya yang sama, tapi setelah beberapa saat, posisi berbaringnya berubah dan juga raut wajahnya mulai kembali.
Dalam tidurnya, Anto mulai mengingat banyak hal dari kecilnya hingga saat remajanya ini. Ingatan yang bercampur itu membuatnya tenang dan tidak terganggu satu sama lain malah saling menerima apa adanya. Dalam dunianya sendiri, Anto mengingat saat dirinya di tinggal Hilmi dan membawa seorang Gadis lain sebagai penggantinya, disisi lain Anto juga mengingat dirinya yang menghcurkan peperangan di dekat Planet Icarus, begitu seterusnya, ingatan yang berbeda saling mengalir satu sama lain dan terhubung.
***
“MAU KAPAN KAMU TIDUR HAH?” Tanya seorang Gadis yang lebih muda dari dengan raut wajah marah sekali. Anto melihat ke Gadis itu sambil tersenyum padanya dan tidak marah sama sekali dengan tindakannya.
“Pagi Run.” Sapa Anto dengan lembut sekali sambil tersenyum pada Run yang terlihat berbeda setelah melihatnya. Run jadi termenung dengan Anto yang terlihat berbeda dari biasanya dengan pandangan lebih lembut dan menawan sekali sekaligus pernuh kasih sayang yang berbeda dari sebelumnya. “Aku akan mandi dulu. Nanti aku ikut sarapannya.” Anto berkata itu sambil bangun lalu perlahan jalan ke pintu keluar. Anto melewati Run dengan pelan. Di sisi lain Run yang fi lewati terus melihatnya dengan sikap tidak seperti biasanya.
Anto yang lewat Run tetap diam sambil memperhatikan Anto dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya. “AAAHHH!!! Apa itu tadi? Kenapa dia sangat berbeda sekali pagi ini…?” Tanya Run pada dirinya sendiri yang tidak tahu dengan apa yang sedang di alaminya itu. “AHHHH…!” Run berlari kencang lewat tanggan lalu melewati Anto yang turun dengan santai dan pelan.
Anto yang di lewati begitu saja sedikit bingung tapi tidak memperdulikannya dan tetap turun dengan santai. Saat sampai lantai bawah, tata letak rumah sebelumnya dapat di lihat dari semua barang persis yang di bawa kemari. “Rumah baru ini entah kenapa rasanya nyaman. Tapi, kenapa Ayah dan Ibu tidak pernah mengunjungiku?” Tanya Anto dalam dirinya yang jadi terlihat sedih. Tapi, di sisi lain Anto juga senang dengan hal yang di miliknya sekarang. Setelah itu Anto lanjut lagi ke kamar mandi dan tidak memikirkannya lagi.
***
Setelah cukup lama mandi dan sudah naik ke kamranya sekaligus selesai mengganti pakaiannya, Anto kini perlahan turun dengan seragam sekolahnya dan siap sarapan di lantai bawah. Saat sampai di lantai bawah di ruang makan, Run sudah sarapann duluan mendahuluinya yang seharusnya dia selalu menunggunya. Anto yang melihat ituu tersenyum sambil jalan. “Kamu kenapa? Hari ini kamu bertingkah tidak seperti biasanya!” Anto bertanya sambil jalan lalu duduk setelah sampai. Run hanya diam saja tidak menanggapi , apa lagi melihat ke Anto.
Tapi, Run beberapa kali melirik ke Anto yang hanya senyum-senyum santai sambil mengambil makanan yang ada di meja. Anto yang lirik seperti itu langsung melihat Run. Tapi, Run malah semakin cepat makannya dan membuat Anto semakin tidak mengerti dengan tingkahnya. “Ahhh…!! Apaan ini? Rasanya ada sesuatu darinya yang membuatku tidak mengerti dengan sirinya yang sekarang! Ahhh…!” Run yang sepertinya terkena charisma dari Anto jadi salah tingkah di depannya. “A, aku akan berangkat duluan.” Run bangun lalu dengan cepat bergegas setelah selesai makan.
Anto diam saja makan di tempatnya dan tidak merespon Run yang tidak seperti biasanya. “Rasanya ada yang aneh sejak aku bangun tadi, memang sih aku masih pakai pakaianku yang hitam saat bangun tadi, tapi kenapa dia jadi bertingkah aneh hari?” Anto yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada Run. “Aku memang tidak peka, dan aku sadari itu. Apa mungkin dia jadi semakin tertarik padaku? Atau ada sesuatu padaku? Tapin apa pun itu aku akan menantikan seperti apa dia di masa depan nantinya.” Anto yangmembayangkan masa depannya dengan para BIDADARI nya di Bumi. Setelah itu Anto mulai mengisi piringnya dengan nasi dan beberpa lauk. Setelah mengisi piringnya, Anto melihat ke piringnya. "Masa sekolahku pasti akan menyenangkan." Anto mulai sarapan dengan santai sambil menikmatinya
***