
Anto yang sudah mengumpulkan kekuatan di tangannya, mulai bersiap untuk memukul tebing di depannya. 'DUK!!' Saat memukulnya Anto sama sekali tidak merasakan apa-apa dari sana. Tidak ada retakan besar, ataupun sebuah goresan dari tebinh itu. Anto yang melihat itu, jadi penasaran dengan tebing di depannya itu. “Scan1” Anto memindai, panjang, apa yang ada di dalam tebing itu. Dan saat melihat hadis gambar yang di dapatnya, Anto tidak percaya dengan hal yang di temukannya. “Ini kaki kan?” Tanya Anto saat melihat kaki kanan yang sangat besar dari hasil pemindaian yang di lakukan Anto.
“Jelas bukan lah!” Jawab NAVI tidak percaya dengan yang di temukannya itu. “Sebaiknya kita menjauh saja.” Ajak NAVI yang tidak nyaman saat melihat gambar kaki yang besar itu. Anto yang sudah mengerti dengan situasinya, tanpa ragu langsung lari menjauh dari kaki yang di lihatnya. Anto berlari ke selatan yang sangat jauh dari tebing batu itu.
“NAVI, kaki apa itu?” Tanya Anto yang sedang berlari tidak lama setelah mereka menemukan kaki itu.
“Aku tidak tau. Aku cuma merasakan energy nya yang besar saja darinya. Aku tidak tahu hal lainnya juga." Jawab NAVI dengan sangat singkat.
“Jadi kenapa kamu tidak memberi tau bentuknya?” Tanya Anto lagi pada NAVI.
“Sudah kubilang, Aku cuma merasakan energinya saja dan tidak tahu bentuknya atau hal lainnya” Jawab NAVI singkat dan juag merasa sedikit kesal.
“Apa Mahluk itu hidup atau mati?” Tanya Anto dengan sangat jelas.
“Aku tidak tahu. Yang jelas, Mahluk itu sangat kuat!” Jawab NAVI singkat karena kekurangan data. Anto terdiam dan tidak bertanya lagi saat medengar itu.
“Berapa banyak Mahluk itu?” Tanya Anto yang masih berlari.
“Cuma satu saja disini” jawab singkat NAVI. Setelahnya Anto diam dan tidak berkata apa-apa. Anto terus berlari dan tida melihat ke belakang.
***
10 menit berlalu, Anto masih berlari ke selatan. “Ada banyak mahluk seperti itu?" Anto yang bertanya pada dirinya sendiri. "Tadi hanya telapak kakinya saja yang bisa ku lihat. Bagiamana dengan tubuhnya?” Anto yang mulai penasaran dengan Mhaluk yang besar itu. “NAVI, berapa persen aku bisa menang melawan Mahluk itu?” Tanya Anto dengan sangat tenang.
“Jika kamu melawannya sekarang, kemungkinan cuma 100 persen, kamu bisa hidup.” NAVI menjawab Anto dengan santai. Anto yang mendengar itu, langsung berhenyi berlari.
“Kalau gitu aku kembali saja mengalahkannya.” Respon Anto sambil berbalik arak ke tempat tebing itu. Setelah itu , Anto kembali berlari ke utara, tempat di mana dia melihat kaki besar itu. Tapi, saat baru beberapa langkah, sebuah getaran dari tanah yang sanga besar membuat ANto berhenti berlari, lalu melayangkan diri untuk mengindari getaran yang sangat kuat itu. “Hm!” Anto melihat tanahnya mulai pecah dan retak di mana-mana, lalu dia terbang ke langit untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. "Kenapa aku merasa semakin lambat?" Anto yang tidak mengerti sama sekali dengan apa yang sudah terjadi. "!!" Anto melihat Mhaluk di utara itu bergerak lalu duduk dengan cepat. "Apa memang setinggi itu. Aku jadi lalat dan dia manusia, jika seperti ini." Anto yang melihat betapa besarnya dan tinggi nya Mahluk itu.
“Mahluk ini, terlihat besar saja, tapi sangat lemah” NAVI memberi tahu Anto yang sedang terbang. Dari jauh, Mahluk itu beranjak berdiri. Saat berdiri, banyak Monster yang berjatuhan dari tubuhnya dan berbagai pohon. Mahluk itu memiliki wajah yang buruk rupa, lubang-lubang di tubuhnya ada di mana-mana, sangat menjijikkan. "Mahluk itu sama seperti Zombi di Bumi. Jika dia hidup di Bumi." Kata NAVI sambil melihat Mhaluk yang melihat kesana kemari.
Anto dapat langusng menyaksikan Mahluk itu berdiri, meski dari jauh dan juag dapat melihat gerak geriak yang sedang di lakukannya. Mahluk itu menatuh tangannya di tanah lalu menggali sesuatu, dan cuma dalam beberapa detik, Mahluk itu mengangkat sebuah kapak tumpuk yang sanga besar sekali. 'WAA...!!' Tanpa ada peringatan sama sekali, Mahluk itu berteriak sangat kencang sekali. Hingga membuat Anto sedikit goyah saat terbang. "Itu sebuah gelombang suara yang mirip pemanggilan." Kata NAVI pada Anto yang menutup telinganya dan terus terbang ke langit.
Setelah teriakan itu selesai, tiba-tiba dari tanah, banyak sekali getaran yang terjadi dan mahluk yang sama seperti sebelumnya itu memanggil sesama jenisnya. Anto berhenti, lalu melihat ke berbagai arah yang bangun dari tanah. "NAVI, menurutku, Dunia ini adalah kuburan yang senagja di tutpi oleh awan gelap itu." Anto yang dapat melihat, betapa banyaknya Mahluk yang bangun di sekelilingnya. Di sekeliling Anto sudah banyak yang bangun dan mulai mengambil senataj mereka di tanah. "Seb...!!!" Anto tidak sempat menyelesaikan kata-katanya saat dia terkena serangan dari kapak tumpul yang sangat besar sekali. Anto yang kena serangan, muntah darah dan langusng terlempat jauh ke tanah hingga menembus tanah yang sangat dalam sekali. "Sakit!" Anto yang bisa merasakan tubuhnya jadi gemetar karena kaget dengan serangan yang tidak di sadarinya.
Anto berusaha bangun dari tanah, tapi tidak bisa karena dia tertanam dengan sangat kuat di tanah itu. "Sepertinya aku harus membuka 20 persen kekuatan yang kita miliki." Kata NAVI dengan sangat jelas. Anto sedikit kage dengan perkataan NAVI yang baru saja di dengarnya. Setelah berkata itu, NAVI menbuka sebagian segel kekuatan yang di kuncinya. Anto bisa merasakan keuatan yang lebih kuat dari sebleumnya dari Inti jiwanya yang bisa di rasakan dengan jelas. Anto yang sudah dapat kekuatannya, langsung terbang dari dalam lubang tempat dia tertanam lalu keluar dengan sangat cepat. Saat sudah di luar, Anto melihat Mahluk itu di dekatnya yang sudah melancarkan serangan padanya dengan kapak sebelumnya. Tapi, Anto lebih cepat dari serangan kapak itu dan langsung memukul mahluk itu hingga terjatuh.
"NAVI, sebaiknya kamu jelaskan semua maksudmu yang barusan itu." Minta Anto sambil fokus pada Mahluk di yang mulai berdatangan ke arahnya. Sebeum, Mahluk itu sampai, Anto membuat senapan sebagai sejatanya lalu menyerang duluan ke Mahluk yang terdekat. Saat menembak, Maaluk itu langsung hancur dengan sekali tembak. "Terlalu kuat. NAVI!" Anto meminta pada NAVI menyegel lagi sebgaian kecil kekuatannya suapaya kekuatan tidak terlalu besar yang keluar saat menggunakan senjatanya.
"Tidak mau." Jawan NAVI dengan tegas. "Kita sudah terlalu punya banyak kekuatan, jika kita tidak bisa mengontrolnya pasti akan terjadi kesalahan dengan kekuatan yang akan kita gunakan. Oleh sebab itu kamu harus bisa mengontrol keluatanmu itu dengan benar dan terkendali." NAVI dengan jelas tidak ingin menyegel kekuatan itu. Anto langsung paham maksud NAVI yang menyegel kekuatannya yang sangat besar karena tidak bisa di kontrolnya dengan tepat, dan sekarang waktu yang tepat untuk moncoba mengendalikan keuatannya. "Setiap kali stabil, akan ku lepas beberapa persen kekuatan yang ku kunci." NAVI memberi tahu Anto dengan cepat. Anto yang sudah paham, terus menerus menembak ke Mahluk yang datang ke arahnya.
Anto yang bertarung dengan Mahluk itu, beberapa kali mendapat serangan dari kapak lempar dan tombak yang terbuat dari benda yang tidak di ketahui Anto sama sekali, karena tidak bisa hancur meski sudah di tembak berkali kali. "Ini semakin banyak." Anto yang dapat melihat saat Mahluk itu datang terus menerus tanpa henti dari berbagai arah. "Hm! Apa itu?" Tanya Anto saat baru menyadari ada sesuatu bercahaya putih yang keluar dari Mahluk itu.
"Ambil itu!!" Minta NAVI dengan cepat pada Anto. "Itu EXP." NAVI menjelaskan singkat. Anto langsung paham maksud NAVI. Anto terbang ke cahaya putih itu, bukan hanya cahaya putih saja yang keluar. Ada hitam yang sangat pekat sekali. Anto ke semua mayat yang telah hancur lalu mengambil mengambil keduan cahaya itu dan di langsung hilang setelah menyentuhnya. Saat cahaya itu menghilang, Anto dapat merasakn kekuatan spritualnya bertambah dan juga fisiknya yang semakin kuat, meski itu tidak menambah kekuatan Inti Jiwanya sama sekali. Anto yang sudah selesai mengambil semua cahaya itu dari mayat Mahluk itu, merasa semakin kuat.
"NAVI, berapa banyak sekarang yang ke ini?" Tanya Anto yang tidak bisa menghitung Mahluk yang ke arahnya.
"Semuanya ke sini, aku bisa merasakannya. Mereka akan terus berdatangan ke arahmu, karema mereka menganggapmu musuh yang harus di kalahkan. Itu menurutku." NAVI menjawab Anto dengan singkat dan jelas.
"Hu...!!" Anto manrik napasnya dalam-dalam lalu menghilangkan senapannya. "NAVI, bisa buatkan sebuah Gundam yang sama ukurannya dengan mahluk itu?" Tanya Anto sambil melihat ke Mahluk yang terus ke arahnya (Gundam itu Robot raksasa, bagi yang belum tahu). NAVI langusng paham maksud NAVI. Tapi, tidak langusng membuatnya dan malah diam dan tidak merespon atau melakukan apa yang di minta Anto. "Ada apa?" Tanya Anto karean NAVI tidak melakukan apa yang di mintanya.
"Ada satu masalah, materialnya. Materialnya itu hanya berupa dari Bumi yang telah ku pelajari. Jika ku buat, ketahanan dari Tubuhnya aku tidak tahu serapa lama bisa menahan setiap serangan dari Mahluk aneh ini." NAVI yang menjelaskan alasannya. "Tapi, jika kamu bisa bertraung sendiri dan membiarkan aku menganalisis sejata yang si gunaka oleh mereka, mungkin aku bisa menguprage sambil kamu bertarung." NAVI menjelaskan lebih rinci lagi.
"Itu masalah mudah, jika hanya bertarung. Akan ku serahkan bagian lain padamu dan bagian lainya serahkan padaku." Respon Anto dengan biasa saja sambil memukul Mahluk yang sudah cukup dekat denganya degan sekaali pukul hingga hancur.
"Satu hal lagi, akan ku lepas semua kekuatan Inti jiwa yang telah ku segel dan kamu harus bisa mengontrolnya. Jika tidak, Planet ini mungkin akan hancur di buatmu." NAVI yang memperingati ANto yang sudah bisa mengendalikan 30 persen kekuatannya.
"Baiklah. Aku setuju." Respon Anto tanpa basa basi lagi. Setelah mengatakan itu, Anto bisa merasakn keuatan Inti jiwanya terasa semakin pada seperti sebuah bola tenis. "Ini, kekuatan yang sangat besar." Anto yang bisa menyadari kekuatan sebesar itu ada dalam bentuk jiwa yang masih kecil dan belum berkembang sama sekali. "Jika ku gabungkan dengan kekuatan Spritualku, mungkin bisa jadi hal yang sangat kuat." Anto yang sudah tahu bertapa besar kekuatan jiwanya yang selama ini dia tidak ketahui dan juga tidak tahu sama sekali bagaimana itu terbentuk. Setelah itu, sebuah cahaya di belekang langit sangat terang sekali sedang membtuk sesuatu yang sangat besar sekali. Setelah beberapa detik, cahayanya mulai meredup lalu sebuah Gundam bewarna hitam pekat selesai jadi dan melayang di udara. Anto yang sudah tahu harus apa langusng medekat ke gundam itu. Saat sudah di dekat, sebuah pintu terbuka di bagian jantung. Anto tahu, dia harus masuk ke dalam.
"Cepat masuk." Suruh NAVI dengan cepat. Anto bergegas masuk ke dalam dan melihat sebuah tabung kapsul yang mirip di pakainya saat terjun ke Dunia bawah itu. Dia langsung ke sana dan masuk lalu tertutup secara otomatis. "Katakan, Connet VR." Suruh NAVI saat Anto yang sudah berbaring.
"Connet VR!" Ucap Anto dengan serius, lalu setelah Anto dapat informasi mengenai senjata, berat, tinggi, kelemahan, apa saja yang bisa di lakukan oleh Gundam itu. Setelah beberapa detik Anto membuka matanya dan sudah mengenakan Gundam itu sama seperti tubuhnya sendiri. "Hm!" Anto dapat melihat pengingat penyerangan yang datang. Anto yang melihat itu langsung membuat tameng, tapi itu hancur saat kena kapak yang tebang itu. "Kenapa?" Anto yang masih belum paham dengan barus yang terjadi. Gundam yang du gunakannya mengeluarkan banyak listrik akibat banyak bagian yang rusak.
"Gundam ini sama seperti tubuhmu, dan kekuatannya juga datang dari tubuhmu yang di dalam. Jadi tidak perlu bergantung pada program yang sudah kubuat. Itu hanya sebagaia cadangan buat melarikan diri atau kamu bisa memperkuatnya dengan kekuatamu hingga sampai batas maksimal." NAVI memberi tahu Anto yang baru tahu fungsi yang sesungguunya dari Gundam yang di pakainya. NAVI memperbaiki bagaian meskin yang rusak itu sambil menjelaskan pada Anto. Anto yang sudah paham, langsung membuat senapan sama seperti seblumnya, namu kali ini lebih besar lagi. Anto mulai menyeang dengan sangat cepat ke sekelilingnya, dan kurang satu menit, semua Mahluk yang di dekat terbantai habis dan menyisakan cahaya hitam dan putih yang keluar dari semua mayat itu.
Dunia bawa yang dulunya sangat gelap, kini terang dengan api yang berkobar di huta yang lebar akibat pertempuran yang tidak di mengerti oleh Mhaluk Dunia bawah, dari kejauhan mereka dapat melihat apai yang yang terang menemani jalan Anto yang terus berjalan ke Mahluk yang mendekat dan dengan senapannya dia menembaknya sekali.
***
Satu minggu berlalu, Anto masih Anto masih melawan Mahlauk itu dan mulai kelelahan secara mental yang tidak bisa membuatnya fokus sama sekali. "Nah NAVI, mereka sangat lemah sekali." Anto yang sudah tidak tertarik sama sekali melawan Mahluk yang semakin banyak itu. NAVI tidak merespon sama sekali dan juag merasa suah tidak tertarik dengan petarungan yang sudha akan di menangkannya itu. Semua senjata sudah di uprage oleh NAVI dan tida ada yang membuatnay tertarik lagi.
"Aku juga." Respon Anto yang juga sudah bosa sekali. Anto megikuti saran NAVI, petama dia menghabisi semua msush yang dekat dengannya, lalu mekaukan pemindaian Horizontal, lalu menandai msush yang bergerak ke arahnya. "Kenap mereka ada banyak?" Anto yang dapat merasakan hampir seluruh Planet yang di tempatinya memiliki Mahluk itu. "Apa mereka penduduk Asli dunia ini?" Tanya Anto yang bisa merasakan mereka ada di semua tempat dan juga di dalam laut yang sanga dalam sekali sedang ke arahnya.
"Sepertinya, mereka sama seperti Moster yang ingin bunuh diri sama seperti sebelumnya. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan kamu hadiah (EXP) semua jiwa yang telah kamu kumpulkan itu. Jika dugaanku benar, lebih baik menyerahkannya padamu dari pada Immortal itu." Jawab NAVI sambil terus memantau. "kalau begitu, buat satu lagi penyimpanan EXP mereka, dam jadikan itu kekuatanmu." Saran NAVI pada Anto yang masih belum memindai seluruh Planet. Anto paham maksud NAVI dan akan melakukan itu. Saat Anto sedang memindai, semua Mahluk itu berhenti di tempat mereka, Anto dapat menydari itu dan ternyata mereka paham dengan apa yang sedang di lakukan Anto.
"Apa ini?" Anto tiba-tiba melihat Dunia yang cerah dan matahari serta rumah yang sangat indah juga Mahluk itu. Mereka berbelalanja sama seperti Manusia di Bumi, mereka sedih seperti Manusia, mereka bahagia sama seperti Manusia. Tiba-tiba gambaran Dunia berubah jadi menyambut para Dinosaurus dari bumi yang tiba di sana. Mereka dengan hangat menyambut dan berusaha menengakan hati para Dinosaurus yang sangat sedih sekali. Lalu mengajarkan cara bertahan hidup di Dunia sana. "Ini kan?" Anto yang teringat cerita Lia. Anto terus menerus melihat gambaran itu. Gambar itu terus berubah. Gambaran Dunia berikutnya seorang manusia yang datang entah dari mana bersama seekor Anjing dengan pakaian seragam SMA. Anak itu takut saat pertama kali bertemu para Mahluk itu, lalu gambar berikut memperlihatkan bakatnya pada Mahluk itu dengan saint. mahluk itu belajar dengan cepat menganai apa yang di ajarkan manusia pada mereka, semakin lama semakin mereka akrab, lalu manusia itu tiba-tiba menghilang bersama Anjingnya. Semua mahluk itu sangat khawatir dan mencari manusia yang hilang itu, Setelahnya gambarnya berubah jadi seorang yang tiba-tiba muncul terbang di langit.
"Immortal!" NAVI yang langsung menyebutnya saat melihatnya dengan jelas tampannya Immopral itu. Semua Mahluk itu, melihat ke Immorla yang datang itu lalu tersenyum hangat padanya. Tapi, Immortal itu malah menyerang dan membunuh mereka. Gambaran selanjutnya Dunia jadi kacua dan banyak sekali api menyala nyala di belahan Dunia. Gambaran selanjutnya Manusia dan Anjing itu kembali ke Planet itu dan melihat betapa kacaunya Dunia itu dengan pakaian yang mirip Immortal juga. Gambaran selanjurnya, berpindah ke Anjing yang mengajarkan seekor Dinosaurus Jadi Kultivator. Setelahnya Anto hanya melihat gelap gulita saja. Saat Anto melihat gelap, sebuah cahaya muncul di sekelilingnya dan Anto kembali ke Dunia yang gela itu. dan tanpa Anto sadarim dia telah menandai semua mahluk itu di seluruh Dunia dan bahkan petanya sudah jadi saat dia membuka matanya.
"Apa kamu lihat itu NAVI?" Tanya Anto pada NAVI. Belum sempat NAVI jawab, sebuah cahaya muncul di depannya. Cahaya itu tiba-tiba beruba jadi seorang Gadis kecil, Paman, Kakek Tua, Anak-anak dan masih banyak lagi munul di sekelilingnya yang hapir sama tinggi dengan Gundamnya. Mereka tersenyum pada Anto yang mengenakan Gundam. Lalu sebuah cahaya emas muncuk di depannya dan menampakkan diri sebagai manusia Immortal itu. Dia manusia pada umumnya yang bertunuh kecil dan tidak seperti yang lainnya. Dia mendekati Anto lalu menyentuh kepala Gundamnya dan mengalirkan semua teknik yang dia pelajari dan bahasa yang tidak di kenalnya sama sekali. Anto tidak tahu harus bilang apa dan hanya bisa diam dengan sangat sedih mleihat semua kejadian yang telah di alaminya. "Apa yang kalian inginkan dariku?" Tanya Anto pada mereka semua dengan bahasa yang baru dia pelajarinya.
"Sama seperti yang kamu lakukan sebelumnya." Jawab Immortal itu dengan tersenum di wajahnya pada Anto. Setelah berkata itu, semua cahaya yang adti perlahan menghilang dari hadapan Anto. Anto tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa melanjtukanrencana sebelumnya. Anto terbang ke langit yang gelap sekali dengan sangat cepat dan sampai di awan yang gelap itu dengan kurang beberapa detik saja. Saat sampai, Anto membuat sebuah pedang di tangan kanannya, lalu melekukam tebasan Horizontal yang membuat awan gelap itu membuka cahahay matahari yang sudah lama di tutupinya.
"Matahari. Sudah lama aku tidak melihat cahayanya." Anto yang merasa sedikit bahagia saat melihat cahaya matahari di langit yang sesungguhnya masih jauh sekali. Anto terbang pelan ke atas (Langit) dengan pelan menikmati indahnya langit yang di lewatinya. "Hm!" Tapi itu tidak berlangsung lama saat seorang Kultivator datang ke arahnya dengan sebuah kapal yang berisikan banyak sekali Kutivator. "Kenapa kalian menhentikanku?" Tanya Anto yang masih sedoh dengan hal yang baru saja di terimanya.
"SERANG...!!" Tanpa mereka merespon, mereka langsung menyerang Anto yang tidak tahu apa-apa. Anto yang sangat besar di bandingkan dengan mereka tidak merasakan apa-apa sama sekali setelah Gundamnya di Uprage. Mereka menyerang Anto yang memakai pedang, jurus mereka, segel, tai itu tidak berfampak sama sekali pada Anto. Anto tidak melukan apa-apa pada mereka dan melanjutkan perjalanan ke langit yang masih jauh. "HENTIKAN DIA...!!" Suruh dengan cepat sekali. Beberapa orang ke Gundam Anto memanjat dan berpegangan pada bagian yang bisa di pegang. Anto melihat mereka yang berusaha bertaha saat dia sudah sangat jauh dari kapal mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Anto pada semua Kulivator yang berpegangan pada bagian tubunya. 'AAHHH...!!' Seorang melakulan serang pada Anto yang sedang terbang dengan menusuk pedang ke tubuh Gundam Anto. "...?" Anto tidak tahu dia itu becanda atau kelewat becandanya pada Kultivator yang menyerangnya itu. Anto tiba-tiba berhenti terbang dan membuat semua orang yang berpegang pada tubunya itu terlempar ke atas. 'AAAAA...!!' Teriak semua Kultivator dengan tindakan Anto karena membuat mereka terlempar dari tubuhnya. Anto menggunakan Skil Kinetik nya melayangkan semua Kultivator itu, lalu menaruhnya di telapak tangan kanannya. Setelahnya membuat sebuh kurungan yang bawarna Biru Transfaran
"LEPASKAN AKU MONSTER!!" Ancam seerong Kultivator dengan sangat garang.
"DIAM!!" Anto berteriak lebih kencang lagi pada Kultivator itu. Anto yang sedikit kesal saat di bilang Monster. "Kalian ini, dasar Kultivator kurang adab." Anto yang sangat tidak suka sama sekali dengan tindakan para Kultivator yang semena mena.
"Sebaiknya kamu bicara sama bahasa yang mereka pahami." Saran NAVI tiba-tiba pada Anto. Anto yang baru sadar kalau selama ini dia tidak bicara sama bahasa yang mereka.
"Pantas saja." Anto yang baru sadar saat mereka tidak memahmi Anto sama sekali. "Ap...?" Anto yang tidak menyelesaikan kaliamatnya saat melihat semua Kultivator di tangannya sudah pingsan. "Mereka terlalu lemah." Anto yang tidak menyadari kalau dirinya yang terlalu kuat. Anto mengalirkan energi pada mereka hingga mereka mulau sadar dalam beberapa detik saja. "Apa kalian sudah baikan?" Tanya Anto pada mereka dengan bahasa mereka. Semua Kultivator kaget dengan Anto yang bicara sama mereka. Mereka mengancungkan senjatanya pada Anto. "...!!" Anto yang sudah melihat ini merasa Nostagia sekali saat mengingat apa yang terjadi di luar Angkasa. "Woi, aku tanya, kalian baik-bauk saja kan?" Tanya Anto yang mengulang pertanyaannya. Mereka semua tidak yang jawab sama sekali.
"Lihat ke bawah!" Suara NAVI pada Anto. Anto langusng melihat ke bawah dan melihat semua kapal yang tadi mengepungnya akan sampai di dekatnya.
"IKAT SEKARANG...!!" Teriak seorang yang memberi perintah. Kaki Gunda Anto terikat oleh sebuah tali yang cukup kecil sekali jika di dari ukurannya. "Balaskan dendam saudara kita pada Monster jahat yang telah bekorban." Suara peminpin mereka dengan gagah berani. "SERANG...!! Jangan biarkan dia bergerak sedikit pun. KEPUNG...!!" Dengan sangat tegas memberi perintah pada semua orang. Mereka bekerja sama mengelilingi Anto. 10 kapal Kultivator melempar tali ke Anto, lalu mengikat Anto.
"Sepertinya kalian sudah di anggap mati." Anto yang merasa kasihan pada Kultivator di tangannya yang langsung sedih saat mereka tadi dianggap mati oleh Kultivator lainnya. "Entah kenapa, rasanya ini cukup menghibur melihat kalian melawanku seperti ini." Anto yang merasa senang dengan apa yang di lakukan semua kultivator itu. Semua Kulativator menghetikan kegiatan mereka menyerang Anto. Saat semua orang berhenti menyerang Anto, dia mengangkat tangan kirinya lalu tiba-tiba semua Kutivator sudah di tangan kanannya dan terkurung di dalam. "Kalian bisa diam di sini." kata Anto yang melanjutkan terbaangnya.
"DAS...??" Anto membuat kurungan itu jadi kedap suara, supaya tidak terdengar ocehan dari semua Kultivator yang di tangkapnya. Anto terus terbang ke langit dan juga banyak mengurung Kultivator yang menghalagi setiap bertemu di penjalanan.
***
30 menit Anto terbang ke langit setelah banyak sekali di halangi oleh Kultivator. Anto sudah membuat 10 kurungan yang sangat besar untuk menampung semua Kultivator yang di tangkpanya. "Tinggal sebentar lagi." Anto yang hampir menembus langit dan menuju lua Angkasa. "Hm!" Dari jauh Anto melihat sosok yang tidak pernah di lihatnya. "Mereka kan yang waktu itu." Anto yang melihat 9 orang sedang menunggu di sebuah langit yang sangat tinggi. Anto terbnag ke mereka yang telah menunggu. Saat Anto hampir sampai, 9 orang itu langsung ke kurungan yang di buat Anto lalu menebasnya. Anto kaget dengan itu meski tidak sampai menghancurkan kurungan yang di buatnya. 'BOOMM...!!' Anto kena serangan yang sangat kuat dari seorang Kutivator yang menggukan kapak ke wajahnya hingga membuat sebuah gumpalan asap hitam. Saat asap itu hilang, wajah Gunda itu sedikit retak lalu memperbaiki diri lagi.
"Mustahil!" Kultivator itu jadi sangat takut sekali saat serangannya sama sekali tidak berpengaruh pada Gundam Anto. Anto langsung menteleportsikan ke-9 orang itu ke masinh-masing kurungan yang berbeda. Setelahnya, Anto lanjut terbang lagi. Tapi, saat baru hendak terbang, dia tidak bisa terbang seolah-oleh di hentikan oleh sesuatu.
"Apa yang terjadi?" Anto yang tidak bisa sama sekali menggerakkan tubuh Gundamnya seolah-olah membeku. "Bergeraklah!!" Anto dengan menambak kekuatan terbaangnya dengan sangat kuat sekali. 'KRAK!!' Suara yang sangat jelas sekali bisa di dengan oleh Anto. 'TRANG!!' Anto membuat sebuah rantai tak terlihat yang sangat besar di ikat di kakinya, kini bisa di terlihat jelas setelah rantainya putus.
"Hebat!" Suara pujian yang tiba-tiba dari seorang. Anto melihat ke orang itu.Ternyata yang di lihatanya ialah, orang yang sangat di bencinya. Yang telah membunuh penduduk asli Planet itu. Wajahnya tdaik terlihat menua sama sekali dan malah terliha seperti umur 20 tahunan saja. "Sangat hebat!" Dia memuju Anto sambil tersenyum. Semua Kultivator yang di tangkap Anto memberi hormat padanya. "Kamu siapa?" Tanya orang itu pada Anto.
"Seharusnya kamu memperkanalkan diri sebelumnya menanyai nama orang lain." Respon Anto yang menahan amarahnya. Semua Kultivator itu terlihat geram pada Anto yang tidak sopan sama sekali pada orang itu.
"Aku tidak pernah memperkenalkan diriku pada orang lain, malah seharus aku sudah di kenal oleh mereka." Timbal orang itu dengan nada suara angkuh. Anto yang medengar itu ingin segara memukul, tapi dia menahan diri untuk memukul. "Aku bukan orang yang bertanya dua kali sebaiknya kamu jawab aku." Minta orang itu sambil melepas Hawa membunuhnya pada Anto. Semua orang yang di kurung Anto merasa sangat takut sekali hingga gemetar padanya, tapi pada Anto tidak berefek sama sekali. Malah Anto melwan balik dengan mengeluarkan rasa nyaman yang lebih besar pada orang yang di kurungnya itu. Semua orang bingung dengan apa yang sedang terjadi kali ini, termasuk orang yang melepas Hawa membunuhnya terlihat kaget.
'DUK!!' Anto langsung meninju orang setelah bertelepostasi tanpa di ketahui olehnya sama sekali hingga mendaratkan satu pukulan di wajahnya yang membuatnya langsung terhempas jauh sekali. Setelahnya Anto melanjutkan terbangnya sambil membawa kurungan yang berisi banyak sekali Kultivator. "Hm!" Radar Anto yang mendeteksi musuh yang mengarah padanya dengan sangat cepat. "Sampah." Anto yang sudah tidak tahan sama Immortal yang datang ke arahnya itu. Anto menunggu di tempatnya dengan sangat siap sekali dengan pelindung nya yang sudah sipa di tempatnya. Saat Immortal itu sampai, Anto bisa mdengar banyak sekali pelindungnya yang hancur oleh serangannya Immortal itu.
'BRAK!!' Anto terkena serangan pada tangan kanannya yang tidak di ketahuinya sama sekali dari mana datanganya. "Sayang sekali kamu sangat ingin mati. Selamat tinggal." Kata Immortal itu pada Antto dengan pedang di tangannya.
"Tusuk!" Dengan satu kata dari Anto, pedang yang di tangan Immortal itu menusuk Immortal itu. "Selamat tinggal." Kata Anto sambil mengarahkan tangan kirinya yang sedang membuat senjata pedang laser. Immortal itu bahkan sama sekali tidak dapat melawan balik serangan Anto. "NAVI, penjarakan jiwa yang kabur itu." Minta Anto yang menahan amarah pada Immortal itu. Tanpa ada repon sama sekali, NAVI menuruti apa yang di minta Anto mengambil jiwa Immortal itu yang sudah kabur sejak tubuhnya di hancurkan. NAVI mengeluarkan rantai yang terbuat dari api dan juga besar sekali, yang terlihat membara keluar dari jantuk Gundam. Orang yang melihat itu, terlihat sangat takut sekali di bandingkan dengan pelepasan Hawa membunuh dari Immortal sebelumnya.
Rantai itu, bergerak dengan sangat cepat sekali ke barat mengejar seusatu, lalu kembali dengan sangat cepat juga. Saat ujung rantai itu tiba di depan Anto, dia langsung menariknya ke dalam jantung Gundam. semua orang sangat takut sekali dengan kejadian itu dan tidak ada yang berani membantah aatu bersuara sama sekali dengan apa yang telah di lakukan Anto. "Aku sudah menaruhnya di penjara di Gundam ini yang baru ku buat." NAVI menjelaskan. Setelah NAVI berkata begitu, Anto tidak merespon dan langsung terbang ke luar Angkasa dengan sekejap mata sambil membawa kurungan yang berisi banyak orang.
"Kalian semua lihat ini." Anto meminta pada semua Kultivator sambil membuka semua kurungan itu. Tanpa Anto memperdulikan wajah dan ekpresi semua Kultivator, Anto mulai membangun sesuatu. "NAVI, bantu supaya lebih cepat." Minta Anto dengan suara yang masih agak terdengar sanagt kesal sekali. Tanpa merespon NAVI langusng membatu Anto membangun misil roket sebanyak mungkin untuk memusnahlan ke inginanan Mahluk itu.
***
10 menit lebih, misil ruang Angkasa siap di tembakkan ke seluruh penjuru Dunia. "Siap!" Kata NAVI. Misil roket menyala. "Luncurkan." Semua misil roket meluncur ke belahan Dunia, mereka menuju target yang telah di tetapkan mereka. "Percepat!" Semua misil semakin sangat cepat jatuh. Misil itu sangat cepat sekali, hingga kurang saru menit tiba di tujuan. 'BOOM!! BOOM!! BOOM!! BOOM!!' Ledakan di seluruh Dunia mebuat semua orang takut. Suara ledakan sampai ke luar Angkasa. Suaranya sudah membuat orang sangat takut sekali. "Target musnah." Kata NAVI dengan singkat. "Peluncuran misil ke-2 siap!" NAVI yang mulai meluncurkan misil ke-2 nya. "Luncurkan." Semua misil meluncurk ke Dunia untuk kedua kalinya dala satu waktu. peluncuran ke-2 tidak menargetkan apa pun, itu langsung menuju daratan. "Percepat!" Misil itu semakin cepat ke Dunia jatuhnya. Misil itu sangat cepat sekali, hingga kurang satu menit tiba di tujuan. 'BOOM!! BOOM!! BOOM!! BOOM!!' Ledakan terdengar lagi untuk kedua kalinya. "Misil pertama untuk penghancurkan selesai. Misil kedua pemulihan selesai." Kata NAVI dengan formal.
"Segel semua ingatan mereka." Minta Anto pada NAVI yang masih menahan amarahnya. NAVI yang paham langsung membuat cahaya putih di sekelilingnya yang membuat semua orang jadi terdiam dan melamun di tempat mereka. Beberapa detik kemudian cahayanya mulai redup dan Anto sudah siap pindah. "Teleport!" Anto langsung tiba di tebing tempat dia Nina, dan Lia pernah berkumpul bersama setelah bertelportasi. kali ini, Ano dapat melihat Matahari dari tanah. "Aku tidak ingin memikirkan hal lain terlebih dahulu. Aku hanya ingin tidur." Anto yang masih menahan amarahnya yang tidak bisa di bendungnya. Anto melihat sekitar,semua tumbuhan sangat cepat sekali tumbuhnya akbiat roket pemulihan. Tapi, Anto melihat sekitarnya tanpa tertarik sama sekali dan hanya memikirkan ingin istirahat saja. Anto melihat ke sebuah pohon yang sangat besar dan dia terbang ke sana. "VR Out" Saat sampai, Anto melepas semua Gundam yang di kenakannya. Setelah itu, Anto terbang naik memilih cabang yang paling besar. Kemudian membuat sebuah tenda yang sama seperti sebelumnya. Setelah jadi Anto langusng masuk ke dalam, bagian kamar di lantai atas lalu tidur tanpa peduli hal lain lagi.
***
Next Chapter