
“Kak aku tidak mau berpisah selamanya. Kita sudah bersama 9 tahun dan berpisah begitu saja, aku tidak mau. Aku sudah menyadari Kakak itu punya banyak rahasia yang tersembunyi yang aku tidak ingin tahu, tapi setidaknya jangan kamu tinggalkan aku sendiri di Dunia ini.” Minta Haruna dengan sangat serius sekali. Anto hanya tersenyum setelah mendengar perkataan itu dari Haruna.
“Haruna, terkadang orang yang jatuh cinta itu akan berubah drastis sikapnya seperti dirimu yang berbeda dari yang dulu. Meskipun kamu agak lama memahami perasaanmu itu. Ada satu hal yang ingin ku katakan padamu, mungkin semakin lama di Duniaku nanti aku akan mendapat pasangan selain dirimu. Apa kamu tidak keberatan dengan hal itu?” Tanya Anto dengan wajah ingin tahu dan juga akan menerima kemarahan Haruna.
Tapi Haruna bukannya langsung marah malah dia tersenyum pada Anto. “Aku tahu Kakak akan mengatakan itu. Aku mengingat jelas kata-kata itu di buku komik yang Kakak tinggalkan di meja makan beberapat tahun lalu.” Haruna mengingatkan dengan santainya pada Anto. “Aku tidak keberatan dengan hal itu, malah aku merasa itu lebih baik. Karena aku tahu, kalau diriku saja tidak cukup untuk membahagiakanmu. Mungkin aku tidak ingin kehilangan dirimu karena cemburu dari orang lain.” Haruna menambahkan dengan sedikit senyum.
“Apa aku seceroboh itu ya?” Tanya Anto pada dirinya sendiri yang tidak menyangka kalau niat sesungguhnya sudah di ketahui, bahkan sudah lama sekali. “Baguslah kalau kamu tahu.” Anto ang tersenyum senang meski itu merasa bersalah karena ketahuan. Haruna malah diam saja dengan tetap tersenyum pada Anto, yang sedang malu-malu padanya.
“Mari kita sudahi saja ini. Mari kita jalan saja!” Ajak Anto dengan cepat dengan berbalik dan tidak tahan dengan Haruna yang menggodanya dengan terang-terangan sambil melepas tangannya dari Haruna. Haruna yang melihat itu merasa senang dengan Anto yang malu-malu dengan dirinya yang ternyata bisa menarik buat Anto.
“Kita akan pergi ke mana?” Tanya Haruna saat Anto yang berbalik mengajak Anto jalan tanpa tujuan. Anto pun langsung salah tingkah saat mendengat itu dari Haruna dengan terus jalan. Anto tidak langsung merespon dan diam saja memikirkannya.
“Ehm… kita akan pergi mencari bangsawan lain yang tersesat di sini.” Jawab Anto dengan serius dan membuat dirinya jadi serius. Di saat Anto malu ternyata para tumbuhan tertawa dengan tingkah Anto yang seperti itu. Mereka tidak menduga kalau Anto mempunyai sisi lain yang seperti itu. Anto tidak bisa berkata apa-apa karena dirinya juga manusia yang memiliki emosi, meski ini pertama kalinya dirinya itu mengalami hal seperti itu.
Haruna hanya diam saja senyum sendiri melihat tingkah Anto yang seperti itu. Dalam perjalana mereka terdapat banyak canda tawa yang terus terjadi di antara mereka berdua yang menikmati hidup seperti itu.
***
Waktu berlalu mereka berdua kini sudah sangat jauh sekali jalan dan belum menemukan satu pun petunjuk. “Kak kemana selanjutnya?” Tanya Haruna yang mulai bosan karena sudah berjalan berjam-jam tidak mendapat petunjuk sama sekai. Anto melirik ke Haruna yang menendang batu di tanah dengan wajah bosan.
“Kita tunggu saja, aku sudah minta bantuan pada seseorang.” jawab Anto dengan terus jalan lurus saja di hutan belantara. Setelah merespon itu Haruna tidak bertanya lagi dan lanjut menendang apa saja yang ada di tanah itu. "Sepertinya aku harus melakukan sesuatu jika tidak ini akan tambah membosankan." Anto yang juga mulai merasa bosan jalan tanpa tujuan seperti itu.
***
Anto dan Haruna yang jalan sudah lebih dari 5 jam, dan hampir siang hari, mulai merasa sangat bosan sekali. Saat mereka sedang bosan jalan, Anto terhenti jalan karena di beritahu kalau ada mahluk hidup di kerajaan Iblis yang bukan dari pulau itu. Para tumbuhan memberi tahu kalau mereka bukan dari Ras Iblis, mereka juga hidup tenang di sana bahkan tidak terjadi apa pun dengan mereka. Saat mengtahui itu Anto merasa para tumbuhan sudah mengetahui hal itu dan sengaja menyembunyikannya.
“Kak?” Panggil Haruna saat mereka berhenti jalan. Anto pun langsung melihat ke Haruna yang memangnggilnya. “Ada apa?” Tanya Haruna karena bingung. Anto melihat ke Haruna yang bingung dengan dirinya.
“Nah Haruna, Ibilis itu baik atau jahat?” Tanya Anto pada Haruna yang tahu kebenarannya. Haruan tidak langsung menjawab malah melihat ke Anto yang berekspresi ingin tahu.
“Iblis, aku tidak tahu. Kami para Elf sama sekali tidak tertarik dengan Ras lain selain hutan kami jaga. Tapi menurutku itu tergantung dari sikapnya. Dalam setiap Ras pasti ada yang baik dan ada yang jahat.” Jawab Haruna dengan serius.
Anto yang mendapat respon tidak terduga malah merasa senang dengan jawaban itu. “Haruna. sku akan menyelidiki para Iblis di bedua ini. Aku di minta tolong menyelamatkan mereka. Itu juga mungkin merupakan misiku. Jadi lebih baik kita ke negeri para Iblis mencari tahu kebenarannya.” Ajak Anto dengan sangat serius sekali pada Anto.
Haruna terdiam melihat ke Anto. “Kak siapa teman Kakak itu? bukannya selama ini hanya kita berdua saja?” Tanya Haruna yang ingin tahu. Anto terdiam melihat ke Haruna yang terlihat tidak takut sama sekali saat dirinya menyebut kata Iblis.
“Sepertinya aku juga belum kasi tahu itu ya. Aku bisa bicara sama tumbuhan dan mereka selalu membantuku sejak 10 tahun yang lalu.” jawab Anto dengan singkat dan serius. Haruna malah terliha tidak percaya sama sekali. “Sepertinya kamu kurang percaya. Aku akan menutup mata, lalu kamu bisa lempar atau sembunyikan apa pun.” Minta Anto pada haruna sambil menutup matanya. Namun setelah menutup matanya Anto di goyangkan oleh Haruna.
Anto pun langsung membuka matanya dan melihat ke Haruna. “Aku percaya kak.” Timbal Haruna dengan tersenyum padanya. “Aku juga bingung dengan kelakukan Kakak yang berbeda dari biasanya, bahkan bicara sendiri seperti angin, seperti suara kicauan dan bahkan terkadang tidak ada suara sama sekali. Aku hanya menunggu Kakak mengataknnya saja.” Haruna menambahkan dengan senang dengan kejujuran Anto yang seperti itu.
Anto membalas tersenyum. “Kalau gitu mati kita ke negeri Iblis. Semuanya pandu ya.” Timbal Anto sambil meminta bantuan pada para tumbuhan. Semua tumbuhan menjawab akan membantunya. Anto pun langsung lompat ke pohon terdekat karena senang.
“TUNGGUUU…!” Minta Haruna yang teriak. Anto jadi lupa kalau ada Haruna yang belum tahu dirinya bisa lompat sejauh itu. Anto langsung turun lagi ke Haruna.
“Maaf aku lupa.” Dengan cepat Anto langsung meminta maaf. Haruna jadi memalingkan wajahnya dan tidak merespon Anto sama sekali. “Nah ini yang tidak ku mau. Aku harus melakukan sesuatu.” Anto yang tahu kalau Haruna lagi kesal padanya. Di saat Anto kebingungan Anto di saranin untuk mengajarinya sihir dan Skil yang berguna untuk kehidupannya sehari-hari oleh para tumbuhan. Anto yang mendapat saran itu langsung merasa lega sekali. “Haruna, akan ku ajari Skil dan beberapa sihir kecil.” Ajak Anto bicara pada Haruna yang tidak mau bicara padanya.
Haruna melirik ke Anto yang berkata seperti itu dengan terlihat serius sekali. Haruna tidak melihat ke Anto sama sekali malah dia mengulurkan satu tangannya ke Anto. Anto pun memegang tangan haruna lalu menutup matanya. “Apa yang akan ku transfer? Aku sudah belajar banyak sihir dan juga banyak Skil bertahan hidup… Apa kira-kira?” Anto jadi bingung sendiri karena tidak tahu harus mentranfer apa. “Semuanya saja lah!” Anto yang bingung lalu mlilih semuanya saja. “Transfer!” Seluruh tubuh Haruna lalu terbungkus cahaya putih sekali hingga membuat diirinya terdiam dan merasa banyak sekali pengalaman terekan dalam dirinya, seolah-oleh dia sudah melakukan kegiatan itu sangat lama sekali.