
Gadis itu terdiam dan gemetar saat melihat itu semua dengan penuh rasa takut pada Anto yang menggunakan kekuatan sebesar itu. “Yang ku keluarkan saat ini cuma segini dari sebagian kekuatanku. Jika aku serius ingin mengeluarkan kekuatanku, aku bisa menganhancurkan Planet ini dengan sekali serang.” Anto menjelaskan dengan singkat. “Baiklah ku rasa kita bisa bicara dengan pelan sekarang.” Anto memperbaiki semua yang telah di hanucrkannya jadi seperti semua le,udian Anto berjalan ke kasur yang telah di perbaiakinya.
Saar sampai, Anto langsung membaringkan Gadis yang di gendongnya di kasur lalu duduk di tepinya sambil menyelimuti Gadis itu. “Sekarang tenanglah.” Minta Anto dengan senyum pada Gadis di balkom itu. Tapi Gadis itu masih waspada dan juga takut sekali dengan hal yang telah di lakukan Anto sebelumnya. “Huh…!” Anto menarik napasnya lalu menutup matanya, kemudia dia membuat sebuah parfum yang jadi dalam hitungan detik. Seteleh itu Anto menyemprotkannya ke seluruh ruangan. Gadis itu langsung tenang setelah mencium wangi parfun yang membuatnya jadi tenang dan tidak gelisah sama sekali.
“Ini parfum ketenangan dalam ruangan. Aku sering buat hal ginian di Dunia lain. Jadi tenanglah dan aku akan menolong adikmu selama aku tahu seperti apa wajahnya dan juga lokasi kasarnya.” Anto berusaha memenangkan hati Gadis itu. Gadis itu hanya bisa pasrah saja dan tidak berkata apa-apa. Anto yang melihat itu jadi tidak bisa berbuat apa pun kecuali memikirkan cara menyelesaikan masalh gadis itu degan cepat. Tidak butuh waktu lama untuk Anto menemukan solusisnya.
Anto membuat sebuah kelereng dengan cepat lalu melempat ke Gadis itu yang sudah pasrah sekali. “Kamu ambil kelereng kecil itu, lalu taruh di keningmu dan bayangkan seperti apa wajah adikmu dan juga lokasi terakhir yang kamu tahu.” Minta Anto dengan halus dan lembut pada gadis yang tidak pernah sama sekali meresponnya. Gadis terlihat enggan mengambilnya namun dia tetap mengambilnya lalu menaruhnya di keningnya sambil menutup matanya. Kelereng itu bercahaya lalu meredup setelah brbrtapa saat, kemudian Gadis itu membuka matanya.
Setelah membuka matanya, tiba-tiba kelereng itu retak di tangan Gadis itu kemudian menampilkan gambar Adik lak-lakinya yang terlihat masih kecil semuruan 10 tahun yang terlihat pucat dan juga kotor sekali dan lokasi kasar yang di kethui Gadis itu. Setelah itu Anto mulai menutup matanya mulai melakukan pencarian dengan gambar itu dengan mencari kesamaan di Bumi.
***
10 menit berlalu tidak ada yang bicara sama sekali, Anto berhasil menemukan lokasi dan adik Gadis itu. “Kamu beruntung adikmu masih di sana. Tapi, ku rasa adikmu hanya bisa bertahan selama 1 tahun. Adikmu tidak bisa di selamatkan dengan apa pun di Dunia ini kecuali ada keajaiban.” Anto menjelaskan sambil melihat ke Gadis itu. Gadis itu mengani keadaan adiknya. Dia yang mendengar itu langsung jadi sedih dan meneteskan air mata dan tidak berani berkata apa-apa.
Matanya jadi kosong dan terus meneteskan ari mata yang sudah sangat pasrah sekali. “A, apa yang ku lakukan tetap akan mati juga! Apa Dunia ini sungguh tidak adil? Aku tidak pernah melakukan apa pun pada siapa pun.” Air mata Gadis itu langsung mengalir tanpa henri dan juga tidak berbuat apa-apa. Anto yang melihat itu jadi semakin tidak tega sama sekali.
“Lihat kemari!” Minta Anto dengan tetap tersenyum. Gadis itu meliha ke Anto dengan kosong, namun dia jadi kaget dengan adiknya yang sudah ada di gendongan Anto yang terlihat sangat pucat sekali lalu melihat juga ke layar yang juga sana menampilkan adiknya yang pucat juga. ‘SWUHS!’ Gadis dan Anto langsung bertukar tempat, Gadis itu langsung duduk sedangkan Anto berdiri di tempat gadis itu sebelumnya dengan membawa adiknya.
“Itu tadi Skil yang ku pakai untuk bertukar tempat dengan apa yang ku lihat.” Anto menjelaskannya secara singkat. “Meski itu Skil sederhan sih.” Anto sambung bicaranya dalam hati. “Apa yang kamu tunggu, kemari ambil adikmu ini.” Minta Anto pada Gadis itu yang masih kaget dengan semua itu. Tapi, Gadis itu diam saja dan tidak berkata apa apa. “Apa dia meragukan kalau ini adiknya?” Tanya Anto yang melihat Gadis itu ragu-ragu. Anto kemudian mengalirkan kekuatannya pada anak yang di bawanya lalu dengan perlahan kondisi anak itu membaik.
“Mm…!” Anak itu secara perlahan membuka matanya. “Kakak…!” Panggil anak itu sambil mengusap matanya. Anto yang melihat itu perlahan menurunkan anak yang akan bangun itu. Anak itu langsung di berdirikan oleh Anto dan kemudian anak itu langsung bangun sambil mengusap matanya dengan melihat ke Kakaknya yang sedang terkejut denga air matanya yang keluar. “Kakak…!!” Anak itu langsung berlari kecil ke kakaknya kemdian memeluknya setelah sampai. Kakaknya jadi terdiam lalu melihat ke Anto yang tersenyum cerah padanya.
“Aku tidak bohongkan. Jika kamu ingin penjelasan, nanti saja. Sudah ku bilang kan, kalau aku baru pukang dari Dunia lain dan ingin pulan. Oleh sebab itu aku tidak ingin lama-lama di Dunia ini.” Anto menejalaskan ulang dengan wajah senang juga dengan yang di lihatnya itu. “Sebaiknya kamu jelaskan apa yang telah terjadi pada Gadis itu. Bahkan termasuk ini semua. Jika orang itu mencari mu lagi. Nanti aku bisa bantu.” Anto tersenyum mengatkannya.
Gadis itu hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa dengan hal itu. “Sebelumnya aku pergi, aku akan menanamkan pelacak da pelindung pada kalian bertiga supaya aman dari Pria tadi dan juga orang-orang yang jahat muncul lainnya.” Anto terus bicara. Setelah itu Anto menutup matanya lalu sebuah tanda Bintang hitam pekat muncul di ketiga orang di sana. “Sudah ya, aku tidak bisa lama-lama. Aku juga sangat merindukan OrangTua ku. Lain kali kita bicara satu sama lain dengan santai.” Bicara Anto sambil menarik sehelai rambutnya lalu di leburkan kemudian membuat sebuah portal dengan cepat.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Anto langsung masuk ke portl itu dengan cepat dan tanpa menoleh sama sekali. Di sisi lain, Gadis itu hanya bisa terdiam dengan semua yang telah di alaminya itu. Dia jadi sangat kebingungan dengan hal yang di alaminya barusan itu yang terjadi dengan cepat sekali. Di sisi lain juga, Gadis di kasur yang pura-pura sejak awal kalau tidak sadarkan diri, hanya kaget dengan penuh rasa penasaran pada Anto.
Di tempat lain, saat sampai di balik portal. Anto langsung menemukan dirinya berada di sebuah depan pintu balkon sebuah rumah. Anto melihat ke sekelilingnya dan itu bukan rumsh sebelumnya yang di tinggalinya, tapi dia berada di antara rumah biasa lainnya juga. Anto juga paham kalau Kloningnya pindah rumah, jadi dia tida bekrata apa pun dan hanya bisa tersenum. Selain itu, Anto sangat deg-degan dengan apa yang akan di lihat di dalam rumah barunya. “Sudah lama ya Anto.” Terdengar suara yang sangat persis dengan suara miliknya dari atap rumah di sampingnya. Anto langsung melihat ke suara itu. Anto tersenyum saat melihat Kloningnya yang tersenyum hangat padanya.