Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 118


“Hm… Kekuatan yang lain lain! Apa itu?” Tanya Anto yang paham, tapi dia menanyakan asal kekuatan dengan terus terang.


-Udah jelaskan, kalau itu tidak di buat di Dunia ini, itu di buat di alam Dewa sini- Jawab NAVI dengan jelas dan singkat. Anto tidak bertanya lagi dan melihat ke Bola biru dengan penuh rasa ingin tahu. Tapi, bukan hanya itu saja yang muncul, 2 buah pedang satu tangan mewarna hitam dan putih muncul.


“Hadirin, inilah dua pedang yang akan di gunakan oleh pahlawan terpilih yang akan memimpin semua pahlawan kita ke meda perang melawan Iblis.” Tapi, semua warga yang di sana tidak bersorak malah diam saat melihat pedang itu terlihat cantik. Penyiar itu ikut melihat ke pedang itu dan ikut diam. Semua orang termasuk Raja diam hening kecuali Anto yang tenang dari tadi termasuk Para Istrinya


“Pedang suci telah jatu ke tangan Iblis dan satunya ke pahlawan?” Anto yang bisa tahu saat dia melihat dengan focus ke dua pedang itu.


“Kak! kenapa perang itu bisa terjadi?” Tanya Istri Anto yang tidak punya Tanda BIDADARI.


“Itu adala sejarah kelam yang hanya bisa di lihat saat Hero dari Dunia lain datang.” Jawab Istrinya yang dekat dengannya. “Dahulu, kedua pedang suci ini merupakan satu pedang yang sangat kuat dan  baik hati. Pedang ini di ciptakan oleh Dewa pencipta Dunia ini yang bahkan tidak di kathui siapapun, termasuk para Desa sekarang.” Dia menjelaskan dengan suara sedih. “Kisahnya ini di mulai saat sebuah Iblis datang ke Dunia ini, tapi bukan untuk perang atau melakukan kejahatan. Dia datang dengan pengetahuan dan ingin berbagi satu sama lain. Tapi, keserakahan Manusia itu membuat mereka buta dan ingin mengambil semua itu jadi milik mereka.” Anto yang mendengar Istrinya bercrtita seperti itu.


“Hm…” Anto melirik ke Istrinya yang ia tidak tahu sama sekali seperti apa wajahnya itu dengan penuh penasaran dengan cerita tadi.


“Semua Manusia menyuruh pemegang pedang suci memburu semua Iblis, tapi dia tidak mau dan sudah melihat ketulusan dari semua yang di berikan Iblis itu. Tapi, kerena keserakahan Manusia, Pahlawan pedang, dia di kendalikan pikirannya oleh para penyihir dari berbagai kerajaan. Itulah awal mula pembantaian semua Iblis oleh Hero waktu itu dan juga itulah awal mulanya pedang itu jatuh ke jalan Iblis.” Istrinya masih melanjutkan ceritanya dengan sedih.


“Sudah kak, ku mohon jangan lanjutkan lagi.” Suruh adiknya yang datang mendekatinya lalu memeluknya. Saat dia di peluk, semua orang sudah tersadar dari penglihatan yang di perlihatkan oleh kedua pedang itu. Anto yang memdengar cerita itu hanya bisa diam saja sambil memperhatikan kedua pedang itu.Saat Anto sedang terus memperhatikan pedang itu, semua orang mulai tersadar.


“Semuanya dengarkan ini. Itu adalah tampilan dari Pedang Iblis yang membantai semua manusia dan bertarung dengan Hero saat itu. Ini adalah kedua bukti dari pertempuran itu. Yang satu pedang suci dan satu pedang iblis.” Bicara raja dengan lantang dan juga seperti bukan kebohongan. “Pedang suci hanya bisa di tarik pleh Hero terpilih sedangkan pedang iblis hanya bisa di traik oleh Raja iblis.” Raja menjelaskannya suara yang bisa di katakan sangat meyakinkan sekali. Tapi, Anto yang melihat itu sangat marah dan tidak berkata apa-apa dan hanya bisa melihat.


-Aku ingin membuatnya malu- Bicara NAVI yang melihat betapa besar kebohongan nyata yang di lihat dan dengarnya itu. Di sisi lain, Anto juga merasakan kemarahan dari Istrinya yang tadi bercerita tentang kebenaran yang


sesungguhnya dari kedua pedang tersebut.


“Ada apa?” Tanya Kakaknya pada adiknya yang melihat ke Gadis Suci.


“Tadi bicaranya…!” Responya dengan bingung dan juga tidak menyangka sama sekali.


“Hm… Ini pertama kalinya kamu lihatkan sifat aslinya. Tenang, ini baru permulaan yang kamu lihat dari Gadis sok Suci ini.” Dengan suara lembut merespon adiknya yang tampak polos. Adiknya hanya mengangguk saja sebagai jawaban mengerti.


“Baiklah tanpa menunggu lebih lama lagi kita mulai acara penilaian Status Hero…!” Penyiar itu dengan penuh semangat mulai menyemangati penonton yang ada. Anto yang lebih tahu sifat dari Manusia Dunia lain hanya bisa diam memerhatikan kebanggaan yang di berikan pada mereka. “10 Hero silahkan turun dan mulai lakukan penilaian.” Dengan sopan meminta para Hero turun daru kursinya ke tempat Bola biru dan pedang itu berada.


Anto yang duduk sudah dari tadi menghitung dan mengethui jumlah Hero yang di panggi ke Dunia itu. Hero yang di panggil sebanyak 20 orang, 10 siswan cewek dan sisanya cowok. Yang pertama kali mengajukan diri sebanyak 5 cewek dan 5 cowok. Mereka semua turun lewat tangga yang tiba-tiba terbentuk di depan mereka. “Seperti apa tampilan Status di Dunia ini?” Tanya Anto dalam hati sambil melihat ke semua Hero yang turun dengan penuh percaya diri..


Sebelumnya, Anto tidak memperhatikan sama sekali saat pemanggilan semua Hero di ruangan sebelumnya dan hanya mencari celah keuar dari masalah, tapi saaat ini Anto sudah masuk ke dalam salah satu masalah itu. Saat semua Hero sampai bola biru mereka diam saja dan tidak melkukan apa pun. “Baiklah, sekarang kalian sentuh bola penilai di depan kalian.” Suruh Raja dan bukan penyiar itu. Tapi bukannya mereka langsung menyentuh pedang itu, malah mereka saling melihat, bahkan semua Hero yang di atas juga mulai berubah sikapnya.


Anto yang melihat itu, melihat betapa keget nya ekspresi semua Hero yang ada. “Sepertinya mereka Return ke waktu ini.” Bicara Anto kepada semua Istrinya. “Tapi, sepertinya sangat takut akan sesuatu. Bisa salah satu dari kalian pergi bantu?” Tanya saat melihat semua Hero telah berubah ekpresinya.


“Biar aku saja.” Gadis Suci langsung teleprtasi ke tempat para Hero. Gadis Suci melihat betapa cemasnya Hero yang ada di bawah itu. “Kembalilah.” Suruh Istrinya Anto suara lembut. Semua orang  termasuk Raja kaget dengan kemunculan Istri Anto yang tiba-tiba.


“APA YANG KAMU LAKUKAN….?” Tanya penjaga  yang bersama Raja. Tapi, Istri Anto tetap diam dan tidak berkata apa-apa dan terus melihat ke Hero yang tampak ragu dan terlihat pucat di wajahnya.


“Apa kalian ingin pulang ke Dunia asal kalian?” Gadis Suci langsung bertanyan tanpa ragu. tapi, itu tidak membuat mereka senang malah terlihat kosong dan tidak ada harapan sama sekali. Mereka seperti mayat hidup yang berjalan. “Sepertinya di masa depan kalian terlibat banyak hla hingga membuat kalian berubah begini. Sungguh kasihan sekali.” Dengan suara terus terang hingga di dengar oleh semua orang.


Next Chapter